Author's Note : wah terimakasih untuk review dan sarannya, sangat membantuku untuk melanjutkan FF ini. Enjoy guys~
.
.
.
Mereka menaiki lift dan menekan nomor teratas dari lantai gedung ini.
TING!
Lift terbuka, seluruh member menoleh kepada dua namja yang menjadi perhatian mereka saat ini. Musik terdengar mengalun indah mengiringi malam bertabur bintang yang terlihat jelas diatas mereka. Seluruh member tersenyum menyambut kedatangan Kris dan Lay.
"Oh, kami sudah menunggu kalian dari tadi. Ayo cepat kesini," Seru Xiumin semangat. Lay tersenyum dan berjalan menghampiri member lain. Melepaskan tautan tangannya dengan Kris, sebelum kembali menarik namja jangkung itu untuk segera mengikutinya.
Lay duduk di kursi yang berhadapan dengan Xiumin. Disamping kanannya ada Kyungsoo yang masih sempat membaca buku resep makanan.
"Oh, ayolah Kyung. Ini sedang pesta dan kau mesih berkutat dengan resep-resep itu." Ucap Lay yang hanya dibalas dengan cengiran dari Kyungsoo.
sementara Kris memilih tempat duduk di depan Luhan. Disampingnya ada Chen yang tengah asyik memainkan gadgetnya. Posisi Kris dan Lay saat ini bersebrangan karena meja mereka terpisah oleh beberapa kursi. Namun mereka masih bisa melihat satu sama lain.
Di tempat pemanggang ada duo happy virus Baekyeol yang tengah asyik memainkan saos dan daging yang mereka panggang. Dibantu oleh Tao dan Suho yang menyiapkan piring-piring untuk meletakkan barbeque nya.
Kai dan Sehun bekerja sama menyiapkan segelas minuman untuk para member. Mereka saling melempar candaan dan berakhir dengan beberapa minuman yang tumpah akibat kecerobohan Sehun.
"Kalian lama sekali tadi. Kemana saja?" Tanya Xiumin memulai pembicaraan.
"Oh, hanya mengantar tiang itu memilih sebuah kalung." Jawab Lay sembari mengunyah strawberry yang ada di hadapannya.
"Memangnya kalung untuk siapa?"
Lay terdiam sejenak. Ia juga tidak tahu untuk siapa kalung itu. Ia juga tidak bertanya kepada Kris. Ia tidak terlalu peduli sebenarnya. Tapi sekarang ia jadi penasaran. Tapi tadi Kris kan tidak jadi membeli kalung itu.
"Aku tidak tau,"
"Mungkin untuk pacarnya." Tebak Kyungsoo asal. Lay dan Xiumin menoleh bersamaan kearah Kyungsoo.
"Memangnya Kris mempunyai pacar? Setahuku dia tidak punya hubungan apapun dengan member lain." Ucap Xiumin bingung.
Lay mencoba melihat kearah Kris. Namja itu sedang tertawa bersama Luhan dan Chen. Memangnya ada yang lucu ya?
Pemuda itu tetap memperhatikan tingkah Kris. Ia membulatkan matanya saat Kris mengusap puncak kepala Luhan. Sama seperti apa yang dilakukan Kris kepadanya tadi.
"Lihat kan? Dduizang itu dekat sekali dengan Luhan gege. Aku hanya merasa kalau dia menyukainya." Ucap Kyungsoo. Lay tidak membalas perkataan Kyungsoo dan terus memperhatikan kedua namja yang terlihat sangat dekat itu.
Dia menunduk sejenak dan memegangi dadanya yang kembali berdenyut seperti tadi. "Lay, kau tidak apa-apa?" Tanya Xiumin yang melihat perubahan dari Lay.
Lay tersenyum menggeleng membalas pertanyaan Xiumin. Kemudian ia berusaha untuk tidak menghiraukan Kris lagi.
"DAGING ASAPNYA SUDAH SIAP~!" Teriak Chanyeol nyaring sambil mengangkat kedua tangannya yang berisi piring barbeque matang.
Baekhyun menjitak kepala Chanyeol keras, " Barbekyu, bodoh!"
"Hehe, apa sajalah..." Balas Chanyeol masa bodoh. Kemudian duo happy virus itu meletakkan masing-masing piring untuk member lain. Dibantu Tao,Suho,Kai,dan Sehun yang ikut meletakkan minuman-minuman mereka.
