Chapter 2 Welcome to ROOT
I Don't Own Naruto
A/N : Jadwal update setiap hari MINGGU
.
.
.
Ratusan Itachi itu langsung mengangkat pedang yang sedang mereka pegang, tanpa perintah ratusan Itachi tersebut langsung menghunuskan pedang mereka pada tubuh Shisui yang tidak berdaya dan hanya bisa berteriak.
Sebenarnya Naruto ingin berteriak tetapi tidak ada satu suara pun yang keluar dari mulutnya, dan dia hanya bisa melihat kakaknya yang sedang terhunus oleh ratusan pedang.
' Hentikan '
" HENTIKAN " teriak Naruto yang sudah tidak tega melihat kakaknya di siksa, walaupun jauh di lubuk hatinya, dia tahu jika semua ini hanyalah sebuah ilusi semata.
.
.
.
' Apa semua itu hanya mimpi? ' pikir Naruto dengan mata yang tertutup, di otaknya kini terbayang-bayang teriakan-teriakan dari para anggota Uchiha yang di bantai oleh Itachi tanpa ampun, hal yang membuat Naruto merasa sakit adalah ketika mengingat Shisui sedang disiksa oleh Itachi berkali-kali sebelum akhirnya di bunuh.
' Kenapa gelap sekali? ' pikir Naruto.
Sebelum membuka matanya Naruto berpikir jika sekarang ini dia sedang terbaring di rumah sakit, tapi ternyata dugaannya salah besar, saat matanya terbuka. Hal pertama yang dia lihat hanya lah kegelapan semata, dan dari sudut matanya dia menangkap seberkas cahaya yang diciptakan oleh sebuah lilin yang terletak di atas meja tida kjauh dari posisinya.
' Dimana ini? ' pikir Naruto.
" KREET "
Naruto mengalihkan pandangannya menuju pintu yang terbuka secara perlahan, hal pertama yang di tangkap matanya dari pintu yang terbuka iitu adalah sebuah tongkat yang terbuat dari batang kayu berwarna cokelat.
Saat pintu di depannya sudah terbuka secara maksimal, dia bisa melihat dengan jelas siapa yang telah memasuki ruangan ini. Orang itu adalah seorang laki-laki yang berumur sekitar 60 tahunan, dia memiliki rambut berwarna hitam dan mata kanan yang di perban dan matanya berwarna cokelat. Dan di bagian dagunya terdapat luka yang berbentuk " X ". Dia memakai kaos berwarna putih yang tertutupi oleh sebuah jubah panjang sampai kakinya.
Dan di belakang orang itu ada dua ninja yang memakai topeng seperti seorang ANBU, dan jika dilihat dari tinggi badan mereka kira-kira masih berumur belasan tahun.
' Mungkin mereka berdua adalah pengawalnya ' pikir Naruto saat melihat dua ninja yang berada di belakang laki-laki berperban yang ada di depannya.
Dan jika di tanya apakah dia mengenal siapa orang yang sedang ada di depannya Naruto akan menjawab jika dia tidak mengenal siapa yang tengah berdiri di depannya itu.
" Hm...ternyata kau sudah sadar lebih cepat yang aku perkirakan Naruto Uchiha " kata lelaki perban itu dengan nada tanpa emosinya.
Naruto yang mendengar orang yang ada di depannya menyebut namanya, dia semakin bertambah binggung. Pasalnya dia tidak pernah berbicara langsung dengan orang yang ada di hadapannya.
" Anda siapa? " tanya Naruto.
" Ah...dimana kesopananku " kata orang berperban itu dengan nada tanpa emosinya.
" Perkenalkan aku adalah Danzo Shimura " kata orang berperban itu dengan tenangnya.
" Dimana aku Danzo-san? " tanya Naruto.
Orang yang berperban tadi atau yang di kenal dengan Danzo hanya memandang Naruto sebentar dan langsung melangkahkan kakinya menuju jendela yang terletak di dalam ruangan itu.
" Sekarang ini kau berada di tempat rahasia yang hanya di ketahui oleh Hokage dan aku saja " kata Danzo tanpa menatap Naruto, tatapannya masih tertuju keluar jendela.
Otak Naruto kini sedang berputar seperti sebuah jam, dirinya semakin betambah binggung. Kenapa sekarang ini dia bisa terbaring di tempat ini, bukannya dia seharusnya sudah mati di tangan Itachi.
" Jika kau bertanya-tanya kenapa kamu bisa sampai di tempat ini, jawabannya simpel. Aku berhasil menyelamatkan nyawamu dari tangan Itachi " kata Danzo secara tiba-tiba. Seakan-akan bisa membaca apa yang sedang berkecamuk di pikiran Naruto.
