Boku No Ano KO

PAIRING : NARUSASU

GENRE : DRAMA

NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

A/N

Jangan tanya aku apa arti judul di atas, aku juga gx paham. Aku memang payah memberikan judul. Jadi karena cerita ku sedikitnya terispirasi dari manga itu, jadi ku ambil aja judulnya. Ha…ha… #ditimpuk reader

Untuk cap ni naruxx dulu ya ^^ cap depan baru xxsasu.

.

.

.

Kushina duduk di meja makan dengan bahagia, sedangkan Naruto menampakkan wajah yang ingin bunuh diri. Belum lagi disampingnya, ada seseorang yang mukanya sama dengan dinding rumah alias datar dan tidak tahu malu macam muka tembok.

Masih teringat dikepalanya saat ibunya bilang, mulai sekarang Sasuke akan tinggal bersama kita. Karena ayah dan ibunya mau bulan madu kedua, mereka takut meninggalkan Sasuke sendiri di rumah jadi untuk sementara Sasuke tinggal bersama mereka. Lagian masih menurut ibunya, Mikoto dan Fugaku yang katanya nama kedua orang tua Sasuke percaya pada calon menantu mereka. Busyet! rasanya benar-benar ia ingin terjun dari lantai lima, mendapatkan restu yang tidak diharapkan itu.

"Sasuke-kun tampan sekali, beruntungnya Naruto." Ia langsung menaruh banyak tomat kesukaan laki-laki itu kedalam mangkok di depan Sasuke, sedangkan Naruto memandang ibunya dengan horror. Beruntung apanya? batinnya merana mendengar antusias ibunya.

"Aku sudah membicarakan ini dengan Tsunade, ia bahkan ingin melihat calon madunya. Katanya ia sudah bersiap-siap lho, tinggal tunggu satu tahun lagi! Aduh… ibu juga harus melakukan persiapan, kan!" Seandainya Naruto mulutnya melebar, sudah pasti mulutnya bakal jatuh ke atas meja. Saking syoknya.

Sasuke disamping tidak peduli ia makan dengan tenang, Naruto memandang sebal ke arah lelaki itu.

"Kau! Hey kau!" Ia menunjuk muka lelaki sombong itu dengan kasar, "Apa ini tidak masalah bagimu?!" Naruto kemudian mencengkeram rambutnya sendiri karena rasa tidak percaya. "Maksudku, kita berdua… laki-laki." Ucapnya lirih pada akhir kalimat.

Namun si ayam bertelor itu, tidak bereaksi banyak, "Hn." Hanya dua huruf yang keluar dari bibir pahitnya, membuat amarah Naruto meledak. Ia berdiri dan mencengkeram kerah baju lelaki itu. "APA MAKSUDMU, HN! HAH! TEME SIALAN!"

"Aduh ternyata Sasuke bisa menerimanya, ya? ibu senang!" Wajah Kushina sudah berbinar-binar, Naruto berteriak frustasi. Sebenarnya sudah sejak pulang tadi ia mau bunuh diri kalau bisa.

Ternyata selama ini, ibunya tahu kalau Sasuke adalah lelaki, ah tentu saja ia tahu. Bukankah dulu mereka bertetangga, pantesan ibunya bilang, nikahi Tsunade dulu baru Sasuke. Mendingan ia langsung di bunuh saja! Tapi apa ibu dan lelaki songong itu bisa menerima keadaan ini? Sial! Ia merasa nasibnya selalu jelek.

Belum lagi, mulai saat ini ia dan si ayam itu akan tinggal bersama. Sekamar pula! Ia benar-benar apes. Tuhan tolong cabut nyawanya!

Padahal harapan satu-satunya sudah ia pertaruhkan lewat Sasuke, namun sosok bertahun-tahun ia tunggu berubah sedratis itu. Dan jauh dari harapannya.

