Chapter 2

"kenapa kau melihat Xiumin noona seperti itu?", Luhan menoleh ke arah Chen yang sudah berdiri dari tidurannya. Luhan hanya menanggapi dengan senyumannya.

"ani, hanya tertarik saja, eh? Apa Xiumin tadi songsaengnim baru?", Chen tampak berpikir mendengar pertanyaan dari Luhan.

"dia disini sekitar 4 bulan yang lalu", kata Sehun yang merasa tidak di hiraukan seperti ini. yah, bagaimanapun dia termasuk mahasiswa di sini.

"lalu kenapa dia pulang? Padahal saat ini masih jam 4 sore?", kata Luhan sambil melihat jam tangannya. Chen dan juga Sehun mengedikkan bahunya tidak mengerti.

"dia bilang tidak suka dengan suasana malam hari di kampus", kata Suho yang tiba-tiba muncul bersama Kai, Kris, dan Chanyeol. Luhan menatap 4 namja itu bergantian.

"kenapa kau bisa tahu Suho-hyung?", tanya Sehun.

"aku kan pernah mewawancarai dia sebagai songsaengnim baru yang berprestasi dulu", perkataan Suho membuat 5 namja 1 yeoja itu membulatkan bibir mereka.

"lalu kenapa kalian berteleportasi ke sini?", tanya Luhan. suho mengernyit heran dengan perkataan Luhan. Suho menatap Kris dalam. Dan Kris tahu apa maksud dari pandangan Suho.

"sejak kapan kau memiliki kekuatan telekinesis, dan kenapa kau bisa tahu kami di teleportasikan oleh kai?", tanya Kris dengan pandangan menyelidik. Luhan memiringkan wajahnya menatap kris dengan polos.

"telekinesis, terhubung dengan teleportasi kris. Kenapa kau tidak tahu? Ah, untuk memiliki kekuatan, aku sudah memilikinya sejak umurku 6 tahun", semua namja membelalakkan matanya. What? Tidak mungkin! Kris memiliki kekuatannya saat dia berumur 16 th, Suho berumur 18 th, Chanyeol 15 th, Sehun 16 th, dan kai yang berumur 14 th. Itu berarti dia sangat paham dan baik dalam mengendalikan kekuatannya.

"apa saja yang kau ketahui, yang tidak kita ketahui, tolong beritahu kami", pinta Suho. Luhan hanya menghela nafas. Dengan telekinetisnya dia menutup pintu ruang dance dan menguncinya.

Cklek.

"ini biar aman, baiklah aku mulai dari mana ya?", kata Luhan tampak berpikir.

"oh! Aku tidak tahu memulainya dari mana, tapi yang aku tahu kita terlahir sebagai EXO. Alasan kenapa kita di pilih, aku tidak tahu. Yang aku tahu, EXO beranggotakan 12 orang, aku tidak tahu berapa namja dan yeoja-nya. Tapi setiap 2 kekuatan saling terhubung. Seperti Chanyeol –flame dengan Kris –dragon, aku –telekinetis dengan kai –teleportation. Kita bisa mengetahui dimana letak sang terhubung dengan kita. Dan, yang aku tahu. Untuk berhubungan dengan seseorang yang terhubung dengan kita. Itu sangatlah sulit! Jadi butuh kosentrasi tinggi, tapi jika sudah terbiasa kalian juga akan terhubung dengan sendirinya. Yang aku tahu tentang hubungan ini. Flame dengan Dragon. Tunder dengan earth. Telekinesis dengan Teleportasi. Wind dengan time control. Frost dengan Water. Dan Light dengan healing. Hubungan ini adalah hubungan dekat –bukan pacar, tapi lebih tepatnya saudara.", kata Luhan panjang lebar. Namja-namja disana menganggukkan kepalanya.

(dari keterkaitan kekuatan di MV MAMA. Coba perhatikan baik-baik, kekuatan yang di sebutkan tadi berhubungan hanya saja yang di hubungkan terang-terangan itu adalah Chanyeol dengan kris, dan D.O dengan Chen)

"jadi aku bersaudara denganmu, Luhan noona?", tanya Kai. Luhan hanya tersenyum ke arah Kai dan mengangguk.