Naruto hanya bisa diam mendengar perkataan Danzo. Jadi dia bisa selamat dari Itachi, jika dia selamat apakah ada anggota klan lainnya yang selamat dari pembantaian malam itu. Dia mencoba membuka mulutnya untuk bertanya kepada Danzo.
" Apa ada Uchiha lainnya yang berhasil lolos dari pembantaian itu? " tanya Naruto dengan tenang.
Dari nada yang di lontarkan oleh mulut Naruto memang kedengarannya tenang, tetapi Danzo dapat menangkap nada yang penuh harap dari perkataan Naruto.
" Hanya kau dan Uchiha Sasuke yang selamat dari pembantaian malam itu " kata Danzo tanpa emosi.
' Uchiha Sasuke '
Sebuah nama yang familiar di otak Naruto. Setelah beberapa detik mencoba menggali ingatannya, akhirnya Naruto ingat siapa Uchiha Sasuke itu. Sasuke adalah adik kandung dari Uchiha Itachi.
' Tapi kenapa Itachi tidak membunuh adiknya? '
' Apa Danzo juga menyelamatkan Sasuke? '
" Aku tidak menyelamatkan Sasuke dari Itachi " kata Danzo, ini adalah kali kedua Danzo bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masih ada di dalam otaknya.
" Lalu, Bagamaina dia bisa hidup? " tanya Naruto dengan nada heran.
" Dari informasi yang aku dapat Itachi sengaja membiarkan dia hidup " kata Danzo tenang.
Naruto tidak habis pikir kenapa Itachi membiarkan adik sulungnya kesempatan untuk hidup sedangkan para anggota Uchiha lainnya dia bunuh tanpa belas kasihan, secara refleks naruto mengepalkan kedua tangannya untuk menahan amarahnya yang sudah memuncak.
' Apa dia membiarkan adiknya hidup karena kasihan? '
Danzo yang mengamati perubahan yang terjadi pada diri Naruto ketika mendengar jika Itachi membiarkan Sasuke hidup, dia bisa melihat kebencian yang mulai tumbuh di dalam dirinya. cengiran licik pun mulai mengembang di wajah tua Danzo.
' Ha...ha...ha aku akan lebih mudah untuk menjadikanmu sebagai senjataku ' batin Danzo masih dengan seringaian liciknya.
" Apa anda juga membawa Sasuke kemari Danzo-san? " tanya Naruto yang ingin mengetahui dimana keberadaan Sasuke sekarang.
" Tidak, aku tidak membawa Sasuke kemari karena tempat ini hanya untuk orang-orang yang mempunyai potensial..." Danzo menghentikan kata-katanya dan membalikkan tubuhnya lalu mulai melangkahkan kakinya mendekati Naruto yang masih duduk di pinggir ranjangnya. Saat dia sudah berada di depan Naruto dia memegang pundaknya sehingga dia langsung menatap mata Naruto.
.
.
.
"... Sebagai senjata Konoha " kata Danzo di depan ratusan anak-anak mulai dari anak perempuan sampai laki-laki yang masih berumur dari 6 tahun hingga 10 tahun. Dari ratusan anak yang berkumpul di lapangan itu kita bisa menemukan Naruto yang berdiri di barisan paling terbelakang.
Naruto ketika mendengar penjelasan dari Danzo tentang masa depan mereka yang akan menjadi senjata dari Konoha tidak terlalu terkejut karena dia sudah di beri tahu Danzo sebelumnya. Sekarang ini Naruto dan ratusan anak-anak lainnya tidak memakai baju seperti yang mereka kenakan sehari-hari melainkan baju yang sering di pakai oleh para ANBU Konoha lainnya di sertai sebuah topeng yang berwarna putih polos dengan kanji " Ne " di dahi mereka.
" Dan mulai hari ini kalian akan memulai latihan kalian " kata Danzo yang langsung meninggalkan lapangan itu di ikuti dua pengawal setianya.
" Tap " " Tap " " Tap "
Setelah kepergian Danzo muncul seorang laki-laki dewasa yang juga memakai topeng khas dari anggota Root, orang itu menatap anak-anak yang ada di depannya satu persatu, meskipun wajah mereka di tututp oleh topeng berwarna putih polos itu, Naruto bisa merasakan rasa gugup yang terpancar dari orang-orang yang ada di sekitarya.
" Mulai sekarang kalian akan memanggil aku dengan Kuro-sensei " jelas orang yang mempunyai kode Kuro itu.
" Dan tugasku di sini adalah untukmelatih kalian dasar-dasar untuk menjadi seorang Shinobi yang berguna untuk Konoha " kata orang itu tanpa emosi sedikit pun.
