Cast : Super Junior – EXO

Main Pairing : KyuMin

Slight : the other Pairing

Genre : Action – Fiction

SeQuel - I'll Protect U

.

.

.

Options

Jika saja Kyuhyun tidak dalam keadaan kacau seperti ini. Mungkin Ia akan sangat menikmati perjalanan selama beberapa jam di dalam pesawat pribadi milik Tuan Heechul dengan fasilitas yang sangat mewah. Ditambah dengan pemandangan yang terlihat dari jendela kecil pesawat. Nyatanya, kini Kyuhyun hanya bisa menyandarkan tubuhnya dengan memejamkan matanya. Sungguh di dalam hatinya Ia merasa sangat bersalah karena tidak dapat menjaga orang yang ia cintai dengan baik. Kyuhun sangat takut untuk sekedar berpikir apa yang sedang di lakukan Sungmin saat ini. Saat Hyukjae dan juga Donghae tiba-tiba datang dan menariknya untuk segera menuju bandara Incheon. Tanpa berpikirpun Kyuhyun menerima saja apalagi setelah mereka mengatakan bahwa Kyungsoo tahu kemana Sungmin pergi dan mereka akan membantu untuk mencarinya.

Sedikit terasa guncangan dan terlihat memang pesawat telah mendarat di bandara Hongkong. Pesawat mereka sedikit berbelok menuju landasan yang terlihat sepi dari kawasan bandara utama. Hanya terlihat beberapa pesawat yang sama mewahnya dengan yang mereka gunakan. Ya, landasan yang diperuntukan untuk para kaum elit dan terkenal dengan pemilik pesawat pribadi tentunya. Para anggota tim termasuk Kyuhyun mengekor di belakang Kyungsoo untuk turun dari pesawat. Tanpa banyak bicara mereka terus berjalan menuju sebuah hanggar yang terletak tidak jauh dari tempat pesawat mereka berhenti.

Sebuah ruangan lebar dengan dinding tebal. Jika ditelisik sedikit mungkin sekitar satu pesawat boeing akan cukup untuk masuk ke dalam ruangan ini. Tidak ada yang aneh sebelumnya ketika mereka semua sudah masuk ke dalam ruangan. Terlihat sudah ada dua orang pria dengan wajah khas Cina dengan postur tubuh sekitar 170an, berkulit putih dengan rambut pirang memakai t-shirt, celana jeans serta sneaker berjalan mendekat kearah anggota tim. Mereka sedikit asing dengan keduanya tapi tidak dengan Kyungsoo. Kyungsoo sedikit membungkuk singkat dan langsung menerima semua gadget kecil dari salah satu pria yang memiliki dimple yang jelas terlihat. Kyungsoo menyentuh layar pada gadget itu dan mengetikan beberapa kombinasi angka. Dalam hitungan detik, dinding tebal yang sebelumnya berada di depan mereka kini seakan bergerak untuk terpisah. Salah satu bagian tergeser ke kanan dan satunya tergeser ke kiri. Para anggota tim termasuk Kyuhyun terpana melihatnya ketika dua buah lamborghini hitam, dua buah motor sport serta helikopter berukuran sedang terparkir di dalamnya.

"Apa ini, Kyungsoo?" Yesung berjalan mendekat kearah Kyungsoo yang sedang memberikan gadget itu kembali pada pria tadi. Kyungsoo membalikkan badannya dan menatap kearah anggota tim yang nampak terkejut dan penuh tanda tanya.

"Ini yang akan kita gunakan untuk misi kita."

"Tidakkah kendaraan ini terlihat terlalu mewah, Kyungsoo?" Siwon yang sudah berada di depan lamborghini nampak sangat mengagumi salah satu mobil mewah buatan eropa yang tahun belakangan ini menjadi rebutan para kaum jetset. Siwon tentu saja paham karena Ia pun termasuk kedalam penyuka mobil-mobil mewah.

