CHAPTER Sebelumnya

"Bangkitlah menjadi orang yang baik dan kuat Naruto." Bisik kedua orang tua Naruto.

"Kami mencintaimu".

8 YEARS LATER

Saat ini, ia hidup sebatang kara di sebuah apartemen. Oh ya,jangan lupakan seseorang yang telah menolongnya di tengah hutan 8 tahun yang lalu, Iruka. Ia membawa Naruto ke tempatnya, Konoha. Awalnya, ia sangat ketakutan karena terbangun di rumah orang asing, namun akhirnya Iruka dapat menenangkannya. Beruntung, pada saat itu Iruka sedang mengumpulkan tanaman-tanaman jamur untuk obat-obatan di tengah hutan, dan mendengar suara langkah kaki Naruto.

Iruka yang mendengar cerita Naruto pun turut prihatin, sehingga ia memutuskan untuk mengasuh Naruto layaknya seorang adik.

Dalam pikirannya,Naruto tidak berharap banyak untuk hari pertamanya sekolah besok,ia hanya berharap murid-murid tidak mengganggunya. Akhirnya, mata Naruto pun perlahan menutup dan akhirnya tidur untuk menuju alam mimpinya yang indah.

Semoga saja.

CHAPTER 2

RISE

Naruto Belongs to Masashi Kishimoto

Story Made by Me

Pair: Naruto x ?

Rate: T-T+

Kesalahan:Ancur,Abal-Abal,EYD ancur,kalimat tidak efektif,Author masih newbie,dan kesalahan lainnya.

"Rise" (bicara)

'Rise' (batin)

"Naruto". Naruto seketika menoleh ketika dia mendengar seseorang memanggil namanya.

Naruto melebarkan kedua matanya saat dia melihat seseorang yang telah memanggil namanya.

"Tou-chan, Kaa-chan!". Ucap Naruto sambil berlari ke arah kedua orang tuanya dengan tetesan air mata yang keluar dari matanya.

"Berhentilah berlari Naruto". Ucap Kushina

Naruto tiba-tiba berhenti dari larinya dengan ekspresi kebingungan menatap ibunya.

"Ada apa Kaa-san?". Tanya Naruto pada Kushina.

"Naruto anakku, kau sudah tumbuh besar dengan cepat, maafkan kami karena kami tidak bisa menemanimu." Ujar Kushina dengan suara sedih.

"Naruto, sekarang saatnya bagimu untuk berhenti berlari. Jadilah laki-laki yang kuat Naruto, berhentilah menangis, dan temukanlah kebahagiaanmu. Kami yakin kau pasti bisa menemukannya." Ucap Minato dengan wajah tersenyum, begitu juga dengan Kushina.

"Tou-chan, Kaa-chan, terima kasih atas segalanya, aku berjanji aku akan menjadi orang yang kuat dan menemukan kebahagiaanku sendiri,walaupun kedengarannya hampir tidak mungkin, tapi aku tidak akan pernah menyerah." Ujar Naruto dengan senyuman khasnya.

"Seandainya, waktu itu aku sudah menjadi laki-laki yang kuat. Pasti saat ini kalian masih berada di sampingku sekarang." Kata Naruto dengan menundukkan kepalanya.

"Tidak Naruto. Ini bukan salahmu, ini salah kami, karena kami tidak bisa menjadi orang tua yang baik bagimu. Tapi, walaupun begitu, kami akan tetap selalu berada di sampingmu, Naruto." Ucap Kushina.

"Hehe.. Terima kasih Tou-chan, Kaa-san". Ucap Naruto dengan suara yang terdengar bahagia.

"Kami mencintaimu". Ujar Minato dan Kushina.

"Ya, aku juga mencintai kali-..". Kata-kata Naruto terhenti karena dia terkejut melihat kedua orang tuanya saat ini.