"tapi kenapa kau bisa memiliki kekuatan sejak umurmu 6 tahun?", tanya Chanyeol penasaran. Tentu saja penasaran. Dia kira yang paling tua mengendalikan kekuatan adalah Kris.

"ada alasan kenapa aku memiliki kekuatan ini. ini disebabkan ada insiden. Lalu sebenarnya ada pemilik kekuatan yang bisa mengendalikan saat dia bayi. Aku merasakannya saat aku pertama kali mendapat kekuatan dan dapat mengendalikannya. Kalau tidak salah, dia healing", kris dkk membelalakkan matanya. Benar-benar sangat Keren! Pikir Chen.

Tentu saja keren Chen! Chen mengernyitkan keningnya. Dan melirik luhan yang terkekeh pelan sambil melirik chen. Ternyata Luhan telepati ke Chen toh.

Kai, kai mengernyitkan dahinya dan menoleh ke arah luhan. luhan membalas kai dengan tatapan serius. Kai tahu artinya.

Ada apa noona?

Apa kau merasa aneh saat bertemu dengan Xiumin? kai mencoba berpikir. Dia tahu maksudnya, luhan pasti merasakan apa yang dia rasakan saat bersama Xiumin.

Ada sesuatu yang janggal menurutku dengannya noona. Dan, aku merasa aneh saat menyentuhnya, apa itu artinya aku seorang pendeteksi yang handal noona? Luhan terkekeh mendengar telepati kai.

Aku juga merasakan hal yang aneh, tapi… mungkin hanya perasaan kita yang berlebihan sebagai pendeteksi kai.. aku akan mencari tahu tentang Xiumin, dan gomawo kai, kai tidak tahu apa yang akan di lakukan Luhan, tapi jika Luhan juga merasakan apa yang dia rasakan itu berarti ada dua kemungkinan. Xiumin itu adalah EXO atau makhluk kegelapan.

Luhan melihat jam tangannya. Dia diam sebentar lalu berjalan ke arah Sehun dan menggandengnya.

"ah sudah jam segini, aku pergi dulu ya!", luhan segera menarik Sehun keluar.

"Noona mau kemana!?", teriak kai, luhan segera berhenti dan berbalik menatap Kai dengan senyuman polos miliknya.

"aku mau kencan! Pay!?", Luhan segera menarik Sehun keluar dari ruangan dance, dan dapat di pastikan wajah 5 namja yang tersisa membulatkan matanya.

.

.

.

"hari ini benar-benar sangat lelah, ternyata kencan itu menyenangkan ya?", luhan berada di toilet taman. Yah, dia sedang bermonolog ria di hadapan cermin. Luhan dan Sehun berkencan di taman atas permintaan Luhan. mereka membeli ice cream, selca bersama dan kegiatan lainnya bersama Sehun.

"tentu saja menyenangkan Luhan songsaengnim", Luhan segera berbalik dan mendapati 2 anggota B.A.P, salah dua muridnya di kelasnya. Yongguk dan Daehyun. Kau dalam masalah luhan! pikir Luhan.

"bagaimana jika kencannya bersama kita saja luhan Songsaengnim?", kata Daehyun mendekat. Yongguk segera memegang tangan Luhan, dan Daehyun mengendus leher milik Luhan.

Kau tidak boleh menggunakan kekuatanmu, itu dilarang! Mungkin aku harus bertelepati terhadap Sehun, ya! Bertelepati! Pikir luhan.

TOLONGG SEHUN! TOLONG AKU SEHUN!

.

.

.

Entah kenapa sehun sangat senang kencan bersama Luhan. yah dia juga bodoh kenapa dia bisa bilang Luhan sebagai yeojachingunya tadi. tapi, toh luhan tidak marah. Dia sangat senang bersama luhan saat ini. ya dengan Luhan-NYA! Karena dia kan sudah bilang kalau luhan yeoja chingunya. Dia sekarang duduk di sebuah bangku taman sambil menunggu yeoja manisnya.

TOLONGG SEHUN! TOLONG AKU SEHUN!