Padahal selama ini ia selalu menjadikan Sasuke sebagai wanita obyek fantasi liarnya? Opal yang gede dan pipis yang tebal. Oh dirinya yang malang, kemana semua itu? Kenapa yang muncul malah Sasuke yang dadanya rata kayak papan dan pipisnya seperti tongkat baseball.

Tunggu! Jangan-jangan Sasuke melakukan transgender. Dari bulat jadi batang! Mana mungkin Sasuke yang manis dan imut-imut berubah jadi pria yang datar, sedatar papan triplek!

Perlahan ia menghampiri ranjang tempat Sasuke yang sudah tidur, berani sekali pria itu tidur di kasurnya yang sempit pikirnya, mungkin ia harus menendang pria itu setelah memeriksa sesuatu.

Sreet—bunyi resleting yang perlahan Naruto buka, ia benar-benar harus memeriksanya, memastikannya sendiri.

Duakh!

Namun sebelum ia sempat melihat, sebuah tendangan mengenai dagunya. Sehingga ia terlempar beberapa meter, tersangka Sasuke masih menahan kakinya di udara sebelum dengan santai ia menurunkan kakinya dan menaikan resleting celananya sendiri.

Ia memandang Naruto dengan muka datar tanpa ekpresi, sedangkan pria pirang itu mengaduh sakit.

"Dobe akan kukatakan sekali, dan jangan bertanya lagi." Ia masih memasang muka yang sama, Naruto memandangnya gusar. Apalagi dengan panggilan barunya, emang masalah kalau dia sedikit tidak pintar? bukan berarti dia bodoh!

" Aku memegang prinsip, lakukan 'itu' setelah menikah, jadi… bersabarlah." Naruto bengong untuk sekian detik, apalagi si pria ekor ayam mengatakan hal itu dengan wajah tidak menunjukkan apapun.

Saat kesadaran berkumpul di kepalanya yang ia lakukan hanyalah berteriak. Apa!? Ia tidak akan pernah melakukan itu dengan lelaki, bermimpi pun tidak. Ia masih mencintai opal gede dengan pipis tebal. Sialan!

Sasuke tidak ambil pusing, ia kembali tidur dengan damai, meninggalkan Naruto yang setia mengutuk.

Benar, pagi ini bagi Naruto adalah neraka dunia. Ia dengan tampang acak-acak berjalan linglung diikuti Sasuke di belakang dengan gaya angkuh, lelaki dengan surai pirang itu benar-benar tidak peduli dengan sekitarnya. Ia sedang dikelilingi dengan aura yang suram.

Dimulainya dengan bangun di atas lantai yang dingin, kurang tidur dan tidak ingin mandi. Belum lagi ia harus—terpaksa—membonceng si ekor ayam dibelakang. Menambah beban hidup dan punggungnya. Ini hari ter sial dalam hidupnya.

Ketika sampai di kelas, Yahiko yang melihatnya berjalan bersama Sasuke, terkekeh. Ia menghalangi jalan Naruto.

"Wow… datang dengan istri, ya? Maho." Disambut tawa dari genk Yahiko, beberapa anak perempuan ikut tertawa kecil, Kiba berwajah suram memandang Naruto dengan kepedihan, ia juga kurang tidur sepertinya. Mungkin syok karena peristiwa kemarin.

"Minggir, banci!" Naruto tidak mood, ia memandang Yahiko dengan tatapan kosong. Namun lelaki bertindik itu tidak bergerak, ia hanya tertawa menyebalkan. Naruto semakin kesal.

"Minggir, atau kau akan menyesal." Yahiko kembali terkekeh.

Naruto akhirnya menarik kepala Yahiko dan membenturkan bibirnya, si pria berambut orange terkejut. Apalagi lidah Naruto dengan berani memasuki mulut dan membelit lidahnya dalam sekejab.

"Ketua!" Anak buah Yahiko berteriak, anak-anak perempuan menutup mulutnya, Gaara bahkan berdiri dari bangkunya. Sasuke memandang tidak minat. Ketika bibirnya dilepaskan Yahiko terjatuh, dan Naruto segera menuju kursinya.