"The Wolf with the Grey Shadow bukan salah satu organisasi murahan, Siwon hyung. Mereka punya standar sendiri untuk para konsumennya. Mereka adalah salah satu gengster terbesar di Hongkong dengan kegiatan penjualan senjata. Pemiliknya adalah salah satu kaum elit dari pemerintahan Hongkong dan itu tentu saja menjadi legalisasi tersendiri untuk dirinya sehingga tidak akan ada yang berani menyentuh mereka. Jadi dengan sedikit terlihat mewah dan berkelas itu syarat utama untuk masuk ke dalam acara mereka."

"Bisakah kau menjelaskan apa yang kau rencana untuk misi ini, Kyungsoo? Ah, dan tentunya juga siapa mereka itu? Kita tidak mungkin langsung begitu saja mengikut sertakan orang lain dalam misi ini?" Yesung setengah menginsterupsi sambil memperhatikan kedua pria keturuan Cina yang berdiri tidak jauh dari mereka. Kyungsoo menganggukan kepalanya kepada kedua pria itu. mereka pun seakan tahu apa yang hendak dikatakan oleh Kyungsoo.

"Aku Yixing." Ucap pria pemilik dimple itu dengan membungkuk singkat kepada seluruh anggota tim.

"Aku Luhan. Jika kalian mau tahu? Kami adalah salah satu mantan dari anggota mereka. Sekarang kami bekerja sama dengan Kyungsoo. Kami akan membantu kalian dengan meminjamkan kendaraan pribadi kami dan juga mengantarkan kalian menuju tempat pertemuan." Ucap salah satu pria lainnya. Jujur seluruh anggota tim intelejen nampak tidak memepercayai ucapan kedua pria ini. Mana mungkin kedua pria dengan wajah imut dan senyum manis ini adalah mantan dari anggota gengster. Kangin bahkan lebih terkejut dibandingkan dengan kemunculan kendaraan mewah dari balik dinding tadi.

Kyuhyun tahu akan ada banyak pertanyaan yang akan diajukan anggota timnya jika ia melihat ekspresi keterkejutan mereka. Ia sendiripun juga kaget tapi pembahasan ini akan membuang waktu jika tidak segera dihentikan. "Katakan apa misimu, Kyungsoo? Kita harus bergerak cepat!"

"Kita akan menyamar sebagai salah satu pembeli mereka. Setelah itu kita akan menyisir tempat pertemuan mereka. Aku yakin bahwa pada salah satu ruangan di sana. Mereka menyekap Sungmin hyung."

Kyuhyun dan Siwon mengikuti langkah Kyungsoo menuju sebuah helikopter yang terparkir. Mereka bersiap duduk di dalamnya dan mengeratkan sabuk pengaman pada bangku belakang sedangkan pada bangku kemudi, Yixing, sudah bersiap dengan headphone dan tuas yang digunakan untuk mengendalikan helikopter itu. Yesung, Kangin, Shindong dan Ryeowook sudah bersiap dengan dua buah lamborghini untuk mengikuti Luhan yang sudah siap dengan motor sport hitamnya begitu juga dengan Donghae dan Hyukjae.

Dalam kecepatan tinggi motor sport itu meninggalkan hanggar menuju jalanan Hongkong yang masih cukup lenggang. Dua buah lamborghini pun mengekor di belakangnya. Helikopter yang dikemudikan oleh Yixing juga telah terbang tinggi menuju sebuah tempat pertemuan.

00000000000

Sungmin menggerakan tubuhnya untuk bergerak dan bersandar pada dinding ruangan. Tubuhnya yang masih lemah akibat serum yang disuntikan ke tubuhnya membuatnya agak kesulitan. Dalam ruangan yang dibiarkan gelap dan sangat pengap, rasa sesak mendominasi Sungmin. Sungmin mencoba untuk menormalkan pernafasannya secara perlahan.