Sehun terhenyak kaget. suara ini mirip dengan Luhan. dia mencari-cari keberadaan luhan. tapi nihil, yang dia temukan hanya anak-anak yang berlari dan juga pasangan sepertinya. Apa mungkin Luhan bertelepati dengannya? Apakah ada monster kegelapan seperti sore-sore begini yang menyerang luhan? mana mungkin! Monster kegelapan hanya menyerang saat malam hari!

Sehun… kumohon.. tolong aku… hiks.. hiks…

Sehun kembali terhenyak, luhan bertelepati dengannya. Itu berarti dia dalam bahaya, bukan monster yang menyerangnya dia yakin itu! karena sekuat apapun monster itu. dia pasti akan berhasil mengalahkan monster itu. lalu siapa yang menyerangnya?

bagaimana kalau sepulang sekolah kita menggaulinya saja? Perkataan yongguk berputar di benak sehun. Apa jangan-jangan?

Sehun… hiks

Sehun tidak tahan dengan telepati Luhan yang lirih itu. dia seakan-akan melihat Luhan yang tengah menangis depannya. Sehun tidak tahan! Sehun segera berlari ke arah toilet perempuan di taman itu. ternyata jaraknya cukup jauh dan cukup terisolasi.

Sehun.. datanglah.. ku mohon… hiks

Sehun segera mendobrak pintu toilet itu dan tengah melihat pemandangan yang tidak ingin dia lihat! Kancing kemeja luhan yang ke-3 tengah di buka oleh Daehyun. Sedangkan Yongguk sedang memegang dada luhan. dan tampak luhan menangis tersedu-sedu.

"oh lihatlah, namjachingunya datang ahahaha, Daehyun kau habisi saja dia", Daehyun segera mendekati Sehun. Amarah Sehun memuncak saat yongguk tetap melancarkan aksinya kepada Luhannya!

Jangan pakai kekuatanmu sehun. Itu di larang!

Sehun kaget mendengar telepati Luhan. yah, dia memang di larang menggunakan kekuatannya saat berhadapan dengan manusia. Itu dilarang.

Daehyun segera memukul Sehun, tapi tangan Daehyun di tangkap oleh Sehun. Bagaimanapun dia sudah bertarung dengan monster kegelapan sudah cukup lama. Jadi dia cukup memiliki keterampilan bertarung, ah maksudnya berkelahi.

Tanpa di sangka entah sejak kapan yongguk mencekik leher Sehun dari belakang. Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Daehyun. Dia segera memukul wajah Sehun.

"Kya! Jangan memukul Sehun!", teriak Luhan. ke-2 namja itu tidak menghiraukan Luhan yang memekik ketakutan. Sehun berusaha melepaskan cekikan dari belakang oleh Yongguk. Tapi sia-sia, dia jauh lebih lemah dari yongguk.

"Lepaskan", kata Luhan yang bernada sinis.

Daehyun dan yongguk tertawa mendengar perkataan Luhan.

"kami tak akan melepaskan sehun kecuali kau…"

"ku bilang LEPASKAN!", pekik keras Luhan memotong perkataan Yongguk.

BRUAKK!

Dan saat luhan memekik keras, yongguk dan juga Daehyun seperti di tendang seseorang dan membuat mereka terpental ke dinding. Sehun jatuh terduduk, menghirup nafas banyak-banyak. Oksigen di paru-parunya sudah menipis gara-gara cekikan yongguk barusan. Sehun melihat ke arah Daehyun dan Yongguk yang tak sadarkan diri. Dia mengalihkan pandangannya pada Luhan.

Luhan begitu mengerikan. Matanya yang berwarna hijau berubah menjadi merah, dan matanya yang berwarna ungu berubah menjadi hitam. Luhan mendekati Sehun.

GREP!

Sehun kaget, bukan hanya melihat luhan yang matanya berubah menjadi mengerikan tapi perlakuan Luhan.

"gwenchana?", tanya Luhan yang masih memeluk leher Sehun. Sehun hanya mengangguk lirih. Luhan melepaskan pelukannya.

"tenang saja aku akan menghapus memori mereka disini", kata Luhan.

