A/N: Sebelum memulai Fanfic ini saya selaku Author ingin menyampaikan sesuatu yaitu tentang Fanfic saya yang satu lagi itu akan saya kerjakan setelah Fanfic Chapter ke 2 ini.
Disclamer :
Naruto milik Masashi Kishimoto
High School DxD milik Ichiei Ishibumi
The Yellow Of Destruction milik Perseus Cullen
Summary : Dia seorang manusia biasa dengan kekuatan yang tidak biasa. Seorang Reinkarnasi dari kedua orang terkuat. Seseorang yang diliputi kebencian karena orang tuanya dibunuh. dengan kekuatan besarnya akankah dia berhasil membunuh pembunuh kedua orang tuanya? {Bad Summary}.
Pair : Naruto x ?
Genre : Adventure, Supernatural, Fantasy
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, alur berantakan, Jutsu buatan sendiri {Maybe}, Overpower!Naruto, Doujutsu!Naruto
" ABCD " berbicara
' ABCD ' batin
[" ABCD "] berbicara Biju/Sacred Gear
[' ABCD '] batin Biju/Sacred Gear
Note : Yosh! Akhirnya saya Update kembali!.
Dan juga terima kasih yang sudah me-Review, Follow, dan Fav cerita ini. Karena kalian saya jadi bersemangat untuk melanjutkan cerita ini.
Dan satu lagi balasan Review akan saya jawab di bawah cerita ini. Jadi tanpa menunggu lebih lama lagi mari kita mulai ceritanya. Enjoy. ^_^
.
.
" Remember 'Don't Like, Don't Read'! "
.
.
..:::STORY START:::..
Chapter sebelumnya :
" Ehmm... maaf Nona-san dari tadi aku belum tahu namamu. Bolehkah aku tahu siapa namamu itu? " Tanya Minato yang dari tadi belum tahu siapa nama perempuan ini.
" Astaga aku lupa. Maaf perkenalkan nama saya adalah Shina Uzumaki " Ucapnya sambil tersenyum.
.
Chapter 2 : History DxD, Married, and the Rebirth of the Savior
.
Deg
Minato Pov On
T-Tidak mungkin, ini tidak mungkin, bagaimana bisa. Shina Uzumaki, kenapa dia mempunyai nama yang sama dengan Istriku di dunia Shinobi.
Terkejut. Tentu, saat ini pasti diwajahku sudah tercetak ekspresi tersebut. Bagaimana tidak terkejut, wanita di depanku ini ternyata mempunyai nama yang sama dengan mendiang istriku.
Walau Istriku tidak mempunyai Marga Uzumaki dan rambutnya juga berwarna kuning. Tapi jika dilihat lebih detail lagi maka mereka bisa dibilang kembar jika Shina dimensi ini rambutnya berwarna kuning.
Tapi yang tidak bisa aku habis pikir bagaimana mereka bisa mirip atau jangan jangan Shina Istriku hidup disini tapi dia terlempar ke dimensi Shinobi, tapi aku rasa tidak mungkin atau jangan jangan Shina bereinkarnasi kembali dan jiwanya hidup dalam wanita ini.
Huh jika benar berarti aku selamat karena aku tidak akan bertemu wanita lain lagi karena wanitaku sendiri lah yang menjemputku bahkan dia merawatku. Shina Uzumaki dialah jodohku.
Minato Pov Off
Shina yang melihat Minato terdiam hanya melambaikan tangannya didepan wajah Minato.
" Hey halo apa ada orang disana?. Minato-san kenapa kau melamun? " Tanya Shina kepada Minato. Minato yang mendengar ada yang memanggilnya pun langsung tersadar dan dia pun melihat Shina yang melihat nya dengan pandangan khawatir.
" A-Ah ya ada apa Shina-san? " Tanya Minato kepada Shina. Shina yang mendengar minato bertanya pun hanya cemberut.
" Kau kenapa melamun Minato-san saat aku menyebut namaku? " Tanya Shina cemberut.
" A-Ah tidak apa kok aku hanya mengingat seseorang karena namanya itu mirip sekali dengan mu " Ucap Minato sambil tersenyum tipis walau disenyum tersebut terselip juga senyum getir.
Shina yang melihat senyum itu entah kenapa dia merasa melihat senyum itu terasa seperti dipaksakan.
" Siapa... Siapa orang tersebut? " Tanya Shina merasa tidak suka dengan orang tersebut. Karena orang tersebut membuat pria didepannya ini sedih.
