.

.

.

:: Wall of Bond ::
©mitarafortunadow

{ disclaimer : hetalia © hidekazu himaruya }

.

.

.

-2-

"Stay" —
remain in the same place

-:-

Setelah bertahun-tahun menjadi seorang Beilschmidt, Lovi tiba-tiba berpikir tentang cinta, dan bagaimana ia mungkin masih menyisakan sebagian hatinya untuk dimiliki Antonio. Atau mungkin lebih? Antonio terus bersamanya sepanjang waktu, dulu, dan Lovi tahu laki-laki itu telah menjadi salah satu bagian paling penting dari hidupnya. Mungkin memang bukan dia yang membuat Lovi menyanggul rambutnya kini, dan memadamkan sedikit api yang dulu bergelora tanpa pembatas. Mungkin memang bukan Antonio yang tidur di sampingnya, memberikannya rumah, menghadiahinya seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Bukan Antonio yang membuatnya mengenakan cincin pernikahan di jari manisnya. Bukan Antonio yang mengajarinya memasak makanan Jerman dan semua jalan juga gang yang ada di Berlin. Bukan Antonio, tapi Ludwig.

Namun berita kematian Antonio tetap menghancurkan Lovi, membuatnya tak sanggup bernapas, memberinya malam-malam dengan tangisan tak berujung. Di sela-sela air mata yang mulai mengering, di antara isaknya yang perlahan memudar, akan ada seseorang yang memeluknya. Lovi bertanya bagaimana Ludwig bisa begitu pemaaf. Bagaimana ia bisa menerima kenyataan bahwa Antonio masih memiliki separuh hati istrinya bahkan setelah belasan tahun mereka berdua tak pernah berjumpa. Lovi mempertanyakan apakah ia benar-benar mencintai Ludwig sebesar yang ia pikirkan sebelumnya.

Ludwig akan mempererat pelukannya, tak mengizinkannya lebih banyak meragu.

"Aku mencintaimu," ia menekankan, berbisik di antara rambut Lovi yang berantakan, basah oleh air mata. "Itu cukup. Itu lebih dari cukup. Kau juga mencintaiku."

Lovi menahan napas. "Bagaimana kau tahu? Enam belas tahun dan aku masih menganggapnya bagian dari diriku."

"Tapi dia memang bagian dari dirimu." Ludwig menegaskan. "Aku mengenalmu saat Antonio masih bersamamu. Aku bisa melihat bahwa apapun yang terjadi, di dunia manapun kau akan berada, kalian akan tetap menemukan jalan kepada satu sama lain. Itu tidak akan berubah."

"Lalu bagaimana kau tahu aku mencintaimu? Jika Antonio begitu berharga—"

Ludwig menciumnya, dan Lovi bernostalgia. Tentang taman bermain, di mana Ludwig mengajaknya pergi di kencan pertama mereka. Tentang es krim, dan bagaimana Ludwig menciumnya dengan cara yang sama dengan yang tengah ia lakukan sekarang. Bagaimana Ludwig dulu begitu canggung dengan kata-kata. Bagaimana Lovi belajar mengenalinya dari setiap gestur sederhana.

"Kau menikah denganku," Ludwig bilang, "kau tidak akan melakukannya jika kau tidak mencintaiku."