BAKAuthor Note : Hai hai!Bagaimana dengan ceritanya? Jika kalian ada kritik dan saran silahkan Review dan saya sangat berterima kasih jika kalian mempomosikan Fanfic ini XD.

KodokSangar : Pertama - tama saya berterima kasih kepada anda untuk me-Review fanfic saya yang masih baru dan banyak kekurangan. Oh ya mode pesawat tempur adalah salah satu mode spirit dari Spirit Stuka. Lagipula jika itu adalah pesawat AST maka pesawat jaman itu sudah memakai kendali otak yang disalurkan lewat Realizer dan senjatanya berupa laser. Jadi jika dibandingkan dengan pesawat yang dikendarai oleh Spirit Stuka yang masih dikendalikan oleh tangan dan kaki dan bersenjatakan senapan konvesional yang masih pakai mesiu,rasanya tidak mungkin :) .

BAKAuthor : Nah bagi yang ingin mereview lagi monggo silahkan asal isinya kritik, saran, dan pertanyaan dan kata-kata yang digunakan harus tidak memicu keributan alias Nge-flamming. Di chapter ini BAKAuthor akan menceritakan sepenggal kisah tetang spirit yang menakutkan ini. Eee... Terus apa lagi ya? Dah langsung ke ceritanya saja!


First Spirit

Disclaimer : Sekali lagi seperti yang Author lain katakan. Date A Live Bukan punya saya tetapi punya Kōshi Tachibana-Sensei.

Warning : Khayalan yang kurang,tidak jelas,typo,Author mabok (?),dll.

Pairing : Nanti juga tahu sendiri XD

Summary : Spirit pertama yang diperkirakan adalah Tohka Yatogami ternyata adalah seorang Spirit laki-laki yang seorang maniak bertarung dan menjadi momok AST. Ia sekarang muncul kembali setelah gunung es yang menyegelnya hancur oleh kapal StarCruise. Akankah Kotori Itsuka merekrut orang lagi untuk menyegelnya ataukah ia akan dibiarkan saja dan membuat kehancuran di bumi?


{}Ken's Home. Time 17.03{}

"Sebuah UFO telah menjatuhkan sekelompok tentara langit. Dilaporkan mereka menderita luka yang serius dan segera dibawa ke rumah sakit..."

Begitulah isi berita petang itu. Sementara TV itu terus menayangkan acaranya duduklah seorang pemuda berambut pirang. Mata pemuda itu berbeda warna, yang kanan berwarna merah api sementara bagian kiri berwarna gelap dan mengeluarkan aura intimidasi. Ditangan kanannya terdapat 1 senapan buatan Perang Dunia II. Tertulis di bagian kongkangnya M1903A4 Springfield dan ia mengelapnya dengan lap yang ada di tangan kirinya.

"Tentara langit? Apa itu tentara langit? Sehebat apa mereka,"gumam pemuda itu meremehkan.

Ia kemudian melirik jam dinding sebentar. Setelah melirik jam dinding senapan beserta yang ada di tangannya ditaruh di meja.

"Ahh, lebih baik saya mencari makan dahulu,"kata pemuda itu seraya melenturkan otot-otot di tangannya.

Ia melangkahkan kaki menuju sebuah ruangan. Kulkas dibukanya dan ia mengambil 2 butir telur dan 2 batang sosis dari freezer. Kedua benda itu ditaruh di ruang dapur dan dengan lincah ia mengambil talenan dan pisau, tak lupa ia melempar-lemparkannya ke atas bak seorang koki profesional. Setelah adegan yang cukup menarik perhatian, kedua sosis itu dipotongnya diatas talenan dan selesai dalam waktu kurang dari 6 detik.

Kedua telur dipecahnya dan isinya ditaruh diatas mangkuk kecil. Sosis yang telah dipotong lalu dimasukan ke mangkuk kecil. Tak lupa ia membubuhkan 1 sendok makan lada putih dan 1 sendok teh bumbu instan. Dengan ayunan cepat tetapi tak berceceran ia mengocok isi mangkuk itu hingga tercampur. Setelah selesai ia menyiapkan sebuah wajan penggorengan dan ia isi dengan minyak goreng.

"Khukhukhu...Jadi kamu sedang masak ya?"

Mendengar suara itu ia menghentikan kegiatannya. Dibelakangnya terlihat sesosok gadis dengan rambut hitam yang diikat dua arah tetapi tidak seimbang. Baju gothic warna merah darah dan hitam ditambah dengan matanya yang berbeda warna plus senyumnya menjadikannya seperti hantu.