" Dia bisa dibilang mirip sekali denganmu tapi yang membedakannya adalah warna rambut dan dia tidak mempunyai Marga. Dia adalah orang yang sangat baik, Cantik, Penyayang, Lembut walau kadang kadang dia bisa menjadi galak pada saat tertentu " Ucap Minato sambil terkekeh kecil mengingat kenangan nya bersama malaikatnya itu.
Shina yang mendengar nya hanya diam walau dia merasa hatinya sakit entah kenapa. ' Kenapa.. kenapa aku ini? Kenapa hatiku merasa sakit mendengar Minato membicarakan wanita itu? Apa aku jatuh cinta pada Minato-san? " Ucap batin Shina sambil menunduk.
Minato yang melihat Shina menunduk pun bingung. " Hmm.. Shina-san kenapa kau menunduk? Apa aku menyakitimu kalau iya tolong maafkan aku " Ucap Minato. Shina yang mendengar nya pun mendongak.
" Tidak kau tidak salah apa apa aku hanya menunduk membayangkan wanita yang kau sebutkan tadi " Ucap nya berbohong. Minato yang melihatnya pun hanya memandang nya datar.
" Aku tau kau berbohong Shina-san itu sangat jelas terlihat " Ucap Minato dengan nada datar. Shina yang mendengar nya pun hanya diam saja.
" Katakan lah Shina-san apa yang kau pikirkan? Jangan kau pendam sendiri " Ucap Minato lagi kepada Shina.
" Tidak aku tidak berbohong. Hm.. Minato kalau begitu aku keluar dulu ya " Ucap Shina yang langsung beranjak pergi meninggalkan kamar Minato.
Minato yang melihat nya hanya diam melihat Shina sudah pergi meninggalkan kamar yang dipakai nya saat ini.
Sedangkan Diluar kamar Minato terlihat saat ini Shina yang masih berdiam diri didepan pintu kamar Minato.
" Maaf Minato-kun aku berbohong padamu. Aku hanya tidak ingin mendengar ceritamu itu tentang wanita itu. Sakit sakit sekali rasanya saat aku melihatmu tersenyum sambil membayangkan wanita itu. Maaf Minato-kun maaf " Ucap terisak Shina yang tanpa sadar menggunakan suffiks- kun pada Minato lalu beranjak pergi keluar untuk mencari persediaan makan mereka nanti.
Skip di Hutan
Dihutan saat ini terlihat seorang perempuan berambut merah gelap sedang membawa keranjang yang sudah hampir terisi penuh.
Tapi sepertinya dia harus menjatuhkan kembali barang bawaannya tersebut karena tiba tiba terlihat sebuah lesatan lesatan tombak cahaya melesat ke arahnya.
Duuaaarrr
Bunyi ledakan dan terlihat asap tebal menghalangi pandangan. Setelah asap menipis kini terlihat tempat yang dipijaki Shina kini sudah rata dengan tanah.
Di kejauhan kini terlihat perempuan tadi yang sedang bersembunyi di salah satu pohon. Perempuan tadi yang melihat sebuah tombak cahaya pun membatin. ' Tombak cahaya? Tapi siapa apa Malaikat atau Malaikat Jatuh tapi aku rasa ini ulah Malaikat Jatuh ' batin Shina sambil mengatur napasnya.
Bagaimana Shina bisa berpindah cepat dari satu tempat ke tempat lain. Jawabannya Sihir.
Ya, Shina Uzumaki adalah seorang penyihir dari Klan Uzumaki. Tapi dia pergi dari desa nya dan menetap dihutan ini.
Sementara si penyerang tadi pun langsung keluar dari tempatnya. " Dimana dia? Apa dia sudah mati terkena Tombak cahaya tadi? " Ucap nya kepada teman temannya yang juga keluar dari tempat orang pertama tadi.
Shina yang melihat musuhnya sepertinya lengah mencoba menyerang tapi sebelum bisa menyerang tiba tiba dibelakang Shina muncul seorang pria dengan sayap hitamnya. Shina yang melihatnya pun melebarkan matanya.
Sementara di sebuah rumah sederhana terlihat kini Minato yang sedang berada diluar rumah. Dia saat ini sedang berlatih menggunakan pedang pemberian teman anaknya untuk diberikan kepada reinkarnasi anaknya.
Tapi sepertinya latihannya harus berhenti saat dia mendengar sebuah ledakan di sebelah timur rumah Shina.
Minato yang merasa penasaran sekaligus khawatir karena Shina belum pulang pun langsung bergegas menuju tempat ledakan tersebut.
