Chapter 1

LOVE'S DESTINY

Pair : YeWook (pair bertambah seiring chapter)

Cast : -Kim Jongwoon / Yesung (N)

-Kim Ryeowook (Y)

-Cho Kyuhyun (N)

-Lee Sungmin (Y)

-Choi Siwon (N)

-Hangeng (N)

-Park Yoochun (N)

-Park Jungsoo as Kim Jungsoo (Y)

-Lee Hyukjae (N)

-Kim Junsu (Y)

(Bertambah setiap chapter)

Disclaimer : Para cast adalah milik Tuhan Yang Maha Esa, dan saya hanya meminjam nama mereka.

Warning : Genderswitch

Rate : T ( bisa berganti seiring waktu, bisa juga tidak )

Summary :"Kim Jongwoon-ssi? Nde...Nuguya? Kau harus ikut dengan kami, kau adalah pewaris Kim Department store. MWO?!" (mianhe, kalo summary-nya jelek. Saya author baru)

Chapter 1

Yesung terus berjalan dibelakang Yoochun, mengikutinya menuju ke salah satu ruangan dalam rumah tersebut.

"Masuklah, kakek anda menunggu di dalam."

CKLEK! KRIEET!

'Hiii! Rumah mewah tapi kenapa bunyi pintunya horor begini.'

Begitu memasuki ruangan tersebut Yesung bisa langsung menyimpulkan bahwa ia sedang berada dalam ruang kerja rumah ini. Dihadapannya ada seorang namja tua dengan rambut yang sudah dipenuhi uban berdiri membelakanginya.

"Ha-Haraboji?" Yesung berjalan mendekati namja tua itu secara perlahan, dan tiba-tiba namja tua itu langsung berbalik dan memeluk Yesung dengan sangat erat.

"Akhirnya haraboji menemukanmu, Jongwoon-ah." Entah mengapa Yesung merasakan suatu kehangatan. Meskipun ia tak tahu apa-apa, tapi ini pertama kalinya ia merasakan rasanya dipeluk oleh keluarga kandungnya sendiri.

"Haraboji, bisakah memanggilku Yesung saja, aku sudah terbiasa dipanggil begitu." Yesung tersenyum dengan sangat tulus.

"Apapun untukmu cucuku"

Senyum Yesung perlahan-lahan menghilang tergantikan dengan raut kesedihan.

"Haraboji, kenapa hanya haraboji yang mencariku? Di mana appa dan umma?"

"Kedua orang tuamu sudah meninggal dalam kecelakaan 22 tahun lalu saat mencarimu yang saat itu diculik."

"Diculik?!"

"Ne, kau diculik seminggu setelah kau lahir."

'Kalau benar aku diculik, kenapa aku tumbuh di panti asuhan?' Yesung merasakan ada sesuatu yang menjanggal dari cerita kakeknya. Namun karena terlalu terbuai dengan kasih sayang keluarga Yesung tidak terlalu ingin memperdulikannya.

"Ayo haraboji antar berkeliling rumah, sekalian memperlihatkan kamarmu."

-skip time-

" Baiklah, sebaiknya sekarang kita langsung ke kamarmu."

"Aku pulang." Tiba-tiba datang seorang yeoja yang masih mengenakan pakain kantoran. Yesung dan yeoja tersebut hanya saling menatap hingga sang haraboji menghentikan acara saling menatap tersebut.

"Yesung perkenalkan, dia adalah kakak angkatmu. Dan Leeteuk, dia ini adalah cucu kandung haraboji yang telah lama hilang."

"Annyeong, Kim Jungsoo imnida, kau bisa memanggilku Leeteuk. Kau juga bisa memanggilku noona kalau kau mau" Leeteuk tersenyum lembut kepada Yesung sehingga menampakkan sepasang dimple di pipinya.

*tenang saya tidak akan membuat pair YeTeuk

"Ah ne, annyeong, Kim Jongwoon imnida, panggil saja Yesung."

"Haraboji, aku mau ke kamar dulu."

"Ne, cepatlah ganti baju setelah ini kita akan makan malam."

"Ne."

