Part 2

A/N: Chapter kali ini saya sendiri yg buat tanpa campur tangan siapapun dan waktu itu saya sedang banyak pikiran, jadi maaf kalau lbh garing dari chapter sebelumnya.

Warning: Di fanfic ini bakal ada OOC, dan spoiler bagi yg belum selesai main Persona 3 Fes. Karena P3 sedang syuting maka P4 jadi crew syuting. Dan urutan kejadiannya tidak urut tergantung kapan munculnya ide gila dari Author. Maaf kalau chara lain agak terlupakan, ntar dapet giliran kok.

Disclaimer: Kalau Persona 3 Fes dan Persona 3 Portable punya saya semua cowo cakep disitu sudah saya jadikan harem! MWAHAHAHA~ *dihajar massal*

By: Me


Keesokan harinya setelah Part 1

Souji: "Yooosh... Ayo hari ini kita sukseskan syuting adegan yang tersisa!" (kali ini ga pake toa) 'moga-moga aja ga ada kejadian aneh kayak kemarin' "Semua aktor dan aktris sudah siap?"

Minato&Minako: "Kami siap!"

Elizabeth&Theo "Kami juga!"

Souji: "Bagaimana dengan kru P4?

Kanji: "Setting tempat battle beres!" *thumbs up*

Chie+Yukiko: "Para aktris dan aktor juga sudah selesai dirias" *thumbs up*

Yosuke: "..." *diem*

Souji: "YOSUKEE~!" *pake toa*

Yosuke: "Whoa! Eh, Hah? Umm..." *celingak-celinguk*

Chie: *bahasa isyarat* "Hapus iler lu bego!"

Souji: "Jangan enak-enakan tidur! Bagaimana dengan BGM & sound efeknya?"

Yosuke: "Owh, udah siap bos!" *thumbs up* 'cih, padahal tadi lg mimpi liat Chie pake baju renang'

Chie yang entah kenapa bisa menebak pikiran Yosuke langsung memberikan 'hadiah' berupa Galantic Punt trademark miliknya.

Chie: "Jangan mimpi yang aneh-aneh, Yosukee!" yang bersangkutan tidak menjawab karena sudah berada di atap Paulownia Mall

Souji: "Chie! Jangan terbangkan dia sejauh itu, ntar siapa yang mengurus BGM?"

Chie: "Lo mau juga?" *pose Galantic Punt*

Souji: "Waaa... Ampun!" *sujud ma Chie*

Chie: "Baiklah, tapi ntar belikan steak!"

Souji: "Oke oke" *pasrah*

All Crew: 'Souji ternyata mau juga diperbudak'

Souji: "Kalian jangan diam saja, cepat turunkan Yosuke!"

All Crew: "Baiik" *males mode*

Setelah Yosuke diturunkan dari atap Paulownia Mall syuting dimulai

Scene 6 (lanjutan kemarin)

Take 1

Setting: (Saat pertarungan antara Minato VS Elizabeth)

Souji: "Yos, cepet pasang BGM 'Unavoidable Battle'!" (A/N: kalau yg belum tahu silahkan lihat di youtube/donlot lagunya)

Yosuke: *kesal krn habis ditendang Chie* "Oke oke" 'seenaknya aja merintah'

BGM: Unavoidable Battle

Minato's turn: "Orpheus Thelos! Mind Charge!"

Elizabeth's turn: "Jangan khawatir, aku tidak serapuh seperti yang terlihat... Coba bunuh aku kalau bisa" *strike attack* "HIYAH!" *mw cast maragidyne* "Your faith is in the card" *menghancurkan kartu* . . . . . . .

. . . . . . . Hening . . . . . . .

Minato: *cengo*

Elizabeth: " ... Lho..?" (dia nyoba lagi) "Persona!"

. . . . . . Hening . . . . . .

All Crew: "..." *speechless*

Souji: "Elizabeth, yang kau ambil dari compendium itu kartu remi bukan kartu tarot" =_="

Elizabeth: "Ehehe, tadi malam habis main maling-malingan ma Margaret nee-sama. Dia kalah en mau bakar kartunya jadi aku simpan di compendium biar ga diambil" *menjulurkan lidah+garuk belakang kepalanya yg ga gatal*

Souji: "Ugh, penyakit jantungku..." *megang dada*

Rise: "Senpai, bertahanlah!" *panik*

Break Time

Teddie: *mendekati Souji* "Sensei, kenapa Teddie jarang muncul?"

Souji: "Mene Ketehek, kaukan penulis naskah jadi mana perlu muncul." *menghampiri Eli*

Yosuke: "Dasar beruang berisik! Dari tadi kerjanya mengeluh terus. Sono bantu Kanji!" perintahnya seenak jidat

Teddie: *pundung dipojokan*

Yukiko: "Teddie sabar yah, ayo kita main dulu sambil nunggu giliran syuting" *ngelus kepala Teddie*

Teddie: "Raaawrr... Kalau begitu Yuki-Chan mau 'scoring' dengan Teddie?"