Yahiko memandang Naruto dalam diam, mendadak kelas jadi sunyi yang ia dengar hanya lantunan lagu merdu dan suara tapak Naruto yang bergema. Seolah-olah mereka hanya berdua dikelas ini, dirinya dan punggung Naruto yang berjalan didepan.

Ia bahkan tidak sedar saat Sasuke menggosok bibirnya dengan sapu tangan secara kasar, bibirnya panas.

Deg

Sentuhan Naruto di bibir dan lidahnya membuat jantungnya berdetak. Apa ini? Perasaan macam apa ini? Dulu ia selalu merasa ia adalah boss dan hero nya, Sakaki Makio. Maklum ia pencinta berat sinetron yang sering ditonton ibunya My Boss My Hero, ia selalu merasa dirinya sakaki Makio dan Sakura adalah hikarinya.

Tapi ternyata selama ini yang jadi hero dan Sakaki Makio adalah Naruto, dan dirinya selama ini adalah Sakura-apalah. Sekarang matanya muncul love-love besar. Ia jatuh cinta pada Sakaki Makio. Oh indahnya hidup.

"M-Makky." Gumannya lirih, anak-anak se genk segera mengerumuni Yahiko. Berusaha menyadarkan ketuanya, mereka memandang Sasuke tajam karena sudah membuat bibir ketua mereka dower, namun Sasuke tidak peduli. Sambil memasukkan tangannya dalam saku, ia berjalan dengan penuh ke angkuhan.

Naruto yang sampai di bangkunya, langsung duduk sambil menghantamkan kepalanya ke meja. Membuat Kiba terkejut, ia kemudian ikut menghantamkan kepalanya. Ia sedih, sedih sekali. Sedangkan Gaara masih memasang wajah sangar, sedari tadi ia memandang Naruto tajam.

"Naruto." Panggilnya. "Iya." Jawab Naruto tidak bersemangat, sambil melihat Gaara dengan aura yang lebih suram.

"Bibirmu kotor, sini ku bersih, kan."Katanya dengan memanjukan kepala, Naruto tidak bergerak ia memandang kosong ke arah Gaara, saat bibir Gaara hampir mencapai mulut Naruto. Tiba-tiba ada mulut lain yang menyambar bibirnya.

Anak-anak perempuan berteriak, melihat adegan live tanpa sensor itu.

Gaara terkejut, apalagi saat melihat dengan jelas mata sewarna malam itu tepat dihadapannya. Menyambar sadis bibirnya, yang hanya ia peruntukkan untuk Naruto tercinta. Ia mundur dan menyapu bibirnya dengan marah.

Tersangka Sasuke yang melakukannya, menyeringai penuh kemenangan. "Tidak usah repot! Tuan tanuki." Gaara langsung mengirim tatapan membunuh, dibalas Sasuke dengan ketajaman melebihi pedang. Kiba melirik mereka berdua yang sama-sama mengirim hawa dingin melebihi kutub utara. Peperangan yang mengerikan.

Untunglah sosok Kurenai-sensei datang, mengaburkan hawa yang tidak mengenakan itu. Membuat Kiba menghela nafas lega, sedangkan Naruto tidak merasa apa-apa. Ia masih merasa suram, gelap… gelap…

"Uchiha Sasuke! Sialan!" Gaara mendesis, mukanya flat tanpa ekpresi apapun. Membuat Kiba yang duduk dibelakangnya merinding disko, ia menyayangkan Neji yang tidak hadir hari ini. Lelaki itu ikut turnamen antar kelas.

Naruto masih duduk termenung. Neji sudah kembali. Mereka berkumpul di kantin sekolah, akhir minggu memang kantin sangat padat, untung mereka dapat tempat. Neji memandang Naruto dengan mulut penuh onigiri buatan Hinata dalam mulutnya, aura yang di pancarkan si pirang benar-benar gelap.

