- Dark & Wild -
Jungkook dan Taehyung berjalan menuju beberapa jajaran food court. Mereka baru saja seleaai beemain dengan wahana yang ada disana. Taehyung tidak bisa berhentu menggoda Jungkook yang nasih terlihat Shock setelah menaiki Roller Coaster. Jungkook hanya bisa mem-pout-kan bibirnya melihat Taehyung yang terus menerus nenutup mulutnya untuk menahan tawanya. Pilihannya untuk bermain terlebih dahulu ternyata merupakan pilihan yang salah. Dan ia sangat menyesal menantang Taehyung untuk naik Roller Coaster, terlebih lagi, Roller Coaster indoor itu dipenuhi oleh hantu-hantu buatan tangan manusia yang mengejutkan Jungkook.
"kkk kau mau pulang kookie?"
"aish hyuuuung umurku 18 tahun! aku tidak akan bersembunyi didalam selimut hanya karena shock setelah naik roller coaster hantu itu"
"ahaha, tapi tadi saat kita naik, kau terus memelukku dan menyembunyikan wajahmu di dadaku Jungkook. Aku bahkan berfikir kau pingsan tadi"
"hyuuuuung! sudahlah hentikan! jangan ingat-ingat itu lagiiii!" Jungkook kembali merengek sambil menggoyangkan lengan Taehyung.
Taehyung kembali tertawa dan segera mengelus kepala Jungkook. "tidak apa jika kau benar-benar takut, aku bersyukur malah karena kau peluk. Bagaimana jika aku ditukar oleh penumpang lain?"
"aku akan membunuh penumpang disampingmu yang berani memelukmu"
"kkk aigo Jungkookie ini... kau ini baru saja shock karena melihat hantu, sudah berbicara tentang bunuh-membunuh, heum?" ucap Taehyung sambil mengusak rambut Jungkook.
"hish, aku serius hyungie, tidak akan kubiarkan siapapun memelukmu. Kau hanya milikku" ucap Jungkook sambil memeluk lengan Taehyung.
"kkk iya iya, aku hanya milikmu Jungkookie. Baiklah, apa sekarang kau ingin makan sesuatu?"
"ya! aku ingin makan es krim, hehehe"
"baiklah, kita kesana"
Taehyung segera berjalan menuju kedai es krim disana, Jungkook masih setia berjalan disamping Taehyung sambil memeluk lengan pria itu. Taehyung mengikuti arahan Jungkook yang membawa mereka ke meja kosong disamping kaca besar. Jungkook segera duduk setelah Taehyung menarik kursi untuknya, Taehyung duduk di depan Jungkook dan menatap kekasihnya yang sibuk membaca menu itu.
"hyung hyung, aku ingin es krim coklat" ucap Jungkook sambil menunjukkan gambar es krim sundae rasa coklat dengan potongan kue cookies disana. Taehyung tersenyum dan segera beranjak menuju kasir. Jungkook menunggu di meja sambil melihat beberapa wahana dari jendela. Tak perlu lama menunggu, Taehyung datang dengan es krim pesanan Jungkook. Ia mengetuk meja dan membuat pria manis itu menengok menatapnya kemudian menatap es krim pesanannya.
"huwaa, terima kasih hyungie" ucap Jungkook sambil tersenyum cerah dan segera mengambil sendok untuk melahap es krimnya
"hm, sama-sama Jungkookie" Taehyung kembali duduk dan tersenyum sambil memperhatikan pria didepannya itu memakan es krimnya.
Rasanya seperti melihat anak kecil yang memakan es krim. Taehyung tersenyum saat melihat jejak es krim di sekitar mulut Jungkook. Ia segera mengambil tisu dan membersihkan area mulut Jungkook.
"aigo Jungkookie, pelan-pelan saja, kalau kau mau lagi, kita bisa pesan lagi"
"hehehe, maaf hyung, aku terlalu bersemangat" ucap Jungkook sambil mengemut sendok es krimnya. Taehyung berdecak gemas melihat pria didepannya ini. Jika saja ia tidak teringat akan wafflenya, maka ia akan memakan Jungkook sekarang.