Yukiko yang tidak suka dengan kata 'scoring' pun memberikan stempel telapak tangan di pipi Teddie dan pergi gitu aja.

Chie: *megang minuman* "Sudah kubilangkan? Jangan mengucapkan kata-kata 'tabu' itu di depannya" *sweatdropped*

Teddie: "Huaa.. Nasib Teddie malang sekali, sudah ditampar Yuki-Chan+jarang muncul di syu—AHA!" karena kaget dengan teriakan Teddie yang tiba-tiba Chie spontan menyemprotkan minumannya (A: eww)

Chie: 'Sabar Chie, sabar' (sebenernya sih dia udah gemas pengen nendang Teddie terbukti dari boneka Teddie yang melenyok dia remas dibelakangnya) "Kenapa Ted?"

Teddie: "Tiba-tiba Teddie punya ide brilian, kuma!"

Chie: "Ide apa?"

Teddie: "Rahasia, kuma! Chie-chan bakal tahu nanti, kuma!" *siul-siul*

Chie cuma bingung aja liat Teddie senyum-senyum gaje sambil nyiapin sesuatu yang meninggalkan tanda tanya besar diatas kepala Chie.

Sementara itu...

Souji: "Elizabeth, cek lagi isi compendiummu biar tidak tertukar!"

Elizabeth: "Sudah bos! Kartu remi sudah kusimpan di compendium Minato-sama" *thumbs up*

Souji: "Bweh, itu mah sama aja donk! Sudah cepat simpan ditempat lain selain compendium atau kubakar!"

Elizabeth: "Ampun bos *sujud*, oke saya simpan dulu *hiks*" *berjalan ke Velvet Room meninggalkan buku compendiumnya begitu saja*

Teddie: *keluar dari persembunyiannya* "Khu khu khu, rencana sukses" *evil laugh*

Waktu istirahat selesai dan syuting dilanjutkan

Souji: "Baik semua artis, standby ditempat masing-masing. Semua kru, tugasnya sudah siap?"

Yosuke: "BGM & sound system (weleh!) ok!" *thumbs up*

Chie&Yukiko: "Para artis juga sudah selesai dirias" *thumbs up*

Kanji: "Setting tempat battle juga sudah beres" *thumbs up*

Souji: "Kalau semua siap kita lanjutkan Ta—"

Rise: "Senpai, Rise juga sudah buatkan 'kare cinta' untuk senpai!" *megang piring kare*

Souji pun menelan ludah melihat 'kare cinta' yang diaku Rise terbuat dari tepung, garam, foie grass, paprika merah, paprika hijau, cabe rawit hujau, cabe rawit merah mengeluarkan letupan kecil.

Souji: "Terima kasih atas kebaikanmu Rise *senyum paksa* tapi aku su—" *bergeridik*

Rise: "Ahh, senpai malu-malu manisnya... Aaa.." *membuka paksa & menyuapkan sesendok ke dalam mulut Souji*

Pada detik itu juga kepala Souji mengeluarkan asap layaknya gunung berapi siap meletus lalu pingsan yang menyebabkan syuting ditunda.

Setelah dia sadar Scene 6 dilanjutkan

Take 2

BGM: Unavoidable Battle

Minato's turn: *pierce attack* "HAAA!"

Elizabeth's turn: *cast mamudoon* "Persona!"

Dan yang terjadi setelah itu benar-benar membuat semua kru BACA: SEMUA termasuk Souji&Minato jatuh anime style karena yang muncul adalah...

Teddie: *bergaya kyk Alice mw ngeluarin mamudoon* "Gimme your heart!" *memancarkan kilau pesonanya* (A:silau men!*pake kacamata item*)

Teddie yang memakai kostum Alice & berdandan seperti waktu festival YHS!

Souji(udah bangun): "ELIZABETH! Kan sudah kubilang cek dulu compendiummu!" *marah*

Elizabeth: *membantah* "Tapi sudah aku cek kok, hmm..?" *liat daftar compendium* "Lho, kok gambar persona Alice ga kayak biasanya?" *bingung* (gambarnya Teddie lg close up peace, yg asli Alice berdiri menghadap kesamping)

Teddie: "Hehe, tadi Teddie tukar kartunya dengan kartu tarot bergambar Teddie, teehee" *cengir*

All Crew: "TEEDDIEEE~!" *mengeluarkan dark aura yg mirip Thanatos*

Take 3 berjalan lancar setelah Teddie diikat di Tartarus bagian Monad untuk dijadikan persembahan pemanggilan Death.

Di saat yang bersamaan syuting P3Portable juga dimulai

Scene 7

Setting: Theo VS Minako

Minako's turn: *slash attack* "HEYAA!"