"Aku harus menemukan black shadow dan keluar dari tempat ini." Sungmin terdiam setelah mengucapnya karena pendengarannya menangkap suara langkah kaki yang mendekat ke arah ruangan. Benar saja, seseorang membuka pintu dan segera menyalakan saklar yang terletak di dekat pintu.

Pria itu berjalan mendekat ke arah Sungmin dan segera mendudukkan dirinya pada lantai. Ia memberikan nampan yang berisi satu porsi nasi lengkap dengan beef dan juga soup.

"Makanlah, hyung. Aku tahu kau pasti sangat lapar." Ucap pria itu dengan tersenyum lebar. Sungguh Sungmin sangat muak melihat ekspresi pria yang sedang duduk di depannya. Ingin sekali Sungmin untuk memukulkan tangannya pada wajah pria itu.

"Untuk apa kau masih disini Chanyeol? Senangkah dirimu melihatku lemah dan tidak berdaya seperti sekarang?" Teriak Sungmin dengan sangat kencang. Sungmin bahkan melemparkan nampan itu kearah dinding hingga menimbulkan bunyi yang sangat kencang dan makanan itu pun berserakan.

Sungmin bangkit dan menarik kerah kemeja Chanyeol. Wajahnya memerah menahan amarah yang sangat memuncak. Sedangkan Chanyeol hanya diam dan tidak merespon. Hal ini membuat Sungmin semakin di luar kendali. Sungmin mendorong tubuh Chanyeol dan memukulkan tangannya tepat pada wajah Chanyeol hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.

"Aku tidak pernah menganggapmu lemah, hyung? Kau akan tahu kenapa aku melakukan ini semua, hyung? Maafkan aku." Chanyeol mengusap sudut bibirnya dengan telunjuknya. Memang terasa sangat perih tapi Chanyeol hanya membiarkannya. Chanyeol segera berdiri dan berjalan keluar meninggalkan Sungmin yang masih menatapnya marah.

Begitu Chanyeol pergi, pintu kembali terbuka dan terlihat beberapa pria bertubuh kekar masuk diikuti oleh sang pemimpin.

"Bawa Sungmin!" Perintah sang pemimpin. Para pria itu segera menarik paksa Sungmin menuju sebuah ruangan yang terletak di lantai dasar.

Buagh...

Tubuh Sungmin didorong hingga terjatuh di lantai begitu sampai pada sebuah ruangan yang sangat lebar. Sepertinya ini memang digunakan untuk pertemuan nanti malam. Sungmin melihat sebuah panggung kecil dan beberapa box kaca yang terpampang di sana. Ada sekitar sepuluh handgun yang terdapat di dalam box. Sungmin sangat mengenali salah satu bentuk fisik dari handgun itu. Ya, black Shadow. Ada pada box dengan stiker berwarna biru dengan tulisan "Limited".

"Kau pasti tahu handgun itu, Sungmin hyung?" Sang pimpinan dengan nada dibuat seakan akrab. Sungmin mendecih kesal membuat sang pimpinan terkekeh geli.

"Begitu handgun itu terjual nanti malam. Maka kau akan bekerja sama denganku untuk membuat pembanding atau bahkan handgun yang lebih canggih dibanding black shadow. Ingat! Ini paksaan Sungmin hyung. Jawabanmu harus setuju karena jika tidak maka kau akan melihat pertunjukan yang sangat hebat malam ini." Pimpinan itu menyentuh pundak Sungmin dan sedikit tersenyum mengejek. Tatapan matanya yang terlihat licik menambah kebencian pada diri Sungmin.

"Kenapa kau tidak menyuruh saja Chanyeol untuk membuat senjata untukmu? Bukankah dia sudah berhasil menduplikat black shadow? Kenapa kau harus menyekap dan memaksaku untuk bekerja sama denganmu?" Sungmin sekilas menatap Chanyeol yang berdiri agak jauh dari mereka.

