Title : Secret Bodyguard

Author : Park Ji Ra

Genre : Adventure, Friendship

Length : Chapetered

Cast : Kyuhyun and all Super Junior member

Disclaimer : All cast in my fic are belong to themeselves (not my mine). But this fic is mine!

Summary : "Cho Kyuhuyun, aku hanya menjalankan tugasku. Karena kakek buyutmu sudah membayarku. Dan karena kau adalah keturunan ke 300 keluarga ini." (summary yg jelek -_-; )

CHAPTER 2

Kyuhyun hanya bisa diam mengikuti kemana tangan mungil itu membawanya. Dan sampailah ia di atap sekolah ketika Sungmin melepaskan genggaman tangannya.

Keduanya hanya diam untuk beberapa menit. Kyuhyun hanya memandang sosok Sungmin yang malah asik melihat langit yang kebetulan sangat bersih dan cerah itu. Ia berulang kali mengingat-ngingat apakah ia pernah bertemu dengannya. Tapi ia benar- benar tidak ingat atau mungkin sama sekali tidak pernah bertemu.

"Waaahhh… Langitnya indah sekali!"ujarnya tersenyum sambil menutup matanya dan merentangkan tangannya selebar-lebarnya.

Kyuhyun mendekatinya dengan hati-hati. Ada sedikit rasa takut di hatinya. Ia merasa ada aura mengerikan yang keluar ketika ia menghajar sunbae nya, tapi aura itu entah menghilang kemana sekarang.

"Kau siapa? Kenapa menolongku?" Kyuhyun menatap lekat ke arah yeoja berambut pirang pendek yang kemudian menatapnya balik itu.

"Aku?" tunjuknya pada dirinya sendiri. Ia kemudian menyunggingkan senyumannya yang sangat manis. Yang membuat Kyuhyun tertegun selama beberapa detik.

"Kan aku sudah bilang namaku Lee Sungmin. Dan aku adalah pengawalmu. Yah, kalau bahasa kerennya sekarang itu bodyguard. Hehehe.. " ujarnya sambil terkikik sendiri.

"Aishh… Pasti Appa yang menyuruhmu! Lelaki tua itu maunya apa sih?" Kyuhyun marah-marah sambil membuka handphone dan menekan beberapa nomor.

"Ya! Appa!" teriak Kyuhyun bahkan sebelum orang diseberang telepon itu mengucapkan sepatah katapun.

"Ya anak setan! Apa apaan kau? Appa bisa-bisa tuli karenamu!" ujar suara diseberang yang ternyata adalah Appa nya Kyu. (Ayah dan anak sama saja.. -_-; )

"Kenapa Appa suka seenaknya saja sih?" bentak Kyuhyun lagi.

"Apa masalahnya? Appa tidak mengerti?"

"Kenapa kau seenaknya mengutus bodyguard untukku? Mana kau mengutus yeoja pula!"

"Bodyguard? Yeoja? Appa tidak … Eh, tunggu sebentar Kyu. Ada telepon penting masuk. Jangan ditutup dulu… "

"Ish, Appa yang durhaka!" umpat nya di depan telepon. Ia kemudian menatap Sungmin yang ternyata sedang menatapnya sambil tersenyum.

"Kau lihat apa? Dan kenapa kau senyam senyum seperti itu?" tanya Kyuhyun ketus. Yang di tanya malah mengangkat bahu dan tetap tersenyum sambil memandang ke langit.

Kyuhyun mempoutkan bibirnya kesal karena merasa tidak dihiraukan.

"Kyu, kau masih disana?" telepon itu bersuara kembali. Kyuhyun buru buru menempelkan telinganya ke di telepon.

"Ne, Appa." Jawab Kyuhyun singkat sambil tetap menatap kesal kepada Sungmin yang masih asik dengan langitnya (?).

"Siapa nama bodyguard yang kau maksud itu?"

Kyuhyun melirik sekilas ke arah Sungmin yang kembali menatapnya sambil tersenyum.

"Lee Sungmin. Waeyo?"

"Err… Bisa kau tanya nama aslinya siapa?"

"Nama asli?" Kyuhyun mengerutkan kening bingung. Ia kemudian menatap Sungmin. Dan seolah mengerti apa yang ada di pikiran Kyuhyun, Sungmin kemudian mendekati Kyuhyun dan berbisik di telinganya yang sedikit membuat Kyuhyun salah tingkah.

"Fu-Fujiwara Michiyo Appa …"jawab Kyuhyun kemudian.