Setelah selesai, mereka duduk di tempat masing-masing. Suho berdiri sambil mengangkat segelas minuman sambil berseru, "INI UNTUK KEBERHASILAN KITA! NIKMATILAH MALAM INI..MARI BERSULANG~" Setelah itu terdengarlah bunyi dentingan gelas yang saling bertabrakan.
Seluruh member menikmati pesta barbekyunya dengan canda tawa. Baekhyun, Chanyeol, dan Tao menari-nari dengan gaya yang aneh dan membuat seluruh member terwata keras. Tak melewatkan kesempatan, Sehun menghampiri mereka bertiga dan ikut menari dengan dance badan di kaku-kakukan. Mungkin magnae itu sedang mempraktikan gaya robot.,
Kai yang melihat kekasihnya mulai hyper aktif hanya tertawa pelan dari tempatnya duduk.
Lay pun ikut tertawa melihat tingkah Sehun yang menggemaskan.
Tak sengaja matanya berhenti di satu titik. Dia terkejut bukan main.
Kris yang sedang mencoba meniup mata Luhan yang mungkin kemasukan sesuatu. Wajah mereka begitu dekat. Kris terlihat begitu cemas dengan keadaan Luhan. Lay terus memperhatikan kedua namja itu. Kris terus meniup mata Luhan dan sesekali mengusap surai lembut namja rusa itu untuk menenangkannya.
Lagi, hatinya berdenyut sakit melihat hal itu. Ia meremas celananya untuk menahan getaran yang ia rasakan.
Tak berapa lama Kris menghentikan kegiatannya dan menatap Luhan dalam. Mereka saling menatap satu sama lain. Lay yang melihat itu semakin gusar. Ia mencoba untuk meredam emosinya saat ini. Mungkin saja sebentar lagi air matanya akan tumpah.
Kris mempersempit jarak diantaranya dan Luhan dan mencoba untuk menggapai bibir merah itu.
BRAKK!
Lay bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat itu. Seluruh member menghentikan kegiatannya dan menatap Lay yang berlalu dengan bahu bergetar.
"LAY!" Seru Xiumin mencoba mengejar Lay.
Namun itu semua terhenti saat sebuah suara menginterupsi mereka, "YIXING, BERHENTI!"
Lay menghentikan langkahnya. Namun ia tidak berbalik. Ia tau pemilik suara itu dan ia tidak berani menghadapinya saat ini. Hatinya terlalu sakit.
Kris berjalan mendekati Lay dan mencengkeram tangan Lay dari belakang. Lay berontak mencoba melepaskan cengkraman tangan Kris. Namun itu sia-sia.
Kris menariknya ke tempat duduknya bersama luhan, "Mau apa kau?!" Bentak Lay di sela tangisnya.
"Coba dengarkan aku, Xing."
"Apa? Dengar apa?"
"Ini tidak seperti yang kau lihat," Kris mencoba menjelaskan.
"Aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan!"
"Kau tidak perlu pergi dengan tangisanmu itu jika kau tidak peduli,"
Lay terdiam menyadari kebodohannya.
"Dengarkan aku... aku dan Luhan tidak memiliki hubungan apapun. aku hanya menyukai satu orang. Orang yang kuceritakan padamu saat di mobil tadi," Ucap Kris mencoba menghapus air mata Lay, namun ditepis oleh Lay.
"Iya! Aku tau...orang itu Luhan! Aku tidak bodoh, Kris."
"Kau bodoh."
"Ap—APA?!" Seru Lay
"Tidak...tapi kau sangat sangat bodoh,"
"K-kau..."
"Kau masih belum bisa melihat padahal dengan jelas aku mengatakannya padamu! Apa kau begitu bodoh tidak menyadari perasaanku? Orang yang kumaksud adalah dirimu..aku mencintaimu. Hanya kau, Zhang Yixing."
"Tap-tapi tadi...kau dan Luhan..."
"Itu hanya sandiwara, aku sengaja melakukan semua ini untukmu. Karena kau sangat bodoh tidak menyadari perasaanku. Bahkan perasaanmu sendiri. Maafkan aku, Xing... tapi—AAARRGHHHH!"
"KRIS..! KRIS...! ASTAGA... SESEORANG TOLONG... YATUHAN!" Lay berteriak heboh saat tiba-tiba Kris terjatuh dari gedung dorm mereka. Ia tidak berani melihat kebawah dan melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Ia menutup wajahnya dan menangis histeris. Dibelakangnya, member lain segera berlari dan melihat kebawah.
Luhan mencoba menenangkan Lay yang bergetar hebat..