"Wah, Nightmare. Seperti biasanya kamu datang tanpa lewat pintu depan," tanpa memalingkan wajah ia berbicara

"Huhuhuh... Tetapi kemarin aku sudah lewat pintu depan,Stuka-san," tandas gadis itu.

"Itu kan kemarin, dan jangan panggil aku Stuka!"sambarnya seraya memalingkan wajahnya ke arahnya.

"Baiklah. Jadi aku harus memanggilmu apa? Huh,"

"Jangan pura-pura bodoh, kamu sudah sering menanyakan itu kan? Namaku Ken, KEN KAGAMIYA! Atau jangan-jangan kau yang kloning?"

Pemuda itu menaikan nada pembicaraannya.

"Yare yare. Jangan marah dahulu. Aku hanya ingin bermain-main sebentar. Lalu sebenarnya saya itu yang asli dan tujuanku di sini ada yang ingin kuberitahukan padamu. Sesuatu yang penting,"kata gadis itu seraya tersenyum simpul.

"Baiklah Kurumi Tokisaki,"sahut pemuda yang diketahui namanya adalah Ken.

Ia mulai beranjak. Tangannya membawa mangkuk kecil dan ia masukan kedalam kulkas. Tak lupa ia mencuci tangannya di bak cucian lalu mengelapnya dengan handuk yang ada di dekatnya.

"Aza-chan, kemarilah,"perintahnya.

Kurumi mengarahkan kepalanya ke arah senapan yang ada di atas meja. Senapan itu mengeluarkan cahaya biru lalu berubah bentuk menjadi bentuk meteor. Meteor itu terbang dengan cepat melewati bahu Kurumi dan berhenti tepat di depan Ken. Bola meteor itu kembali mengeluarkan cahaya biru sekali lagi dan berubah bentuk menjadi seorang gadis kecil dengan rambut ungu gelap terurai dan baju gothic yang berwarna hitam. Sayap hitam lalu melebar dari belakang tubuh anak kecil itu.

"Ada apa Ken?"tanyanya.

"Bisakah kau membuatkan teh untuk kami berdua,"perintahnya.

"Perintah tuan adalah pekerjaan saya,"jawab gadis kecil itu.

Tubuhnya tiba-tiba bersinar biru sekali lagi dan nampaklah pakaian maid yang dikenakannya.

"Yare yare. Kamu menyuruh Angelmu untuk melakukan pekerjaan rumah?"sindir Kurumi.

"Jelas. Angelku kan penurut dan bisa melakukan apa saja,"jawab Ken seraya menggosok kepala gadis kecil itu.

"Hentikan... Ken.."keluh gadis itu dengan nada lembut.

"Baiklah, mari ikut ke sini,"Ken lalu berjalan diikuti Kurumi menuju ruang keluarga.

"Mohon bantuannya ya, Aza-chan!"kata Kurumi seraya tersenyum dan membungkukan badan.

Ia lalu menyuruh Kurumi untuk duduk setelah itu Ken juga duduk berhadap-hadapan dengannya. Sementara itu TV masih menyala dan menampilkan sebuah berita. Berita itu berisi tentang beberapa ledakan yang terjadi di Tokyo dan menimbulkan korban jiwa.

"Hihihi... Itu ulahmu ya jangan-jangan?"Kurumi membuka pembicaraan.

"Heh, ya memang itu ulahku,"jawab Ken.

"Seharusnya sinyal spirit terdengar,"gumam Kurumi dan masih tetap menatap layar TV.

"Pengecualian jika spirit itu terbang diatas ketinggian 30.000 kaki dari tanah dan menukik ke bawah dengan kecepatan lebih dari 3.000 km/jam,"tandasnya dan juga sama-sama tetap menatap layar TV.

"Huhuhu... Jadi kamu ingin mengalahkan Record Kill 15.000 orang dariku?"

"Tidak juga. Pengalaman dikejar AST dan ditembak Twin Cluster sudah menjadi permainan wajib setiap hari. Lagipula Record Kill dariku sekarang mencapai 150.000.815 jiwa ditambah 700+ AST. Kamu tidak akan mungkin bisa mengalahkanku,"jawab Ken yakin.

"Itu kan sudah termasuk Spacequake, Nii-san,"Kurumi melayangkan pandang kearahnya.

"Jangan panggil aku dengan nama itu. Aku bukan mobil tahu!"