"Aish… Berarti benar sudah saatnya … Kyu, memang bukan appa yang menyewa bodyguard mu itu. Tapi kau harus percaya kepadanya dan menuruti semua yang dikatakannya."

"Apa maksudnya? Aku tidak mengerti." Jawab Kyuhyun agak panik. Firasatnya mengatakan kalau ini akan jadi masalah yang serius.

"Jelasnya nanti bodyguardmu sendiri yang akan menjelaskannya. Yang pasti kau harus bisa menjaga dirimu di Korea. Kau belajarlah sedikit beladiri darinya. Dan mulai hari ini dia akan tinggal bersama di apartemenmu. Sudah ya Appa sedang sibuk. Bye."

"Appa..!" Kyuhyun berteriak tidak terima tapi teleponnya sudah ditutup secara sepihak oleh Appanya.

Kyuhyun memandang horror ke arah Sungmin yang masih memasang senyumannya. Ia sedikit bergidik ngeri melihat wajah cantik nan imut (?) yang sangat misterius ini.

"Apa kata ayahmu Kyu?" tanya Sungmin sambil terus menatap Kyuhyun.

"Sekarang jelaskan padaku siapa kau." Ujar Kyuhyun datar. Aura evilnya sudah keluar sekarang. #uri evil comeback,, (ditabok kyu pake ddangkomang)

"Aku memang tidak disewa oleh ayahmu. Tapi aku disewa oleh kakek buyutmu."

"Kau jangan bercanda. Aku saja tidak kenal siapa kakek buyutku. Kau jangan main-main denganku." Kyuhyun menatap kesal ke arah Sungmin karena merasa dipermainkan. Hey, bukan Cho Kyuhyun namanya kalau hanya diam dipermainkan oleh seorang yeoja seperti ini.

"Aku disewa oleh kakek buyutmu untuk melindungi keturunan ke 300 keluarga Cho dan yang ternyata adalah kau. Kakek buyutmu adalah tuan dari kakek buyut ku yang adalah klan ninja dari Jepang yang diasingkan ke Korea."

*Flashback*

Seorang lelaki paruh baya terdiam sendiri di teras rumahnya yang megah. Menikmati indahnya malam hari di taman rumahnya yang dihiasi langit yang penuh dengan bintang.

Matanya menerawang menatap langit. Tapi hati dan pikirannya entah sedang berada dimana. Ia menghembuskan nafas berat dan menutup matanya.

"Takuya.." panggilnya lirih setengah berbisik. Sangat pelan malah seperti berbicara kepada dirinya sendiri.

"Ia Tuan Cho." Ujar seseorang yang tiba-tiba berada di samping lelaki itu.

Lelaki yang dipanggil Tuan Cho itu sama sekali tidak takut atau kaget dengan kedatangan pria bernama Takuya yang secara tiba-tiba itu. Ia hanya tersenyum manis dan menatapnya dengan lembut.

"Kau akan terus berbakti kepadaku kan Takuya?" tanyanya lembut.

"Tentu saja tuan. Saya akan berbakti seumur hidup saya. Ada apa dengan anda tuan? Apa ada yang menganggu pikiran anda?" ujar Takuya mantap. Tanpa ada sedikitpun keraguan di dalam kata-katanya.

"Apa kau dan keturunanmu akan terus melindungi keluargaku?" tanya nya lagi tanpa sedikitpun berniat menjawab pertanyaan dari Takuya.

"Kenapa Tuan berkata seperti itu? Tentu saja saya dan keturunan saya akan terus melindungi keluarga anda Tuan. Hidup mati saya hanya untuk keluarga Cho."

Tuan Cho menghela nafas berat. Banyak sekali masalah yang berkecamuk di dalam pikirannya. Ia hanya terdiam memandang langit. Begitu juga dengan Takuya yang masih menunggu jawaban dari sang Tuan.

"Takuya, kau tau kan tentang Myun Jang?" tanya Tuan Cho setelah sekian lama terdiam.

"Itu … Saudara tiri anda kan Tuan?" jawab Takuya ragu. Bukan karena ia tidak tau siapa Myun Jang. Tapi ia takut menyebutkannya karena Myun Jang adalah saudara tiri sekaligus musuh terbesar Tuannya.

"Nae, kau benar Takuya. Dan ia benar-benar mengiginkan pedang Geomjeong, pusaka keluarga kita sekaligus tanda bukti kesetiaan klan mu kepada keluarga kami." Raut wajah Tuan Cho benar-benar terlihat sedih ketika menceritakan tentang Myun Jang. Karena ia sebenarnya tidak mau harus bermusuhan dengan saudaranya sendiri.

