"Bagaimana? kau mendengar sesuatu?"
"Entahlah, hanya bisikkan yang kudengar."
"Aish minggir! Aku saja yang melakukannya."
Itu adalah percakapan yang dilakukan dua wanita paruh baya yang kini tengah mencoba mendengar – menguping lebih tepatnya. Mereka adalah ibu Sungmin dan ibu Kyuhyun. Semenjak Kyuhyun dan Sungmin memasukki kamar mereka, kedua ibu itu ternyata menyusul ke dua anaknya ke lantai dua. Ternyata tidak hanya memberikan dua anak mereka jus yang telah mereka campuri sesuatu, mereka juga merencanakan sesuatu dengan mengunci pintu kamar anak mereka dari luar. Terdengar seperti perbuatan tidak penting namun inilah rencana sebenarnya yang sudah lama dua ibu itu rencanakan.
"Kyeongsuk-ah, bagaimana?" tanya ibu Kyuhyun penasaran. Ibu Sungmin yang kini bergantian menguping mengernyit tapi tetap dalam posisinya. Posisinya adalah ibu Kyuhyun yang mengamati sekitar karena takut ada yang memergokki mereka dan ibu Sungmin yang sedang menempelkan kupingnya di pintu, bahkan sesekali ia melihat melalui celah di lubang kunci pintu.
"Aku tidak yakin, tapi ku rasa sedang terjadi sesuatu." Ucapan ibu Sungmin langsung membuat ibu Kyuhyun menoleh dengan semangat.
"Benarkah? Apa mereka sedang melakukan itu?!" Tidak dapat dibendung lagi rasa senangnya ketika mendengarnya, ibu Kyuhyun langsung menggeser tubuh besannya itu tidak sabaran.
"He..hei hati-hati!"
Kini gantian ibu Kyuhyun yang menguping karena rasa penasaran yang benar-benar tidak bisa ia tahan lagi. Beberapa menit menguping, ibu Sungmin melihat wajah besannya yang berubah merah. Ia sudah pasti bisa menebak mengapa wajah besannya bisa seperti itu.
"Bagaimana? kau mendengarnya?" tanya ibu Sungmin.
Ny. Cho menegakkan posisinya sambil menelan ludah susah, wajahnya benar-benar merah sekarang.
"Kurasa kita pergi saja sekarang." Ny. Lee mengerut tidak mengerti dengan ucapan besannya ini tapi tetap mengikuti Ny. Cho yang sudah pergi lebih dulu.
"Hana-ya, ada apa?"
"Kyeongsuk-ah, kita berhasil! mereka.. melakukannya!" tiba-tiba Ny. Cho berbalik mengejutkan Ny Lee.
Mereka sama-sama terdiam beberapa saat sebelum tertawa senang. Usaha mereka ternyata seratus persen berhasil tanpa kendala dan itu benar-benar membuat mereka senang luar biasa. Namun, di balik kesenangan mereka saat ini, mereka tidak akan tahu apa reaksi dari kedua anak mereka selanjutnya.
Ya kita lihat saja apa yang akan terjadi selanjutnya.
~OoO ~
Dingin. Kesan pertama ketika ia berusaha membuka matanya. Lalu rasa dingin itu mulai merambat ke seluruh tubuhnya. Hingga ia menyadari sesuatu setelah ia membuka seluruh matanya lebar-lebar, tubuhnya terasa remuk terutama bagian tubuh bawahnya. Ia hendak akan mendudukkan dirinya sebelum sepasang lengan memeluk pinggangnya erat-erat yang membuatnya mengeryit bingung. Apa ini? Ia mengikuti arah pendangnya untuk melihat siapa yang tengah memeluknya, dan ketika ia sudah melihat siapa yang memeluknya tidak dipungkiri itu mebuatnya shock luar biasa. Dan lagi.. ia baru benar-benar menyadari bahwa mereka sama-sama bertelanjang dada! Tunggu, apa hanya bertelanjang dada? Ia menggigit bibir bawahnya cemas, ia melirik takut-takut ke bawah. Jangan-jangan tidak hanya bertelanjang dada, ketika ia mengintip ke balik selimutnya di sanalah ia merasa seolah dunia telah hancur, benar-benar hancur. Tubuhnya merasa lemas dan rasa takut merambati dirinya. Rasanya ia ingin menangis saja mengetahui kenyataan bahwa mereka telah melakukannya. Jadi, kejadian semalam benar-benar terjadi? Ia benar-benar berharap ini hanya mimpi dan semuanya tidaklah nyata, namun rasa sakit di sekujur tubuhnya membuatnya mau tak mau harus yakin bahwa ini bukanlah mimpi, ini benar-benar nyata!