Kembali di tempat Shina, terlihat saat ini dia yang sedang digendong oleh Pria yang muncul di belakangnya tadi. Terlihat pandangan matanya yang agak sayu dan kosong.
Tapi sepertinya perjalanan kelompok ini harus terhenti saat tiba tiba didepan mereka muncul pria berambut kuning membawa pedang menatap mereka dengan tatapan tajam.
" Lepaskan wanita itu! " Ucapnya penuh penekanan pada mereka. Mereka yang mendengar nya hanya menatap remeh pria ini.
" Kalau kami tidak mau bagaimana? Lagipula tubuh wanita ini sangat hot sayang kalau dilepaskan begitu saja dan juga Memang nya kau bisa apa Manusia? " Ucap remeh yang paling depan dan sepertinya dia ketuanya.
Minato yang mendengar nya pun geram dan juga agak bingung karena orang tersebut berbicara kepadanya dengan sebutan Manusia seolah orang yang membawa Shina bukan Manusia. ' memang nya orang ini bukan manusia ' Batin nya bingung.
" Kau berbicara seolah kau bukan Manusia. Jadi katakan makhluk apa kau ini? " Ucap Minato kepada mereka.
" Ohh... jadi kau ingin tahu baiklah aku akan memberi tahumu sebelum kematian menjemputmu Manusia! " Ucapnya yang setelahnya dibelakang punggung mereka muncul dua pasang sayap berwarna hitam.
Minato yang melihat nya pun terkejut walau dia bisa mengendalikan emosinya. ' Siapa mereka sebenarnya? Kenapa mereka mempunyai sayap? Oh Kami dunia apa ini sebenarnya ' Batin Minato.
" Perkenalkan namaku adalah Raziel, yang disampingku adalah Yaziel, lalu Sendai dan terakhir adalah Moziel dan kami semua adalah Malaikat Jatuh " Ucapnya yang setelahnya mereka pun langsung berkumpul dan bergaya dengan gaya yang konyol.
Minato yang melihatnya pun hanya sweatdrop melihat tingkah absurd orang yang mengaku Malaikat Jatuh ini. ' Apa apaan orang ini? Dan juga apa katanya Malaikat Jatuh apa mereka ini kesandung batu sampai mereka jatuh ' Batin Minato.
" Sudah cukup main mainnya saat nya kau mati Manusia! " Teriak ketuanya yang lalu mereka pun langsung menciptakan Light Spear dan melemparkan nya ke Manusia tersebut.
Minato yang melihat nya pun langsung mengeluarkan kunai khusus nya dan melemparkan kunainya ke arah mereka.
Malaikat Jatuh yang melihatnya hanya memandang remeh serangan Minato. " Hey Manusia mainan seperti itu tidak akan melukai kami " Ucap sang ketua Malaikat Jatuh remeh.
Minato yang mendengar nya pun hanya menyeringai tipis. Dan dia pun langsung membuat heandseal dengan cepat.
" Kunai Kage Bunshin no Jutsu " Bisik Minato yang setelahnya Kunai yang satu tadi langsung berganda menjadi banyak.
Mereka yang melihat nya hanya melebarkan matanya terkejut dengan kekuatan aneh milik Minato.
Trankk... Trankk.. Traankk
Hanya bunyi adu senjata lah yang menghiasi pertarungan tersebut. Para Malaikat Jatuh yang melihat nya pun geram karena serangan mereka bisa dihentikan dengan senjata yang mereka anggap mainan tadi.
" Sialan kau Manusia! Teman teman lempar Light Spear kalian lebih banyak lagi " Teriaknya kepada teman teman nya. Mereka yang mendengar nya pun hanya mengangguk lalu menciptakan kembali Light Spear tapi lebih banyak. " Serang!.. " Teriak sang ketua.
Whuussss
Bunyi sebuah lemparan sebuah tombak cahaya tadi dengan kecepatan yang tidak bisa dijangkau oleh mata telanjang.
Tapi berbeda dengan Minato yang melihat serangan tersebut dengan senyuman karena kecepatan tombak itu masih kalah dengan kecepatan nya.
" Hiraishin " Ucap nya lalu dia pun langsung menghilang dari pandangan mereka. Pasukan Malaikat jatuh yang melihatnya hanya melebarkan mata nya terkejut dan mereka pun langsung bersikap siaga takut jika musuhnya muncul di sekitar mereka.
Jraaashhh... Brukk..
Bunyi tebasan yang setelahnya tubuh tanpa kepala seseorang yang bernama sendai tersebut sudah tumbang. Mereka yang melihatnya pun marah dan melemparkan Light Spear nya dengan membabi buta.