Pelatihan pun hari itu lagsung di mulai. Latihan itu di mulai dari chakra control sebuah pelatihan yang sudah tidak asing lagi, namun pelatihan di tempat ini bisa di bilang lebih brutal dari apa yang dia jalani ketika sedang di latih oleh Nii-sannya.
" Saru! " Panggil Kuro kepada salah satu anak didiknya berkode Saru.
" Hai! Sensei " jawab anak bertopeng itu.
" Sekarang giliranmu untuk menaiki pohon itu " kata Kuro dengan menunjuk salah satu pohon yang ada di depannya.
Tanpa berkata apa-apa, Saru langsung berjalan menuju pohon yang di tunujkkan oleh Kuro-sensei. Dia langsung berkonsentrasi sebentar sebelum menginjakkan kaki kanannya di tubuh pohon yang ada di depannya.
" Tap "
" Tap "
" Brakk " tiba-tiba saja tubuh pohon yang di pijak oleh Saru hancur seketika dan menyebabkan tubuh Saru jatuh ke tanah.
" Payah " ucap Kuro dari balik topengnya.
Kuro berjalan mendekati Saru yang masih tersungkur di tanah dan mengangkat tubuh Saru secara kasar, setelah Saru berdiri tiba-tiba saja tangan Kuro sudah menghantam perut Saru.
" Buagh " tubuh Saru terpental ke belakang dan jatuh dengan kasarnya membentur tanah.
Murid-murid yang melihat tubuh Saru terkapar di atas tanah hanya bisa diam saja, dari sini mereka sudah bisa belajar jika kehidupan disini tidak seperti kehidupan di dunia luar yang sebelumnya mereka jalani. Mereka semua sadar jika yang lemah tidak akan bertahan.
Hidup yang mereka jalani sekarang bagakan hidup di dalam hutan yang menganut kepercayaan hukum Rimba, disini mereka di latih untuk tidak hanya menjadi kuat tetapi juga untuk membuat mereka menjadi seorang manusia yang hidup tanpa emosi mereka.
' Hidup disini bagaikan robot yang bersemayam di dalam tubuh manusia ' batin Naruto.
Ya, sejak kedatangan mereka di tempat ini mereka sudah di paksa untuk menghilangkan emosi yang sudah tumbuh di dalam tubuh mereka. Cara yang mereka gunakan untuk menghapus emosi pada anak-anak ini bisa di bilang tidak berperi kemanusiaan, mereka di paksa melihat para ANBU Ne membunuh para penyusup yang mencoba menyusup Konoha.
Jadi, sebuah tontonan seperti itu sudah menjadi makanan sehari-hari anak-anak yang sebenarnya masih di bawah umur dan belum pantas melihat tontonan yang brutal itu.
' Kecuali aku ' batin Naruto.
Naruto bisa merasakan jika dia di perlakukan lebih istimewa dari pada anak yang lainnya, memang benar dia pernah melihat pembunuhan yang di lakukan oleh para anggota Ne. Meskipun begitu mereka tidak pernah menghapus emosi ang ada di dalam dirinyasecara permanen. Mereka melatihnya untuk mengendalikan emosinya jika menjalankan misi saja.
.
.
.
" Klek " suara amari yang terbuka.
Naruto langsung mengambil sebuah tanto yang ada di dalam almari tersebut, panjang tanto itu sekitar 30 cm. Dari latihan-latihan yang sudah Naruto jalani di tempat ini, untuk kali pertama Naruto merasa tertarik untuk mengikuti sesi latihan kali ini. Itu di sebabkan karena latihan hari ini adalah latihan yang belum pernah Shisui ajarkan ke padanya. Hari ini dia akan berlatih Kenjutsu untuk pertama kalinya.
...
" Slash "ayuanan puluhan pedang yang di ayunkan oleh puluhan orang dalam waktu bersamaan.
Saat ini Naruto dan anggota Ne lainnya sedang melakukan pelatihan menggunakan sebuah pedang untuk para pemula, entah sudah berapa puluh kali dia sudah mengayunkan tanto yang ada di genggaman tangannya, dia sudah tidak bisa menghitung lagi.
" Berhenti " kata Kuro.
Semua murid-muridnya pun secara serempak menghentikan ayunan Tanto mereka.
" Ryu! " panggil Kuro.
Naruto yang mendengar nama panggilannya di sebutkan langsung menghampiri senseinya. Di sini di menggunakan nama yang di berikan oleh Danzo yaitu Ryu.
" Ada apa sensei? " tanya Naruto datar.
"Aku hanya ingin melihat kemampuanmu dalam mengayunkan pedang mu itu " Kuro langsung melompat menjauhi Naruto.
" Ingat kau disini tidak boleh menggunakan kekuatan matamu " larang Kuro pada Naruto agar dia tidak menggunakan Sharingannya.