Taehyung meninggalkan Jungkook yang masih asik dengan es krimnya, ia pergi ke kasir untuk mengambil pesanannya. Saat Taehyung berjalan ke arah meja mereka, tiba-tiba saja seorang pelayan kedai itu menabraknya hingga membuat es krim di atas waffle nya menempel pada bajunya. Seisi kedai -termasuk Jungkook- langsung menatapnya dan pelayan itu saat mendengar suara nampan yang jatuh.
"a-aigoo, maafkan aku tuan, apa kau terluka?" tanya pelayan itu sambil bangun dari posisi duduknya dan menatap kaus Taehyung yang penuh dengan es krim vanila.
Taehyung menghela nafasnya menatap kaus kesayangannya itu. Tak mau membuat keadaan makin sulit, Taehyung tersenyum menatap pelayan tadi. Pelayan bername-tag Jung Hoseok itu hanya bisa menatap khawatir pada pelanggan kedai tempatnya bekerja itu.
"tidak apa-apa, aku baik-baik saja"
"aku minta maaf telah merusak hari mu, akan aku bawakan segera pesananmu"
"ah tidak apa-apa, aku tidak merasa ini merusak hari ku kok hehe. Ah terima kasih jika kau benar ingin melakukannya"
"ah iya, tapi, ah itu, boleh aku ganti pakaianmu juga? Sepertinya aku bawa baju ganti"
"e-eh tidak usah, aku bawa baju ganti yang lain hehe"
Jungkook masih setia memperhatikan Taehyung dan pelayan kedai itu yang melihat Taehyung dengan cemas. Ada suatu rasa yang besar dalam dirinya. Cemas? Takut? Cemburu? Bukan, ia merasa ada penghalang yang mengganggu harinya. Dan ia rasa ia harus memberi pelajaran pada penghalang itu.
Kembali ke Taehyung. Taehyung kembali menolak tawaran pria di depannya yang menawarkan baju untuknya. Berkali-kali ia tersenyum dan berkata ia tidak apa-apa. Akhirnya, masih dengan perasaan cemas, Hoseok membungkuk dan meminta maaf pada Taehyung. Ia bergegas ke belakang dan mengambil pengganti dari pesanan Taehyung. Sementara itu Taehyung kembali ke mejanya. Disana sudah ada Jungkook yang menatapnya. Taehyung hanya tersenyum menatap kekasihnya itu. Ia mengambil kunci mobilnya dan izin untuk pergi memgambil baju ganti. Jungkook hanya mengangguk dan menatapi Taehyung yang keluar dari kedai. Tak lama setelah itu, Hoseok kembali dengan nampan berisi Waffle pesanan Taehyung sebelumnya. Jungkook hanya menatap tajam 'penghalang' diaampingnya itu.
"aku minta maaf atas kejadian tadi. Uh, katakan pada kakakmu ya?"
Jungkook semakin merasa kesal setelah mendengar ucapan Hoseok itu. Ia hanya terdiam menatap Jungkook yang juga masih setia menatapnya sambil mengemut sendok es krim. Merasakan sesuatu yang aneh, Hoseok kembali membungkuk dan pergi dari meja Taehyung sambil sesekali menengok kebelakang untuk melihat Jungkook.
Jungkook menatap waffle Taehyung. Ia benci orang tadi, ia tidak ingin Taehyungnya makan makanan yang dibawan pria tadi. Tak lama kemudian, Taehyung masuk ke kedai dengan pakaian bersih yang baru. Ia segera mwnghampiri meja Jungkook dan duduk didepan kekasihnya itu. Jungkook masih setia menatap Taehyung yang sudah tersenyum padanya.