Lay terus menangis histeris di dalam dekapan Luhan.
"LAY! LAY! Coba kau lihat itu!" Seru Xiumin menunjuk kebawah. Lay mendongak dan menatap Xiumin dengan mata yang sembab.
Lay menggelengkan kepalanya kuat tidak ingin melihat keadaan Kris. Ini semua kesalahannya.
Dengan tidak sabar, Kai menarik tubuh Lay dan membawanya mendekat pembatas gedung dan melihat kebawah. ASTAGA—
Lay membelalakkan matanya lebar melihat apa yang terjadi di bawah.
.
.
.
Kris terbaring dengan sebuah papan di atas dadanya. Ia membaca papan yang berderet di jalanan depan dorm. Ada 6 buah papan yang masing-masing bertuliskan sebuah kata—
ZHANG YIXING WOULD YOU BE—
MINE?
.
.
Kris terbaring diatas sebuah matras raksasa dengan memegangi papan besar yang bertuliskan kata 'MINE?' didadanya..
Namja tinggi itu tersenyum manis kearah Lay dan melambaikan tangannya.
Lay membekap mulutnya tidak percaya. Ia segera berlari turun kebawah dan menghampiri Kris dengan perasaan bercampur menjadi satu.
Pemuda berdimple itu sampai di tempat Kris dan berlari memeluknya.
Ia membenamkan wajahnya di dada bidang Kris dan menangis keras disana. Kris mengusap lembut surai halus Lay dan sesekali mencium puncak kepala Lay dengan sayang.
Setelah berhenti menangis, Lay memukul dada Kris keras melampiaskan emosinya—
"Argh...sakit, Xing." Rintih Kris dibuat-buat sambil menahan tangan Lay yang mencoba terus memukulinya.
"Itu balasan untukmu, pabo! Kau selalu mempermainkanku," Seru Lay dengan mata yang sembab.
Kris segera mendekap tubuh ramping Lay dan kembali membenamkan wajah manis itu didadanya. Ia peluk erat seolah menyalurkan perasaannya yang begitu menggebu-gebu untuk namja ini.
"Aku mencintaimu," Ucap Kris pelan
"Nado,"
"Aku sangat mencintaimu,"
"Aku juga"
"Aku begitu menyayangimu, Xing."
"Aku pun begitu, naga bodoh!"
"Would you be mine?" Tanya Kris sekali lagi.
Lay mendongak menatap mata tajam namja di depannya ini.
"Tentu saja.."
"Terimakasih.." Ucap Kris tulus dan kembali memeluk Lay erat. Ia kecupi puncak kepala Lay berkali kali..
Setelah itu ia melepaskan pelukannya dan mengambil sesuatu dari sakunya.
Sebuah kalung—
Yang tadi dipilih oleh Lay, saat ini berada di tangan Kris. Kalung itu ada dua. Dan terukir nama masing-masing di setiap bandulnya.
Kris memakaikan kalung bertuliskan namanya di leher Lay, dan memakai kalung bertuliskan nama Yixing di lehernya sendiri.
Lay memegang kalung itu dan memperhatikannya.
"Kau suka?" Tanya Kris
Lay mengangguk sambil tersenyum dan terus menatap kalung itu.
"Bagaimana bisa kalung ini ada padamu, bukannya tadi kau tidak jadi membelinya?" Tanya Lay penasaran.
"Aku membeli kalung itu saat aku pergi ke toilet tadi. Sebenarnya aku sudah memesannya sejak lama untuk ukiran di bandul itu. Dan tadi aku membawamu kesana untuk memilih kalung mana yang kau sukai dan tinggal memberikan ukiran itu pada bandulnya,"
"Hah, kau pintar sekali." Cibir Lay
Kris hanya tersenyum.
"Jadi semua ini sandiwaramu? Pesta barbekyu? Luhan? Dan kau terjatuh?"
Kris menangguk mantap dengan senyuman berkembang di wajahnya,
"Aku berbakat kan? Aku yang menyiapkan skenario dan ide-idenya. Dan meminta bantuan member lain untuk eksekusinya. Sepertinya aku harus mengajukan diri ke Soo Man sajang-nim untuk menjadi aktor saja."
Lay menarik poni Kris gemas karena mendengar penuturan dari namja yang kini menjadi namjachingunya itu. "Pede sekali kau, Yifan."
