Chapter 1, sebelumnya:

"Ba..baik!", mereka bertiga segera memasukkan kunci, memasuki ruangan yang hanya muat 1 orang saja, dan mengunci pintu itu kembali

Kiyoteru hiyama, orang yang dipanggil sensei ini segera berlari menuju kursi pengendali. Ia segera mengetik keyboard otomatis yang terhubung dengan amper yang ada di bumi. "(Perubahan wujud Hatsune Miku, gadis virtual seri 1, ampe khusus penyuka negi dan berambut hijau tosca teal),( Perubahan wujud Kagami Rin, gadis virtual seri 2, ampe khusus pencinta jeruk dan berbando pita putih, dengan rambut Honey blonde),(Perubahan wujud Megurine luka, gadis virtual seri 3, ampe khusus maniak tuna, berambut pink surai panjang), Perubahan wujud dimulai", Kiyoteru hiyama mengetik tombol keyboard enter dan

"Wuushhhh", tubuh mereka beriga merasa seakan menghilang dari dunia virtual

"Ziing..", sensasi pusing berat yang dialami setelah berpindah dimensi, dan pintu penghubung pun dibuka…

Chapter 2, "Into a new world"

Pintu terbuka dan mereka jatuh lemas didepan pintu, tidak berdaya, karena sensasi pusing yang hebat yang pertama kali dialami oleh tiga gadis ini. Kiyoteru hiyama yang masih berada di dunia virtual segera menyalakan web camera, agar mereka bisa saling berhubungan. "Hei..hei, apa kalian baik baik saja?", selama 10 menit Kiyoteru hiyama berteriak , upayanya sia sia saja, tidak ada yang merespon, seketika Kiyoteru hiyama takut akan percobaannya yang dilakukan tidak berhasil, atau malah mereka bertiga menghilang dalam wujud partikel yang sangat kecil.

15 menit kemudian, siluet khas gadis pencinta negi ini membangunkan kedua temannya, mata azure milik Rin perlahan terbuka, dan betapa terkejutnya ia bahwa transformasi ini berjalan sempurna. Miku dan Rin segera menggoyangkan tubuh Luka, agar ia terbangun dari mimpinya. Kiyoteru hiyama yang melihat tingkah mereka bertiga daritadi hanya terkikik geli. "Luka chan, ayo bangun kita sudah menjadi manusia seutuhnya!", teriak Rin nyaring

"Hellow luka, are you hear me!", jelas Miku sembari melempar neginya

"Aaaw, kita berada dimana?", Luka, gadis itu kini telah duduk disamping kedua temannya yang berdiri

"Heyy, kalian bertiga!, ingat aku bukan kacang disini!", kesal Kiyoteru hiyama yang sedari tadi tidak diperhatikan. Mereka bertiga segera mengalihkan pandangan pada layar monitor computer yang sedang menyala.

"I..ini sensei!", mereka terkejut karena stroke (LukaMikuRin:Plakk, Author: "Eh salah ye", dengan muka tanpa dosa, LukaMikuRin: "Ya salah lah"), retake ke 3456789200000000!, (Mereka bertiga pada cengo), mereka terkejut melihat sensei mereka didalam layar monitor.

"Ya, ini gua!, kalian tidak sadarkah?, professor selalu melihat kita dalam keadaan begini, kalian tahu tidak!", dengus Kiyoteru hiyama

"Ya ya.. kite bertiga paham"

"Nah, sensei jelasnya seperti apa tugasya", mata aqua Miku berkaca kaca (Author: "Emang kaca jendela?", Miku: "Diamlu BAKAuthor, gua lagi seriusnya acting nih!)

"Hmm, jadi rahasiakan identitas kalian yang sebenarnya ya!, dan tugasnya adalah cari misteri keberadaan professor yang menghilang tanpa jejak!", sorot mata Kiyoteru hiyama yang mendadak serius

"Ha..hai so desu, kami bertiga akan menemukan professor!", tunduk Luka, Miku, dan Rin hormat, kemudian ia beranjak pergi dari markas penelitian professor, meninggalkan Kiyoteru hiyama. Kiyoteru hiyama segera memaaatikan komputernya, 'Apa yang sedang kau pikirkan sekarang hah, amper', batin Kiyoteru hiyama, mengusapkan lengannya pada mata yang kini mengucur air yang mengalir deras.

Megurine Luka, menghirup udara sebanyak banyaknya dan menghembuskannya. Rin Kagami, ia sedang mencubit pipi, dan kulitnya, dan Hatsune Miku ia sedang bersenandung kecil. "Hey bukankah jadi manusia itu menyenangkan", langkah Luka terhenti sejenak, dua sahabatnya kini membalikan badan dengan tersenyum.

"Kau benar luka chan!, di dunia virtual rambut kita, pakaian kita, dan kulit kita terasa padat bagaikan besi, kini kita bisa merasakan lembutnya, halusnya dan temperature di bumi", Miku melanjutkan senandungnya

"Tumben Miku chan jadi pintar!", ledek Rin yang membuat Luka tertawa terbahak bahak dan Miku yang menahan malu. "Aiish, awas kau ya Rin!", Miku berlari mengejar Rin, dan akhirnya terjadi acara kejar kejaran antara TOM AND JERRY SHOW?.

'Ke..keren', Rin merasakan tubuhnya memiliki beban dan bebas saat berlari, dibandingkan di dunia virtual tubuhnya terasa ringan, dan tidak bisa bergerak bebas. Rin berlari kencang memutari tugu nama sekolah, yang membuat Miku dibelakangnya kelelahan dan terjatuh. 'Inikah yang namanya lelah'. Megurine Luka segera berlari kecil menyusul mereka berdua, dan Rin memutuskan untuk menghentikan larinya.