"apakah aku lama? maaf ya hehe"
"eum, ani, kau tidak lama"
"oh, dia benar-benar membawakan wafflenya. Seharusnya aku saja yang mengambilnya lagi" ucap Taehyung sambil menatap Waffle di hadapannya. Jungkook masih saja terdiam menatap Taehyung yang sudah mengambil sendok.
"hyung, aku ingin pulang"
Permintaan Jungkook seketika menghentikan Taehyung yang baru saja ingin menyentuh wafflenya. Ia menatap Jungkook yang juga menatapnya datar.
"eh, sudah mau pulang? Kau tidak mau tambah es krim lagi?"
"tidak. Aku ingin pulang"
"baiklah, kau tunggu sini biar aku bayar dulu" ucap Taehyung sambil tersenyum dan pergi menuju meja kasir.
Jungkook hanya diam menatap punggung Taehyung, dan tiba-tiba saja matanya menangkap Hoseok yang sedang menatapinya. Jungkook tersenyum, ah bukan, lebih tepatnya menyeringai menatap Hoseok. Hoseok langsung memalingkan wajahnya ketika Taehyung menghalangi pandangan Jungkook.
"nah, ayo kita pulang Jungkookie"
"eum, kajja" Jungkook tersenyum dan bangun dari duduknya. Menghampiri Taehyung dan memeluk lengannya seperti tadi. Taehyung kembali tersenyum, dan berjalan menuju pintu.
Belum jauh mereka melangkah dari kedai es krim itu, Hoseok memanggil Taehyung dan berlari kecil menghampirinya. Taehyung dan Jungkook berbalik dan menatap pria yang sedang mengatur nafasnya itu. Jungkook kembali menatap tidak suka pada pria itu.
"ah, kau lagi, ada apa?"
"ah itu, aku benar-benar minta maaf. Aku harap kau akan datang lagi ke kedai kami"
"aigo, tidak usah minta maaf, ini salahku juga tidak lihat-lihat saat jalan. Dan, uh, tentu saja, aku akan datang lagi lain kali. Iya kan Jungkook?"
Jungkook hanya terdiam menatap Hoseok. Hoseok juga ikut menatap Jungkook takut-takut. Ia seperti merasakan acaman besar dalam hidupnya. Dan kalau bisa di artikan, Hoseok seakan melihat Jungkook berkata angkat-kakimu-dari-sini. Hoseok hanya bisa menelan salivanya melihat tatapan tajam Jungkook.
"ah kalau begitu, kami pergi dulu ya, ah..."
"Jung Hoseok, kau bisa memanggilku Hoseok"
"ah tentu, namaku Taehyung, hehe. Dan ini kekasihku Jungkook"
"oh, kalian sepasang kekasih? Aigo, aku melakukan kesalahan lagi, aku minta maaf, aku pikir dia adikmu"
"ahaha, tidak apa. Ah kalau begitu, sampai nanti Hoseok"
"ne, sampai nanti..." Hoseok berbisik melihat kepergian mereka. Ia merasa sangat takut saat Jungkook menengok ke belakang dan menatapnya seakan mengatakan 'sampai nanti di neraka'. Tak mau berfikir aneh-aneh tentang itu, Hoseok segera masuk kedalam kedai es krim. Jungkook kembali menyeringai tipis memikirkan Hoseok. Ia baru saja menemukan satu penghalang.
"baiklah Jungkook, kau ingin kemana lagi?" pertanyaan Taehyung seketika membangunkan Jungkook dari lamunannya. Ia menatap Taehyung yang sedang tersenyum padanya.
"eum... ayo kita coba wahana lain" jawab Jungkook sambil tersenyum manis pada Taehyung.
"baiklah ayo kita coba wahana lain..." Taehyung mengulang perkataan Jungkook hingga membuat pria manis yang masih setia memeluk lengannya itu tersenyum. Mereka kembali berjalan-jalan disekitar taman hiburan itu.
