"Kau masih ingat aku Rin?" ucap orang yang memelukku itu. Aku menengok ke arahnya dan menatap wajahnya. Dia memiliki rambut honey blonde dan iris azure yang sama sepertiku. Bahkan, kami bahkan seperti…. Kagami.
My Missing Memory
.
.
By : Yumeiko Rin
.
.
Disclaimer :
Vocaloid © Yamaha Corporation, Crypton Future Media
.
.
Summary :
Kagamine Rin, seorang gadis yang selalu telat di kelasnya, sangat tidak berpengalaman dalam hal percintaan. Tetapi, suatu hari, seorang lelaki muncul dan mengaku bahwa dia adalah seorang suami Rin
.
.
Warning : OOC, AU, Typo(s) bertebaran, Alur kecepatan, Rating bisa berubah kapan saja, Don't Like? Don't Read! But, I want you to like it! #dihajar
.
.
Chapter two
.
.
My Housband?
.
.
"Siapa kau?" ucap ku heran, aku sama sekali tidak mengenalnya. Bahkan, aku belum pernah melihat orang seperti dia. Lalu aku melepaskan pelukannya, dia langsung kaget dan menatapku "Kau benar-benar tidak mengenalku, Rin?" tanyanya.
Aku sangat bingung dengan kata-katanya, sebenarnya siapa dia? Kenapa dia bisa mengetahui namaku? Dan lagi.. SEKARANG AKU HANYA TERBALUT HANDUK!
Reflex aku langsung mendorongnya dan berlari ke kamarku untuk memakai baju. Setelah itu, aku keluar dan berencana menanyakan hal yang di katakannya tadi. Aku membuka pintu kamarku dan pergi ke tempat tadi aku mendorongnya.
Aku menemukannya sedang tepar di lantai, "Hei! Maksudmu apa, tentang yang tadi?" ucapku sambil membantunya berdiri. "Kau benar-benar sama sekali tidak ingat denganku?" tanyanya. "Ya, aku sama sekali tidak mengingatmu" ucapku dengan jujur.
"Sebenarnya, kita itu bukanlah penghuni planet asli ini, kita adalah penghuni planet Magi, aku adalah raja dari kerajaan Kagamine, dan kau itu adalah istriku. Kita itu sudah menikah dari umur lima tahun" jelasnya panjang x lebar x tinggi.
"Kau serius? Aku bahkan tidak mengetahui namamu" ucapku dengan singkat. "Hah.. kalau begitu. Kenalkan, aku Kagamine Len, raja dari kerajaan Kagamine" ucapnya dengan nada malas. "Dan?" "Negara kita sedang dalam peperangan, makanya kau di ungsikan ke bumi. Dan aku juga sedang di ungsikan ke bumi, karena peperangan semakin besar. Dan banyak pasukan kami yang wafat dalam peperangan.
Rin hanya ber-oh-ria, "Aku akan berada di sini untuk mengembalikan memory mu." Ujar Len.
"Rin, besok ibu akan ke luar negri selama beberapa hari, bahkan beberapa bulan karena tuntutan pekerjaan, dan Neru akan tinggal di sini untuk mengawasi—, oh, siapa pria tampan ini? Pacarmu Rin?" ucap okaa-san yang tiba-tiba masuk ke kamarku.
Jadi sekarang, aku dan Len sedang ada di dalam kamarku. "Bukan, kalau sudah tidak ada urusan cepat keluar sana!" ucapku, aku paling tidak suka, jika di goda seperti itu. "Hehehe.. baiklah, tapi, jangan buat anak sebelum menikah ya Rin" ucap okaa-san lalu berjalan keluar.
"Kenapa kau tidak jujur saja, kalau aku ini sebenarnya suamimu?" ucap Len dengan santainya. "Hei! Maksudmu apa? Okaa-san pasti akan kaget jika mendengar cerita itu. Lagi pula, aku tidak percaya padamu!" bentakku.
"Dan.. Rin, kau mau buat keturunan?" ucap Len dengan nada jahil. "JANGAN HARAP!" teriakku dan aku melayangkan sebuah tonjokan yang berhasil membuat Len tepar. "Len, kau tidak apa?" walaupun aku agak kesal padanya. Tapi aku tidak tahu, kenapa rasanya, aku merasa pernah dekat dengannya sebelum ini.
"Aku tidak apa-apa" ucapnya lalu mengusap pipinya yang tadi ku tonjok. "Ya sudah, kalau begitu. Aku akan mencari tempat tinggal dulu j—" "Bagaimana kalau kau tinggal di rumahku saja?" tanyaku dengan wajah yang sudah sangat merah.