Di kanan kirinya duduk dua orang yang tidak dapat ditebak ekspresinya alias datar kayak jalan yang digilas. Si datar pertama, bertampang ayam sekali-kali menyuap nasi kepada Naruto yang masih murung, si pirang memandang sebal tapi ia masih membuka mulut dan mengunyah apapun yang di suapin ke mulutnya.

Sedangkan si datar kedua mirip tanuki liar, mengirim delikan tajam yang sama sekali tidak ada pengaruhnya pada si ayam. Neji dan Kiba terpaksa menghembuskan nafas-nafas berkali-kali karena aura yang begitu mengerikan, sedangkan Naruto masih di dunianya.

Kedatangan perempuan dengan rambut kinclong ke meja mereka membuat Kiba pasang gaya. Namun si wanita melirik dan melempar senyum genit ke arah Sasuke. Membuat Kiba meratap sedih.

"Jadi ini yang namanya, Sasuke?" Tanya perempuan itu.

"Nee-san ngapain kemari?" Gaara bertanya dengan aksennya, memandang malas pada kakak perempuannya yang senyum-senyum tidak jelas. "Mau melihat sainganmu," Jawabnya polos, Kiba melongo tidak mengerti.

"kalau tampang sainganmu seperti ini. Jadi susah, kan outoto?" Tanyanya sambil mengedip mata, membuat Gaara menggeram marah.

Naruto ikut memandang perempuan itu lama, kemudian mulutnya berkata dengan berani. "Temari-nee, dadamu… besar ya?" pertanyaan itu disambut dengan pukulan di muka Naruto. Membuat benjolan sebesar kentang di kepala pirangnya.

Tak lama kemudian ia dikejutkan dengan kedatangan Yahiko, sedangkan anggota genknya memandang ketua mereka dengan cemas.

"Makky." Panggilan itu membuat empat pria dan satu wanita mengernyit dahi, mereka tidak tahu siapa yang di maksud lelaki ini. Sedangkan Naruto memandang tidak minat, ia kesal sama banci ini.

"Ambillah puding ini untukmu!" Yahiko menyodorkan sekotak pudding kesukaannya pada Naruto dengan pipi merah, Naruto tidak mengerti namun ia mengambil juga puding itu. Sedangkan anak buah Yahiko menangis melihat dengan penuh perasaan pada ketuanya. Soalnya mereka tahu bagaimana ketua sangat menyukai pudding, ia bahkan tidak bisa sarapan tanpa pudding.

"Jangan ketua! Itu adalah puding terakhir." Setelah itu Yahiko kabur begitu saja, menimbulkan tanda Tanya besar di kepala mereka.

"Ya ampun… ternyata kau populer diantara laki-laki, Naruto." Pujian dari Temari membuat mood Naruto turun sampai nol persen. Dengan air mata di pipinya ia menggenggam kedua tangan Neji, membuat pria itu risih karena tatapan dua pria di samping Naruto.

"Neji aku sedih, biarkan aku sayangi Hinatamu sebentar." Ujarnya dengan wajah anak anjing minta dikasihani. Namun aura Neji menggelap.

"Jadi selama ini kau sayang sama Hinata!" Naruto mengangguk tanpa tujuan, sedangkan Neji membara.

"Kurang ajar kau Naruto! Kau selingkuh dengan Hinata!" Ini orang bicara apasih? Naruto memandang kosong sedangkan Sasuke dan Gaara memasang ekspresi datar seperti biasa. Kiba menggaruk pipinya yang tidak gatal. 'Si Naruto sadar tidak sih? kalau ia sedang membagunkan anjing gila si incest pemakan modal'

Neji melompat ke atas meja, gumpalan tangan kekarnya hampir mendarat ke wajah Naruto. Namun pelukan di tubuhnya menghentikan pukulan itu, tersangka yang memeluknya adalah si banci dengan banyak asesoris di mukanya.

"Jangan lukai Makky, ia tidak berniat mengatakan itu." Neji menggeram seperti singa yang ke jepit kakinya. "Kau make love dengan pacarku?" Ampun…! Perasaan ia bilang makky deh, buka make love.