"Ini tidak mungkin," ia menggeleng tidak percaya. Ia melirik kearah orang di sampingnya yang masih terlelap tidur.
"Kau benar-benar brengsek!" teriaknya. Teriakkannya membuat seseorang yang ada di sampingnya akhirnya membuka matanya perlahan, setelah kesadarannya sudah terkumpul ia melihat orang yang di cintainya sedang menatapnya penuh kebencian. Namun, ia belum menyadari bila tatapan kebencian itu benar-benar untuknya jadi ia hanya tersenyum lalu menegakkan tubuhnya untuk duduk.
"Pagi, Min." Sapanya sambil tersenyum, tapi orang yang disapanya tidak membalas sapaannya malah menatapnya tajam.
"Kau puas, Kyuhyun?" Tanya Sungmin yang lebih terdengar seperti sindiran.
"Apa maksudmu?" Kyuhyun mengernyit tidak mengerti mendengar Sungmin bertanya seperti itu.
"Kau tidak usah berpura-pura tidak tahu! Kau sudah menghancurkan hidupku! Kau puas, kan? Pada akhirnya kau berhasil meniduriku!" Sungmin kembali berteriak dengan suara yang bergetar. Tidak dipungkiri itu membuat Kyuhyun terkejut, semua yang dikatakan Sungmin benar-benar tidak pernah sekalipun terpikirkan olehnya. Ia sudah sangat senang bila Sungmin mau menikah dengannya, ia bahkan tidak berani berharap lebih kepada Sungmin untuk mau tidur dengannya meski mereka sudah menikah. Kejadian yang semalam sungguh diluar kendalinya, ia bahkan tidak mengenal dirinya sendiri malam itu.
"Jangan salah paham, Min. A – aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu, itu di luar kendaliku." Kyuhyun menggeleng cepat. Sungmin berusaha mengatur napasnya untuk tidak membuat ia menangis saat ini.
Apa Kyuhyun pikir Sungmin mau mempercayai perkataannya? Tentu saja ia tidak akan pernah mempercayainya setelah kejadian yang terjadi padanya. Bagaimanapun ia yang merasa dirugikan di sini. Kyuhyun memanglah suaminya sekarang, namun bukan berarti ia rela menyerahkan tubuhnya untuk pria di sampingnya ini. Kyuhyun tidak akan pernah mengerti dan tahu mengapa ia sangat tidak mau bila Kyuhyun menidurinya, tidak hanya rasa tidak sukanya tapi ada hal lain yang bisa membuatnya lebih hancur lagi.
"Aku tidak peduli apapun alasanmu! Apapun alasanmu kau tetap sudah puas meniduriku!" Kali ini Sungmin menuding tepat di wajah Kyuhyun, tatapannya penuh kebencian dan ia merasa gatal untuk menghajar Kyuhyun saat ini juga. Namun, ia urungkan karena itu tidak akan merubah apa-apa, maka ia langsung membelit tubuhnya dengan selimut yang sedari tadi menutupi tubuh mereka lalu beranjak untuk masuk ke kamar mandi. Kyuhyun tidak berniat mencegahnya bahkan ia tidak merasa malu selimut yang tadi menutupi tubuhnya kini sudah berpindah seluruhnya untuk menutupi tubuh Sungmin. Ketika Sungmin sampai di depan pintu kamar mandi, ia menghentikan langkahnya lalu menggeram kesal.