Jraaasshhh... Arrrkkhh
Teriak seseorang yang bernama Moziel karena punggungnya ditebas dengan bentuk silang. Para Malaikat Jatuh yang melihat teman mereka kesakitan pun hanya berteriak khawatir tapi tiba tiba Minato muncul dibelakang Moziel.
Raziel yang melihat Minato akan membunuh Moziel pun langsung menciptakan Light Spear nya dan melemparkannya dengan sekuat tenaga. Minato yang melihatnya pun menggunakan tubuh Moziel sebagai tameng.
Jraasshh.. bruk
Dan terlihatlah tubuh tanpa kepala Moziel yang setelahnya pun langsung melebur. Raziel yang melihatnya pun menggertakan giginya marah. Yaziel yang melihat dua temannya mati pun agak gemetaran. Raziel yang melihatnya pun mencoba menenangkannya.
" Tenanglah kita tidak akan mati Manusia itu yang akan mati jadi tenang saja oke " Ucapnya menenangkan sedangkan Yaziel hanya mengangguk.
Jraaasshh.. Crooot...
Dan kini satu lagi musuh mati dengan mengenaskan yaitu kepala nya tertusuk kunai dari belakang sampai tembus kedepan dan memuncratkan darahnya. Dan yang lebih parahnya lagi dia mati didepan temannya sendiri dengan ekspresi yang akan membuat orang akan pingsan.
Raziel yang melihat Yaziel mati didepannya pun hanya melebarkan matanya dan akan muntah tapi dia harus dibuat terkejut dengan kedatangan Minato didepannya dengan membawa bola biru ditangannya. Raziel yang melihatnya pun hanya bisa pasrah.
" Rasengan " Teriak Minato yang langsung mengarahkan serangan nya ke perut lawan.
Zruuut.. Brakk..
Terdengar bunyi suara antara punggung dan batang pohon yang langsung membuat pohon tadi langsung roboh. Minato yang melihatnya pun langsung mendatanginya.
" Ohokk.. s-sial-an kau " Ucap kesakitan nya. Minato yang mendengar nya pun langsung membuat kembali Rasengan ditangannya. Raziel yang melihat nya pun hanya diam melihatnya.
" Ce-cepat bu-nuh aku " Ucapnya dengan nada kesakitan. Minato yang mendengar nya pun langsung mengarahkan Rasengan nya ke kepala nya.
Jraassshh
Dan kini terlihat sebuah tubuh dengan kepala nya yang sudah hilang. Minato yang melihat musuhnya sudah pada mati walau dengan keadaan mengenaskan pun hanya menghela napas lega.
Minato pun mengalihkan pandangannya ke arah lain mencari Shina dan kini terlihat sebuah tubuh yang tertidur dengan keadaan terikat. Minato yang melihat nya pun langsung berlari ketempat tubuh Shina.
" Shina-chan apa kau baik baik saja? " Ucap Minato khawatir sampai tidak menyadari kalau dia sudah memberi panggilan dengan Suffiks Chan pada Shina. Shina yang mendengar nya pun membuka mata nya walau pandangan matanya agak sayu.
" M-Mina-kun a-apakah itu kau? " Tanya yang langsung dijawab dengan anggukan. Shina yang melihatnya pun hanya tersenyum. Minato yang melihat tali masih terikat ditubuh Shina pun langsung melepaskan ikatannya.
" Ayo Shina-chan bangunlah kita pulang sekarang " Ucapnya mencoba membantu Shina bangun tapi baru ingin bangun Shina pun mengerang kesakitan merasakan sakit dikakinya. Minato yang melihatnya pun langsung menggendong Shina dengan Bridal Style.
Shina yang melihat posisinya dengan Minato saat ini pun wajahnya langsung memerah. Minato yang melihat nya hanya diam dan mereka pun langsung pergi dengan berlari diantara cabang pohon.
Shina yang melihat Minato hanya diam mencoba berbicara. " Hm M-Minato-kun bagaimana kau bisa menemukanku? " Tanya gugup Shina, Minato yang mendengar nya pun menjawab.
" Hm pada saat aku sedang latihan di halaman rumah mu aku melihat sebuah ledakan di sebelah timur, karena merasa khawatir aku pun mengecek kesana karena pada saat ledakan itu kau juga tidak ada dirumah. Pada saat aku sampai aku melihat keadaan tempat itu yang sangat kacau. Dan juga saat aku sedang memeriksa tempat itu aku melihat helaian helaian rambut berwarna merah ini di bekas pertarungan tadi dan juga aku melihat sebuah jejak kaki jadinya aku mengikuti jejak kaki itu dan aku pun bertemu dengan mu dan membunuh para gagak tadi yang mengaku Malaikat Jatuh " Ucapnya mengakhiri penjelasan nya.