*. Skip
Jam sudah menunjukkan pukul 16:00 pm. Jungkook sudah lelah dan meminta Taehyung untuk pulang. Taehyung tersenyum dan meminta Jungkook untuk menunggunya didekat kedai es krim tempat mereka makan es krim tadi. Jungkook hanya mengangguk dan menuruti perintah Taehyung. Disaat sedang menunggu, ia melihat Hoseok keluar dari kedai itu. Ia berjalan sambil mengobrol bersama temannya. Mata Jungkook terus mengikuti kemana pria itu pergi. Tak lama kemudian Hoseok berpidah dengan temannya. Ia melihat Hoseok masuk kedalam toilet pria. Tanpa pikir panjang Jungkook langsung melangkahkan kakinya menuju toilet.
Ia menengok kanan kiri sebelum akhirnya masuk kedalam. Jungkook terdiam menatap bilik-bilik kamar mandi yang tertutup. Ia memperhatikan satu per satu bilik kamar mandi itu, berusaha mencari dimana Hoseok berada. Jungkook kembali mundur ke pintu utama toilet itu, ia mengunci pintunya kemudian menghampiri wastafel. Jungkook membasuh wajahnya dan disaat yang bersamaan, salah satu bilik kamar mandi terbuka menampilkan Hoseok disana.
Jungkook mengangkat wajahnya dan terdiam menatap Hoseok dari kaca besar di depannya. Hoseok juga ikut terdiam menatap Jungkook. Ia menelan salivanya kasar dan kemudian mengusap lehernya sambil berjalan pelan menjauhi Jungkook. Tapi belum jauh Hoseok melangkah, Jungkook sudah ada di depannya dan menatapnya tajam. Hoseok kembali menelan salivanya dan tersenyum canggung menatap Jungkook.
"h-hai, bukankah kau ad— ah maksudku k-kekasihnya Taehyung?" tanya Hoseok berusaha mencairkan suasana tegang yang menyerangnya. Jungkook masih setia diam sambil menatap tajam pada Hoseok.
"a-ah, kalau kau tidak keberatan, a-aku ingin pergi dan melanjutkan pekerjaanku, hehe" Hoseok bergeser ke kanan dan Jungkook dengan santainya mengikutinya. Hoseok kembali bergeser ke kiri dan Jungkook kembali mengikutinya. Jantung Hoseok sudah berdebar kencang. Ia tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Hoseok mengangkat wajahnya dan kembali tersenyum canggung menatap Jungkook. Ia kembali mengambil langkah untuk bergeser ke kiri. Tapi belum semppt Hoseok melakukannya, Jungkook dengan cepat memukul perut Hoseok dengan keras hingga Hoseok terjatuh. Hoseok terkejut, ia hanya terdiam sambil menatap kaki Jungkook.
Cough!
Tiba-tiba saja Hoseok terbatuk dan mulutnya mengeluarkan darah segar. Hoseok menyeka mulutnya pelan kemudian menatap Jungkook takut-takut. Jungkook merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan pisau lipat dari sana. Hoseok membulatkan matanya. Ia segera merangkak melewati Jungkook, tapi Jungkook lebih cepat darinya. Jungkook menarik kaki Hoseok dan menghempaskan Hoseok ke dinding yang dingin. Hoseok meringis merasakan punggungnya terbentur. Penglihatannya seketika memburam. Hoseok mengerjapkan matanya berusaha membersihkan pandangannya. Jungkook perlahan berjalan mendekatinya. Hoseok masih berusaha membersihkan pandangannya.
"AAAAH!" hoseok berteriak keras dan seketika ia membulatkan matanya.
Jungkook baru saja menancapkan pisau lipatnya pada paha Hoseok dan menariknya hingga kebawah. Hoseok meringis melihat bagaimana darah yang mulai keluar dari sana. Ia menatap Jungkook yang masih menatap datar padanya. Jungkook mencuci pisau lipatnya. Ia kembali berjongkok di depan Hoseok. Ia segera menarik kaki Hoseok hingga posisi Hoseok menjadi berbaring di lantai. Hoseok kembali memejamkan matanya. Ia mulai merasa lemas, banyak darah yang keluar dari luka yang Jungkook buat di kakinya.