'Aku lupa showernya rusak, ck!' dengan berat hati ia membalikkan tubuhnya untuk menghampiri lemari di kamar mereka. Ia bahkan tidak mau melirik sedikitpun kepada Kyuhyun yang masih bertelanjang di kasurnya, ia tahu Kyuhyun sedang menatapnya dan ia tidak sudi untuk balas menatap pria itu. Ketika ia sudah mengambil pakaiannya, ia langsung kembali ke kamar mandi untuk memakai bajunya. Ia tidak mau Kyuhyun kembali melihat tubuhnya meski pria itu sudah pernah melihatnya. Ia berniat untuk menggunakan kamar mandi lain untuk membersihkan tubuhnya ini, jadi ia membawa baju lainnya untuk di gantinya nanti lalu segara keluar dari kamar tanpa kata lagi. Namun, sialnya tubuhnya tidak bisa untuk diajak kerja sama karena belum sempat ia meraih knop pintu, ia langsung terjatuh karena tidak kuat untuk berjalan lagi. Tubuhnya serasa remuk semua terutama bagian bawahnya yang terus berdenyut nyeri, sebenarnya bagaimana Kyuhyun menghajarnya semalam? Pria brengsek itu benar-benar puas membuatnya seperti ini.
Kyuhyun yang melihat Sungmin tidak bisa bangun langsung menghampirinya dengan cemas, ia bahkan tidak peduli kalau Sungmin melihat tubuh telanjangnya saat ini. Ia merangkul bahu Sungmin pelan dan berniat untuk menggendongnya namun segera di tolak mentah-mentah.
"Mau apa kau?! Jangan menyentuhku!" Sungmin memukul bahu Kyuhyun keras tapi Kyuhyun tidak membalas malah berusaha menggendong Sungmin lagi.
"Kau tuli, ya? Pakai saja pakaianmu! Jangan menyentuhku lagi!" Sungmin menepis tangan Kyuhyun sebelum pria itu menyentuhnya lagi. Sungmin berusaha bangun namun tidak pernah berhasil, ia tetap akan terjatuh lagi karena sakit yang menjalari tubuhnya.
"Aku janji tidak akan melakukan hal-hal lain selain membantumu berdiri, Min." Sebelum Sungmin membalas ucapannya, Kyuhyun sudah menggendong Sungmin di depannya. Salah satu dari kedua lengannya ia selipkan di balik lutut Sungmin dan yang satunya untuk menahan punggung Sungmin.
Sungmin membulatkan matanya dan berusaha untuk melepaskan diri tapi karena tubuhnya sakit dan tenaga Kyuhyun yang kuat membuat usahanya sia-sia saja.
"Turunkan aku! Kau membuatku seperti seorang wanita saja! Turunkan kubilang!" Namun, teriakkan Sungmin seolah tidak pernah Kyuhyun dengar – ia tetap menggendong Sungmin dan merebahkannya di kasur. Setelahnya Kyuhyun meraih pakainnya dan langsung memakainya cepat.
"Aku akan menggendongmu sampai di depan kamar mandi di lantai bawah, Min."
"A – apa?! Jangan kau pikir aku mau saja kau gendong, ya. Aku tidak.." ucapan Sungmin terpotong karena Kyuhyun langsung menggendongnya setelah ia selesai memakai bajunya. Kyuhyun tidak mempedulikan umpatan-umpatan Sungmin padanya. Bahkan Kyuhyun serasa tubuhnya kebal karena Sungmin yang terus memukulinya keras. Niatnyakan baik untuk membantu Sungmin, bagaimanapun ialah yang membuat Sungmin kesakitan seperti ini. Dalam hatinya ia benar-benar mengutuk dirinya karena membuat Sungmin seperti ini.
Karena sibuk dengan pikirannya dan Sungmin yang sudah tidak berontak lagi – memilih diam sambil menahan malu dengan menutup kedua matanya, mereka tidak sadar semua keluarga mereka yang ternyata tengah berkumpul di lantai bawah menatap mereka terkejut. Bahkan bisikkan dari saudara-saudaranya belum bisa membuuat mereka tersadar. Dengan santainya Kyuhyun yang sedang menggendong Sungmin melewati mereka semua dan berlalu menuju sebuah ruangan – kamar mandi tamu.
Semua orang masih dalam posisi mereka yang terdiam karena terkejut juga rasa penasaran mereka yang besar, padahal Kyuhyun dan Sungmin sudah berlalu di balik pintu sana.
"Sayang? Kau hebat sekali." Itu suara ayah Kyuhyun yang pertama.
"Aku tidak menyangka ibu membuat dua orang itu seperti itu." ucap adik Sungmin – Sungjin selanjutnya.
"Wow, apa adikku sehebat itu?" kemudian Cho Ahra selanjutnya –masih tidak percaya.