"Kkk, terimakasih Xing dan aku sangat mencintaimu," Tutur Kris menatap Lay intens
Ia menarik pinggang Lay mendekat ke tubuhnya dan mengangkat dagu Lay untuk mengagumi wajah manis di hadapannya ini.
Lay hanya terdiam dengan perlakuan Kris yang tiba-tiba.
Kris memutuskan jarak diantara mereka dan mengecup lembut bibir Lay. Lay terkejut dan segera menutup matanya. Kris semakin memperdalam ciuman mereka dengan melumat bibir Lay dan menggigitnya kecil, "Argh..."
Lidah Kris menerobos mulut Lay dan mengeksplornya disana. Ia menjelajahi seluruh bagian mulut Lay dan memainkan Lidah Lay. "Mpphh.." Desah Lay. Tubuhnya bergetar merasakan sensasi hangat dalam tubuhnya saat ini.
Kris memutuskan kontak ciuman mereka dan saliva terjatuh melewati bibir Lay. Kris mengusap lembut bibir Lay dengan ibu jarinya.
Ia menatap wajah Lay yang terlihat memerah karena kehabisa nafas,..atau karena malu. Kris yakin dua-duanya benar.
"Terimakasih." Ucap Kris mengecup puncak kepala Lay lembut
Lay hanya mengangguk-angguk sebagai jawaban dan kembali memeluk Kris.
.
.
"Sudah..sudah cepat simpan sebelum mereka tau." Bisik seseorang dibalik pintu gedung.
"Sudah kusimpan, Hyung. Jangan berisik. Nanti video ini akan kita tonton bersama saat mereka tidak ada. Ini adalah drama picisan yang sangat menghibur. Kekeke..." Balas suara lainnya.
Kris dan Lay sontak menoleh kebelakang dan melihat seluruh member tengah memperhatikan mereka.
Lay merutuki kebodohannya yang tidak menyadari keberadaan mereka sedari tadi. Sedangkan Kris sudah bersiap-siap menymprot mereka dengan omelan-omelan yang—
"TEPATI JANJIMU, WU YIFAN!" Teriak seluruh member sebelum Kris sempat mengomeli mereka.
Duh!
Menuruti semua kemauan mereka ya—
Kris tidak jadi mengomeli mereka dan berbalik ke arah Lay. Ia menarik namja itu dan membawanya pergi memasuki mobil.
"YA! KRIS MAU KEMANA?! INI SUDAH MALAM DAN KAU HARUS MENEPATI JANJIMU, NAGA BODOH!" itu suara Luhan. Dia merasa paling dirugikan karena menjadi pemeran utama bersama Kris dan harus melakukan adegan yang sedikit—err menjijikkan.
"DASAR ASDFGHSKHSLS...!"
-END-
Review again?
Author's Note(again) :
Oh ya, untuk kalung yang di pake sama Kris dan Lay yang pake bandul kotak itu emang beneran lho.
Mereka pake kalung itu pas tampil di sebuah acara, aku lupa acara apa. Hanya mereka yang pake kalung kembar sedangkan yang lain ngga ada yg pake kalung samaan. Kalo mau tau gambar-gambarnya, kalian bisa PM aku untuk mendapatkan link nya, hehe.
balas review :
jungssi : ini sudah dilanjut kk gimana? Udah ga penasaran lagi? ^^ thanks for review ya
Layixing : sudah lanjut nih~ udah ga penasaran lagi kan? Xd terimakasih reviewnya
Zhehoons : hahaha aku juga suka banget sama mereka, ini udah lanjut, terimakasih reviewnya ya^^
Delta : kenapa dengan mereka? xD thanks reviewnya
AlpacaAce : terimakasih juga untuk sarannya yang sangat membantu, ini sudah aku edit2 untuk penulisannya semoga tidak ada typo lagi ya hehe, wah aku kurang ngerti dengan maksud setting canon itu bisa dijelaskan artinya? /duar keke semoga memuaskan ya /thanks for review
Uknown(Guest) : ini sudah /thanks for review^^
ChuapExo31 : kkk asyik ya bikin orang penasaran, semoga endingnya memuaskan~ /thanks for review^^
Mir-acleKim : wah terimakasih udah suka dan jadi penasaran(?) iya nih, ChenLu diliat manis juga kan, ini sudah lanjut semoga memuaskan~ /thanks for review^^
RaraRyan FujoshiSN : ini sudah dilanjut semoga memuaskan ya dan sudah di edit penulisannya semoga tidak ada typo lagi, hehe. Wah, jadi harus ditulis apa? Sarannya ya /thanks for review^^