Kuro langsung mencabut pedang dari punggungnya, pedang yang di gunakan oleh Kuro sama dengan pedang yang di gunakan oleh Naruto dan para murid lainnya yaitu sebuah tanto. Sementara Naruto yang melihat pergerakan dari senseinya itu langsudng memasang kuda-kuda dan menggencangkan genggamannya pada tanto yang ada di tangannya.
" Slash " tiba-tiba saja Kuro sudah menghilang dari tempatnya semula dan muncul di atas Naruto dengan tanto yang siap menebas Naruto secara vertikal.
" Trangg " dengan refleks yang dia punya Naruto mencoba menahan tebasan yang di lancarkan oleh senseinya itu, percikan api pun muncul karena terjadi gesekan antara tanto milik Naruto dengan tanto milik Kuro.
Kuro yang melihat Naruto yang berhasil menahan tebasan darinya memutuskan untuk melompat kebelakang lagi untuk menjaga jarak dengan Naruto.
" Tap " Kuro langsung memanfaatkan kaki kanannya yang mendarat di permukaan tanah terlebih dahulu sebagai sebuah pijakan untuk melakukan lompatan lagi ke arah Naruto.
" Slash "Kuro kembali mencoba menebas Naruto tetapi kali ini dia mengincar kepala Naruto.
" Sringg " tanto milik Kuro hanya berhasil memotong beberapa helai rambut hitam milik Naruto karena dia bisa menghindari tebasan dari Kuro dengan menundukkan kepalanya.
" Buagh " dada Naruto terkena tendangan yang di lancarkan oleh Kuro.
" Uhuk...uhuk " Naruto memuntahkan darah kental dari mulutnya karena menerima tendangan brutal dari Kuro.
" Bukankah aku tadi sudah bilang jika aku hanya ingin melihat kemampuanmu untuk mengayunkan pedangmu, Ryu! " kata Kuro ketika melihat Naruto sudah berdiri.
Naruto yang mendengar teguran dari senseinya itu tidak membalas perkataanya malah memasang kuda-kuda lagi , karena dia yakin jika sesi latihannya tidak akan berakhir degnan tendangan tadi.
Ternyata apa yang di pikirkan oleh Naruto benar adanya, senseinya sudah mengayunkan tanto-nya ke arah dada Naruto, tapi dengan sigap Naruto memposisikan tanto-nya secara vertikal.
" Trangg " tanto milik Naruto berhasil menahan tebasan dari Kuro tetapi karena tenaga yang di keluarkan oleh Kuro lebih besar dari tenaga yang di miliki Naruto yang mengakibatkan lutut Naruto jatuh menempel tanah.
" Sial " umpat Naruto di sela-sela menahan tanto milik Kuro.
Kuro yang melihat Naruto tidak bisa mengimbangi kekuatannya pun memanfaatkan ini sebagai jalan untuk menyerang Naruto, dia terus menguatkan dorongan pada tantonya sehingga mau tidak mau Naruto yang tidak bisa mengimbangi kekuatan dari Kuro harus melepaskan gemggamannya pada tanto yang ada di tangannya.
" Ah... "
Naruto bisa merasakan sebuah benda tajam yang berhasil menembus baju yang dia kenakan dan menimbulkan goresan yang cukup dalam di bagian dadanya, ternyata yang mengores dadanya adalah pedang milik Kuro yang berhasil menerobos pertahanannya.
Tubuh Naruto terkapar di tanah dengan kedua tangannya yang berusaha menutupi luka yang ada di dadanya dengan tujuan supaya darahnya tidak terus keluar. Sementara Kuro hanya diam ketika melihat tubuh Naruto yang terkapar di tanah dengan darah yang terus mengalir dari dadanya.
" Kemampuan kenjutsu-mu sudah mulai meningkat " kata Kuro yang masih setia melihat keadaan Naruto yang masih terkapar di tanah.
Lalu Kuro mengalihkan pandangannya dari Naruto ke ratusan murid-muridnya yang menonton pertarungan antara dirinya dengan Naruto tadi, dari ekspresi yang terpampang di wajah para muridnya Kuro cukup puas dengan apayang dilihatnya.
Itu karena para muridnya tidak menunjukkan satu emosi sekalipun saat melihat rekan mereka terkapar di atas tanah.
" Kalian berdua bawa Ryu ke ruang pengobatan " kata Kuro kepada muridnya.
Kedua murid yang merasa di beri perintah oleh Kuro langsung maju kedepan dan mengangkat tubuh Naruto yang tida berdaya menuju ruang pengobatan.
" Baiklah kita akan lanjutkan sesi latihan kita... "
.
.
.