"ternyata kau punya kekuatan lain. hehehe", kau tak tahu pembicaraan mu sungguh garing Sehun? Sehun menatap ke-2 bola mata Luhan yang berubah warna menjadi hijau dan ungu kembali. Luhan menatap luka di sudut bibir Sehun. Luhan memajukan wajahnya. sehun merasa salah tingkah melihat luhan dengan posisi ini.

Tanpa disangka, Luhan menjilat luka di bibir Sehun. Sehun kaget, tentu saja!

"bibir sehun…. Manis", kata luhan di sela-sela jilatannya. Entah keberanian dari mana hingga Sehun menarik Luhan dalam pelukannya dan menciumnya dengan lembut. Dan dari ciuman lembut itu beralih ke arah ciuman yang ganas.

"tak masalah kan? aku melanjutkan kegiatan 2 namja brengsek itu lakukan kepada yeoja ku yang manis ini?", kata Sehun. Luhan tersenyum –menyeringai mungkin.

"lanjutkan saja, mr. Rainbow".

.

.

.

"eungh~", Sehun mengerjapkan matanya. Dia mengumpulkan kesadarannya. Tapi sedetik kemudian dia terperanjatkan kaget. apa aku melakukan 'itu' dengan Luhan? di toilet taman perempuan? What?!

Tenang saja, tidak ada yang melihat kita kok, Daehyun dan Yongguk sudah aku pindahkan ke tempat lain, sehun tersenyum. Luhan bertelepati dengannya. Tapi saat dia mengalihkan pandangannya ke depan cermin dia mendapati luhan yang berdiri di samping wastafel.

"kalau sini sana kenapa kau memakai telepati?", kata sehun kesal. Luhan tertawa, pertama kali dia melihat sehun bersikap kekanakan seperti ini.

"waeyo? Mr. Rainbow marah?", tanya Luhan duduk disamping Sehun yang duduk di lantai. Sehun memperhatikan dirinya. Dia tidak naked, tapi sudah berpakaian.

"kau memakaikanku pakaian? Em.. jam berapa sekarang?", kata Sehun canggung, yah, dia melakukan 'itu' dengan luhan. padahal luhan kan bukan yeojachingunya.

"tentu saja aku! Jam 8 malam, lebih baik kita ke kampus saja, kris dkk sudah menunggu kita disana, katanya kita akan berburu lagi", kata Luhan.

"ayo berangkat!", luhan segera bangkit dan beranjak ke pintu toilet.

"tunggu! Kenapa kau suka memanggilku mr. Rainbow sih? lalu apa kita berpacaran?", luhan berhenti berjalan. Dan memandang Sehun.

"karena rambutmu warna-warni! Lalu… bukannya kau sudah mendeklarasikan bahwa aku yeoja chinguku di depan murid-muridku?", Sehun terkekeh, lalu menyusul Luhan.

.

.

.

"kalian kenapa lama sekali sih! di tambah lagi dengan pakaian yang sama dengan tadi! apa kencan kalian sangat lama!", teriak Chanyeol dengan kesal. Yah, dia sudah menunggu bersama chingunya selama kurang lebih 1 jam!

"wohoho.. jangan marah Chanyeol hyung. Aku kan baru pertama kali kencan", kata Sehun dengan cengiran. Wow ajaib! 5 namja yang melihat cengiran sehun merasa mengedik ngeri. Bulu kuduk mereka berdiri semua. Tiba-tiba Chen meletakkan telapak tangannya di jidat sehun.

"tidak panas," Sehun menampik tangan Chen di jidat kesayangannya(?)

"ada apa sih! kalian aneh!", kata sehun.

"KAU YANG ANEH!", kata 5 hyungnya serempak. Sehun mengelus tengkuknya mendengar pernyataan hyungnya. Sedangkan Luhan hanya tertawa melihat tingkah laku 6 namja itu. tiba-tiba Luhan dan Kai diam memicingkan matanya tepat di satu arah, yaitu arah ruangan dance.

"kenapa? Apa kalian merasakan monster kegelapan?". Kata Kris. Luhan dan kai menganggukkan kepalanya. Kai dan Luhan berkosentrasi, mendeteksi makhluk apa yang akan di lawan mereka.