"Eh? Kau serius?" ucapnya dengan ragu. "Tentu saja, lagipula. Katamu kita itu kan sudah menikah sejak umur lima tahun kan?" ucapku lalu tersenyum padanya. "Jadi, aku tidur di mana? Di kamar mu?" tanyanya dengan semangat.
"Kau tidur di kamar di sebelahku! Kono hentai!" ucapku sambil menlayangkan novelku yang tebalnya bukan main itu. Dan dia langsung tepar di tempat.
***My Missing Memory***
Keesokannya okaa-san pergi. Jadi di rumah, hanya ada aku, Lenka, dan Len. Dan tidak lama kemudian. Seorang gadis berambut kuning datang. Dia adalah orang yang sangat judes dan sok cantik. Dia itu adalah sepupuku. Neru Akita. Dari dulu, aku memang sudah benci padanya.
Argh. Kenapa okaa-san menitipkanku pada orang sepertinya. Sebenarnya otou-san sudah meninggal saat umurku 5 tahun, jadi aku hanya hidup ber-tiga.
"Rin, cepat bereskan kamar untukku, hari ini aku akan menggantikan ibumu. Dan.. siapa pria tampan ini?" ucapnya sambil mengelus pipi Len. Argh, dia sangat menyebalkan. Dan entah kenapa aku merasa sangat panas saat Len di elus pipinya oleh Neru. Padahal aku baru mengenalnya kemarin.
"Onee-san, aku menginap di rumah temanku ya. Selama seminggu ini" ucap Lenka yang sudah membawa tasnya dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah temannya.
Jadi sekarang di rumah ini hanya ada aku Neru, dan Len. Dan, pastinya bencana baru akan di mulai. "Rin, cepat siapkan makan malam!" bentak Neru. "Apa pantas. Seirang ibu menyuruh anaknya memasak?!" bentakku juga.
"Cepat!" bentaknya lagi, mau tidak mau. Aku harus memasak juga. Aku mulai memasuki dapur dan memakai celemek berwarna orange, dengan gambar jeruk. Aku pergi ke kulkas dan mencari sesuatu untuk di masak.
"Bagaimana kalau aku bantu?" tanya Len yang tiba-tiba masuk. "Eh? Kau serius?" tanyaku. "Tentu, lagipula aku di perbolehkan menginap di rumahmu" ucapnya sambil tersenyu… dan.. wajahku merona. Aku segera memalingkan wajahku agar tidak di lihat olehnya.
"Kau kenapa?" tanyanya dengan polos. "Aku tidak apa-apa! Ayo cepat masak! Kau mau membantu ku atau tidak sih?!" lalu aku mengambil beberapa daging dan mulai memasak. Dan akhirnya aku dan Len memasak steak sapi.
"Ittadakimasu!" ucap kami ber-tiga. Lalu memakan masakan aku dan Len. "Wah, masakan Len enak ya.." ucap Neru dengan nada menggoda. Entah mengapa, rasanya aku ingin melempar piring ini ke muka Neru.
"Ehehe.. tapi , ini sepenuhnya buatan Rink kok. Aku hanya membantu nya sedikit" ucap Len.
Selesai makan, aku langsung mandi dan masuk ke dalam kamarku. "Kenapa ya? Aku selalu cemburu saat Len di goda oleh Neru?" gumamku dalam hati, dan tanpa ku sadari. Wajahku sudah sangat merona.
"Rin, kenapa muka mu merah begitu? Apa kau sakit?" ucap Len, yang tba-tiba muncul. Dan memegangi kepalaku "KYAA! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI?" teriakku, wajahku makin merona setelah kepalaku di pegangi oleh Len.
"Tidak, aku ke sini hanya untuk menengoki istriku" ucapnya. "Apa maksudnya dengan istrimu?" tanyaku dengan tatapan sinis. "Ehehe… tidak kok.." ucapnya. Keringatnya mengalir dengan deras. Sepertinya dia ketakutan. Hihihi, dia lucu sekali saat seperti ini.
To Be Continued
Kurotori Rei : Yap! Anda benar, cowok itu adalah Len! Dan arigatou sudah nge-fav dan follow cerita ini. Sekali lagi arigatou gozaimashu.
Ryuuna Hideyoshi : Iya, yang memeluk Rin itu Len.Dan arigatou sudah follow dan review cerita ini.
Dan terima kasih untuk AnimCookies yang sudah follow cerita ini, sekian. Dan sampai jumpa di chap berikutnya!