Few Month Later
Berbagai latihan sudah Naruto jalani di tempat ini. Dari chakra control, taijutsu, genjutsu, dan kenjutsu. Dan dia cukup bersyukur dengan latihan yang dia jalani meskipun bisa dibilang cukup brutal tetapi hasil yang di peroleh sangat memuaskan. Tetapi meskipun dia merasa sudah cukup kuat untuk menjalankan misi, Danzo-sama belum juga memberikan satu misi pun kepadanya.
" Seperti yang kalian tahu hari ini adalah hari terakhir latihan bersama kita sekaligus hari penentuan bagi kalian yang layak untuk menjalankan sebuah misi " kata Kuro.
Kuro juga menjelaskan jika tes kali ini akan di lakukan di dalam ruangan dan tes ini akan di lkakuakan secara beregu setiap regu terdiri dari 5 orang dan murid yang lainnya harus menunggu giliran mereka di luar.
" Neko, Gama, Karasu, Kitsune, Hebi kalian adalah regu pertama yang akan menjalani tes " kata Kuro yuang lagsung berjalan menuju ruangan yang akan di gunakan sebagai tempat tes.
Sementara para murid yang namanya panggil oleh Kuro tadi membututi Kuro dari belakang.
Entah apa yang di lakukan oleh regu pertama tadi di dalam ruangan itu, tetapi yang jelas waktu yang di perlukan oleh regu pertama tadi membutuhkan waktu yang sangat lama. Naruto sendiri meskipun tidak mengucapkannya tetapi di dalam hatinya dia juga sudah mulai lelah menuggu.
' Sebenarnya apa yang mereka lakukan di dalam sana? ' tanya Naruto di dalam hati dengan menatap ruangan yang seharusnya di gunakan sebagai ruang pengetesan.
Dan saat Naruto mengamati orang-orang yang ada di sekitarnya, dia juga bisa menyimpulka jika mereka semua juga bosan menunggu regu pertama yang tak kunjung keluar.
' Apa regu pertama gagal? ' pikir Naruto yang belum juga melihat regu pertama kel-
" Brakk "
Lamunan Naruto harus terhenti ketika mendengar suara bantingan pintu dari ruang tes, saat Naruto mengalihkan pandangannya ke arah pintu ruangan itu, dia bisa melihat Kuro yang keluar dengan tatapan seperti biasa yaitu tatapan tanpa emosi.
' Jadi mereka (regu 1) berhasil? ' batin Naruto.
Tanpa Naruto duga ternyata yang keluar dari ruangan itu hanya Kuro dan satu orang lagi yang di kenal dengan Neko.
' Eh, mana yang lainnya? ' Naruto menatap Kuro dan Neko dengan menaikkan satu alisnya.
Naruto terus berpikir sebenarnya apa yang terjadi di dalam ruangan tadi dan kenapa dari 5 orang yang mengikuti tes hanya satu yang keluar. Dan saat Naruto lebih memfokuskan tatapannya kepada dua orang yang baru saja keluar dari ruangan tadi atau lebih tepatnya kepada Neko, dia menemukan beberapa kejanggalan pada diri Neko.
Petama adalah darah kental yang mengotori baju yang di kenakan oleh Neko, selain darah yang ada di bajunya. Naruto juga melihat tatapan mata Neko yang berubah jadi kosong, jika sebelum memasuki ruangan tadi mata Neko masih memancarkan harapan tapi sekarang sorot mata yang di tampilkan oleh mata Neko sekarang ini adalah tatapan keputusasaan, penyesalan.
Dari tempatnya berdiri, Naruto melihat Neko yang berjalan menjauh entah kemana. Dia terus melihat Neko yang pergi berjalan menjauh hingga tubuhnya tidak terlihat lagi.
Setelah kepergian Neko, Kuro memanggil lima orang yang akan mengikuti tes, tapi kali ini Kuro tidak ikut masuk ke ruang tes, dia mengatakan jika di dalam ruangan itu sudah ada pengawas yang akan mejelaskan apa yang perlu mereka lakukan di ruang tes.
Dari pengamatan Naruto, diabisa menyimpulkan jika waktu yang di butuhkan oleh regu kedua juga sangat lama seperti regu pertama tadi dan juga di saat pintu ruang tes tersebut terbuka yang keluar dari regu kedua hayalah satu orang saja.
Few hours later
Entah sudah berapa regu yang masuk ke dalam ruang tes untuk menjalani tes penentuan, tetapi dari pengamatannya, dia menyadari jika semua regu yang memasuki ruang tes akan menemui hasil yang sama yaitu hanya akan ada satu orang yang akan keluar dari ruang tes itu, dan keadaan orang yang berhasil keluar dari ruang tes itu bisa di bilang tidak sama seperti keadaan mereka sebelum memasuki ruang tes, mereka akan keluar dengan baju yang di lumuri dengan darah segar dan dengan tatapan penuh penyesalan dan keputusasaan.