Seketika semua orang heboh dengan pendapat dan ocehan-ocehan mereka tentang apa yang baru saja mereka lihat. Mereka berlomba-lomba mengutarakan apa yang ada di pikiran mereka dan tentu saja hampir semua orang memuji 'kerja keras' ibu mereka. Ibu mereka yang merasa dipuji seperti itu tersenyum bangga seolah 'Tentu saja, aku ibunya jadi lebih tahu bagaimana membuat mereka akhirnya melakukannya' dan tidak kalah bedanya dengan pihak para ayah yang juga merasa ikut andil karena telah membantu istri mereka. Semuanya tampak bahagia karena pada akhirnya apa yang mereka tunggu akan berhasil – sebentar lagi.
"Aah rasanya aku tidak sabar untuk menunggu cucuku lahir!" Ibu Sungmin berujar penuh semangat namun segera di senggol oleh besan wanitanya – Ny. Cho.
"Kau ini bagaimana, anakku kan baru menanamkan benihnya bagaimana mau lahir kalau terbentuk pun belum." Ucap Ny. Cho sedikit frontal tapi itu tidak mereka permasalahkan. Mereka malah tertawa mendengar pembicaraan dua ibu itu.
Pembicaraan dengan topik yamg sama masih berlanjut namun sebelum teriakkan Kyuhyun dan Sungmin yang terdengar dari kamra mandi sampai di ruang tengah – tempat mereks berkumpul.
"A –aduh! Maafkan aku, Sungmin. Aku benar-benar tidak sengaja." Teriakan pertama berasal dari Kyuhyun lalu diikuti Sungmin setelahnya dengan tidak kalah kerasnya.
"Kau memang brengseek! Kau bilang tidak akan melakukan hal lain padaku, tapi apa?! Tidak puas kau sudah menyentuhku semalam?! Keluar kau! Atau kulempari kau!" terdengar kegaduhan di kamar mandi yang membuat semua orang berjengit kaget. Mereka mendengar banyak barang yang terbentur dinding ataupun lantai kamar mandi – suaranya menggema kemana-mana.
"Apa anakmu mengamuk, Kyeongsuk-ah? Aku benar-benar tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi pada mereka." Ny. Cho langsung berjalan menuju kamar mandi di mana anak mereka berada dan diikuti orang tua lainnya, untuk anggota keluarga lainnya mereka tidak mungkin kan melihat Kyuhyun dan Sungmin yang entah bagaimana masih berpakaian atau tidak?. Tanpa basa-basi ibu Kyuhyun langsung membuka pintunya tanpa mengetuk terlebih dulu.
Hal pertama yang terlihat adalah ruangan yang berantakkan dengan banyak perlengkapan mandi yang tercecer di mana-mana dan botol-botol yang terbuka tutupnya. Kemudian hal berikutnya yang terlihat adalah Kyuhyun yang bersembunyi di balik bathup dan Sungmin yang berada di lantai dengan celana yang melorot hampir memperlihatkan seluruh pahanya.
Sontak keduanya terkejut karena kedua orang tua mereka melihat kejadian yang tidak mengenakkan ini terutama Sungmin yang sangat memalukkan – terbengong di lantai dengan penampilan memalukan. Kedua orang tua mereka benar-benar tidak menyangka anak mereka bertingkah seperti ini, bahkan ibu Kyuhyun hampir tidak bisa menutup mulutnya karena saking terkejutnya.
'Sial' umpat Kyuhyun dan Sungmin dalam hati.
Para ayah yang merasa ini bukanlah tontonan yang baik segera keluar meninggalkan istri mereka.
"Apa-apaan ini?!" Teriak dua ibu itu dengan ekspresi yang berbeda. Ibu Sungmin lebih mengekspresikkan rasa terkejutnya dibanding ibu Kyuhyun yang terlihat kesal. Ia merasa anaknya ini benar-benar memalukkan. Ia berpikir Kyuhyun mau melanjutkan aktivitas mereka di tempat ini karena ia melihat keadaan Sungmin seperti itu di lantai. Hal kedua yang membuat kamar mandi itu kembali gaduh adalah...
"Cho Kyuhyun! Kau benar-benar anak luar biasa mesum yang berniat memperkosa Sungmin di kamar mandi! Astagaaa!" Suara ibu Kyuhyunlah yang kemudian menggema di kamar mandi ini.