"dia ada di ruangan dance, tapi aku tidak tahu apa yang akan kita lawan", kata kai.

"throll", kata Luhan singkat. 6 namja itu menatap Luhan dengan takut-takut.

"aku tidak tahu makhluk apa itu, tapi kau mengetahui", Luhan mengelus rambut kai dengan lembut –yah dia lakukan dengan menjijit badan luhan kan juga seimut wajahnya. sedangkan Sehun hanya menatap garang kai.

"karena aku lebih pengalaman, kan aku bertarung lebih lama dari pada kalian?", senyum luhan. ohh! Kau begitu imut Xiao Lu-ku! Pikir Sehun.

Gomapta Sehunnie, hehehe apa itu nama kesayanganku sehun? Sehun tersenyum mendengar telepatinya dengan Luhan.

"lalu apa Throll itu?", kata Chen.

"kalian pasti pernah melihatnya di film-film, tapi jangan kaget ya?", kata Luhan berjalan duluan. 6 namja itu berpandangan lalu mengikuti Luhan menuju ke ruangan dance.

.

.

.

"KYAAAAA~!", suara pekikan perempuan terdengar dari ruangan dance, membuat para EXO segera berlari ke arah ruangan dance. Entah kenapa mereka lupa dengan kekuatan teleportation dari kai.

BRAAKK!

Kris membuka pintu dan terlihatlah Xiumin yang sedang di pojokkan oleh seorang monster tinggi nan besar. Dari kelihatannya Xiumin sangatlah ketakutan. Sangat ketakutan. Chen yang melihat pelatih dancen tampak ketakutan segera menyeran Throll itu dengan petirnya, namun bukan gosong ataupun terbelah seperti biasanya, throll itu tampak semakin membesar.

"ups, aku lupa memberi tahu, kalau sebenarnya throll itu tak mempan dengan tenaga yang menghancurkan, dia akan bertambah besar dan kuat jika kita menyerangnya dengan kekuatan menghancurkan. tapi dia lemah dengan kekuatan membangun, seperti Water, Light, Earth, atau Frost hehehe", luhan tertawa canggung. Sedangkan 5 namja memberi death-glare gratis untuknya –kecuali sehun yang pastinya tak akan berani. Membuat luhan pundung di pojokkan.

"GRAAA!"

Throll itu beralih ke Luhan. Luhan yang lagi pundung di pojokkan segera bangkit dari kepundungannya(?) dan menahan throll dengan telekinesis dan melemparnya ke dinding.

"Xiumin! cepat kemari!", kata Luhan sambil melambai agar Xiumin mendekat ke arahnya. Xiumin berlari ke arah luhan, tapi ternyata throll itu bangkit dan memegang kaki Xiumin.

"kyaa! Tolong aku!", Xiumin meraung ketakutan saat kakinya di seret oleh Throll.

"Suho gunakan kekuatanmu untuk melawan Throll!" pekik Luhan. Suho mengangguk dan berkosentrasi membuat gumpalan air di badan throll. Tapi itu terlalu lemah, karena Tubuh Throll terlalu besar, dan juga terlalu kuat.

PYARRR!

Gumpalan air yang suho susun bercerai berai. Dia tidak bisa menahan Throll itu.

"KYAA! LULU! TOLONG AKU!", Xiumin menjerit, dia menangis. Dan ajaibnya tetesan air matanya membeku. Luhan yang melihat Xiumin menangis segera berusaha melempar Throll itu lagi.

Tapi itu tak mungkin di lakukan luhan. jika Throll dia lempar, maka Xiumin juga akan terlempar juga. Itu karena Throll itu masih memengan kaki Xiumin.

"Luhan noona! Tolong Xiumin noona", Luhan segera menatap Chen dengan pandangan berbinar.

"kau… memanggilku noona?", kata Luhan. semua yang disana hanya ber-sweat-drop ria. Hei! Ini bukan waktu untuk bangga karena di panggil noona luhan!

"Luhan! ini bukan waktunya bangga!", kata kris. Luhan yang mengerti hal itu segera berusaha untuk memisahkan Xiumin dengan Throll.