Shina yang mendengar nya pun memerah wajahnya mendengar kalau Minato sangat khawatir padanya.
" Apa aku sangat berharga bagimu? " Tanya Shina kepada Minato. Minato yang mendengar nya pun berhenti tepat dipucuk pohon itu tanpa kehilangan keseimbangan.
Whuusss
Bunyi semilir angin yang menerbangkan daun daun pohon itu bahkan juga menerbangkan rabut kedua insan ini.
" Apa kau sangat berharga bagiku? Ya kau sangat berharga bagiku. Dan mungkin ini terlalu cepat karena kita baru saja bertemu bahkan kita baru bertemu satu hari tapi aku akan jujur pada mu " Ucapnya sebelum dia menghembuskan napasnya dan berbicara kembali.
" Aku sangat mencintaimu dan aku ingin kau menjadi kekasihku atau bila perlu kita langsung saja menikah " Ucapnya dengan wajah agak memerah. Shina yang mendengar nya pun wajah nya langsung memerah padam mendengar pernyataan cinta Minato.
" I-Itu hm s-sebenarnya aku juga sangat mencintaimu dan aku juga mau menjadi kekasihmu " Ucapnya dengan wajah yang dibenamkan kedada Minato.
Minato yang mendengar nya pun tersenyum tapi dia kembali dengan wajah serius nya. " Apa benar kau sangat mencintaiku Shina-chan? Apa alasan mu mencintaiku? " Tanya Minato. Shina yang mendengar pertanyaan tersebut pun langsung menjawab.
" Aku mencintai Minato-kun karena Minato-kun adalah orang baik, sopan, lalu Minato-kun mempunyai jiwa kepemimpinan yang bisa memimpin rumah tangga jika nanti kita menikah dan juga aku semakin mencintaimu saat kau menolong ku ini " Ucapnya dengan wajah memerah malu. Minato yang mendengar nya pun bertanya lagi.
" Hm bukan karena ketampanan, kekuatan, atau kekayaan? " Tanyanya kembali. Shina pun kembali menjawab.
" Tidak ketampanan mu itu hanya bonus saja lalu kekuatan tidak, justru aku berharap jika dunia ini tidak ada yang namanya kekuatan dan satu lagi kekayaan itu tidak penting karna yang penting bagiku adalah Minato-kun yang selalu berada di sisiku " Ucapnya dengan mantap. Minato yang mendengar nya pun hanya tersenyum.
" Dasar kau ini, kau itu masih lah na'if ya " Ucapnya sedikit terkekeh kepada Shina. Shina yang mendengar nya pun hanya menepuk pelan dada Minato nya ini.
" Baiklah lebih baik kita langsung kembali kerumah dan kau harus menjelaskan tentang dunia ini kepada ku termasuk makhluk tadi atau tidak semua makhluk yang ada didunia ini dan mungkin kekuatan kekuatan yang ada didunia ini karena aku yakin kau mempunyai kaitan dengan makhluk tadi " Ucapnya kepada Shina yang kembali melanjutkan jalannya yang sempat tertunda.
" Huh baiklah aku sudah tidak sabar " Ucap Shina dengan nada malas lalu dia pun kembali membenamkan kepalanya di dada Minato mencoba tertidur. Dan perjalanan itu pun kembali harus diisi dengan keheningan.
Skip di Rumah
Saat ini disebuah rumah terlihat dua orang berbeda gender sedang duduk berhadapan. Terlihat sepertinya mereka berdua akan terlibat pembicaraan yang serius. Minato yang melihat Shina diam saja pun berbicara.
" Hm Shina-chan bisakah kau menjelaskannya sekarang " Ucap Minato kepada Shina. Shina yang mendengar nya pun hanya diam menatap malas Minato.
" Apakah harus? Jujur saja aku saat ini sedang malas bercerita Minato-kun jadi bisakah kita menunda nya sampai besok? " Tanya nya penuh harap agar ceritanya besok saja. Minato yang mendengar nya pun menatap nya tajam yang langsung membuat nya gugup.
" Oh begitu ya, hm baiklah tapi jangan salahkan aku saat besok pagi kau bangun kau tidak akan menemukanku " Ucapnya yang langsung beranjak pergi mencoba meninggalkan ruangan itu, Shina yang mendengar nya pun terkejut.