"A..awch", Miku meregangkan kakinya, dan melihat kaos kaki putih sisi kanan yang dikenakannya ujung atasnya berlumuran darah merah. "Gomen..ne Miku chan!", Rin segera mengambil sesuatu di dalam ransel sekolahnya yang bisa digunakan unuk menutupi lukanya Miku, dan "AHA", Rin menemukan hansaplast bergambar jeruk lalu menempelkan perekat hansaplast itu pada lutut Miku. "Onee, Miku chan tidak apa apa?", panic Luka dengan nafas terengah engah.

"Arigatou Rin chan!, ah tidak Luka chan aku merasa baik baik saja", Miku mencoba berdiri dan merinth kesakitan, akhirnya Luka dan Rin membantunya berjalan menuju kelasnya. Mendekati pintu masuk sekolah, petugas security keamanan menghentikan mereka. "Jelaskan padaku, kenapa kalian bisa telat masuk ke sekolah, padahal letak asrama tepat dibelakangnya!", bentak gadis pirang yang memiliki tampilan menawan ini geram. "Maafkan kami, kami murid baru disini", jawab Luka jujur. 'Nee, Luka chan kau hebat!', sontak Miku dan Rin.

"Ooh, jadi kalian yang dibicarakan pria tampan berkacamata kemarin itu ya", ya security genit itu bernama Liliy sama

"I..iya", ragu mereka bertiga

"Untuk, anaknya orang tampan sih boleh saja, kan kalian bertiga baru disini, sekali lagi selamat datang di VOCALOID GAKUEN YAMAHA SCHOOL!, silahkan disana liftnya", senyum Lily sama yang menawan

"Umm, kelas kami bertiga dimana miss?", tanya Miku

"Untuk anak SMP seperti kalian setiap angkatan terbagi menjadi 3 kelas, itu artinya SMP terdapat 9 kelas, kalau boleh tahu kalian kelas berapa, dan namanya siapa?", tanya Lily sama sopan

"Kami bertiga kelas 7, namaku Kagami Rin, gadis yang kakinya sedang kesakitan itu Hatsune Miku, dan gadis rambut pink surai panjang itu namanya Megurine Luka", Rin berkacak pinggang. "Kalau begitu sebentar ya adik manis", Lily segera mengaktifkan walkie talkienya. "Hoi.. Lily sama disini", dan seseorang pun menjawab walkie talkienya "Hoi.. Akaito ganteng disini", "Eh lu jangan narsis dah jadi orang!", bual Lily, "Jiaah, ya amper problem?", "Ada 3 murid baru disini, bisa kau lihat datanya?, mereka kelas 7, namanya Hatsune Miku, Megurine Luka, dan Kagami Rin, dimana kelas mereka bertiga", "Aah wait, ini dia ketemu, Hatsune Miku dan Kagami Rin mereka sekelas dikelas 7a, sedangkan Megurine Luka dia berada di kelas 7c you know!", balas Akaito.

"Nah, Miku dan amper sekelas, dikelas 7a, sedangkan Luka kau dikelas 7c", jelas Lily sama

"Terimakasih miss", balas Miku dengan sopan. Mereka bertiga berjalan membantu Miku yang kakinya sedang kesakitan menuju lift terdekat. "Untung saja didekat sini ada lift ya Miku chan!", sorak surai Rin menenangkan hati temannya. Pintu lift terbuka dan mereka segera memencet tombol angka untuk tujuan. Setelah sampai lantai ke tiga mereka bertiga bersalam jumpa pada Luka yang letak kelasnya paling pinggir.

"Nah Rin chan kau siap?", Miku hanya tersenyum melihat Rin yang sedang gemetaran. Pintu gaya jepang yang terbuat dari kaca itu digeser, menimbulkan murid murid yang sedang konsentrasi belajar maupun tidur menatap mereka dengan terkejut. "Aku siap, kapanpun kau siap!", Rin meyakinkan.

'Sreet..', pintu itu berderet ketika Miku membukanya. "Konbanwa minna!...

TBC: Tubercolosis #Plakk, To be continew

Lily sama: "Yaah, sayangnya gua Cuma jadi figuran", keluh Lily

Author: " Kembali lagi ama gua, Author kece!", * Len muntah ditempat

Rin: "Lennyy!, udah gua pel, lu muntah lagi!, lu belum pernah digolok ya jadi anak!", geram Rin

Tukang golok jalanan: "Goloknya.. goloknya, yang kzl yang kzl, shuriken.. shuriken.., basoka.. basoka, Granatnya.. granatnya.., dibeli dibeli", tumben lewat

Rin: "Bang Firman!, ane beli golok satu yak!, gak pake sambel!"

Lily+Author+Len: 'Emang jualan pentol'

Tukang golok jalanan: "Sukirman saya.."

Rin: "Bang Kirman golok ane.."

Tukang golok jalanan: "Sukijan saya.."

*Karena kesalnya Rin berubah menjadi hulk

Rin: "Aargghhhhh…", Rin mengamuk mengakibatkan Author, Lily, dan Len meninggalkan bang Firman

Tukang golok jalanan: *Wasted

Rin: "Lenny!..", "G..gulp!", Len tersedak karena makan pentol

Len: "To..tolong di review ya!", Len dan Rin akhirnya main kejar kejaran

R .

. E

V .

. I

E .

W