~OoO ~
Cast :
Cho Kyuhyun
Lee Sungmin
Other casts
Genre: Drama, romance, hurt.
Warning: Yaoi! Boy x Boy! Typos!
Rate : T for this chapter (bisa berubah sesuai jalan cerita)
FF ini milik saya, siapapun tidak berhak menjiplak seenaknya. Do not copas without my permission ok! If you don't like my fics, you can leave this fic NOW! Semua cast hanya milik Tuhan, saya hanya meminjam nama mereka. Jika ada yang tidak suka, anda bisa langsung pergi tanpa perlu merepotkan diri untuk mengebash/menghina tulisan apalagi semua tokoh di sini.
Bila ada kesamaan ide cerita, tempat dan alur yang 'mungkin' saja ada yang sama, itu adalah kebetulan/ketidaksengajaan. Semua orang bebas memiliki ide, bukan? Bahkan mungkin saja idenya sama. Tetapi ini adalah murni FF milik saya, semua jalan cerita dan adegan milik pemikiran saya. Cerita ini terinspirasi dari seorang teman author saya yang sekarang sudah tidak aktif lagi menulis.
Summary: Cinta yang bertepuk sebelah tangan, kebencian yang mendalam hingga berpaling padamu pun tidak – itu lebih menyakitkan daripada apapun. Bagaimana kehidupan yang dialami Kyuhyun dan Sungmin bila itu terjadi? Mereka bahkan tidak pernah membayangkan akan mengalami hal seperti itu. Kyuhyun yang sudah lama mencintai Sungmin dan Sungmin yang sangat membencinya terlebih ketika mereka dipaksa menikah.
Aku tidak menginginkan apapun selain dirimu dan cintamu. Bisakah.. sekali saja biarkan aku merasakan bagaimana dicintai oleh orang yang kucintai? –
~VincentCho96~
Setelah kejadian memalukkan tadi pagi, Sungmin merasa mukanya sudah tidak tahu harus disimpan di mana lagi. Semua komentar yang kebanyakan adalah godaan bodoh dari semua keluarganya membuatnya benar-benar merasa 'Oh, yaampun ini benar-benar membuatnya semakin sial'. Sungjin dan ibunya selalu mengatakan hal-hal yang berlebihan, tapi setidaknya ayahnya tidak seperti itu. Ia melihat ayahnya bersama ayah Kyuhyun yang tidak banyak berbicara – mendengarkan ocehan-ocehan ibu mereka hal yang bagus daripada banyak bicara, karena nyatanya Sungmin merasa ayahnya itu terlihat –masih terkejut ketika tanpa sengaja bertemu pandang dengannya.
'Oh, gosh! Ini semua gara-gara si brengsek itu.'
Sungmin langsung melirik ke depan di mana Kyuhyun duduk berhadapan di ruang keluarga ini, Kyuhyun hanya menanggapi semua komentar dengan cengiran bodoh dan sesekali mengusap telinganya yang masih memerah karena perbuatan ibunya. Oh, benar Kyuhyun mendapatkan 'sedikit' siksaan dari ibunya karena menyangka telah –hampir memperkosanya di kamar mandi. Mengingat hal itu semakin membuatnya kesal pada pria di depannya ini, jika saja Kyuhyun tidak menarik tali celana trainingnya mungkin ini semua tidak akan terjadi. Ia bahkan tidak mau mendengar alasan Kyuhyun yang tidak sengaja menarik talinya karena tali celananya tersangkut atau apalah di jarinya. Menurutnya itu hanya alasan pria mesum ini saja, mana ada celananya melorot hanya karena talinya yang terlepas kalau tidak ada yang menariknya? Ia yakin celananya ada karet yang kuat untuk menempel di pinggangnya meskipun talinya terlepas sekalipun. Di dalam hati ia mengutuk semua kejadian yang telah dialaminya, ia sangat membenci keadaannya sekarang.
Karena berpikir obrolan tidak penting keluarganya ini, ia berdekhem untuk sebisa mungkin mencari perhatian. Ia sudah berniat akan beralasan yang intinya agar bisa pergi dari tempat ini. Tetapi, niatnya seolah sangat bisa dibaca oleh ibunya karena saat ini ibunya menatapnya seolah 'duduklah! Mau pergi ke mana kau?'