"Karena aku tahu kau lebih hebat dari Chanyeol. Keuntunganku akan lebih banyak tentunya." Pria itu menjawab dengan angkuh.

"Aku tahu. Mereka sedang bergerak menuju tempat ini untuk menyelamatkanmu. Aku tak perlu bersusah payah untuk mengundang para biri-biri itu untuk masuk ke dalam markas para serigala. Mereka tidak begitu hebat seperti yang ku perkirakan. Jadi, permainan akan dimulai malam ini. Tentukan design yang akan menandingi black shadow! Aku menunggu sampai jam 7 malam ini. Jika kau bertindak diluar keinginanku. Maka lihat saja nanti! Aku tidak akan pernah main-main." Pria itu kembali memerintahkan para anak buahnya untuk kembali membawa Sungmin menuju ruangan yang berbeda.

Sungmin menyadari bahwa kini Ia dibawa ke ruangan yang berbeda dari sebelumnya. Sungmin memperhatikan keadaan sekitar. Ia tidak habis pikir bahwa bangunan ini seperti labirin karena begitu banyak koridor dan pintu-pintu. Sungmin kembali dikurung pada ruangan yang sedikit agak lebih besar dan terang. Ruangan itu terdapat sebuah kertas putih lebar dan beberapa alat tulis. Sungmin tahu, apa maksud semuanya? Ia diperintahkan untuk membuat design pembanding dari handgun miliknya sebelum jam 7 malam. Itu berarti Ia hanya punya waktu sekitar tiga jam lagi sebelum sang pimpinan gengster itu berbuat hal yang membahayakan.

Sungmin merasa bahwa Ia sudah tidak mempunyai pilihan lagi dan Ia benar-benar tersudut pada perintah sang pimpinan. Sungmin terdiam.

1 detik

3 detik

5 detik

10 detik

"Ya, aku tahu..." Teriak Sungmin heboh sambil tersenyum licik.

"Kita lihat siapa yang akan bermain malam ini. Dia melupakan sesuatu rupanya dan aku menemukan pilihan lainnya. Dasar serigala bodoh." Ucap Sungmin sedikit agak lebih pelan. Kini Ia mulai menggoreskan pensil di atas kertas putih itu sambil bersiul-siul kecil.

0000000000000

"Kita sudah sampai." Ucap Yixing begitu melihat sebuah bangunan tinggi yang dilengkapi dengan helipad pada bagian atap bangunan. Beberapa pria berpakaian kemeja hitam terlihat berjaga pada bagian itu. Yixing menekan tombol dan menggerakan ujung tuas kemudi untuk mempersiapkan pendaratan.

"Kyuhyun hyung dan Siwon hyung berhati-hatilah pada misi ini. Mereka terkenal sangat licik dan handal dalam menipu musuh. Cepat hubungi kami jika kalian dalam keadaan terdesak!" Ucapan Kyungsoo dibalas anggukan oleh Kyuhyun dan Siwon.

"Kau masih mempercayai aku, Kyungsoo?" Tanya Kyuhyun sebelum keluar dari dalam helikopter.

"Aku percaya hyung. Kau akan menyelamatkan Sungmin hyung." Ucapan Kyungsoo menambah kepercayadirian di dalam diri Kyuhyun. Bagaimanapun juga Kyuhyun masih menganggap dirinya tidak berguna membiarkan Sungmin jauh dari pengawasannya dan dalam situasi yang sangat berbahaya.

Siwon dan Kyuhyun keluar dari helikopter dan di sambut oleh beberapa pria yang bertugas menjaga atap. Siwon memberikan kertas putih polos kepada salah satunya.

"Kau bercanda?" Pria yang mendapat kertas itu terlihat tersinggung dengan nada ucapan yang meninggi.

"Hanya ini yang ku punya." Jawab Siwon santai sedangkan Kyuhyun hanya memperhatikan.

