All casts belong to God, their agencies and their parents
Wen (Cabe) Junhui © Bianca Jewelry
Warning: AU. Non-baku. Super OOC.
.
"Kak Dongho!" teriak Junhui saat ia melihat tetangga satu apartemennya sedang memanaskan kendaraan roda duanya.
Dongho mendongakkan kepalanya dan melihat sekeliling. Ia menemukan Junhui sedang berdiri di balkon apartemennya. "Apa Jun?"
"Mau ke mana kak?"
"Kampus."
"Boleh ikut nggak? Aku bosan."
Dongho menimbang-nimbang permintaan Junhui. "Ya sudah, cepat turun. Bawa helm."
Kampusnya Junhui dan Dongho itu berbeda, tapi Junhui kenal beberapa anak dari kampus Dongho, yang merupakan teman dari lelaki asal Jeju itu. Junhui segera mengambil helm dan jaket lalu memasukkan ponsel dan dompetnya ke dalam tas. Kemudian ia berlari kecil menghampiri Dongho yang sudah menunggunya.
"Ayo kak," kata Junhui setelah duduk di belakang Dongho.
Dongho menstarter motornya dan siap meluncur.
"Kak, boleh pegangan nggak?" tanya Junhui.
"Nggak boleh," kata Dongho sambil tertawa.
Junhui merengut sambil mendorong Dongho pelan. "Nanti kalau aku jatuh bagaimana?"
"Ya sudah, jatuh pasti ke bawah 'kan, nggak mungkin ke atas?"
Ih, kzl ya Junhui dijawab gitu sama kak Dongho.
"Dingin banget sih kak jawabannya. Emang kakak udah ada yang punya sampe aku nggak boleh pegangan?"
"Ya belum ada sih."
"Ya udah, masih bebas 'kan berarti punggungnya," ucap Junhui dan main peluk kak Dongho tanpa persetujuan dari yang bersangkutan.
Dongho menghela napas. "Ya terserah dek Junhui aja deh. Pegangan yang kuat. Kalau jatuh kakak nggak tanggung."
Junhui tersenyum. "Siap kak," katanya sambil mempererat pelukannya pada pinggang Dongho.
Sesampainya di kampus, Dongho memarkir motornya lalu ia dan Junhui berjalan ke gedung fakultas Dongho. Saat sampai di gedung fakultas Dongho, Junhui melihat kakak panutannya yaitu Choi Minki, teman apartemennya sekaligus teman Dongho.
"Kak Minki!" panggil Junhui.
Minki menoleh lalu ia melambai pada Junhui.
"Jun, aku tinggal ya," ucap Dongho.
Junhui mengangguk. Dongho melambai pada Minki lalu pergi ke kelasnya.
Minki menghampiri Junhui. "Kamu ngapain di sini?"
"Gabut kak. Aku ngeliat kak Dongho mau pergi terus minta ikut."
Minki mengangguk paham.
"Kakak masih ada kelas?" tanya Junhui.
Minki menggeleng. "Makan yuk, laper."
"Diet kak, udah melar itu," dusta Junhui. "Nanti kak Jonghyun nggak ngelirik loh."
Fyi, Jonghyun itu gebetannya Minki.
Minki menarik pipinya. "Emang tambah gemukan ya?"
Junhui cengar-cengir. "Nggak kok, bercanda. Ayo makan," katanya sambil menarik tangan Minki.
Minki mendecih lalu memukul kepala Junhui. "Berani-beraninya kau mempermainkanku."
"Maaf." Junhui tertawa. "Eh kak, kak, kak…"
"Apa?"
"Ada kak Jonghyun tuh," kata Junhui sambil menunjuk Jonghyun yang berjalan menuju gedung lain dari fakultas Minki. "Kak Jonghyun!" teriak Junhui dan hendak menghampiri Jonghyun.
"Heh!" seru Minki sambil melirik Junhui.
Jonghyun memasang wajah polos dan melihat sekeliling. Junhui melambaikan tangannya sambil berusaha melepas tangan Minki yang menarik kaosnya. Jonghyun tersenyum manis ke arah Junhui dan menghampiri kedua lelaki itu. Minki jantungan di tempat melihat senyum Jonghyun.
"Ngapain di sini?" tanya Jonghyun.
"Main kak, bosen nggak ada kerjaan."
Jonghyun membulatkan mulutnya sambil mengangguk. "Ya sudah, aku duluan ya," pamit Jonghyun sambil melambaikan tangan pada Junhui.
"Dadah kak," balas Junhui sambil melambaikan tangan.
"Dah Minki," pamit Jonghyun sambil tersenyum malu-malu.
