IT'S HURT

.

.

.

Cast

Johnny x Taeil

NCT 127 Member

.

.

.

"apa aku harus menyewa mu juga seperti pria lain ?!" / "Oke, aku putuskan untuk menghampiri sumber suara itu, akan ku pastikan jika itu suara petasan, bukan tembakan"

.

.

.

"selamat malam"

"eh, i iiya, annyenghaseo" Johnny tersadar dari diamnya

"itu, terimakasih sudah menemukan dan menjaga HP ku, gamsahamnida…" pria itu kebingungan

"johhny, nama ku Johnny" ucap Johnny sambil mengembalikan HP kepada si pemilik

"aah nde, gamsahamnida Johnny-ssi" ucapnya ramah

"mmm siapa nama mu ?"

"oh ! maaf aku belum memperkenalkan diri, nama ku Taeil, Moon Taeil. Mmm sekali lagi aku ucapkan terimakasih" Taeil tersenyum sambil membungkuk dan berniat untuk pamit pulang

"eh sebentar, nnggg Taeil-ssi, apa aku boleh meminta nomer HP mu ? mungkin aku bisa membantu jika ada kerusakan di HP mu" modus Johnny yang diperhalus agar tidak terlihat murahan (?)

Taeil memeriksa HPnya, sepertinya tidak ada bagian yang rusak. Sempat berfikir, akhirnya Taeil memberikan nomer HPnya ke Johnny, selain karena tidak enak hati untuk menolak, tidak ada salahnya untuk berteman bukan.

Begitulah awal mula perkenalan Johnny dan Taeil. Komunikasi yang mereka jalankan cukup baik, beberapa kali mereka makan atau sekedar minum dipinggir toko dan menghabiskan wkt untuk mengobrol. Johnny, semakin menyukai seorang Moon Taeil.

Terlebih Taeil juga tau pekerjaan sampingan Johnny sebagai hacker, dan Johnny juga merasa sudah mengetahui Taeil dengan baik.

"tidak apa jika kita sering bertemu ?" tanya Johnny hati-hati

"tak apa, bahkan aku ingin minta maaf karena selalu meminta waktu yang sesuai dengan jadwal ku"

"anniya, gwanchana, sampai tengah malampun aku akan datang"

"hahaha kau ini, berlebihan" tawa taeil

"hehehe … tapi memang seperti itu, aku akan selalu menunggu mu"

"jinjja ?" goda taeil

"eung ! tentu, aku .. sepertinya aku menyukai mu, aku merasa nyaman saat bersama mu, apa kau merasakan hal yang sama ?" Johnny to the point (ingat, kebiasaan LA nya masih terbawa hingga sekarang), dan yang ditanya hanya bisa terdiam kaget sekaligus bingung.

"taeil-ah, apa aku salah ? apa kau tersinggung dengan perkataan ku ?"

"oh, aniya, hehe" Taeil salah tingkah

"aku menyukai mu Moon Taeil" Johnny mengulangi perkatanyaan dan hanya dibalas dengan senyuman oleh Taeil

Johnny tidak melanjuti pembahasan tersebut, ia memang hanya ingin mengungkapkan apa yang ia rasakan selama ini, setidaknya Taeil tidak memberikan kata "tidak" atau larangan apapun, biarkan semua berjalan begitu saja. Johnny yakin, suatu saat akan ada kejelasan diantara mereka berdua.

Seperti namanya, Moon (bulan) taeil telihat sangat indah jika dilihat dari jauh, mempunyai fisik yang menggemaskan dan pribadi yang sangat ramah. Namun, jika kau melihatnya lebih dekat, terdapat banyak goresan atau bahkan lubang yang semakin dilihat akan membuat mu semakin penasaran dan ingin mengetahui lebih dalam lagi. Seperti yang Johnny alami saat ini…

Semenjak pengakuan itu, intensitas pertemuan Johnny dan Taeil sedikit berkurang. Namun secara tidak sengaja Johnny melihat Taeil berada dibeberapa tempat dengan pria yang berbeda-beda. Bisa saja Johnny berfikir jika mereka adalah teman Taeil, tapi perlakuan pria-pria itu sangat mencurigakan. Mereka memegang tangan, mengusap halus rambutnya bahkan merangkul pinggang Taeil. Itu membuat Johnny risih, dan sepertinya ini tidak bisa didiamkan.

Alih-alih bertanya, Johnny lebih memilih untuk menyelidikinya sendiri, ia berhasil menyadap nomer HP Taeil dengan memasukan aplikasi di HP nya secara diam-diam saat mereka bertemu. Setelah Johnny kembali ke kostan dan melakukan screening HP milik taeil, betapa kagetnya Johnny saat melihat history chat yang Taeil miliki, faktanya adalah Taeil seorang pria sewaan.

Jika dilihat dari chat yang ada, sepertinya Taeil menyediakan jasa untuk menemani pria-pria kesepian, seperti menemani nonton, makan atau ke pesta. Pantas saja Taeil sering terlihat dibeberapa tempat dengan pria berbeda.

Johnny gelisah dan fikirannya semakin bercabang, bagaimanapun Johnny sudah sangat menyukai Taeil, melihat kenyataan seperti ini tidak membuat perasaan Johnny pudar. Ia semakin merasa ingin melindungi Taeil, bukan tanpa alasan Taeil melakukan pekerjaan seperti ini, Johnny yakin itu, sangat yakin.

Sudah larut malam, Johnny bertekat mengikuti taeil dengan GPS yang sudah disadapnya, lagi-lagi Johnny dibuat terkejut karena mendapati Taeil memasuki salah satu kamar di hotel pinggiran kota. Apa lagi ini !

Sudah sejam lebih Johnny menunggu Taeil dengan cemas diluar hotel, akhirnya pria kecil itu keluar dengan sedikit berlari namun tidak melihat keberadaannya. Johnny reflek langsung mengejar Taeil dan menarik tangannya

"oh ! Johnny" sangat jelas ekspresi kaget Taeil

"sedang apa kau ?"

"mwo ?" taeil kebingungan

"sedang apa kau di hotel ini dengan pria lain ?" Johnny mengatur nafasnya yang mendadak cepat karena debaran jantungnya yang mulai tak terkendali, sedangkan yang ditanya tidak bergegas memberikan penjelasan

"aku menyukai mu moon taeil, kau tau ? hati ini seperti ditekan batu besar setiap kali melihat mu chatingan dan bertemu dengan pria lain"

"kau ? kau menyelidiki ku ?" taeil menghempaskan genggaman Johnny dengan kasar

"aku fikir kau tidak akan menyadap org lain untuk urusan pribadi mu !"

"maafkan aku, aku hanya…"

"ada baiknya kau menanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan"

"apa jika aku tanya kau akan jujur pada ku ? apa kau akan jujur tentang pekerjaan sampingan mu ?" taeil masih diam, ia membiarkan Johnny yang sedang emosi untuk meluapkan apa yang ada didalam fikirannya

"apa aku harus menyewa mu juga seperti pria lain ?!"

Plakk

Suara tamparan dari Taeil cukup terdengar olehnya sendiri. Dengan pipi merahnya, Johnny menatap Taeil yang sedang menahan tangis.

.

.

.

Next Chapter