Hai hai~~
Gomen gomen gomen gomennasai baru update fic ini setelah setahun lebih lamanya.. T^T
Setahun kemaren berhubung saya masuk di tahun ke dua di SMA dan udah penjurusan, saya jadi disibukkan sama kegiatan-kegiatan sekolah yang bejibun ga keruan jadi ga sempet ngurusin ini.. *kok malah jadi curhat?*
Finally saya bisa update sekarang dan saya usahain kedepannya bakal saya selesain dulu sebelum kembali hiatus.. :')
Makasih banyak buat pengertiannya, minna..
Sincerely, DarkVoca ^^v
Ohiya ini balesan review buat chapter sebelumnya,,
Hana christy samanta : Arigatou buat sarannya, gomen pas itu emang ada human error. Btw, makasih udah menyempatkan diri buat baca fic ini~ (/^o^)/
Ayano Suzune : Arigatou buat sarannyaa~ maklum pas itu emang ada human error. Gomenne baru bisa update sekarang. Enjoy reading~ (/o)/
Rinyuuaru : Hehehehe aku tau kok ini siapa.. :p Makasih kaa udah baca fic ku, gomen baru bisa update sekarang~ (^w^)v
Dan buat semua reader termasuk para silent reader, this is it the second chapter, hope you like it, happy reading~
~ o_O ~
Izinkan Aku Mencintaimu
Disclaimer :Vocaloid belongs to Crypton, This story belongs to Me~
Warning :OOC, typo(s) bertebaran,
Don't Like? Don't Read~!
Chapter 2 : Kaito's POV
~ o_O ~
Hajimemashite, namaku Kaito. Aku baru saja lulus SMA tahun ini. Sebenarnya aku mendambakan libur panjang sehabis ujian akhir, tapi apa daya karena aku harus mengikuti ujian masuk universitas mau tak mau waktu berliburku harus kuhabiskan dengan les tambahan.
Hari ini hari kamis, seperti biasa aku bangun dengan malas dari kasur empukku, namun ada hal aneh yang terjadi, aku melihat adik kembarku, Rin dan Len, sedang ribut berebut giliran untuk memakai wastafel. 'bukankah harusnya jam segini mereka sudah berangkat sekolah?' batinku.
"Ohayou, Onii-san!" Ucap mereka berbarengan.
"Ohayou~ Nee, mengapa kalian masih di rumah? Bukankah kalian seharusnya sekolah?" Tanyaku heran.
"Ayolah, Kaito-nii, mau sampai kapan kau terperangkap di alam mimpimu? Hari ini hari libur nasional!" Ujar Len dengan sedikit menekankan kata alam mimpi.
"Hee? Hontooni?!" Ujarku kaget.
"Lihat saja di kalender~" Ujar Rin yang baru selesai menggunakan wastafel. Akupun langsung mengecek kalender di dekatku. Ternyata benar, hari ini hari libur nasional.
'Kuso! Hari ini libur nasional dan aku masih harus berangkat les?' batinku kesal. Akhirnya aku langsung menyambar handukku dan bergegas mandi.
"Eto, Kaito-nii, tumben sekali kau mau mandi sepagi ini?" Tanya Rin.
"Aku harus berangkat les." Jawabku sedikit ketus.
"Tapi kan sekarang sedang libur? Lagipula tadi Mi──" Tanya Len terpotong.
"Urusai~! Kau tahu, aku pun sangat malas!" Jawabku malas sambil menyalakan shower. Setelahnya aku sudah tidak mendengar suara ocehan Len yang omongannya kupotong.
~ o_O ~
Setelah selesai mandi dan beres-beres, akupun bergegas berangkat. Sesaat kulihat Rin dan Len sedang sibuk melihat-lihat buku resep masakan. 'apa yang ingin mereka lakukan?' batinku. Well, terserah mereka selama itu tidak merusak apapun.
'Mengapa les tidak diliburkan saja sih?' gumamku. Namun tiba-tiba aku teringat saudaraku, Miku. Dia 2 tahun lebih muda dariku, tapi dia...ehem...sangat cantik dan manis. Jujur saja, aku menyukainya, bukan hanya sebagai saudara, tapi lebih. 'aahhh andai saja aku dapat bertemu dengannya' batinku.
Akhirnya setelah sadar dari lamunanku, kupacu motorku keluar rumah dan bergegas menuju tempat les.
~ o_O ~
Sekarang sudah lewat dari tengah hari. Akhirnya selesai juga 2 sesi pelajaran yang membosankan hari ini. Namun sialnya, dalam hari ini aku masih harus menghadiri 1 sesi pelajaran lagi. 'Kami-sama, tasukete!' batinku kesal.
"Nee Kaito, wajahmu terlihat kesal dari tadi. Doushite?" Tanya Gakupo, teman sekelas ku baik di sekolah maupun di tempat les.