"Kalian ingin mati rupanya?" Tanya pria itu lagi dengan sedikit mengarahkan handgun dengan design ramping seukuran sepuluh centimeter. Ya, handgun buatan Rusia.

"Sang Serigala yang menari dengan sangat cantik. Kami hanya ingin melolong untuk menemuinya." Kyuhyun yang awalnya terdiam kini menjawab dengan sangat kesal. Para pria itu menurunkan senjatanya.

"Mari ikut kami!" Pria itu dan beberapa penjaga lainnya berjalan menuju bagian dalam gedung.

"Aku tidak habis pikir. Kenapa kode untuk masuk ke dalam markas mereka sangat panjang dan aneh?" Siwon hanya tersenyum mendengar keluhan Kyuhyun. Mereka pun sampai pada bagian hall bangunan.

Sudah banyak tamu yang berkumpul di sana. Sejujurnya ini seperti pertemuan kaum jenset pada umumnya. Para kumpulan pria berjas saling berbicara sembari menenguk segelas wine keluaran terbaik yang ditawarkan oleh sang pemilik. Beberapa meja yang digunakan juga sebagai arena untuk bermain judi. Juga ada sekitar sepuluh meja bilyard yang tersedia di sana dan tentu saja sudah penuh digunakan. Siwon dan Kyuhyun memilih untuk segera mendekat ke arah panggung yang memperlihatkan beberapa handgun yang akan di jual malam ini.

"Lihat ini!" Siwon menunjuk pada sebuah box dengan stiker bertuliskan limited.

"Aku tahu. Kau berjaga disini dan tunggu sampai Kangin, Shindong, Yesung dan Ryeowook tiba! Aku akan berkeliling sebentar untuk mempelajari ruangan ini." Siwon mengangguk mendengar ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan sambil memperhatikan keadaan bangunan. Tidak ada yang berbeda dari hall lainnya. Ruangan ini cukup besar dengan dinding putih yang dipenuhi oleh lukisan dan barang-barang mewah dan kuno.

"Bisa aku temani berkeliling tuan?" Kyuhyun terkejut ketika seseorang mendekat dan menepuk pundaknya. Kyuhyun sempat sedikit panik dan bingung untuk merespon pria di depannya ini.

"Kau terlihat lebih tertarik dengan bangunan ini tuan? Tidakkah meja judi, billyard dan wine di sini menarik perhatianmu? Atau handgun yang terpajang dipanggung? Apa tujuanmu datang kemari tuan?" Kyuhyun benar-benar terdiam mendengar deretan pertanyaan dari pria itu.

"Bangunan ini sangat bagus. Aku sangat mengaguminya." Ucap Kyuhyun yang dibuat sewajar mungkin. Ia tidak mungkin akan menjawab sedang memata-matai. Pria itu merespon dengan menarik sudut bibirnya dan mengangkat alisnya.

"Hei, apa yang kau lakukan? Temani aku bermain poker! Aku akan menang kali ini." Kyuhyun kembali terkejut ketika seseorang kembali menariknya. Tapi kali ini Kyuhyun bernafas lega karena yang menariknya adalah Kangin.

"Baiklah. Permisi." Kyuhyun membungkukkan badannya pada pria itu dan berjalan meninggalkannya. Pria itu juga ikut berbalik dan mengeluarkan handphone dari balik kemejanya.

Sementara setelah Kyuhyun dan Kangin sudah berada pada jarak jauh dari pria tadi. Kangin menghentikan langkah Kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan tadi?" Ucap Kangin dengan sedikit berbisik.

"Aku hanya berkeliling Kangin hyung. Memperhatikan keadaan sekitar. Apa aku terlihat mencurigakan?" Tanya Kyuhyun sedikit agak aneh mengingat pria tadi.

"Berhati-hatilah. Pria berkulit tan tadi sepertinya mencurigaimu."