Theo's turn: "Abaddon! Eerie Sound" saat seekor(?) persona yg seperti kadal tanpa tubuh membuka mulutnya buat cast Eerie Sound, bau menyengat pun menyelimuti arena battle

Minako: *tumbang*

All Crew: *sekarat*

All Properties: PRANG! PRANG! DUAR! PLOK(?)! PYAAARR!

Souji: "Theo! Kok pas Abaddon buka mulut jadi bau pete sih? Ga pernah kamu bersihin ya?" *pake gas mask*

Theo: "Maaf Souji-sama, tapi tiap hari sudah saya sikat pake odol, detergen, en sabun cuci" *smile*

Souji: "Lah, terus napa bau pete gini?"

Minako(udah bangun): "Eh, tapi bukannya persona itu cerminan dari pemiliknya? Berarti... Theo!" *nunjuk Theo*

All: *deathglare*

Theo: "Salahin Elizabeth nee-sama donk! Waktu istirahat tadi saya dipaksa makan oseng-oseng pete buatannya" *nunjuk Elizabeth*

Elizabeth: "Theo! Jangan dibongkar donk! Jadi malu nih..." *blushing*

All: "Malu... MALU GUNDULMU!"

After Shooting

Souji: "Minna, otsukaresamadeshita!"

All: "Otsukare..." *ninggalin lokasi syuting gitu aja*

Souji: "WOOY! SAPE BILANG UDAH BOLEH PULANG? BERESIN PERALATAN SYUTING SONO!" *pake toa*

Yukiko: "Duuhh... Kan gue mw spa en menipedi"

Chie: "Gue pengen cepet maem steak!" *ngiler*

Yosuke: "Gue ada kerjaan di Junes" *make celemek*

S.E.E.S: "Kami juga mw siap-siap sekolah besok" *cuek*

Kanji: "Gue mw nglanjutin buat boneka" *megang boneka ke101 yg dia buat*

All: "Dasar tepung banci!"

Kanji: "Sialan lu pade! Sape yg tepung banci? Nama gue KANJI! *tereak2 kyk mak2 rebutan sale*

All: *liat 1 ma lain en ngangguk* "APAA? TEPUNG KANCI?

Kanji: "Nama gue KANJI bukan KANCI!" *pake toa*

All: "Halah, sama aja kan cuma belakangnya kita ganti 'ji' jadi 'ci' singkatan dari KANJI BANCI!"

Kanji: "GUE BUKAN BANCIII~!" *lari sambil nangis manggil emaknye*

S.E.E.S: "Udah, biarkan aja banci itu. Semua bubar!"

Souji: "WOY! Jangan kabur! *mentung kru satu2 pk naskah* "Cepet beresin!"

All: "Olrait, olrait." *beresin bag. masing2*

Setelah mereka membereskan tempat syuting semua kompak nodong Souji en heading toward to resto 5 star (souji:duitku*hic*)

Perjalanan ke restoran

Yukiko: "Hmm..." *menggumam* Yukiko menggumam agak keras sampe nyadarin yg laen.

Fuuka(baru muncul): "Coba cek barangmu, mungkin ada yg tertinggal?" *khawatir*

Yukiko: *ngecek tasnya* "Semua udah ada kok, tapi apa yg ketinggalan ya?" *bingung*

Chie: "Don't worry, eperiting wil bi ok!(everything will be ok)" *thumbs meyakinkan Yukiko*

Yukiko: "Eer, baiklah..." *lari nyusul yg lain*

Sementara itu dipuncak Monad

Teddie: "Huaaa.. Eperiwan, helep mii~!(everyone, help mee~!) *sok inggris tp ga bs* "Teddie lapar, gimana kalo Teddie mati kelaparan?" *hic* "Teddie takut, kuma" *nangis*

Karena udah ada 'sacrifice' en perasaan manusia yg takut akan kematian, syarat pemanggilan Death lengkap. Muncullah Nyx Avatar yg ga lain adl Ryoji Mochizuki versi banci (diAOA Ryoji FG).

Nyx Avatar: "Kau... memanggilku?" *smile arogantly"

Se-gentle-gentleman-nya Teddie (dulu dia ngaku klo gentleman sejati) mentalnya langsung down pas liat Nyx Avatar yg bkin dia ngompol dicelana (A:ngakunya gentle tp kok ngompol?payah lu!)

Setelah itu nasib Teddie tidak dijelaskan di fic ini karena terlalu mengenaskan.

TSUZUKU~

Note: Yooosh... meski sudah tidak ada partner, akhirnya kelar juga part 2. Kalau berkenan mohon review sekalian beri masukan biar fic selanjutnya lebih bagus. Sekali lagi saya minta maaf kalau lebih garing, kesalahan ini akan saya perbaiki di part selanjutnya. Terima kasih sudah mau review~ ^^