"Sehun bantu aku! Bantu memisahkan Throll, aku akan menarik Xiumin, dan kau mendorong Throll dengan anginmu", sehun mengangguk dan berusaha berkosentrasi. Tapi…

WHUSSSS!

BRUAKK!

Semua yang ada disana sweat drop. Benar, Sehun mendorong Throll dengan anginnya, tapi ternyata itu terlalu kuat, dan menyebabkan Throll dan Xiumin terbang dan membentur dinding.

PLETAKK!

Chen menjitak kepala Sehun. Sehun hanya meringis dan mengelus kepalanya yang mungkin akan benjol. Tiba-tiba Throll segera menarik Xiumin lagi.

Kau harus melawannya Xiumin! kau tahukan kau memiliki kekuatan Frost! Gunakan Xiumin. Xiumin terhenyak. Suara ini suara luhan. tapi luhan tidak berbicara. Lalu apa yang dia lakukan hingga dia bisa mendengar suara ini. apa ini halusinasi?

Tidak Xiumin! aku bertelepati denganmu! gunakan Xiumin! ini saatnya, jangan takut!

GRAAA!

Throll sepertinya, bersiap-siap untuk memakan Xiumin. air. Xiumin melihat titik-titik air yang di gunakan Suho untuk membendung Throll tadi. tapi itu gagal. Apa harus? Apa dia harus menggunakannya? Menggunakan kutukannya?!

Jangan takut Xiumin! kami sama denganmu! itu anugerah Xiumin, lindungi Xiumin, Lindungi dirimu sendiri! Xiumin terhenyak. Yah, Luhan benar. Xiumin tidak sendiri memiliki kekuatan yang dia anggap kutukan ini. Sehun, Chanyeol, Kris, Suho, kai, Luhan.. Dan Chen. Yah dia sama dengan Chen! Chen tidak akan ketakutan dengannya seperti orang-orang di masa lalunya.

Dia harus melindungi…

Whusss!

"GRAA –" . teriakan throll terhenti saat wajah dan tubuhnya membeku, yah, Xiumin menggunakan kekuatannya. Semuanya terkejut –kecuali luhan yang memang sudah curiga dengan Xiumin.

CTAARRR!

Chen memberantakan tubuh-tubuh Throll itu, ya Chen menggunakan kekuatan petirnya ke Throll itu. dan menangkap Xiumin dengan gaya bridal style?

"gwenchana noona?!", Chen menanyai Xiumin di gendongannya. Tanpa tahu bahwa wajah Xiumin memerah.

"tu..turunkan aku.. Chen", Chen terperanjat. Dia akhirnya menurunkan Xiumin. Xiumin yang yakin dengan wajahnya memerah segera berlari, berlindung di belakang Luhan. takut wajah merahnya di ketahui Chen.

"ayo kita ke apartemen!", kata Luhan yang tidak tahu suasana. Semua memandang Luhan dengan wajah tak percaya. Ayolah luhan kau tak tahu suasana lovey dovey ChenMin tadi?

"luhan benar, lebih aman di apartemen", kata Kris. Lalu 5 namja dan 1 yeoja itu menatap kai.

"apa?", kata kai.

"kau kan tidak menggunakan kekuatanmu sama sekali. Jadi~", kai tahu arah mana pembicaraan ini. apa lagi Chanyeol yang menatapnya dengan pandangan yang urgh!

"oke..oke"

BOSSHHH

Dengan sekejap 6 namja dan 2 yeoja itu hilang. Tanpa mengetahui sepasang mata menatap kepergian 8 orang itu.

"kau berusaha untuk mengumpulkan EXO sejak kejadian itu ya? Humm menarik, selamat berjuang Luhan kecilku kekekeke", dan sosok itu menghilang.

.

.

.

"silahkan di makan baozi!", kata Luhan riang. Xiumin tidak menatap makanan ringan ataupun teh buatan Luhan. tapi menatap Luhan.

"baozi?", Luhan mengangguk lucu mendengar pertanyaan Xiumin.

"karena pipimu mirip dengan baozi! Bakpau!",

TENENGG~

Semua mata melotot menatap Luhan. bahkan kai yang baru berteleportasi. Xiumin terkenal paling benci di bilang gendut! Padahal dia memang langsing, tapikan wajahnya itu loh tembem.