"D-dah…" balas Minki. Ia lemas dan langsung menumpukan badannya pada Junhui. "Aduh, ganteng banget sih calon imamku."
"Iya kak, ganteng banget emang."
"Nggak usah gatel ya."
Junhui nyengir. "Jadi makan nggak?"
"Yuk."
.
.
"Wonuu ayoooo," rengek Junhui sambil menarik tangan Wonwoo yang berjalan malas-malasan.
"Aduh Jun, masih jam berapa ini. Masih setengah jam lagi," kata Wonwoo malas.
Junhui menggembungkan pipinya dan menarik Wonwoo ke taman utama di kampusnya. Kemarin Junhui dapat info dari Soonyoung bahwa klub dance akan perform saat jam makan siang. Bukan karena Soonyoung sekarang ia berada di sana, bahkan setengah jam sebelumnya, tetapi tak lain tak bukan karena mantan terindahnya yang akan perform bersama Soonyoung. Peduli amat dengan status mantan, pokoknya Junhui suka dengan semua laki-laki yang punya badan bagus.
Wonwoo dan Junhui duduk di bangku taman kosong yang ada di sana. Wonwoo langsung mengeluarkan novel dari dalam tasnya sementara Junhui duduk di sebelahnya dengan tidak sabar. Selama setengah jam itu, lama-kelamaan taman mulai ramai dipenuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi.
Junhui segera menuju ke barisan paling depan dan menyiapkan ponselnya ketika anak-anak klub dance sudah mulai bersiap-siap. Ketika Soonyoung mengambil mikrofon dan mulai menyapa mahasiswa dan mahasiswi yang menonton, Junhui ikut berteriak meramaikan suasana seperti yang lain.
"Terima kasih, selamat menikmati pertunjukan kami," ucap Soonyoung sambil membungkukkan badannya. Ia meletakkan mikrofonnya lalu menuju posisinya dan memberi kode pada temannya untuk memutar musik. Para penonton bertepuk tangan.
Lagu berjudul Rumahku yang dibawakan oleh Jam 2 mulai mengalun. Soonyoung dan teman-temannya mulai menari mengikuti lagu. Junhui merekam perform klub dance sambil sesekali berteriak heboh ketika anak klub dance melakukan gerakan seksi. Ia menahan napasnya ketika Mingming mengeluarkan bunga mawar dari dalam jasnya. Lelaki itu maju mendekati Junhui lalu memberikan mawar yang dipegangnya. Junhui menerimanya dengan malu-malu dan seketika penonton lain bersorak heboh. Junhui menahan napas lagi serta berteriak heboh ketika anak-anak klub dance melepas dasi mereka dan membuka kemeja mereka.
Tiga lagu sudah berhasil dibawakan oleh klub dance dan mungkin suara Junhui sekarang sudah habis karena terlalu keras berteriak. Setelah acara ditutup oleh Soonyoung, Junhui menghampiri Wonwoo yang sejak tadi tidak berniat meninggalkan kursi taman.
"Sudah selesai?" tanya Wonwoo saat Junhui duduk di sebelahnya.
Junhui mengangguk dengan semangat, masih merasakan euforia perform klub dance tadi.
"Yuk pulang," kata Wonwoo sambil memasukkan novelnya ke dalam tas dan jalan terlebih dulu.
Junhui mengikutinya. "Wonwoo marah?" tanyanya.
Wonwoo melirik Junhui. "Hm? Tidak."
"Benar?"
Wonwoo mengangguk.
"Maaf ya," kata Junhui sambil memeluk lengan Wonwoo.
Wonwoo tersenyum lalu mengacak rambut Junhui.
.
END
.
NG Cut 1:
"Kak Jonghyun!" teriak Junhui dan hendak menghampiri Jonghyun.
"Heh!" seru Minki sambil melirik Junhui.
Jonghyun memasang wajah polos dan melihat sekeliling. Junhui melambaikan tangannya sambil berusaha melepas tangan Minki yang menarik kaosnya. Jonghyun tersenyum manis ke arah Junhui dan menghampiri kedua lelaki itu. Minki jantungan di tempat melihat senyum Jonghyun.
Junhui meninggalkan Minki dan setengah berlari menuju Jonghyun. Namun Junhui terpeleset di tangga hingga ia hampir terjatuh namun dengan sigap Jonghyun menangkapnya. Tidak membuang-buang kesempatan emas, Junhui memeluk Jonghyun dengan erat. Minki yang memperhatikan mereka cuma bisa gigit jari karena Junhui mencuri start.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Jonghyun sambil membantu Junhui berdiri dengan benar.
"Nggak apa-apa kak, makasih ya," jawab Junhui.