"Yesung ini kamarmu, mulai hari ini kau akan tinggal di sini. Setelah makan malam Yoochun akan mengantarmu untuk mengambil barang-barangmu di rumahmu yang lama."

"Apa aku boleh membawa keluargaku yang sekarang pindah ke sini? Lagi pula di sini juga ada banyak kamar."

"Maaf Yesung, bukannya haraboji pelit tapi ada baiknya untuk tidak membawa orang luar ke rumah. Haraboji takut rahasia-rahasia keluarga & perusahaan kita tersebar ke media ataupun saingan bisnis kita."

"Tapi mereka keluargaku, mereka tidak akan mungkin menyebarkan rahasia-rahasia penting apa pun itu."

"Maaf tapi haraboji tidak menerima penolakan. Sebaiknya kita segera turun untuk makan malam"

-di ruang makan-

"Yesung, mulai besok kau akan mulai bekerja di kantor jadi besok pagi kau sudah harus siap-siap."

"Mwo?! Tapi aku belum pernah bekerja di kantor sebelumnya."

"Kau tenang saja, Leeteuk akan membantumu saat di kantor jadi kau tidak perlu khawatir."

"Baiklah."

-skip time-

"Yoochun ahjussi! Ya, Yoochun ahjussi, kau di mana?"

"Ya, memangnya aku binatang tuan panggil seperti itu." Protes Yoochun yang merasa tidak terima dipanggil seperti itu. Sedangkan Yesung hanya bisa nyengir-nyengir nggak jelas.

"Ahjussi, tolong antarkan aku ke rumahku."

"Ne, ne. Kalau ada maunya saja sikapnya manis."

-di rumah lama Yesung-

"MWO?!" Pekik hyukie dan seorang yeoja.

"Kau cucu kandung pemilik Kim Department Store!" Yeoja itu kembali berteriak karena terlalu terkejut mendengar kabar besar tersebut dari anaknya. Ya, yeoja itu adalah umma angkat Yesung, Kim Junsu.

"Ne umma."

"HAHAHA, kalau hyung cucu CEO Kim Department Store maka aku adalah Won Bin." Ledek Eunhyuk dengan tawa yang sengaja dibuat-buatnya.

BUGH

"Aku sedang tidak bercanda monyet jelek."

"Lalu kalau hyung tidak bercanda untuk apa hyung kembali ke sini, bukannya hyung cucu konglomerat harusnya punya rumah mewahkan." Omel Eunhyuk sambil mengusap jidatnya yang baru saja dihadiahi jitakan oleh Yesung.

"Aku ke sini hanya untuk mengambil pakaianku dan barang-barang lainnya."

"Jadi kau akan tinggal dengan mereka, Yesungie?" Tanya umma angkat Yesung dengan wajah sedih. Biar bagaimana pun ia sudah menjaga Yesung dari kecil, tentu saja ia tidak ingin berpisah dengan Yesung.

"Ne umma. Mianhe aku tidak bisa mengajak kalian untuk tinggal bersama di sana, haraboji melarangku. Tapi aku pasti akan sering berkunjung jika ada waktu"

"Arasso. Sebaiknya kau cepat mengambil barang-barangmu, jangan membuat orang yang mengantarmu itu menunggu lama."

"Ne."

"Hyung, kalau begitu bisakah hyung mencarikanku pekerjaan di perusahaan milikmu? Soalnya baru-baru ini aku dipecat dari pekerjaan lamaku." Bujuk Hyukie sambil menggunakan jurus puppy eyes-nya.

"Kenapa kau bisa dipecat? Kau pasti menonton yadong lagi saat jam kerjakan."

"Hehehe, kau tahu saja, hyung."

"Baiklah akan kuusahakan."

"Yay, kau memang hyung paling baik!" Teriak Eunhyuk girang sedangkan Yesung hanya membatin,'memangnya dia punya hyung lain.'

-skip time-

Keheningan memenuhi suasana dalam mobil saat itu. Keduanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Yoochun dengan kegiatan menyetirnya dan Yesung dengan kegiatannya memandangi rumah-rumah yang dilalui cepat oleh mobil tersebut. Hingga akhirnya Yesung mulai membuka suara.