"Memang benar, hari ini aku sedang kesal. Coba saja kau pikir, hari ini hari libur nasional dan kita masih harus les? Menyebalkan!" Jawabku sambil menggerutu.
"Hari ini hari libur nasional? Hahahaha aku sama sekali tidak tahu tentang hal itu! Pantas saja dari tadi jalanan terlihat sedikit lengang." Ucap Gakupo sambil tertawa.
"Baka~! Well, mungkin kalau kedua adikku tidak memberitahuku tadi pagi aku juga tidak akan tahu, tapi sepertinya lebih baik aku tidak mengetauhinya." Jawabku yang menjadi semakin kesal. Namun tiba-tiba aku dikagetkan dengan berderingnya Handphone ku. 'Sebuah pesan? Dari siapa ini? Nomornya tidak kuketahui.' Batinku.
From : xxxx-xxxx-xxxx
Subject : Ini aku, Miku!
Kaito-kun! Ini aku Miku. Tak usah tanya dari mana aku mendapatkan nomormu, karena sudah pasti aku mendapatkannya dari Rin, dan tentu saja aku sudah sampai rumahmu! Oh iya, cepat lah pulang! Rin dan Len sedang sibuk di dapur dan aku sekarang sendirian.
Aku cukup kaget saat membacanya. Ini dari Miku? Aku tak salah baca kan? Setelah kubaca ulang ternyata aku memang tidak salah baca.
"Kau kenapa la──?" Tanya Gakupo terpotong.
"Gomen, sepertinya aku tidak bisa dateng ke sesi pelajaran berikutnya. Aku harus langsung pulang!" Ucapku semangat.
Akupun bergegas mengambil tasku dan berlari ke tempat dimana aku memarkiran motorku, meninggalkan Gakupo dengan wajah herannya. Miku-chan datang ke rumah namun kenapa Rin dan Len tidak ada yang memberitahuku? Aaahh biarlah yang penting aku harus segera pulang!
Saat di perjalanan, aku berniat untuk membeli es krim terlebih dahulu. Sesampainya di supermarket aku pun cukup bingung memilih es krim-es krim tersebut.
'Untukku rasa Blueberry, untuk Rin dan Len rasa Jeruk, lalu untuk Miku...dia suka rasa apa?' Ujarku dalam hati sambil menatap rak es krim di depanku.
'Aaaahhhh masabodo akan kubeli semua rasa!'Ujarku frustasi. Akhirnya aku mengambil masing-masing 2 di setiap rasa es krim, kecuali rasa jeruk yang kuambil 4 buah. Setelah itu aku langsung bergegas menuju rumah.
~ o_O ~
"Tadaima~!" Ucapku semangat saat memasuki rumah.
"Kaito-nii, tumben jam segini sudah pulang?" Tanya Len.
"Errr...ya memangnya mengapa kalau aku sudah pulang jam segini?" Jawabku. Setelah dipikir-pikir memang cukup mengherankan juga sih aku pulang sore-sore seperti ini.
"Loh memangnya Kaito biasanya pulang jam berapa?" Tanya sebuah suara dari ruang TV.
"Kaito-nii biasanya pulang malam sekitar jam 8an sampai jam 9an." Jawab Rin.
Saat aku berjaan menuju ruang TV, ternyata sudah ada Miku!
"E...Eh Miku-chan, irasshaimase. Oh iya ini, aku tadi membeli es krim yang sangat banyak, kalau ada yang mau memakannya, ambil saja di kulkas." Ucapku lalu aku pun pergi menuju dapur.
'Ya ampun akhirnya aku bisa bertemu dengan Miku-chan juga!' Girangku di dalam hati. Namun setibanya aku di dapur aku menemukan sesuatu yang luar biasa!
"UWAAAHHH RIN! LEN! INI APAA!"
"BaKaito-nii! Jangan teriak-teriak!" Ucap Len yang dengan segera menyusulku ke dapur.
"B...Baka! Untuk apa makanan sebanyak ini?! Sebaiknya kau dapat menjelaskan alasan yang masuk akal, Len!" Ujarku yang masih agak shock. Di depanku terdapat masakan yang sangat banyak berhubung di rumah ini hanya ada 4 orang.
"Shhtt! Aku dan Rin sengaja memasakkan ini untuk Miku-chan. Yah berhubung kami berdua sedang libur." Jawab Len.
"Oohh wakatta wakatta. Len, kenapa kau tidak memberitahuku kalau Miku akan datang? Kalau keu memberitahuku kan aku akan menjemputnya di stasiun!" Tanyaku sewot sambil memberinya sebuah death glare.
"A...aku sudah berusaha memberitahumu tadi pagi saat kau ingin masuk kamar mandi, tapi kau langsung memotongnya dan langsung masuk kamar mandi begitu saja!" Jawabnya tak kalah sewot. Kali ini aku hanya terdiam.