Sungmin menghela napasnya pelan, sesekali meremas jari-jarinya. Ia berpikir sampai kapan semua orang membicarakan kejadian memalukan tadi? Itu bahkan sama sekali tidak ada pentingnya.
Namun, seolah batinnya tidak hanya bisa dibaca oleh ibunya, ayahnya yang sepertinya berniat menyelamatkannya dari sini. Meski sempat berperang mata dengan ibunya, ayahnya tetap membuat ia merasa sangat berterima kasih padanya.
"Hari ini, bukankah Sungmin punya janji membeli sesuatu dengan temannya? Janji jam berapa?" seolah mengerti, Sungmin mengangguk cepat.
"Ah, iya. Jam sepuluh pagi ini, appa. Hmm, sepertinya aku harus segera pergi. Kangin sudah menungguku, sepertinya." Sungmin berucap mantap. Tanpa basa-basi apapun lagi, ia beranjak menuju pintu depan setelah sebelumnya mengambil ponsel dan kunci mobilnya. Ia bahkan berpura-pura tidak mendengar panggilan ibunya yang menggema di mana-mana.
Kyuhyun yang menatap kepergian Sungmin merasa rasa sedihnya kembali, entah hanya alasan Sungmin saja atau malah janji sungguhannya bersama seseorang bernama Kangin itu. Sungmin lebih memilih pergi bersama orang lain daripada berada satu ruangan dengannya. Padahal, ini baru menginjak hari pertama setelah hari pernikahan mereka yang itu berarti hari ini seharusnya sepasang suami istri melakukan bulan madunya. Kyuhyun langsung menggeleng dengan pemikiran terakhirnya, mana mungkin ia seberani itu memikirkan tentang bulan madu yang pada kenyataannya hubungannya dengan Sungmin tidak — belum membaik? Ia masih tahu diri terutama karena kesalahannya malam itu.
"Kau tidak berniat mengantar – ah tidak, mengikuti Sungmin?" tiba-tiba suara bisikan ibu Sungmin terdengar di telinga kirinya. Ia menatap ibu mertuanya ragu, lalu menatap seluruh orang yang seperti berlagak tidak tahu apa-apa – mereka sibuk masing-masing. Ia langsung berdiri dan pergi setelah mengucapkan akan pergi ke mana ia sekarang. Sebuah tata krama sebelum pergi, berpamitan.
"Maaf, sepertinya saya akan menyusul Sungmin untuk mengantarkannya. Saya permisi."
Setelah keluar dari rumah mewah milik keluarga Cho, Sungmin tidak langsung pergi. Ia masih menyender di pintu luar mobilnya sambil memikirkan sesuatu.
'Bagaimana aku menemui Mike dengan keadaan seperti ini?' batinnya.
Ia sangat ingin bertemu dengan kekasihnya tapi ia takut Mike curiga bahwa ia telah tidur dengan Kyuhyun. Semua orang yang melihatnya berjalan pasti sudah tahu itu. Mana mungkin ia menghampiri Mike dengan jalan pincangnya? Tapi, bila ia berusaha berjalan seperti biasa itu membuatnya semakin tidak nyaman dan perih sekali. Ia lagi-lagi merutuki kebodohannya yang dengan pasrahnya terlena dengan jebakan sialan malam tadi.
Tidak ada pilihan lain selain harus menemui Mike hari ini, biar nanti ia akan mencari alasan bila Mike bertanya tentang cara berjalannya yang 'baru'. Ia baru saja akan membuka pintu mobilnya sebelum Kyuhyun tiba-tiba muncul di depannya. Ia mendengus tidak suka.
"Aku akan mengantarmu." Ucapan Kyuhyun yang terdengar seperti memaksa.
'Dan mengacaukan pertemuanku dengan Mike? Lalu semua orang mendukungmu untuk menjauhi Mike? Huh, tidak terima kasih' lagi-lagi Sungmin membatin.
Kyuhyun mengernyit melihat Sungmin yang diam saja, jadi ia langsung mengambil kunci mobil di tangan Sungmin tanpa Sungmin sadari.