"Ahjussi, apa kau mengenal orang tuaku?"

"Ne, mereka berdua adalah sahabat baikku."

"Apa ahjussi tahu mengapa mereka bisa meninggal dan apa yang terjadi sampai aku bisa tinggal di panti asuhan?" Merasa penasaran dengan cerita kakeknya, akhirnya Yesung memutuskan untuk mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi.

"Ka-kalau itu, aku sendiri tidak tahu. Karena pada saat itu aku sedang tidak berada di Korea. Memangnya kenapa?"

"Aniyo, hanya ingin bertanya." Keheningan pun kembali memenuhi suasana mobil tersebut.

'Mianhe Yesung-ssi.'

Flashback

"Sajangnim, apakah anda memanggil saya?"

"Ne."

"Lalu apa yang ingin anda katakan?" Tanya Yoochun penuh rasa penasaran.

"Aku ingin kau berjanji, jangan pernah menceritakan kejadian 22 tahun lalu pada Yesung."

"Tapi bukankah Yesung-ssi berhak untuk tahu kejadian 22 tahun lalu."

"Tapi jika ia mengetahuinya, aku yakin ia pasti akan membenciku seumur hidupnya. Karena akulah inti dari semua permasalahan ini." Yoochun dapat melihat adanya kesedihan dan perasaan menyesal pada wajah tersebut. Seakan-akan ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya.

"Baiklah, saya berjanji untuk tidak mengatakannya."

Flashback End

Pagi sudah kembali menyapa dunia. Cahaya matahari mulai menyusup melalui celah tirai kamar itu menerpa wajah tampan seorang namja yang sedang tertidur dengan lelapnya. Ia bahkan tidak peduli jam berapa sekarang.

TOK TOK TOK

CEKLEK

"Tuan muda Kim, ayo bangun." Ucap Jung ahjuma, pelayan keluarga Kim.

"5 menit lagi."

"Tapi ini sudah hampir jam 8 pagi. Anda harus segera bersiap untuk ke kantor."

"Haah, baiklah aku akan mandi." Yesung pun bangun dari tidurnya dan segera menuju kamar mandi. Semengantuk apa pun ia saat ini, ia tidak mau dianggap sebagai cucu pemalas oleh kakeknya.

Setelah mandi dan berpakaian yesung pun segera turun ke bawah untuk berangkat ke perusahaan. Ia menggunakan kemeja putih, celana hitam, serta jas hitam, dan tak lupa dasi merah yang bertengger rapi di lehernya. Jika dilihat sekilas penampilannya memang terbilang biasa, tapi jika melihat merek pakaiannya semua orang dapat tercengang.

"Mianhe aku terlambat."

"Tidak apa-apa. Ayo kita berangkat sekarang."

"Haraboji, di mana Leeteuk noona? Kenapa aku tidak melihatnya?" Tanya Yesung yang sejak tadi tidak melihat batang hidung Leeteuk.

"Dia sudah berangkat duluan. Katanya ada yang harus dipersiapkannya terlebih dahulu sebelum acara penyambutanmu di perusahaan."

Setelah mendengar penjelasan kakeknya, Yesung pun masuk ke mobil yang tentu saja dikemudikan oleh Yoochun.

-Kim Department Store-

"Ayo cepat, sebentar lagi sajangnim dan cucunya akan segera tiba. Ck! Kenapa mereka semua kerjanya lambat sekali." Gerutu seorang yeoja mungil yang tadi memberi perintah pada karyawan lainnya sambil menghentak-hentakkan kakinya. Tak sadarkah ia bahwa penyebab lambatnya kerja mereka adalah karena mereka terlalu asik mengamati wajah cantik dan tubuh yang terbilang sexy milik yeoja mungil tersebut.

"Jangan terlalu keras pada mereka Wookie-ah."

"Ah Leeteuk-ssi ! Mianhe tapi kerja mereka benar-benar lambat, bisa-bisa sajangnim sampai sebelum semuanya selesai." Ucap yeoja mungil tadi yang diketahui bernama Wookie atau lebih lengkapnya Kim Ryeowook, asisten pribadi Leeteuk.

"Apa kau sudah mengurus para wartawan?"