"Hihihi... Baiklah,"

Lalu dari arah lorong datanglah seorang maid kecil yang membawakan papan yang berisi Tea Set. Ia meletakannya ditengah meja lalu dibagikan 2 buah cangkir ke kedua orang itu. Tak lupa ia isi dengan teh hitam yang masih panas ke kedua cangkir tersebut. Setelah melakukan itu ia menghindar dan berdiri disamping Ken dan agak ke belakang.

"Arigatou ne, Aza-chan!"ucap Kurumi lembut dan menyunggingkan senyum manisnya.

"Nah bisa diberitahu sekarang apa pemberitahuan darimu?"tanya Ken.

Tangan Ken mengambil remote TV yang ada di atas meja dan mematikan TV tersebut. Kurumi mengambil cangkir teh yang masih panas itu kemudian diseruputnya sedikit.

"Hihihi... Kau ini memang tidak bisa sopan ya? Ken. Berbasa-basilah dahulu dan jangan berbicara langsung ke inti. Kita ini sedang di Jepang bukan di Rusia,"tegur Kurumi.

"Baiklah... Lalu apa yang ingin kau tanyakan?"

"Bagaimana kabar Shido setelah 1 bulan semenjak Tobiichi kukirim ke masa lalu?"

"BURUK... SANGAT BURUK!"sahut Ken dengan nada agak dipertinggi.

"Hihihi.. Ternyata kau ahli mendramatisasi. Aku tahu kamu tidak mengetahui apa yang diperbuat Shido karena kamu beda kelas. Lalu bagaimana hubunganmu?"

"Dengan siapa?"tanya Ken balik

"Yoshikuni Chinatsu,"

Sejenak Ken bungkam mulut mendengar nama itu. Dahinya mengkerut memikirkan gadis itu dan air mukanya perlahan berubah sedikit merona merah.

"Khukhu.. Kenapa. Malu ya?"goda Kurumi dan jari-jemari ditempelkan ke pipinya.

"Ti.. Tidak. Aku Tidak..."

"Berbicalah sejujurnya saja kepadaku. Adikmu ini akan berusaha membantumu,"potong Kurumi.

"Aku tidak lagi mengakui kau menjadi adikku semenjak aku diculik oleh Phantom dan kita beda marga. Tetapi jangan salah sangka dahulu karena aku tidak membencimu,"tandasnya dengan suara lemah. "Yah, sepertinya hubungan kami semakin memburuk semenjak aku mengirimnya surat pada hari jum'at yang lalu. Walaupun isinya bukan surat cinta,"

"Khukhukhu... Ternyata Ken terpuruk dalam hal percintaan. Mungkin saja ia tidak mau membalas suratmu karena hanya spam baginya,"ulas Kurumi.

"Yah sekarang mau bagaimana lagi,"

"Apa perlu aku bantu?"tanya Kurumi.

"Tidak, tidak perlu. Bisa langsung ke inti?"

Ken mengambil secangkir teh dan ia minum perlahan hingga sisa setengah.

"Sudah tidak sabar ya? Khikhikhi.. Baiklah. Di negara Bagian Alaska, Amerika Serikat, dirikuku yang lain melihat sebuah percobaan senjata di sebuah hutan terpencil. Senjata itu memiliki kemampuan penghancur dan kelincahan yang sangat besar. Awalnya diriku yang lain melihat bahwa itu adalah sebuah robot milik DARPA. Tetapi setelah diselidiki itu bukanlah sebuah robot sejati karena dapat berubah menjadi pesawat tempur. Mereka menguji senjata itu dan bergantian pengguna setiap 5 menit penggunaan. Tetapi walaupun hanya 5 menit diriku yang lain dapat melihat jika mereka dalam kondisi yang kelelahan sangat setelah memakai senjata itu,"ulas Kurumi.

Dahi Ken kembali mengkerut dan kepalanya menunduk ditopang kedua tangan.

"Jangan-jangan senjata itu..."

"Seperti yang kau pikirkan dan rumor yang beredar dari para AST. Senjata itu adalah Trihexa, kode lainnya adalah DW-666. Dari jenis serangan dan logo yang melekat di badan senjata, aku menjamin itu adalah buatan DEM. Senjata ini adalah hasil pengembangan dari Licorice's Series dan Thunderbird dan ditambah dengan Ashcroft Beta Realizer. Atau kalau kamu mau menyebutnya dengan kasar senjata itu 6 kali lebih kuat dari White Licorice, 6 kali lebih terlindung dibanding Arbatel, dan 6 kali lebih lincah dibanding Thunderbird. Diketahui senjata itu hanya ditunjukan untuk satu orang saja,"

"Ellen Mira Mathers,"sahut Ken tanpa berpikir panjang.