"Ku bunuh kau!" Neji membabi buta, menerjang sana-sini bahkan kursi ama meja jadi korbannya. Yahiko lari kencang sambil berputar di wilayah kantin, sedangkan anak buahnya ikut mengekor di belakang sambil memanggil nama ketuanya.

Seluruh kantin kacau balau, membuat Sakura yang belum mendapatkan makan siang memandang jengkel pada Neji yang menggila.

"Hey incest! Berhenti! Tidak ada yang suka pada adikmu." Niatnya sih untuk meredakan amarah lelaki itu, tapi Sakura tidak sedar. Neji kalau sudah menyangkut Hinata, pendengarannya sudah tidak bagus lagi.

"KAU! Jadi selama ini kau menyukai adikku!" Sakura ternganga dengan mulut terbuka lebar. "KU BUNUH KAU!" Aduh tolong karantina si gila ini! atau kalau perlu suntik anti rabies saja!

"Toloooonnng!" Dan Sakura hanya bisa menjerit sambil berlari keluar.

Sedangkan si pria pirang masih murung saja, menangisi dirinya sendiri. Ah benar-benar ia sudah kehilangan opal gede di ganti ama papan gilas.

Kushina memandang Naruto yang seperti di hantui roh kesialan. "Kau kenapa Naruto?" Si anak memandang ibunya. "Ibu, kenapa di dunia ini ada wanita yang lahir sebagai lelaki?" Kusiha tidak paham.

"Kau bicara apa?" Aura suram kembali menguar dibelakang si pirang. "Ibu kenapa Sasuke laki-laki?" ia belum bisa menerima kenyataan. Sedangkan Sasuke yang baru datang memandang tidak mengerti pada ibunya Naruto yang tersenyum aneh padanya.

"Aku tahu apa yang di inginkan anakku, Sasuke-chan."

"Hn."

Sekarang Sasuke tahu maksud ibunya Naruto itu, ia memandang dirinya sendiri di cermin dengan wajah seperti biasa, tidak terkejut atau apapun.

"ya Ampun, kau manis sekali Sasuke-chan! Naruto pasti suka." Sasuke tidak yakin, pasalnya ia Nampak mengerikan dengan baju kekuarangan bahan ini. Rok pendek hampir Nampak celana dalamnya dan baju ketat yang bikin sesak. Belum lagi dengan warna-warni di mukanya.

Apa si dobe itu menyukai hal seperti ini?!

Naruto yang duduk di atas lantai meratapi nasibnya, sambil mengelus foto Sasuke masih kecil.

Orang yang ditunggunya bertahun-tahun, wanita yang begitu ia cintai, tapi ternyata…

"AAAAA!" ia berteriak lagi.

"Kau sedang apa?" Naruto mengadahkan kepalanya, kemudian ia berubah horror ketika melihat penampilan lelaki itu.

Rok pendek dengan bulu kaki lebat nan keriting, baju aneh yang membuat ia pusing, serta muka di lapisi warna merah mirip keripik sambal singkong. Belum lagi ketika pria itu jalan, bikin eneg.

"Teme… kau mengerikan!"

Pack! Sebuh buku tebal mampir di mukanya, membuat ia terjungkal ke belakang.

"Sialan kau Teme!" Ia hendak bangun memukul pria itu, namun…

"Kau membenciku?" Pertanyaan itu membuat Naruto berhenti, "Heh?" Sasuke kemudian duduk mengangkang di atas tempat tidur, membuat Naruto yang masih berada di atas lantai, kembali menatap horror pada celana dalam yang terlihat tanpa halangan di depan matanya.

Naruto memberi isyarat dengan panik dengan kedua jarinya. "Apa kau kecewa karena aku bukan wanita?" Tanyanya lagi, Naruto diam. Memang bukan sepenuhnya salah Sasuke, ia dulu memang tidak bertanya siapa Sasuke sebenarnya. Ia yang seenaknya menyimpulkan sendiri kalau pria itu adalah wanita.