"Ne, saya sudah menyeleksi wartawan mana saja yang boleh meliput acara ini."

"Baguslah. Aah, aku haus. Bisa tolong belikan aku kopi?"

"Ne, anda tunggu saja di sini. Saya akan segera kembali." Ucap Wookie sebelum akhirnya menghilang dari pandangan Leeteuk untuk membelikannya kopi.

-Incheon International Airport"

Seorang namja tinggi berkulit putih dengan rambut yang berwarna coklat beserta sebuah kacamata yang bertengger di wajahnya mampu melengkapi ketampanan namja tersebut. Ia baru saja keluar dari bandara Incheon sambil menyeret kopernya.

"Sepertinya tidak terlalu berubah, bahkan setelah kutinggal selama 4 tahun. Korea masih tetap sama."Ucap namja itu pada dirinya sendiri dan tak lupa dengan senyumannya yang seperti seringaian evil.

"Taksi!"

"Tunggu!" Teriak seseorang sebelum namja itu memasuki taksi yang dipanggilnya.

"Nuguya?"

"Aish, apa tinggal di Amerika membuatmu lupa ingatan sampai-sampai kau melupakan hyungmu ini?"

"Hangeng hyung?!"

"Ne, ini aku, kyuhyun-ah." Ucapnya seraya memeluk kyuhyun dengan erat. Bukan. Mereka bukan saudara kandung. Hal ini dapat diketahui dari aksen namja yang bernama Hangeng yang berasal dari Cina.

"Ayo kuantar sekalian kita ke tempat Siwon." Ucapnya seraya membawa Kyuhyun ke parkiran.

"Kupikir tidak ada yang akan menjemputku, soalnya Siwon hyung bilang dia sedang sibuk."

"Makanya dia menyuruhku untuk menjemputmu."

Mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka sambil berjalan menuju parkiran.

-Kim Department Store-

Sesampainya di perusahaan, Yesung dan kakeknya segera turun dari mobil dan masuk ke dalam perusahaan.

"Mulai hari ini, Mall ini menjadi milik dan tanggung jawabmu."

"Ini semua milikku." Yesung hanya mampu menganga melihat betapa besarnya pusat perbelanjaan yang terdapat di hadapannya.

"Haraboji!" Yesung segera menoleh dan mendapati Leeteuk sedang berjalan ke arah mereka.

"Haraboji, mianhe tapi persiapan untuk konferensi pers belum selasai."

"Tidak apa-apa Teukie, masih ada banyak waktu."

"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu, aku harus mengurus semuanya." Leeteuk pun pergi meninggalkan mereka berdua.

"Haraboji, kalau acaranya masih lama, apakah aku boleh jalan-jalan sebentar?"

"Tentu saja. Yoochun.."

"Aku mau pergi sendiri saja, tidak usah ditemani Yoochun ahjussi." Potong Yesung sebelum kakeknya menyelasaikan kalimatnya.

"Baiklah. Kau harus kembali ke tempat ini sebelum pukul 9, arasso?"

"Arasso."

Yesung berjalan meninggalkan kakeknya. Ia terus berjalan kemanapun kakinya membawanya. Sekedar melihat-lihat toko apa saja yang ada di pusat perbelanjaan miliknya ini. Mulai dari toko pakaian, jam tangan, perhiasan, dan beberapa restoran. Ia terus berjalan sampai-sampai ia tidak memperhatikan sekitarnya.

BRUGH!

"Akh!" Jerit seorang yeoja mungil yang kini terduduk di hadapan Yesung karena tertabrak olehnya. "Aw appo" yeoja itu kembali bergumam seraya mengusap bokongnya yang barusan berciuman dengan lantai.

"Mianhe, gwenchanayo?" Ucap Yesung seraya membantu yeoja tersebut berdiri. Ia sangat panik dan takut jika yeoja tersebut akan mengamuk dan memarahinya.

"Gwenchana."

"Sungmin-ah baju ini bagus sekali, bisa kau belikan untuk kami? Soalnya kami sedang tidak bawa uang dan uangmu kan banyak."

"Ambil saja, aku akan membayar semuanya."