" Tunggu Minato-kun hm sepertinya aku sudah kembali bugar jadi ayo kita bercerita " Ucapnya bersemangat kembali. Minato yang mendengar nya pun hanya tersenyum kemenangan.
" Hm baiklah jadi dari mana aku memulai nya ya. Ah baiklah cerita ini dimulai saat Kami-sama selesai menciptakan seorang Manusia yang bernama Adam. Kami-sama pun langsung menyuruh para Malaikat nya untuk menunduk pada Adam, mereka semua pun menunduk tapi ada satu yang tidak menuruti perintahnya dia adalah Lucifer seorang Malaikat yang disayang Kami-sama dan juga seorang Raja Iblis di Underworld. " Ucap Shina berhenti sebentar mencoba membuat Minato mencerna penjelasannya.
" Lucifer tidak menunduk karena dia merasa dia lebih mulia dari pada Manusia bernama Adam ini. Kami-sama yang melihatnya pun langsung membuang nya ke Underworld dan merubahnya menjadi Iblis dan memerintahkan nya untuk menjaga Underworld. Lucifer yang mendengar perintahnya pun melaksanakan nya walau dia harus jatuh.
Beberapa tahun kemudian populasi Iblis pun meningkat dan mereka pun membuat pemerintahan di Underworld dan menjadikan Lucifer menjadi Raja Iblis. Tapi pada tahun yang sama para Malaikat yang ada disurga juga agak menurun populasinya karena para Malaikat tersebut juga jatuh dan menjadikan mereka Malaikat Jatuh.
Dan juga didunia ini banyak sekali makhluk selain Manusia yaitu Iblis, Malaikat, Malaikat Jatuh, Youkai, Vampire, Penyihir, Dewa, Naga yang sudah hampir punah, WereWolf, dan banyak lagi dan tentang kekuatan aku tidak tahu secara spesifik tapi aku tahu kalau Kami-sama menciptakan berkah yaitu Sacred Gear kepada Manusia. Hanya itu yang bisa aku jelaskan " Jelas Shina sambil mengakhiri penjelasan panjangnya.
Minato yang mendengar semua penjelasan Shina pun hanya terkejut karena dunia ini menurut nya sangat menarik walau dia hampir tidak mempercayainya.
" Hm baiklah aku mengerti, hm dan bukannya kau ini seorang penyihir juga. Jadi apakah Klan Uzumaki itu adalah Klan Penyihir? " Tanya Minato kepada Shina. Shina yang mendengar nya hanya diam menunduk.
" Hm ano Shina-chan apa kau tidak apa apa? Kenapa kau diam saja " Tanya Minato.
" Tidak.. tidak apa apa aku tidak apa apa tenang saja okee " Ucapnya tersenyum dengan getir.
" Jangan. Pernah. Berbohong. Padaku " Ucap Minato dengan penuh penekanan. Shina yang mendengar nya hanya tersentak.
" I-itu sebenarnya ya Klan Uzumaki adalah Klan penyihir dan kekuatan Klan Uzumaki adalah Rantai Sihir, mereka juga bisa Sihir Elemen, dan yang lebih hebatnya mereka juga akan mendapatkan kekuatan Khusus yang berbeda beda. Contohnya aku ini aku mempunyai kemampuan Khusus untuk membuat lubang dimensi dan berpindah dengan cepat, lubang ini lebih cepat dari lingkaran sihir " Jelasnya kepada Minato masih dengan senyum getirnya.
" Lalu kenapa kau bersedih? Apa kekuatan mu ini mengganggu mu? " Tanya Minato kepada Shina.
" Ya dulu aku pernah diabaikan oleh keluarga ku karena kakak ku saat itu lebih cepat mengaktifkan kekuatan khusus nya dari padaku maka mereka melatih kakak ku dan mereka menganggap aku tidak mempunyai kekuatan khusus dan dianggap aib karena semua Klan Uzumaki mempunyai kemampuan khusus " Ucapnya dengan air mata yang mengalir di wajahnya.
" Karena tidak tahan aku pun pergi dari desa Klan Uzumaki dan menetap disini sampai aku mengaktifkan kekuatan khusus ini " Ucapnya dengan terisak. Minato yang tidak tahan melihat Shina menangis pun memeluknya mencoba menenangkannya.
" Tenanglah aku ada disini, aku akan selalu berada disampingmu dan tidak akan pernah meninggalkanmu dan juga aku akan selalu melindungimu dari apa pun " Ucapnya kepada Shina. Shina yang mendengar nya pun hanya tersenyum bahagia.