"Tepat. Dan aku menduga senjata itu digunakan untuk menggantikan Goetia dan mungkin juga digunakan untuk mengalahkan satu orang saja. Dirimu!"

Ken menyandarkan tubuhnya di sofa dan mencoba menenangkan pikiran dengan meminum teh hingga habis. Kurumi juga mengikuti apa yang dia perbuat. Suasana menjadi hening dan hanya suara jangkrik yang terdengar.

"Heh, Ellen tidak akan mungkin bisa mengalahkanku hanya dengan segitu,"Ken membuka pembicaraan kembali.

"Kita tidak akan tahu jika kita tidak pernah berhadapan. Tetapi walaupun begitu diatas kertas Realizer Trihexa jauh lebih kuat darimu,"bantah Kurumi.

"Begitulah,"

Cangkir kedua orang itu kembali diisi lagi dengan teh oleh Aza-chan, sang maid dadakan. Kurumi lalu meminum teh itu sedikit demi sedikit dan suara tegukan dapat terdengar perlahan. Ia lalu memalingkan tatapannya ke logo kecil berbentuk buntut tupai dan tulisan R besar yang membentuk lingkaran. Logo itu terdapat di meja tersebut.

"Khukhu.. Jadi kau ikut organisasi Ratatoskr ya?"tanya Kurumi.

Ken langsung melempar tatapan tajam ke Kurumi.

"Eh? Aku? Tidak - tidak. Mereka mengajukan damai kepadaku. Daripada Fraxinus Aircraft Carrier jatuh karena mereka mengirimkan wanita-wanita yang tidak cocok untukku dan seorang pria untuk mengencaniku mereka membuat kesepakatan untuk membangun tempat tinggal untukku,"jawab Ken.

Ia sepertinya salah menilai Fraxinus.

"Walaupun begitu mereka tidak terlalu bersungguh-sungguh sama sepertimu. Dengan kata lain kau dan mereka perlahan mengkhianati kesepakatan. Untuk mengatasimu mereka sedang mengembangkan Realizer dari basis Protect Teritorry. Yah aku lupa namanya tetapi kalau tidak salah Realizer itu dapat menjebak dalam kecepatan tertinggi sekalipun dan dapat meledak dan melumpuhkan target sebelum sempat menyerang,"jelas Kurumi.

"Offensive Teritorry ya?"gumam Ken.

"Oh ya. Jam 7 lebih 34 menit kelompok AST akan berpatroli lagi di atas hutan Aokigahara. Jika ingin ikut tempur silahkan persiapkan dirimu,"kata Kurumi.

"Nanti kalau sempat,"sahut Ken.

Lantai tiba-tiba mengeluarkan warna hitam. Dengan perlahan gadis yang sangat persis seperti Kurumi muncul dari area hitam tersebut diringi suara cekikikan bak suara iblis. Ia lalu membisikan sesuatu ke Kurumi yang asli dan membuatnya berdiri

"Pejamuan tehnya saya akhiri sampai disini dulu. Aku ada urusan yang penting. Jadi..."

Kedua Kurumi tersebut mulai tenggelam ke bawah lantai yang diselimuti aura hitam.

"... Sayonara,"

Mereka berdua akhirnya menghilang dibalik lantai. Ken mulai berdiri dari tempat duduknya sementara itu Aza-chan membawa tea set ke dapur.

"Oh ya,pesan kepada Aza-chan kalau tehnya kurang gula sedikit,"

Tiba-tiba Kurumi muncul lagi dari tembok walau hanya kepalanya saja.

"Bisakah kau pergi sekarang? Azazel!"kata Ken seraya menodongkan tangannya.

Bola meteor muncul dari lorong dan membentuk senapan M1903 Springfield yang tergenggam di tangannya. Senapan itu tepat mengarah ke kepala Kurumi.

"Hihihi... Oke. Aku akan pergi. Tetapi suatu saat kematianku karenamu akan kubalaskan!"

Kurumi lalu masuk kembali kedalam tembok dan menghilang beserta aura hitam yang menyertainya.

"Dasar. Aza-chan, ayo ke dapur,"kata Ken semangat.

Senjata itu kembali berubah bentuk menjadi gadis kecil.

"Akan saya lakukan," jawabnya

{}To Be Continued{}


BAKAuthor Note : Huah. Akhirnya cerbung kedua kelar juga dari BAKAuthor. Oh ya kalau mau tolong promosikan fanfic ini ke yang lainnya. Jangan lupa Kritik Saran Pertanyaan ya :) . Saya Akhiri Wassalam.