Seolah menyadari perbuatan Kyuhyun, ia langsung meraih tangan Kyuhyun untuk merebut kunci mobilnya. Namun, Kyuhyun tidak akan berniat memberikan kunci mobilnya karena tanpa persetujuannya Kyuhyun langsung masuk di balik kemudi setelah sebelumnya mendorong Sungmin ke dalam mobil sebelah kemudi. Sungmin tentu berteriak tidak terima. Kyuhyun seolah menulikan pendengarannya dan mulai menjalankan mobil. Sungmin berusaha keluar namun sialnya pintu mobil telah terkunci. Sungmin mendelik kesal bahkan perbuatannya membuat tubuhnya meringis kesakitan. Sialan, ia lupa bagian bawahnya masih sakit.
Tidak ada yang bisa ia lakukan lagi selain pasrah duduk diam –tanpa katanya. Ia bahkan tidak menggubris pertanyaan Kyuhyun dan lebih memilih memandang keluar jendela.
"Ke mana tujuanmu? Aku bisa mengantarmu."
Sungmin masih tidak merespons. Kyuhyun memutar otak untuk bisa membuat Sungmin mau bicara dengannya.
"Atau pulang saja? Kurasa hari ini kau sedang tidak enak badan. Ya sepertinya itu lebih baik." Ucapan Kyuhyun ternyata berhasil –Sungmin menoleh cepat padanya.
"Kau saja yang pulang! Aku harus menemui seseorang." Sungmin mendengus kesal.
Kyuhyun menaikkan alisnya.
"Menemui Kangin? Kalau kau ingin membeli sesuatu kau bisa memintaku untuk —"
"Tidak usah ikut campur urusanku! Apapun itu. Kau sudah berhasil menikah denganku, tapi jangan harap aku menganggapnya begitu." Potong Sungmin membuat Kyuhyun terdiam seketika. Kyuhyun merasa jantungnya berhenti berdetak beberapa detik, bahkan untuk menghirup udara pun terasa sulit.
Melihatnya, Sungmin tersenyum menang, ia bisa membuat Kyuhyun terdiam. Lalu ia melanjutkan..
"Kau kira dengan menikah denganmu, seiring berjalannya waktu, aku luluh padamu, begitu? Kau berpikir seperti itu, kan?" Ucapan sinis Sungmin membuat Kyuhyun semakin diam. Ia bahkan tidak sadar telah menjalankan mobilnya menuju pusat perbelanjaan dan memarkir di sana. Sungmin mendecih ketika tidak ada sepatah katapun meluncur dari mulut Kyuhyun.
Sungmin baru saja menyadari kenapa mobilnya tidak berjalan lagi, ternyata mereka sudah sampai disuatu tempat. Sungmin membaca papan besar di depannya.
'Trans – Seoul Mall'
Ia langsung menoleh ke arah Kyuhyun.
"Untuk apa kau membawaku ke mari?" tanyanya. Kyuhyun hanya balas menatap Sungmin tanpa berniat menjawab. Bagaimanapun ucapan Sungmin sedikit menyinggungnya. Namun, ia tidak bisa membalasnya karena nyatanya ia pernah berpikir seperti itu.
"Aku tidak tahu ke mana tempat yang ingin kau tuju, kau juga tidak mau mengatakannya." Setelah beberapa menit Kyuhyun menjawab. Sungmin memutar bola matanya malas, lalu berniat melepas sabuk pengamannya sebelum Kyuhyun berucap lirih.
"Kalau kau tidak nyaman pergi denganku, aku tidak akan mengantarkanmu bertemu orang yang ingin kau temui itu. Tapi, aku akan tetap menunggumu di dalam mobil untuk mengantarmu pulang."
Entah mengapa mendengar ucapan Kyuhyun itu membuatnya merasa bersalah telah berkata kasar pada laki-laki ini. Sungmin memandang sekilas ke arah Kyuhyun lalu melepaskan sabuk pengamannya. Ia meraih pintu mobilnya untuk keluar sebelum ia mengatakan sesuatu.
"Tidak usah repot-repot menungguku. Aku masih mampu pulang sendiri, lagi pula aku–" ucapan Sungmin terpotong ketika tanpa sengaja mtanya melihat seseorang yang familiar lewat di depan kaca mobilnya. Ia memincingkan mata untuk memastikas sesuatu. Kyuhyun yang merasa aneh mengikuti arah pandang Sungmin. Kyuhyun mengernyit bingung. Ada apa sebenaranya?