Heningg~

"wow! Aku tak tahu jika kau tahu tentang makanan faforitku itu! hehehe", Ajaib! 6 namja itu cengo. Xiumin tidak marah di katai baozi? Padahal biasanya kan dia marah jika harus di samakan dengan sesuatu yang bersifat..err… tembem mungkin?

"hehehe… aku bisa membuat bakpao loh!? Kapan-kapan kita buat bersama yuk?!", kata Luhan ceria.

"tentu saja!", dan 2 yeoja itu asyik berbicara hal tentang… bakpau? Padahal biasanya yeoja seperti mereka kan suka membicarakan tentang namja, make up atau yang lainnya. -_- benar-benar yeoja yang aneh.

"ekhem!", kris berdehem untuk menarik perhatian para yeoja itu.. daann..

.

.

.

Gagal.

Xiumin dan Luhan masih berbicara tentang rasa bakpau yang menurut mereka enak. Kris cengo dan mangap sekaligus karena dehemannya yang terbilang mainly itu.

"kau salah kris-ge kalau seperti itu", kata Chen. Chen mendekati Luhan dan Xiumin

"Ladies, ayo kita berbicara tentang hal yang lainnya. bakpaunya bisa menyusul, tapi masalah EXO?", kata Chen lemah gemulai(?). ajaibnya mereka berhenti berbicara dan menghadap ke arah Chen. Chen mendekati kris dan berbisik.

"yeoja itu harus di katai dengan lembut berbeda dengan NAMJA", kata Chen. Kris mendengus kesal karena merasa di gurui oleh dongsaengnya.

"baiklah, Xiumin noona, kapan kau memiliki kekuatan itu lalu kenapa kau diam saja memilikinya? Apa kau tak tahu EXO?", kata Suho mencairkan suasana hati kris yang mendumel tidak karuan gara-gara Chen yang menurutnya mengguruinya.

"ah, aku mendapat kekuatan ini sejak umurku 19 th. Waktu aku kecil, aku menemukan buku tuaaa sekali… lalu aku membaca tapi bacaan itu berbahasa mandarin. Sejak saat itu aku berusaha belajar bahasa mandarin. Dan saat umurku 18 tahun aku bisa menterjemahkan bahasa mandarin itu. di sana di ceritakan tentang EXO dan ke-12 kekuatan agung. Di sana juga di ceritakan masing-masing kekuatan dengan jelas dan amat TERPERINCI! Tapi saat aku membuka lembaran tugas EXO, di sana ada sobekan. Jadi ya? Aku tidak bisa tahu tugas apa, lalu saat aku menjabat tangan luhan, aku merasa aneh dan hangat sekaligus. Padahal aku tidak pernah merasa aneh saat bersentuhan dengan chen, hehehe", jelas Xiumin.

"lalu kenapa noona memiliki kekuatan frost? Jangan bilang gara-gara kau bersembunyi di kulkas? Hahaha", canda kai. Semuanya juga ikut terkekeh pelan.

"itu betul sekali!",

JGLEERR!

Suara petir Chen terdengar. Semua makhluk EXO di sana –kecuali Xiumin cengo kembali. What? Apa Xiumin ngelawak? Pikir Luhan.

"jangan tertawa! Ini beneran loh!? Saat aku berumur 19 tahun, aku menemani adikku untuk bermain petak umpet, saat aku ingin bersembunyi aku melihat kulkas, ya jadinya aku bersembunyi disana. Aku tidak tahu kapan kekuatan itu muncul, yang aku tahu saat aku keluar adikku menangis dan aku sudah bersembunyi sekitar 6 jam di kulkas, aku tidak menyangka aku dapat bertahan di kulkas jadinya ya aku tahu kalau memiliki kekuatan frost",

"tapi kenapa noona lebih memilih ke seoul saja ?", tanya Sehun. Ya, mereka heran kenapa Xiumin yang di ketahui bukan asli seoul, kuliah di Universitas seoul yang pastinya bukan tempat Kris dkk.