" Regu selanjutnya yang menikuti tes adalah Ryu, Taka, Shiro, Saru, Inu " kata Kuro memanggil siapa saja yang akan menjalani tes.
.
.
.
Tanpa Naruto sadari, dia sudah dari tadi di perhatikan oleh seseorang. Orang itu memperhatikan Naruto dari balik jendela. Orang yang mengamati Danzo adalah Danzo Shimura dengan didampingi kedua pengawal setianya.
" Ternyata giliran Naruto-kun Sudah tiba ya... " ucap Danzo ketika melihat Naruto dan empat orang lainnya memasuki ruang tes.
Sementara pengawal setia Danzo tetap diam saja tidak menanggapi perkataan tuan mereka.
" Tapi, Danzo-sama kenapa anda tidak memberikan segel khusus kepada Naruto-san seperti anggota Root lainnya? " tanya Salah satu pengawal Danzo.
" Suatu saat Nanti kalian akan tahu sendiri... " kata Danzo yang belum mengalihkan perhatiannya dari Naruto.
.
.
.
Saat Naruto memasuki ruang tes, dia bisa melihat beberapa lilin yang di tempatkan di sudut ruangan ini sebagai sumber pencahayaan. Dan ketika pintu ruangan ini sudah di tutup Naruto bisa merasakan hawa dingin yang menembus kain bajunya.
" Jika kalian ingin lulus dari tes ini kalian harus bisa bertahan " kata Seseorang yang berdiri di depan Naruto dan empat orang lainnya.
Orang yang sedang berbicara itu menggunakan jubah hitam yang menutupi seluruh bagian tubuhnya, wajahnya pun juga tidak terlihat karena tertututp oleh tudung kepala yang ia kenakan.
" Dan yang akan berhasil bertahan hanyalah satu orang dari kalian " kata orang bertudung tadi.
" Apa yang di maksud dengan hanyasatu orang yang akan berhasil bertahan? " tanya Taka kurang mengerti dengan apa yang di katakan oleh orang bertudung tadi.
" Kalian lihat itu! " perintah orang bertudung tadi sambil menunjuk sesuatu yang tergeletak di lantai.
Ketika kelima orang itu mengikuti arah yang di tunjukkan oleh orang bertudug tadi, mereka begitu terkejut saat menemukan sosok mayat yag mereka kenal dengan Saru tergetak tak berdaya dengan kedua tangan yang terpisah dari tubuhnya dengan lukatusukan yang ada didadanya.
" Tidak hanya dia yang mati diruangan ini, tetapi masih ada banya lagi " kata orang bertudung dengan menunjukkan beberapa mayat yang tergeletak di lantai yang dalam kondisi mengenaskan.
" Jika kalian belum mengerti juga dengan apa yangharus kalian lakukan di ruangan ini, aku akan memberi tahu kalian... " ucap orang bertudung tadi dengan nada tanpa emosi.
" Kalian harus saling membunuh hingga yang tersisa hanya tinggal satu orang saja "
" Dan tes ini dimulai dari sekarang dan kalian tidak boleh menggunakan Ninjutsu " kata orang bertudung yang meanghilang dalam pusaran daun.
Sementara Naruto dengan 4 orang lainnya hanya bisa membeku ketika mendengar penuturan dari orang bertudung yang sudah menghilang entah kemana. Jika melihat pembunuhan mereka sudah sering melihat itu semua, tetapi jika di suruh membunuh adalah pengalaman baru mereka, pengalaman yang paling buruk bagi mereka. Mungkin jika mereka disuruh membunuh seorang Missing-nin atau seorang musuh dari Konoha mungkin mereka akan segera melakukannya.
Naruto sendiri merasakan jika semua otot yang ada di dalam tubuhnya membeku seketika saat mendengar kata ' membunuh ' . Ketika mendengar kata itu dia kembali teringat dimalam pembantaian Klan Uchiha atau lebih teringat saat dia terjebak di dalam Genjutsu milik Itachi. Sebuah genjutsu yang memperlihatkan bagaimana dengan dinginnya Itachi membantai anggota klan Uchiha dengan dinginnya.
' Apa aku membunuh mereka dengan tanganku sendiri '
' Apa aku akan menjadi seseorang seperti Itachi...'
' Seorang pembunuh berdarah dingin...'
Itulah yang ada di pikiran Naruto sekarang ini.
" Maafkan aku semua... " sebuah kata-kata yang sangat pelan hampir saja telinga Naruto tidakbisa menangkap kata-kata itu.
" Tranggg "
Dengan refleknya Naruto menangkis sebuah tanto yang hampir saja menebas lehernya dan dengan pencahayaan yang ada Naruto bisa mengenali siapa yang mencoba membunuhnya, ternyata yang mencoba membunuhnya adalah Shiro.