" Lagipula kekuatan lubang dimensi mu itu sepertinya hebat dan jika orang tuamu tahu mereka pasti menyesal " Ucapnya yang membuat Shina bertambah tersenyum. Minato yang melihat Shina tersenyum kembali pun juga ikut tersenyum.
" Jadi jangan pernah bersedih lagi karna jika kau menangis cantikmu hilang " Ucapnya agak bercanda. Shina yang mendengar nya hanya memukul pelan dada Minato.
" Baka.. dan juga terima kasih untuk semuanya " Ucapnya.
" Kenapa malah kau yang berterima kasih harusnya aku yang berterima kasih kepadamu selama ini kau lah yang merawatku, memperbolehkan aku tinggal disini, dan juga menjadi kekasihku " Ucapnya kepada Shina.
" Dan juga aku ingin jujur padamu dan aku mohon jangan marah padaku " Ucap Minato sedangkan dengan Shina dia hanya mengangguk.
" Sebenarnya aku ini berasal dari dimensi lain. Dunia ku yang dulu sudah hancur dihantam oleh Bulan karena ulah musuh besar anakku " Ucapnya kepada Shina yang saat ini sangat terkejut.
" Apa maksud mu? Anak mu jadi kau sudah punya anak! " Teriak Shina kepada Minato. Minato yang mendengar teriakan tersebut pun menyuruh Shina berhenti berteriak.
" Shina bisakah kau tidak teriak teriak " Ucap Minato kepada Shina. Shina yang mendengar nya hanya menatap tajam dirinya.
" Apa katamu! Kau beraninya kau selingkuh padaku " Ucapnya garang.
" Shina dengarkan! Tolong biarkan aku jelaskan secara menyeluruh padamu oke " Ucapnya yang agak berteriak di awal. Shina yang mendengar nya pun hanya diam sambil menatap tajam Minato. Serasa sudah tenang Minato pun langsung menjelaskan.
" baiklah seperti yang sudah kau dengar dunia ku sudah hancur karena ulah musuh besar kami tapi mereka sudah pergi dan berada disini. Dan aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi, namaku adalah Namikaze Minato seorang pemimpin keempat didesa dimensi ku dan juga pahlawan perang dunia Shinobi ke 3 dan juga ayah dari Namikaze Naruto dan suami Namikaze Shina.
Aku mati pada saat kelahiran anakku karena monster yang ada didalam tubuh Shina keluar dan menyerang desa. Aku pun menyegel nya kembali monster tersebut di dalam tubuh anakku dan yah aku mati dengan istriku sampai aku dibangkitkan kembali pada saat perang dunia Shinobi ke 4 dan akhirnya aku dikirim oleh pemimpin ke 2 di desa ku dan pendiri Shinobi dan aku pun sampai disini " Jelas nya. Shina yang mendengar cerita Minato pun hanya terkejut.
" Jadi kau sudah mati tapi dibangkitkan lagi dan dikirim kesini oleh pemimpin mu. Lalu bagaimana dengan anakmu itu? Dan monster apa itu? Dan juga nama istrimu sama dengan namaku " Ucap dan Tanya Shina kepada Minato. Minato yang mendengar pertanyaan tersebut hanya Sweatdrop.
" Bisakah kau menanyakan satu satu Shina-chan " Ucapnya agak jengkel sedangkan dengan Shina dia hanya cengengesan tidak jelas.
" Sudah jawab saja " Ucapnya yang membuat Minato menghela napas.
" Baiklah.. hm ya aku dibangkitkan kembali dan dikirim kesini lalu anak ku sudah mati dipertempuran tersebut dan ya nama istriku memang sama dengan namamu. Awalnya aku juga terkejut tapi mungkin Shina-chan didimensi ku bereinkarnasi didalam tubuhmu dan Monster apa yang ada didalam tubuh anakku dia adalah Kyuubi no Yokou didimensi ku dan jangan samakan Kyuubi yang ada disini dengan Kyuubi dimensiku " Ucapnya yang setelahnya hanya keheningan yang terjadi.
Minato yang merasa jengah dengan keheningan ini pun berinisiatif berbicara. " Hm.. apakah kau tidak marah Shina-chan setelah mendengar cerita ku ini? " Tanya Minato kepada Shina. Shina yang mendengar nya awalnya diam tapi setelah beberapa saat dia pun berbicara.
" Untuk apa aku marah padamu Minato-kun. Yah memang awalnya aku ini sangat marah padamu karena mempunyai istri dan tidak mengatakan nya padaku tap setelah mendengar ceritamu barusan aku mengerti. Jadi aku tidak marah padamu " Ucapnya membuat Minato bahagia.