Tanpa sepengetahuan Hoseok, Jungkook sudah berada di atas kepala Hoseok. Ia menatapi wajah Hoseok kemudian menyentuh keningnya. Perlahan Hoseok membuka matanya. Ia terkejut saat Jungkook mengangkat pisaunya dan siap mengarahkannya ke mata Hoseok, beruntung Hoseok segera menahan tangan Jungkook. Ia berusaha sekuat tenaga menahan tangan Jungkook. Tapi karena darah yang terus berkurang, Hoseok tidak bisa lebih lama menahan mata pisau yang semakin lama semakin mendekat pada bola matanya. Jungkook juga mengerahkan sekuat tenaganya, dan tak lama kemudian,
"aaaaargh! S-sialan kau!"
Jungkook tak mempedulikan umpatan Hoseok, ia terus mendorong pisaunya hingga pisau itu masuk ke mata Hoseok sampai setengah gagangnya. Tak lama kemudian Hoseok kembali berteriak saat Jungkook menggeser pisau itu kesamping dengan perlahan. Hoseok terengah begitu merasakan tidak ada pergerakan dari Jungkook. Ia membuka satu matanya dan terlihatlah Jungkook sudah dengan botol cairan pembersih di tangannya. Perlahan Jungkook menuangkan cairan pembersih lantai itu ke mata Hoseok. Hoseok kembali meringis merasakan perih pada matanya.
Tak lama kemudian Jungkook mencabut pisaunya dan kembali mencucinya. Ia membawa tubuh Hoseok yang sudah lemas ke dalam salah satu bilik kamar mandi. Jungkook mencengkram rambut Hoseok dan menghantamkan kepala pria itu ke dinding dengan kuat hingga tercipdat darah segar di dinding itu. Hoseok hanya bisa meringis merasakan sakit pada kepalanya. Ia sudah sangat lemas, ingin berteriak pun sudah tidak bisa. Jungkook kembali mengambil pisau lipatnya, ia mengarahkannya pada leher Hoseok kemudian membuat luka besar disana. Jungkook mencongkel satu mata Hoseok menggunakan tiga jarinya dengan perlahan. Hoseok kembali berteriak merasakan sakit pada sekitar matanya.
"hei, kau pikir siapa kau bisa menatapi Taehyung seperti itu, hah? Dan lagi, apa kau tidak bisa menggunakan kaki mu dengan benar? Kenapa kau menabrak Taehyung?" ucap Jungkook sambil memainkan bola mata Hoseok yang masih tersisa uratnya.
Hoseok hanya terdiam mengatur nafasnya. Ia sudah tidak punya mata lagi untuk menatap psycho di hadapannya ini. Jungkook menampar pelan wajah Hoseok. Ia berdecak ketika kepala Hoseok dengan lemas jatuh ke samping. Jungkook segera menusukan pisaunya ke tubuh Hoseok dan kembali membuka lubang besar disana. Jungkook menatapi satu persatu organ dalam Hoseok. Semuanya sehat dan tampak bagus.
Tanpa pikir panjang Jungkook segera menarik keluar usus Hoseok. Kening Jungkook berkerut ketika ia melihat betapa panjangnya usus Hoseok. Ia menatap Hoseok yang sudah tak sadarkan diri. Jungkook hanya menggedikan bahu, ia menarik paksa usus Hoseok dari tempatnya, dan meletakannya melingkar di leher Hoseok.
Berikutnya Jungkook kembali mengambil pisau lipatnya dan memotong jantung Hoseok yang sudah berhenti berdetak dan membuangnya kebawah. Ia juga mengambil paru-paru Hoseok dan kembali membuangnya kebawah. Jungkook membuang semua organ dalam Hoseok dan menyisakan ruang kosong di tubuh itu. Tanpa pikir panjang Jungkook memotong tulang rusuk Hoseok dan keluar untuk mencucinya. Sebelum keluar dari sana, Jungkook merobek mulut Hoseok dan memasukan bola mata Hoseok kedalam mulut Hoseok.