"karena dia tidak mempunyai pilihan, saat dia keluar pasti keluarganya mengira bahwa dia adalah monster karena dia mempunyai kekuatan yang aneh, begitupun masyarakat.", kata Luhan. semuanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

"kenapa kau tahu?", kata Xiumin. Luhan tersenyum lembut mengusap lembut kepala Xiumin.

"karena aku dapat membaca pikiran",

"woaah! DAEBAAKK!", teriak Xiumin. seketika semuanya menutup kupingnya.

"ternyata jeritannya tak kalah dengan suaramu", kata Chanyeol ke Chen yang masih menutup telinganya. Chen menyikut lengan Chanyeol.

"baiklah kau bisa tinggal disini karena aman. Chanyeol kau sekamar dengan suho. Suho kamarmu di tempati oleh Xiumin jie dan Luhan jie", saat Chanyeol mau protes ke kris karena dia akan tidur dengan Suho, kris sudah melempar tatapan maut milik kris seketika Chanyeol bungkam.

"hehehe, gamsahamida!", kata Xiumin dengan ceria. Membuat Chen tersenyum. Tapi saat Xiumin hendak berdiri, dia tidak sengaja menyenggol meja di depannya membuat cangkirnya akan tumpah tapi..

DEG!

Sehun mencengkeram dadanya dengan kuat, dadanya merasakan sesuatu, tidak sakit tapi aneh, bersamaan dengan itu cangkir itu tetap miring dan cairannya tidak tumpah.

"apa luhan noona mengendalikan cangkirnya, dan suho-hyung mengendalikan air di cangkir itu agar tidak tumpah?", kata chanyeol sambil melihat cangkir itu.

"sehun gwenchana?", kata luhan, luhan tampak khawatir dengan keadaan sehun. Wajah sehun yang putih pucat semakin pucat sambil mencengkeram dadanya.

"ada yang aneh di sini noona", kata sehun sambil menunjuk dadanya. Luhan menatap jam dinding rumah mereka dan melihat jam tangannya.

"chanyeol, bukan aku yang mengendalikan cangkir itu, bukan juga suho", kata Luhan. luhan melirik kai yang sedang menatapnya juga.

"kai, kau juga merasakan sesuatukan?", tanya luhan. kai mengangguk.

"aku dan kai merasa sesuatu, sehun merasa aneh di dadanya, dan waktu berhenti. Itu artinya…

.

.

.

.

Time controller ada di seoul"

.

.

.

TBC!

Mianheyo Readers permisah~

Zelus buntu tentang imajinasi fantasy gitu. Hiks mianheyo

Jeongmal mianheyo.

mianhe kalau publish lagi mungkin setelah hari raya, Love Recipe/Family, Love and Life/ ataupun FF ini. akan zelus lanjut setelah hari raya

Kenapa?

Karena Zelus akan mudik ke desa. Dan di desa itu akses komunikasinya aja akan susah. Jadi jeongmal mianheyo.

Balasan review~ :

Ellizabeth Kim : jinjja? O.o menurut zelus ini masih ruwet, seruwet pikiran zelus :3 .Tao? tao ya mungkin ada di chap2 depan, sabar ya nunggu Tao dalam bertarung dengan wushunya. Kikikik~ ne! gamsahamida udah nyemangatin zelus! :D gomawo reviewnya *hug

Jaylyn Rui : gak seru-seru amat kok :3 udah ada jawabannya kan di chap ini? sebenernya kai rada o'on juga, udah tahu ngerasain hal yang aneh ke Xiumin, tapi gak paham-paham juga, Luhan mah pinter *eeaaa~ baru tahu aneh langsung tahu, Xiumin juga tahu tuh hehehe. Udah di lanjut nih :D gomawo reviewnya *hug

Tania3424 : gak keren-keren amat kok ;3 , oke tarikk maangg *emang dangdutan, salah~ maksudnya oke lanjuuutt yoooo~! *ala ngerap chanyeol, gambarimasu! :DD gomawo reviewnya *hug

Sabil : Mian T.T jika nunggunya telat. Zelus lagi bingung nerusin ini kayak gimana.

Ripiuw lagi neh? ;3