"Lagian mana mungkin orang bisa jatuh cinta saat bocah, kecuali cinta monyet, ini benar-benar menyebalkan,"

"Itu yang kau rasakan juga, kan?" Lanjut Sasuke sambil menyilangkan kedua kakinya. Naruto memandang lelaki itu dalam diam, kemarahan berkumpul di kepalanya. Jadi selama ini lelaki itu menganggap remeh kesetiannya, penantiannya. Dan semua yang ia percayai selama ini hanyalah omong kosong semata.

"Tahu apa kau!" ia belum pernah semarah ini ataupun kesal sampai sebesar kali ini. "Tahu apa kau selama ini tentang aku! Penantianku yang bertahun-tahun menunggu kepulanganmu! Dan rasa cintaku sejak aku pertama kali bertemu denganmu! Kau tak tahu apa-apa teme sialan!" Ia menumpahkan segalanya, Sasuke memandang dalam diam.

Kemudian lelaki berkulit putih itu bangun, dan duduk di atas paha Naruto sebelah kiri, membuat Naruto kelabakan karena bersentuhan langsung dengan kepunyaan Sasuke. "Makasih." Sebuah ciuman mendarat di pipi tank lelaki itu. Membuat Naruto kembali horror, apa ada ucapannya yang salah tadi? Kenapa laki-laki ini jadi agresif.

Belum lagi dengan sesuatu yang menusuk perutnya, mengesek celana panjangnya. Ia berkali-kali horror saat Sasuke memajukan sedikit pinggangnya, burung pria itu menusuk juniornya. Sekarang ia paham maksud dari 'pedang ketemu pedang, dan jeruk makan jeruk' ia benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa, apalagi melihat si 'etong' ikut berdiri dan balas menusuk burung Sasuke.

Silahkan cabut nyawanya sekarang.

Braak!

Naruto begitu terkejut ketika seseorang menabrak pintunya, kemudian ia kembali syok melihat orang yang memasuki kamarnya, Gaara dengan dandanan yang sama mengerikannya dengan Sasuke, hanya saja si Gaara memakai baju single sebatas dada. Pusarnya dengan jelas terlihat, membuat Naruto ingin mencakar apapun yang ada.

Tersangka Kushina yang masih terkikik sambil membersihkan kuku indahnya, ya ampun teman Naruto si rambut merah tak kalah manis dengan Sasuke.

Ah ternyata anaknya semata wayang populer juga. 'Minato, kau lihat! Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya' kemudian ia kembali terkikik.

Tbc

Waaaa! Apa ini, kok jadi aneh begini ceritanya. Aku niatnya pengen mengikuti alur manga boku no ano ko, tapi ha…ha… jadi begini. Maaf ya! Kalau ini mengecewakan.

Bagi yang bertanya kok naruto bisa suka sama jiraiya padahal ia straight? Itu mah hanya perasaan naruto saja padahal ia kan maho sejati. Wkwkw #dihajar.

Dan yang bilang kupikir insect itu plasetan, itu salah! Itu karena kesalahan saya saja tapi saya biarkan saja seperti itu, rasanya lucu juga ya, Naruto memanggil neji seperti itu #ditimpuk. Dan terimakasih atas yang ngasih tahu kalo kata itu salah.

Terimakasih banyak-banyak pada : CorvusOnyx. thytwofy. thedy76. yassir2374. Ichikawa Arata. DINDA red-devil24. miszshanty05. 15BLEACHMANIAK. Kagaari. zazuo. sekikaoru. . kitsune Riku11. . Aicinta. Kangdaesung. Suira. Name Posya. Namie. Guest. NS gues. Guest 1. Dirly Kim. Guest 2. Guest 3. .11. Gyujiji. ShinKUrai. Monster Danau Toba. Xilu. Neriel-Chan. aindri961. Oka. Kriwil. Rea. pink banana