Setelah di rasa cukup, Jungkook menutup bilik kamar mandi itu dan keluar dari sana. Tak lupa ia membawa pisau lipatnya dan tulang rusuk Hoseok yang sudah ia ambil sebelumnya.
Dilain tempat, Taehyung baru saja mengeluarkan mobilnya dari parkiran bawah tanah itu. Saat ia berjalan masuk kedalam taman hiburan itu untuk menjemput Jungkook, ponselnya berdering tanda telfon masuk.
"halo?"
"oy! Tae! Eh, kenapa ramai sekali? Dimana kau sekarang?"
"aku sedang di taman hiburan bersama Jungkook, ada apa Jim?"
"ah tidak, hanya saja aku ingin menanyakan beberapa pelajaran yang tidak aku bisa padamu"
"oh, kau belum mengerjakan pr?"
"s-sudah! Aku kan hanya ingin bertanya beberapa pertanyaan padamu. Haish kau ini"
"tsk tsk, Jim, aku mengenalmu, kau anak nakal di kelas, kau tidak pernah mengerjakan pr, pr mu adalah pekerjaan ku"
"haish, baiklah-baiklah kau menang! Jadi, dimana aku bisa menemui mu?"
"ah mung—"
bruk!
"m-maaf tuan!"
"hei cepatlah nanti kita ketinggalan!"
Taehyung terdiam menatap kedua gadis yang baru saja menabraknya. Ia melihat sekeliling dan seketika ia bingung melihat banyak orang yang berlarian masuk kedalam taman hiburan.
"ada apa ini?"
Taehyung menatap kerumunan yang terlihat daru kejauhan. Dahinya berkerut begitu melihat banyak orang yang memegang kamera.
"ah permisi, maaf, apa boleh aku bertanya? Ada apa disana?" tanya Taehyung sambil menahan seorang pak tua yang lewat di sebelahnya.
"ah, itu, seseorang menemukan mayat di dalam toilet. Beritanya menyebar sangat cepat, sampai ada media masa juga ternyata"
"a-apa maksudmu baru saja ada pembunuhan?"
"ya, kurang lebih begitu" ucap pria tua tadi sambil berjalan meninggalkan Taehyung.
Taehyung kembali terdiam mencerna kalimat pria tua tadi. Seketika matanya membulat dan ia segera berlari menuju tempat ia meninggalkan Jungkook. Tak butuh waktu lama untuknya, ia melihat Jungkook berdiri sambil menatap kerumunan yang tak jauh darinya. Taehyung segera memanggil kekasihnya itu dan berlari menghampirinya. Jungkook segera memeluk Taehyung.
"kau tidak apa-apa?"
"t-tidak hyungie..."
"syukurlah, kenapa kau tidak keluar saja?"
"a-aku mengikuti perintahmu untuk menunggu disini... kenapa kau lama hyung?"
"aku ada urusan sebentar tadi. Apa benar kau tidak apa-apa? Kau tidak terluka?"
"tidak hyungie, aku baik-baik saja..."
"tempat ini mengerikan juga, ayo kita segera pergi saja dari sini" Jungkook hanya mengangguk sambil memeluk lengan Taehyung. Taehyung tak henti-hentinya mengusap kepala Jungkook sambil berjalan menjauhi tempat itu. Jungkook menatap datar pada petugas yang membawa kantung mayat menuju mobil ambulance.
TBC
huweee RnR Juseyooo Nji gak tau Nji bikin apaaa ;-;
Ide ini muncul begitu aja Maafkanlah Nji karena terus-terusan ngebelokin image nya Baby Jungkookie ;-;
Still, Keep RnR Juseyooo ;v;