Sungmin tidak mungkin salah lihat, ia yakin itu. Tubuhnya tiba-tiba merasa lemas seketika. Seseorang yang dilihatnya bersama seorang gadis, itu adalah kekasihnya –Mike! Masalahnya adalah bukan dengan siapa Mike pergi, tapi lebih dari itu. Posisi yang sangat intim bagi orang yang tidak memiliki hubungan apapun —Mike memeluk pinggang gadis itu posesif, dan tatapan luar biasa hangat yang bahkan tidak selalu ia dapatkan. Ia menggeram tertahan. Apa ini alasan Mike sebenarnya? Menyuruhnya untuk menerima perjodohan sedangkan dia bermesraan dengan orang lain? Bahkan hubungan mereka sebelumnya tampak baik-baik saja.
Untuk lebih memastikannya, ia keluar dari mobil dan langsung menghampiri Mike. Kyuhyun yang melihat keanehan itu langsung mengikuti Sungmin.
Hal pertama yang Kyuhyun dengar setelah ia menutup pintu mobilnya sebelum menyusul Sungmin adalah suara tamparan yang keras. Kyuhyun langsung menghampiri Sungmin yang ternyata Sungminlah pelaku yang membuat suara tamparan barusan. Kyuhyun belum sempat bertanya karena teriakan Sungmin yang ditujukan pada seorang pria di depan mereka.
"Jadi ini alasanmu?! Kau berani sekali mengkhianati kepercayaanku! Kau benar-benar brengsek, Mike! Aku sangat kecewa padamu!" Mike –yang terkena tamparan Sungmin hanya bisa diam tidak berani menatap Sungmin. Gadis yang tengah bersamanya bahkan tidak bisa melakukan apa-apa.
"Aku pikir, dengan menuruti perkataanmu untuk menerima perjodohan, kau benar-benar akan berjuang bersamaku untuk tetap bersama. Tapi, apa? Kau mematahkan semua pemikiranku! Kau pembohong!" Sungmin terengah setelah mengucapkan itu semua. Ia hampir saja menangis kalau saja ia tida mengingatkan diri untuk tidak menangis di depan calon mantan kekasihnya ini. Rasanya sulit dipercaya, ketika sang kekasih yang selama ini dicintainya ternyata berkhianat.
Untuk terakhir kalinya, Sungmin menatap gadis itu dan Mike secara bergantian sebelum pergi.
"Kyuhyun, antarkan aku pulang!" Kyuhyun yang menyadarinya hanya menuruti kemauan Sungmin. Sebelum ia menyusul Sungmin yang sudah ada di mobil, ia menatap sepasang kekasih yang sempat diteriaki Sungmin tadi dengan pandangan menilai.
"Kau sangat bajingan sudah membuat istriku sakit hati. Aku tidak akan tinggal diam." Kyuhyun menatap ke arah pria yang masih setia menunduk itu dengan pandangan benci.
"Kyuhyun! Cepatlah!" teriak Sungmin sebelum Kyuhyun sempat membuka suaranya lagi. Kyuhyun langsung berlalu meninggalkan sepasang kekasih itu tanpa pamit.
Ia berjanji akan membuat perhitungan dengan orang tadi suatu saat nanti. Yang terpenting saat ini adalah Sungmin. Sungmin pasti sangat sedih dan patah hati. Meski kenyataan yang terakhir juga membuatnya merasa sakit karena Sungmin ternyata patah hati karena mencintai seseorang dan bukan dirinya.
Suatu hari nanti, aku pastikan kau akan menatapku seperti aku selalu menatapmu setiap hari. Ketika itu terjadi, aku bersumpah tidak akan pernah melepas dan meninggalkanmu.
T.B.C
See u next chapter!
Sorry for TYPOS!
Berniat review? Saya akan lebih senang melanjutkan ini bila ternyata banyak yang menyukainya.
Maaf kepada readers yang belum sempat saya sebutkan satu-satu. Dan terima kasih kepada semua orang yang membaca tulisan-tulisan saya. Saya sadar saya hanya penulis pemula yang harus sering belajar lagi. Dan lagi.
Thank you for your support.
I love you all...
~VincentCho96~
02/08/2015