"Ngapain di sini?" tanya Jonghyun lagi.
"Main kak, bosen nggak ada kerjaan."
Jonghyun membulatkan mulutnya sambil mengangguk. "Ya sudah, aku duluan ya," pamit Jonghyun sambil melambaikan tangan pada Junhui.
"Dadah kak," balas Junhui sambil melambaikan tangan.
"Dah Minki," pamit Jonghyun sambil tersenyum malu-malu.
"D-dah…" balas Minki. Ia lemas dan langsung menumpukan badannya pada Junhui. "Aduh, ganteng banget sih calon imamku."
"Iya kak, ganteng banget emang."
"Nggak usah gatel ya. Udah dapet rejeki nomplok juga bisa peluk-peluk imam gue."
Junhui nyengir. "Jadi makan nggak?"
"Yuk."
.
NG Cut 2:
Tiga lagu sudah berhasil dibawakan oleh klub dance dan mungkin suara Junhui sekarang sudah habis karena terlalu keras berteriak. Setelah acara ditutup oleh Soonyoung, Junhui menghampiri anak klub dance sebelum menjemput temannya yang menunggu di kursi taman.
"Mingming~" ujar Junhui sambil memeluk mantannya dari samping.
"Koko…" kata Mingming.
Junhui kaget. Ia melepas pelukannya dari orang yang ia kira mantan terindahnya. Junhui melihat Mingming dan orang yang tadi dipeluknya secara bergantian. "Sejak kapan… Kau punya saudara kembar?" tanyanya.
"Salam kenal, aku Shin Inho. Aku anak baru di klub dance," kata orang yang tadi dipeluk Junhui lalu membungkukkan diri.
"Aku—" Baru ingin memperkenalkan dirinya, Mingming membekap mulut Junhui dan menariknya pergi dari sana.
Junhui meronta dan menepis tangan Mingming ketika mereka sudah sampai di tempat sepi. "Kapan sih berhenti main kasar," gerutu Junhui.
"Maaf," ujar Mingming pelan.
"Mau ngomong apa?" tanya Junhui dengan nada agak kesal.
"Bukannya koko yang mau ngomong, tadi manggil namaku sampai salah meluk orang begitu," kata Mingming setengah nyindir.
"Um… Perform kalian… Bagus," puji Junhui tanpa berani menatap mata Mingming.
Mingming memasang senyum inosennya. "Makasih ko."
Lalu keduanya terdiam.
"Sudah itu saja?" tanya Mingming.
Junhui terdiam sejenak. "Thanks," katanya sambil mengangkat bunga mawar yang diberikan Mingming.
Mingming tersenyum malu-malu sambil mengusap belakang kepalanya.
Junhui mendekati Mingming lalu mengecup pipi lelaki itu, kemudian ia berlari meninggalkan Mingming. Mingming mengejar Junhui lalu meraih tangan lelaki itu dan membalik badannya. "Koko, balikan yuk."
Junhui menghela napas. "'Kan sudah aku bilang, aku sudah got no feel sama kamu."
"Koko…" :(
Junhui melepas tangan Mingming yang melingkar di pergelangan tangannya. "Dah mantan, good luck!" katanya sambil tersenyum senang. Junhui membalikkan badannya lalu berjalan mundur. "Oh ya, sampaikan permintaan maafku pada Inho," katanya lalu berbalik lagi dan berjalan sambil bersenandung menghampiri Wonwoo yang sejak tadi tidak berniat meninggalkan kursi taman.
"Sudah selesai?" tanya Wonwoo saat Junhui duduk di sebelahnya.
Junhui mengangguk dengan semangat, masih merasakan euforia perform klub dance tadi.
"Yuk pulang," kata Wonwoo sambil memasukkan novelnya ke dalam tas dan jalan terlebih dulu.
Junhui mengikutinya. "Wonwoo marah?" tanyanya.
Wonwoo melirik Junhui. "Hm? Tidak."
"Benar?"
Wonwoo mengangguk.
"Maaf ya," kata Junhui sambil memeluk lengan Wonwoo.
Wonwoo tersenyum lalu mengacak rambut Junhui.
.
.
.
Halo halo~ akhirnya… Saya lanjutin aja wkwk
Mas Aron mungkin di chapter berikutnya :')
Selamat Natal bagi yang merayakan…
Btw, mau numpang ngelapak lol di sini ada yang beli Teen Age dan mau tukeran limited poster Jihan sama Meanie-DK? Kalo ada PM ya :' tengkyu somach :*
Tinggalin jejak lagi ya~ terima kasih bagi yang sudah meninggalkan jejak di chapter 1 /kiss