" Maaf aku belum mau mati Ryu " kata Shiro ketika melihat Naruto berhasil menangkis tebasannya.
Naruto yang mendengar alasan dari Shiro hanya bisa diam. Dia juga berpikir apa dia juga sudah siap untuk mati semuda ini. Jika dia mati disini mungkin saja dia akan bertemu dengan Shisui-nii, apa mungkin Shisui-nii akan senang ketika melihatku nanti, bukankah dia ingin aku jadi seorang Shinobi yang hebat. Tapi jika dia mewujudkan mimpi itu maka dia akan membunuh semua orang yang ada di dalam ruangan ini. Apa aku sanggup melakukan itu semua?.
" Trangg "
Naruto kembali menangkis sebuah tebasan yang datang dari Shiro, tetapi kali ini dia tidak dia sajamencoba menyerang balik Shiro dengan melemparkan Kunainya.
" Sringg "
Kunai yang di lempar Naruto dengan cepat mengarah ke Shiro tapi dengan tenangnya Shiro berhasil menghindari Kunai tersebut dengan meloncat ke udara.
Ketika melihat Shiro yang masih di udara, Naruto tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dia juga ikut meloncat ke udara dengan kaki yang mengarah ke dada Shiro, malang untuk Shiro yang tidak melihat pergerakan dari Naruto harus merasakan sebuah tendangan dari Naruto.
" Buagh "
Kaki Naruto dengan sukses mengenai sasarannya.
" Brakk "
Shiro harus rela dengan tubuhnya yang membentur dinding ruangan tes itu.
' Aku akan bertahan ' pikir Naruto.
Saat dia menggedarkan pandangannya ke arah yang lain, dia menemukan jika mereka semua juga sudah memulai pertarungan mereka sendiri untuk mempertahankan hidup mereka, karena saking fokusnya memperhatikan pertarungan yang sedang antara Taka vs Saru vs Inu, Naruto tidak menyadari Shiro yang telah siap menyerangnya.
" Buagh "
Kepalan tangan dari Shiro berhasil mengenai pipi Naruto dan menyebabkan tubuh Naruto mundur beberapa langkah.
" Itu adalah sebagai balasan yang tadi Ryu " kata Shiro.
" Hya "
Teriak Shiro yang menandakan jika pertarungan antara dirinya dan Naruto sudah di mulai.
" Wush "
Tebasan dari Shiro hanya membelah angin saja karena Naruto berhasil menghindari tebasan Shiro yang mengarah ke kepalanya. Bukannya putus asa karena Naruto berhasil menghindari serangannya Shiro malah semakin bersemangat untuk membunuh Naruto.
" Wush "
Untuk kedua kalinya Naruto kembali berhasil menghindari tebasan dari Shiro dengan cara melompat salto kebelakang, saat tubuhnya masih melayang di udara Naruto menggunakan itu untuk mencoba menyerang Shiro dengan melemparkan empat buah Shuriken dari kantong senjatanya.
" Sringgg "
" Trangg "
Serangan Naruto ternyata sia-sia semua serangan yang dia lancarkan tidak membuahkan hasil karena Shiro juga berhasil menangkis semua shuriken yang dia lemparkan.
" Tap "
Baru sedetik saja kakinya menyentuh tanah, Naruto bisa merasakan sebuah benda tajam yang menghunus dadanya, saat dia melihat kebawah dia menemukan sebuah tanto yang berhasil menjebol dadanya. Mata Naruto terus mengamati tanto yang telah menusuk dadanya.
" Uhuk " darah segar pun keluar dari mulut Naruto.
" Kau terlalu sombong Ryu " kata Shiro yang memperdala tusukannya pada dada Naruto.
" Zrathhh "
Dengan kasarnya Shiro mencabut tantonya yang menancap di dada Naruto, hal itu menyebabkan kelauarnya darah kental dari dada Naruto.
" Gahhh "
Teriak Naruto kesakitan saat merasakan tanto yang di tarik paksa dari dadanya.
" Kesombonganmu itu yang menyebabkan kekalahanmu Ryu " kata Shiro dengan menginjak dada Naruto yang terluka, Naruto yang merasakan dadanya sedang di injak oleh Shiro hanya bisa meronta kesakitan. Shiro semakin menekan kakinya saat melihat Naruto meronta kesakitan.
" Ya...ng som...bong i...tu k..a...u Sh...i...ro... " kata Naruto di sela-sela menahan rasa sakit.
" Apa maksudmu Ryu? " tanya Shiro yang saat ini merasa menang atas Ryu yang jelas-jelas sudah terkapar tidak berdaya. Naruto hanya menyeringai mendengar pertanyaan dari Shiro.