"J-jeongmal mianhe." Yesung kembali bersuara menyadarkan yeoja di hadapannya yang bernama Sungmin, bahwa ia masih ada di hadapan yeoja itu.

"Ah, gwenchana kau tidak perlu meminta maaf sampai segitunya."

"Jeongmal?"

"Ne. Kalau begitu aku pergi dulu, teman-temanku sudah menunggu, ..err."

"Kim Jongwoon. Kim Jongwoon imnida, kau bisa memanggilku Yesung."

"Lee Sungmin imnida, panggil saja minnie. Aku permisi dulu Yesung-ssi." Ucap Sungmin sambil melambai pada Yesung.

"Syukurlah dia tidak marah padaku."

Yesung pun hendak melanjutkan acara jalan-jalannya namun saat ia berbalik, kejadian yang sama kembali dialaminya.

BRUGH

Bagaikan mengalami de javu, Yesung kembali menabrak seorang yeoja mungil. Namun kali ini yeoja itu tidak sampai terjatuh di buatnya.

"Yak! Kau letakkan di mana matamu itu, eoh?!"

"Mi-mianhe." Yesung membungkukkan badannya sembilan puluh derajat. Meskipun dikatakan de javu tapi ternyata yeoja ini lebih galak daripada yeoja tadi.

"Kau hanya bisa bilang mianhe, lihat apa yang telah kau lakukan pada kopi ini dan bajuku. Kopi ini untuk bosku dan bajuku basah karenamu."

"J-jeongmal mianhe." Yesung masih membungkuk, tidak berani menatap wajah sang yeoja. Ia seakan menciut di hadapan yeoja tersebut. Ia tidak berani untuk melakukan apapun selain meminta maaf. Tiba-tiba muncul sebuah pemikiran cemerlang di otaknya, ia pun berhenti dari kegiatan membungkuknya mengejutkan yeoja itu. "Kalau kau tidak keberatan aku akan mengganti baju tersebut dengan yang baru."

"..." Tidak ada respon, yeoja itu hanya menganga di hadapannya. Yesung merasa bingung, apa mungkin yeoja ini sedang mengagumi ketampanannya. "Ye-Yesung oppa."

"Kau mengenalku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"

Yeoja itu hanya bisa menutup mulut dengan kedua tangannya seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Wookie." Merasa namanya dipanggil, yeoja bernama wookie a.k.a Ryeowook pun menoleh ke belakang.

"Leeteuk-ssi."

"Apa yang kau lakukan di sini? Aku mencarimu ke mana-mana." Ucap Leeteuk seraya mendekati Wookie.

"Noona." Sapa Yesung pada Leeteuk.

"Loh Yesung, apa yang kau lakukan di sini? Acaranya akan segera dimulai."

"Leeteuk-ssi, kau mengenalnya?"

"Ne, dialah cucu kandung presdir Kim."

"Annyeonghasseo, Kim Jongwoon imnida." Jelas Yesung kepada Wookie.

.

.

.

.

"MWO?!"

TBC.

YAAY!

Akhirnya chapter 1 ini bisa di update juga. Mianhe author nggak bisa update secepat kilat sesuai permintaan, soalnya author lagi sibuk dengan tugas dan ulangan harian di sekolah plus bimbel di sore hari, hikz ㅠㅠ #readers: nggak ada yang peduli ama kegiatan author# huwee # author nangis dipelukan Yesung oppa.

Sekali lagi mianhe, soalnya ceritanya jadi semakin aneh dan tidak jelas. Dan author sangat berterima kasih buat yang sudah review chapter sebelumnya. Jeongmal gomawo : KiKyuWook, screamkorea, Cho PinKyu, Lya Clouds, dwiihae, choi rae rim, viiaRyeosom, Michiimochii, Asahi, Redpurplewine, Guest. Gomawo buat review-nya. Pertanyaan soal wookie oppa udah terjawabkan di chapter ini.

Kira-kira ada nggak ya, yang penasaran ama perannya Kyuhyun, Sungmin, Hangeng, dan Siwon?

Mianhe klo ceritanya aneh saya masih tergolong author baru, tapi kalo udah terlanjur baca harap di review ya.