"Lalu apa masalahnya Tuan? Bukankah anda adalah pemilih sah dari pusaka itu?Dan tak ada yang bisa menggugatnya? Lalu apa yang anda khawatirkan?" tanya Takuya semakin bingung.

"Kau tau kan pedang Geomjeong bukan pedang sembarangan? Setelah aku mati pedang itu akan tidur atau kita bisa sebut menghilang dan kembali kepada pemiliknya yaitu generasi ke 300 dari tuan sebelumnya. Namun pedang itu hanya bisa kembali ketika sang pemilik sudah bisa dikatakan layak untuk menerimanya."

"Jika sang pemilik sampai akhir hayatnya tidak layak maka ia akan kembali tertidur." Bukan sekali ini saja Takuya mendengar tuannya bercerita tentang pusaka keluarganya. Tapi untuk kali ini entah kenapa Takuya benar-benar merasa tuannya yang sangat berani ini merasa sedikit gemetar dan ketakutan.

"Maaf Tuan. Tapi kita tinggal melatih keturunan ke 300 itu agar layak untuk pedang Geomjeong bukan? Jadi apa yang Tuan khawatirkan?" tanya Takuya lagi. Ia benar-benar tidak mengerti inti dari percakapannya ini.

"Aku tidak menghawatirkan pusakanya Takuya! Aku menghawatirkan keturunanku dan juga keturunan klan mu!" bentak Tuan Cho. Tersirat amarah dan kesedihan di raut wajahnya.

"Maafkan saya Tuan. Tapi tolong jelaskan kepada saya. Karena saya benar-benar tidak mengerti." Takuya hanya bisa menunduk dan tidak sanggup menatap mata tuannya. Karena yang ia tau tuannya benar-benar orang yang sabar. Ia sama sekali belum pernah mendengar tuannya membentak dirinya seperti tadi.

"Han Ahjumma sang peramal istana yang berusia hampir 200 tahun itu mengatakan kepadaku. Bila sang pemilik mati dibunuh sebelum disebut layak oleh pedang Geomjeong, maka pedang itu akan beralih ke pada keturunan terdekatnya, yang tidak lain adalah keturunan Myun Jang."

Takuya hanya bisa menahan nafas mendengar pernyataan dari tuannya yang begitu mencengangkan untuknya.

"Dan Han ahjumma juga mengatakan kalau pedang itu sampai beralih pemilik maka klan mu juga harus berganti tuan dan mengikuti tuan baru pedang itu. Karena itu adalah perjanjian klan mu kepada keluargaku."

Takuya menelan ludah, mendengar kembali perjanjian dengan keluarga Cho yang dulu memungut keluarganya yang adalah klan ninja buangan dari kerajaan Jepang yang sudah kehilangan harga dirinya di negeri sakura itu. Dan keluarga Cho lah yang memungutnya dan mulai mengembalikan harga diri klan nya sebagai ninja.

"Aku khawatir kalau nanti keturunan Myun Jang akan berusaha menyakiti keturunanku untuk mendapatkan pusaka itu dan juga pengabdian klan mu. Yang paling aku takutkan adalah jika klan mu di salah gunakan untuk kejahatan. Aku benar-benar tidak rela Takuya." mata Tuan Cho benar-benar terlihat sedih sekarang. Takuya juga merasakan apa yang Tuannya rasakan. Kekhawatiran yang sangat.

"Tuan, saya bersumpah bersama seluruh keturunan saya. Kalau klan kami akan melindungi seluruh keturunan anda dengan nyawa kami. Jadi anda tidak perlu khawatir. Saya akan benar-benar mempersiapkan penjaga yang terbaik untuk keturunan anda. Saya bersumpah Tuan." ujar Takuya tegas.

Tuan Cho menatap dalam mata foxy milik Takuya. Mencari keraguan di dalamnya. Tapi seperti yang ia yakini, tidak ada keraguan dalam mata Takuya.

"Gomawo Takuya.. Jeongmal gomawo.." Tuan Cho memeluk haru sahabat sekaligus pelindungnya itu. Ia sangat yakin Takuya tidak akan mengingkari janjinya.

*Flashback End*

"Kau jangan bercanda! Kau pikir ini cerita Naruto hah? Mana ada ninja di jaman seperti ini?" bentak Kyuhyun masih tidak terima. Ini adalah hal yang paling gila yang pernah diterima oleh otak rasionalis Kyuhyun.