Tiba-tiba tubuh Naruto yang di injak oleh Shiro berubah jadi ratusan bunga Sakura yang berterbangan ke segala arah.
' Ugh...perasaan apa in? ' tanya Shiro ketika merasakan sesuatu di dalam hatinya yang sudah lama tidak ia rasakan.
" Yang kau rasakan saat ini adalah ketakutan " suara Naruto menggema di gendang telinga Shiro.
Tanpa di beri kesempatan, tiba-tiba saja dari lantai yang di pijak oleh kaki Shiro keluar sebuah pohon yang langsung melilit tubuh Shiro yang bertujuan untuk menghentikan pergerakan dari Shiro.
" Dan inilah akhir dari hidupmu Shiro " suara pelan Naruto yang berhasil menusuk kedua gendang telinga Shiro.
" Srathhh " kunai Naruto berhasil menyayat leher Shiro.
Naruto dengan matanya sendiri melihat sorot kehidupan yang secara perlahan memudar dari mata Shiro. Dan kini mata Shiro hanya memperlihatkan tatapan kosong seorang dari seorang mayat. Dengan perlahan Naruto menutup mata Shiro dengan telapak tangannya.
' Apa Itachi juga merasakan ini ketika dia membunuh semua anggota klan Uchiha? ' batin Naruto sambil menatap kedua telapak tangannya yang baru saja dia gunakan untuk membunuh seseorang dan itu adalah pembunuhan pertamanya.
Ketika Naruto membunuh Shiro dengan kunainya tadi, dia merasakan darahnya mengalir begitu cepat di dalam tubuhnya dan juga jantungnya yang berdetak dengan cepatnya setiap detik.
' Apa sekarang ini aku sudah menjadi seorang pembunuh ' batin Naruto.
Dia kembali teringat wajah Itachi yang tidak memperlihatkan penyesalan sedikit pun saat dia membantai klannya sendiri, dan Naruto juga bisa merasakan jika dia tidak sedikit pun merasa menyesal karena telah membunuh Shiro dengan dinginnya.
' Tidak aku bukalah seorang pembunuh ' Naruto mencoba menyakinkan dirinya sendiri jika dia bukanlah seorang pembunuh.
' Aku melakukan semua ini karena ini adalah satu-satunya cara untuk bertahan '
' Aku melakukan ini hanya untuk bertahan hidup ' Naruto terus menyakinkan dirinya sendiri jika semua perbuatan ini hanya mempunyai satu tujuan yaitu bertahan hidup.
Setelah berhasil mengatasi dilema yang bergejolak di hati dan pikirannya, Naruto akhirnya memutuskan untuk...
...membunuh semua orang yang ada di dalam ruangan ini.
Naruto langsung mengambil empat buah kunai masing-masing tangannya memegang dua buah kunai lalu dia menutup matanya sebentar dan membukanya kembali. Kini warna mata Naruto bukan berwarna hitam lagimelainkan berwarna merah degnan simbol 3 tomoe di masing-masing matanya yang berputar dengan kencangnya.
" Sringg " bunyi keempat Shuriken yang di lemparkan oleh Naruto.
Keempat Shuriken itu sukses mengenai semua targetnya yaitu empat buah lilin yang menyala di setiap pojok ruangan itu, Shuriken itu sukses memotong lilin-lilin tersebut menjadi dua bagian dan bagian atas lilin itu jatuh membentur lantai sehingga nyala api lilin tersebut padam.
" Hei! Apa yang terjadi? " teriak Taka ketika menyadari jika lilin yang ada di dalam ruangan itu padam secara tiba-tiba.
" Ahhh " teriak seseorang yang Taka kenal dengan sebutan Inu.
" Apa yang terjadi? " kata Taka yang mendengar teriakan dari Inu.
Tetapi tidak ada satu orang pun yang menjawab pertanyaannya, hanya kesunyian saja yang menemaninya.
" Hidup kalian akan berakhir di sini " kata Naruto yang menggema di semua sudut ruangan itu, meskipun dalam keadaan gelap Naruto masih bisa memperhatikan sekelilingnya dengan bantuan Sharingannya.
Dan malam ini tidak akan pernah Naruto lupakan, karena malam ini adalah pembunuhnan pertama yang tidak akan pernah terhapus dari memori otaknya.
.
.
.
A/N : Jadwal untuk Update " The Weapon of Konoha " adalah setiap hari minggu. And thanks untuk Adytama Ezio D'Shadow atas masukannya.
Q and A : Yami nugroho : untuk Jinchuriki ada, tapi keluarnya masih lama. OneeKyuuChan : Seperti di Canon Sasuke disini tetap jadi adiknya Itachi. YamiNoMadara226 : Untuk MS pasti akan bangkit.
Don't forget to Read, Review, Follow and Favorite this story.
Bye !