~ o_O ~
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Aku yang sudah selesai mandi segera berjalan menuju ruang makan.
"Rin, makan malam sudah siap? Aku lapar." Tanyaku.
"Sudah, Kaito-nii. Tunggu sebentar aku akan memanggil Miku-chan." Ucapnya lalu pergi menuju kamar Miku.
Tak lama kemudian Miku pun datang. Saat ia lewat desebelahku tercium wangi harum shampoonya di rambut twintailnya. 'Kami-sama dia manis sekali!' umpatku dalam hati.
"Waahh ini apaa? Makan malamnya banyak sekali~" Aku lihat ia kaget saat melihat apa yang ada di meja makan.
"Ini adalah hasil karya masakanku yang special untuk Miku-chan~" ujar Len.
"Malam ini kita makan malam special~" Ucapku bersemangat.
"Errrr, sepertinya kalian semua terlalu berlebihan. Tapi, arigatou!" Ujar Miku senang.
"Baiklah, itadakimasu!" ucap kami bersamaan.
~ o_O ~
Setelah makan malam, Rin dan Len mengerjakan PRnya karena ternyata besok mereka sekolah. Aku pun berjalan menuju ruang TV dan menonton TV.
Malam semakin larut, tiba-tiba Miku datang dan ikut menonton disebelahku. Sudah jam segini harusnya Rin dan Len sudah tidur karena besok mereka harus bangun pagi. Asal kau tahu, hatiku sangat deg-deg an sekarang ini. Namun suasananya sangatlah hening. Hanya terdengar suara TV.
"Hem, Kaito-kun mau es krim? Aku ingin mengambilnya di kulkas." Tanya Miku tiba-tiba.
"Eh? Kau mau mengambil es krim ke kulkas? Biar aku saja yang ambilkan." Setelah itu aku pun pergi ke dapur untuk mengambil es krim.
"Errr...kaito, kita kan hanya ber dua, mengapa kau mengambil es krimnya banyak sekali?" Tanya Miku heran.
'Eh? Baka! Kenapa aku membawa banyak sekali?!' umpatku dalam hati.
"Supaya kalau kau masih mau tidak usah ke dapur lagi." Jawabku setelah berusaha mencari alasan secepat mungkin. Sejujurnya tadi aku sangat gugup sehingga aku pun tak sadar kalau membawa banyak es krim. Akhirnya kami ber dua memakan es krim-es krim tersebut dalam hening kembali. Saat aku tak sengaja melirik ke arah Miku, aku melihat ada es krim yang menempel di pipinya. Secara spontan tanganku mengusap pipinya. Terlihat dia pun kaget.
"Sshhtt, ada es krim di pipimu. Kau makannya lucu deh sampai belepotan seperti ini." Ucapku. Jantungku berdegup kencang sekali. Namun aku melihat wajah Miku yang memerah.
"Miku-chan kau demam?" Tanyaku panik.
"A...ah tidak kok. Aku tak apa-apa." Jawabnya.
"Tapi wajahmu merah."
"Tidak, aku tak apa-apa, Kaito-nii." Ucapnya. Lalu hening. Hening kembali.
"Miku, apa kau sudah mengantuk?" Tanyaku untuk memecah suasana.
"Hem sudah sedikit. Memangnya ke──" aku pun memeluk tubuhnya.
"Kalau begitu, tidur saja disini. Aku akan menemanimu." Ucapku. Aku sangat berdebar-debar saat ini. Mungkin detak jantungku dapat terdengar oleh Miku. Kurasakan wajahku memanas dan sudah dapat dipastikan kalau wajahku memerah. Tiba-tiba ia ingin melihat ke arah wajahku, namun aku malah semakin mendekapnya.
"Jangan lihat kesini." Ucapku. Aku malu jika Miku melihat wajahku yang merah seperti ini. Dia pun hanya diam di dalam pelukanku. Lalu aku membisikkan sesuatu di telinganya.
"Miku-chan, aku tahu kalau kita ini saudara, namun aku mencintaimu lebih dari sekedar saudara, Miku-chan."
"Eh?" Tampaknya ia sangat kaget mendengarnya.
"Izinkan aku mencintaimu, Miku-chan" Lanjutku kembali.
"A...aku juga memiliki rasa yang sama denganmu, Kaito-kun." Ucapnya. Aku juga sangat kaget mendengarnya.
"M...Miku-chan..." lalu aku pun mencium bibirnya yang lembut.
-Owari ?-
Wawawawawawa akhirnya selesai juga Kaito's POV nya~ Jujur saya histeris sendiri pas ngebaca ulang~ XDXD
Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena lama banget update chapter 2 ini, dan makasih banyak udah mau meluangkan waktunya buat baca fic ini.. (/^o^)/
Mind to fill the box below, please? ;;)