" Tapi jangan bahagia dulu aku akan menghukum mu karena sudah membohongiku jadi bersiaplah. " Ucapnya yang setelahnya terdengar lah pemukulan yang terjadi dirumah tersebut.
Benar benar hari yang indah bagi Minato.
.
.
Skip 2 Tahun
Sudah dua tahun sejak kejadian penculikan Shina Uzumaki dan yang membawa kedua insan ini bersatu. Terlihat saat ini mereka sedang berada di halaman rumah mereka melihat kebun bunga yang dirawat Shina Uzumaki. Terlihat perut Shina Uzumaki yang saat ini agak mengembung karena saat ini dia tengah hamil.
Yah tahun lalu mereka sudah melangsungkan pernikahan di gereja terdekat di salah satu desa tersebut. Dan saat ini Shina sedang mengandung anak Minato yang tinggal seminggu lagi akan lahir.
" Sebentar lagi kau akan lahir dan akan membuat kami menjadi orang tuamu semoga saja kau lahir dengan selamat " Harap Minato sambil mengelus perut Shina. Shina yang mendengar nya hanya tersenyum tapi tiba tiba Shina merasakan sakit diperutnya.
" Akhh.. M-Minato-kun sa-sakit sepertinya bayi akhh.. nya ingin keluar AKKHH!.. " Teriak kesakitan Shina. Minato yang melihatnya pun langsung menggendong Shina dan menaruhnya di atas ranjang mereka. Minato yang melihat Shina tambah kesakitan pun langsung pergi mencari dokter dan membawanya ke rumah.
" Shina-chan kau tunggu disini sebentar ya aku akan mencarikan dokter untuk mu jadi tunggulah sebentar " Ucapnya yang setelahnya dia pun menghilang dalam kilatan kuning.
Beberapa saat kemudian terlihat sebuah kilatan kuning yang muncul di dalam kamar tersebut. Terlihat Minato yang saat ini sedang membawa dokter yang mereka kenal. Dokter yang memeriksa kandungan Shina dan dokter itu juga tahu kalau mereka punya kekuatan. Dia adalah dokter Matsuri teman dekat mereka.
Matsuri yang melihat temannya kesakitan pun langsung memulai proses melahirkan. Terlihat saat ini Shina yang tubuhnya sudah berkeringat karena proses melahirkan ini. Sudah beberapa jam proses melahirkan ini dimulai dan bayinya juga belum keluar keluar tapi tiba tiba terdengar bunyi suara tangisan bayi.
Minato yang melihat anaknya sudah lahir pun hanya diam tapip berbeda dengan wajahnya yang sudah menampilkan ekspresi bahagia. Shina yang melihat anaknya sudah lahir pun mencoba menggendongnya yang langsung diberikan oleh Matsuri setelah bayinya dibersihkan.
" Shina-chan terima kasih kau sudah melahirkan anak kita aku mencintai kalian berdua " Ucapnya dengan bahagia. Shina yang melihatnya hanya tersenyum lalu bertanya pada Minato.
" Jadi Minato-kun apakah kau sudah menentukan nama untuk anak kita? " Tanya Shina kepada Minato. Minato yang mendengar nya hanya tersenyum dan mengangguk.
" Ya aku sudah menentukan nama untuk anak kita " Ucap Minato sedangkan dengan Shina dia hanya diam penasaran dengan Minato.
" Namanya adalah Namikaze Naruto " Ucap Minato sambil tersenyum yang membuat Shina juga ikut tersenyum.
.
To Be Continued
.
Halo Readers-san ketemu lagi bersama saya . Jadi bagaimana dengan Chapter kali ini bagus kah? Jelekkah? Atau biasa biasa saja? Tapi itu terserah pada Readers-san menilai nya.
Dan juga tentang cerita sejarah DxD itu adalah pemikiran saya sendiri jadi maaf jika salah, lalu untuk Klan Uzumaki disini saya buat menjadi Klan Penyihir dan di dunia Shinobi tidak ada Uzumaki.
Dan juga saya mohon untuk para Readers-san untuk memberi saran dan kritik pada cerita ini bagus atau tidaknya karena setidaknya saya tahu letak kesalahan saya. Jadi saya harap para reader-san yang sudah membaca tolong luangkan sedikit waktu untuk me-Review cerita ini.
.
Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan sampai ketemu di Chapter selanjutnya di TYOD {Re-Make}.
.
Salam Fanfiction. ^_^