"Kau kan sudah mendengarnya sendiri dari ayahmu Kyu. Kalau kau harus percaya kepadaku. Atau aku harus berubah jadi rubah berekor sembilan agar kau mau percaya kepadaku?" jawab Sungmin sambil memiringkan kepalanya lucu.

"Aish,,arraseo.! Aku akan mencoba percaya kepadamu. Tapi apa kata si Tua Bangka (Kyu anak durhaka..readers jangan ditiru ya..#ditendang Kyu ke sungai Han) itu tadi? Kau akan tinggal di apartemenku? Yang benar saja?" Kyuhyun mengacak rambutnya yang memang sudah acak-acakan itu frustasi.

"Memangnya kenapa kalau aku tinggal di apartemenmu? Apa akan jadi masalah? Aku tidak akan minta uang makan kepadamu kok. Aku punya uang sendiri." Ujar Sungmin polos.

"Tentu saja masalah babo! Aku namja dan kau yeoja. Mana mungkin namja dan yeoja tinggal dalam satu apartemen tanpa menikah? Mau ditaruh dimana mukaku yang anak baik-baik ini?" ~ditaruh di kamar author jga gpp ko #author penganggu dibakar readers~

"Memangnya siapa yang yeoja?" tanya Sungmin yang masih loading. #aduuh min -_-;

"Ya kau! Memangnya aku bicara dengan siapa?" ujar Kyuhyun makin frustasi sambil menunjuk Sungmin tepat di depan hidungnya.

"Aku? Kau bilang aku yeoja? Pff…bwahahahahhaaha" Sungmin tiba-tiba tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya. Kyuhyun hanya memutar bola mata malas menanggapi kelakuan Sungmin yang 'extra ordinary' ini.

"Ya! Apa yang kau tertawakan babo!" Kyuhyun mengeluarkan death glare andalannya yang ternyata sama sekali tidak mempan kepada Sungmin. Karena nyatanya Sungmin malah tertawa lebih keras.

"Huft.. Oke.." ujar Sungmin kemudian ketika tawanya mereda. "Tuan Cho Kyuhyun yang katanya jenius. Apa kau tidak lihat leher dan dadaku?"

"Maksudmu?"tanya Kyuhyun singkat. Ia sudah terlalu kesal hari ini. Di tambah tadi dia bilang apa? 'Katanya Jenius'? Darah evil Kyu kita sudah mendidih rupanya.

Ia menatap dada Sungmin yang tertutup jaket pink tebal bergambar kelinci. Memangnya dia tidak panas memakai jaket setebal itu di musim panas? Dan mata Kyuhyun pun beralih ke leher Sungmin yang begitu putih dan mulus. Yang bisa membuat semua namja mendadak ingin menjadi Edward si vampire. Dan mencicipi(?) leher mulus itu.

"Kau belum mengerti juga?" seru Sungmin tak percaya. Ia kemudian membuka jaket pink tebalnya. Yang kontan membuat Kyuhyun melotot dan menahan nafas. Oke, tidak sampai mimisan seperti di komik komik. Tapi cukup membuat wajah Kyuhyun memerah seperti tomat dan jantungnya seperti ingin melompat keluar.

Hey, itu tidak berlebihan. Mengingat Kyuhyun adalah namja baik-baik yang belum pernah melihat tubuh polos yeoja selain di film dan majalah yadong yang diam-diam ia beli dan koleksi. #kyu ketularan yadongnya eunhyuk,,hahaha

Tapi khayalan Kyuhyun menguap ketika aksi 'buka-bukaan' Sungmin berhenti di kaus dalamnya. Mata Kyuhyun melotot tak percaya. Bukan karena melihat tubuh putih nan mulus milik Sungmin. Tapi karena di tubuh putih mulus itu tidak ada 'buah-buahan' yang biasanya ada di tubuh yeoja yang selama ini ia lihat di film-film nya. Yang ada adalah abs samar dengan dada yang bidang di tubuh mungil di hadapannya ini.

Intinya yang di depannya ini NAMJA.

"K-kau namja?" tanya Kyuhyun ragu. Dalam hatinya ia berharap Sungmin menjawab bahwa ia adalah yeoja yang mempunyai kelainan dalam tubuhnya yang menyebabkan ia tidak memiliki payudara.