"Dimana yang lain?" Kyuhyun kembali memperhatikan kumpulan orang-orang yang semakin memenuhi ruangan ini.

"Shindong dan Ryeowook berjaga di parkiran dengan berusaha terus mempelajari sistem keamanan dan komunikasi pada bangunan ini. Siwon berjaga di tempat bilyard. Yesung dan Donghae berjaga di meja judi. Hyukjae menyamar sebagai salah satu karyawan di tempat ini."

"Kita tunggu Shindong dan Ryeowook setelah menemukan keberadaan Sungmin! Setelah itu baru kita menyisir tempat ini." Perintah Kyuhyun setelah memastikan pandangannya menangkap sosok anggota timnya yang berada pada posisinya masing-masing.

"Baik, Kyuhyun!"

00000000000000

Sang pimpinan, berdiri pada sudut pilar sambil memperhatikan kegiatan para tamu di lantai bawahnya. Ia meneguk segelas wine berwarna merah pekat dengan cepat.

"Mereka telah berkumpul, Chanyeol. Permainan ini semakin menarik saja. Aku berterima kasih padamu karena telah membuat Intelejen Korea yang terkenal itu masuk ke dalam perangkapku. Kau memang membalas hutang nyawamu dengan sangat baik, Chanyeol."

"Jangan libatkan aku lagi. ku mohon!" Chanyeol duduk bersimpuh seraya memohon pada sang pimpinan. Sekali lagi, Chanyeol tidak diperdulikan. Sang pimpinan hanya tertawa sambil terus mengawasi tajam orang-orang yang sedang berada di bawah. Tentunya sorot pandangannya tertuju pada pria yang baru saja Ia tentukan sebagai target dari perangkapnya.

00000000000000

"Selesai." Sungmin berdiri dari bangku kayu itu sambil memperhatikan design yang telah Ia buat pada kertas putih.

Sebuah gambar senapan laras panjang dengan ukuran sekitar empat puluh centimeter. Ujung lubang proyektil yang hanya dibuat seukuran satu centi. Sebuah lensa fokus yang digunakan untuk menangkap objek agar tepat sasaran. Tidak ada yang spesial hingga pada penjelasan di bawahnya tertera begitu detail.

"Kau yakin telah membuat perangkap? Karena sejujurnya kini kau yang akan terperangkap." Sungmin menggulung kertas itu dan berjalan mendekat ke arah pintu. Sungmin mengetuk beberapa kali dan membuat pria yang sedang berjaga di depan, membuka kunci pada pintu.

"Katakan pada pimpinanmu! Aku telah membuat design yang dia inginkan." Sungmin menyerahkan gulungan kertas itu pada pria penjaga tadi. Pria itu menerima dan kembali mengunci pintu tempat Sungmin disekap.

Sungmin kembali duduk pada bangku kayu sembari menunggu kedatangan sang pimpinan. Sungmin tidak hentinya untuk tersenyum licik membayangkan semua rencana yang sedang berjalan dipikirannya.

"Pilihan itu adalah menghentikan semuanya!"

.

.

.

.

To Be Continued

Annyoeng...

*** Kira2 udah hampir jamuran kali yach ini FF. Okay, dhee minta maaf. Kalau boleh cerita, Dhee sedang dalam masa pemulihan. Untuk para reader, Dhee akan namatin FF ini kok.. he..he..he..

*** Untuk para reader yang lagi puasa. Met puasa

*** Chapter berikutnya, akan dhee masukin action. Yap, kita akan lihat lagi aksi-aksi dari para Kyuhyun and the genk untuk melawan gengster Hongkong itu.

*** Penasaran sama rencana Sungmin? he..he.. ditunggu aja dhee masih berunding sama Sungmin untuk chapter berikutnya bisa ngobrol sama Sungmin/

Ya, upz dhee ngabur dulu, tarik selimut

Regards

Dhee