"Tentu saja." Jawab Sungmin tegas. "Apa kau tidak melihat jakunku?" Sungmin menunjuk ke arah lehernya. Dan memang ada jakun yang walaupun hampir tidak kelihatan karena leher Sungmin yang agak 'berisi'. (ada ngg ya yang gitu? Anggap ada aja deh,,hahaha)

"T-tapi …"

"Apa kau masih belum percaya? Kalau begitu akan aku tunjukan yang lain." Ujar Sungmin santai sambil hendak melepas celananya.

"Aku percaya! Aku percaya!" teriak Kyuhyun panik. Tanpa sadar ia berlari dan menahan tangan Sungmin yang hendak melepas celananya itu. Entah seperti apa wajah Kyuhyun saat ini. Karena ia sudah benar-benar ingin pingsan sekarang. Kepalanya benar-benar pusing.

"Kyu kau kenapa? Wajahmu pucat." Sungmin mengelus pipi pucat Kyuhyun yang sudah seperti tomat.

"Omona! Kau demam Kyu!" Kyuhyun hanya menatap lemas wajah Sungmin yang panik. Matanya sudah benar-benar buram sekarang. Dan tubuhnya limbung menubruk tubuh mungil Sungmin. Kyuhyun pingsan.

**Park Ji Ra**

Kyuhyun POV

Aku mencoba membuka mataku yang terasa berat. Sedikit demi sedikit ku paksakan untuk membukanya. Walaupun cahaya langsung berburu masuk ke dalam kornea mataku. Silau. Dan kepalaku pusing sekali.

Aku melihat sekeliling. Seingatku tadi aku berada di atap sekolah bersama Sungmin. Tapi ini… Sepertinya aku kenal dengan ruangan bercat biru langit ini.

Ini kamarku kan? Bagaimana aku bisa ada disini? Aku tidak ingat pulang dari sekolah. Aku merasakan sesuatu yang basah menempel di keningku. Aku meraba dan mengambilnya.

Handuk basah? Apa aku demam? Siapa yang mengompresku? Apa Sungmin?

Aku melihat sekeliling mencoba mencari sosok Sungmin. Tapi ia tidak ada. Aku melihat secarik kertas dan kacamataku di meja nakas di samping tempat tidurku.

Aku memakai kaca mataku dan membaca kertas yang membuatku penasaran itu.

To : Kyuhyun

Aku hanya pergi sebentar. Ada urusan dengan pekerjaanku sebelumnya. Aku tak akan lama. Kalau kau lapar, aku sudah menyiapkan makanan di dapur. Makanlah duluan. Ps: Aku akan membeli obat untukmu.

From : Ming Bunny

Apa itu Ming Bunny? Dasar kekanakan sekali! Berapa sih umurnya? Pasti lebih muda dariku. Melihat dari kelakuan dan posturnya yang pendek.. :P

Aku melirik ke arah jam yang menempel di dinding. Jam 22.30.

Kemana dia? Apa dia tidak apa-apa pulang larut begini? Akh, apa yang aku pikirkan? Dia kan namja, lagipula dia bilang kalau dia itu ninja. Khh.. aneh sekali. Mana ada ninja bertubuh kecil dan berwajah mirip yeoja seperti dia selain hanya karakter di komik-komik.

Ya! Kenapa aku malah kepikiran adegan 'buka-bukaan' dia di atap sekolah tadi? Aku menggeleng-gelengkan kepalaku keras mengusir imajinasi aneh ku tadi. Ahaha … Kau sudah benar-benar gila Cho Kyuhyun!

Lebih baik aku tidur lagi. Aku lelah dengan hari ini. Benar-benar lelah. Semoga setelah bangun besok aku akan kembali ke kehidupan normal ku.

**Park Ji Ra**

TeBeCe

Annyeong Chingudeul.. Ini Chapter 2 nya..Gimana? Gimana? Udah lumayan panjang belum?

Terima Kasih banyak buat yang mau review,,author seneng bangeeettt,,, T_T

#ngelap ingus di piyama nya Sungmin oppa

Ini balesan review nya…..

Minoru, Asahi : iia nih, author jga pengen sekali2 Kyu yg ditidas2,,apalagi kalo ditidas sama suami akuu .aka Sungmin….huahahaahaha #digorok Sparkyu

lee minji elf, Choi sila, Hikari tsuky : iia nih dah di lanjut chingu.. :D

Annie pumpkin, Choi sila : iia disini min ttep namja ko,,tenang ajj,,gagah pula,,hehehe

Terima kasih banyak, jeongmal gomawo, arigatou gozaimasu, xie xie…

Akhir kata..Review lagi ya,,, *wink