Wujud Minato dan Kushina yang semula berpakaian rapi dan tidak ada luka sedikitpun, berubah dalam sekejap. Minato dan Kushina sedang berdiri di hadapan Naruto dengan luka tembakan yang parah di bagian perutnya dengan darah yang mengalir keluar. Wajah mereka sangat pucat pasi, tidak ada ekspresi di wajah mereka. Mereka hanya menatap Naruto dengan tatapan kosong.

"T-t-Tou-chan?!... K-Kaa-san?!". Ucap Naruto dengan nada bergetar karena dia sangat terkejut dengan kondisi orang tuanya yang semula sehat tanpa luka sedikitpun, menjadi seperti seorang mayat hidup.

"Ka-K-Kami men-c-cinta-imu, Naruto". Ucap Minato dan Kushina bersamaan dengan wajah tanpa ekspresi, tetapi memiliki kesan menyeramkan.

"To-T-Tou-chan... K-Kaa-s-san...". Naruto masih terpaku di hadapan orang tuanya saat ini dengan ekspresi cemas.

"Tidak.. I-ini tidak mungkin terjadi."

"N-Naru-to".

"Hentikan". Ucap Naruto dengan nada dingin, sambil berusaha untuk menahan amarahnya.

"Kami men-c-cintai-mu, Narut..".

"HENTIIKAANNN!". Naruto berteriak sekuat tenaga dengan rasa amarah yang terpendam di dalam dirinya.

"HENTIKAN!". Tiba-tiba Naruto terbangun dari tidurnya, dan langsung terduduk di ranjang dengan keringat yang bercucuran keluar dari wajahnya.

"Hahh... Hahh...". Naruto bernafas dengan sangat cepat, seakan-akan seperti orang asma.

"Hahh... Ternyata hanya mimpi... Huah...". Naruto yang mengetahui dirinya sedang bermimpi menghembuskan nafas lega.

"Sebaiknya lain kali aku harus minum susu sebelum tidur agar tidurku lebih nyenyak, huhh... aku sangat lelah selalu mendapatkan mimpi yang tidak mengenakkan." Ujar Naruto sambil melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengambil sebuah air.

Setelah mengambil sebuah air, Naruto langsung menuju ruang tamu dan duduk di sofanya. Walaupun ukuran sofanya tidak terlalu besar, setidaknya cukup untuk diduduki oleh 2 orang.

Bentuk apartemen Naruto tidak cukup besar, hanya terdapat ruang tamu atau ruang depan dengan bentuk persegi. Di sebelah kiri adalah dapur, dan kamar mandi. Sedangkan kamar Naruto berada di sebelah kanan, terletak di sebelah ruangan gudang.

Walaupun tidak seberapa, Naruto tetap nyaman tinggal di sana. Yang terpenting adalah dia memiliki tempat untuk tinggal, tanpa merepotkan Iruka.

Setelah selesai minum, Naruto meletakkan gelasnya di dapur. Dan dia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 4 pagi.

'Ternyata sudah pukul 4'. Batin Naruto

'Kelihatannya waktunya cukup bagiku untuk sedikit berlatih'. Naruto kemudian langsung menuju ke ruang gudang miliknya untuk melakukan kegiatan rutinnya. Sebenarnya, ruangan gudang itu bukan sepenuhnya gudang, hanya beberapa barang Naruto yang ditaruh disana. Karena hanya beberapa barang Naruto yang ditaruh digudang, maka masih terdapat tempat yang cukup bagi Naruto untuk berlatih.

Dan kegiatan rutin yang selalu Naruto lakukan adalah latihan fisik dan melatih gerakan bela dirinya. Sejak kejadian 8 tahun yang lalu, Naruto selalu giat dalam melatih fisiknya. Dulu, pada saat dia terbangun di rumah Iruka, Naruto sempat ketakutan karena kakinya tidak bisa digerakkan, dan selalu menimbulkan rasa sakit jika dia berusaha menggerakkannya, dan sempat berpikir dia lumpuh selamanya. Padahal itu adalah efek pegal yang disebabkan karena Naruto berlari dengan jarak yang cukup jauh sampai ke tengah hutan, dan juga dia tidak terbiasa berlari.

Semenjak itulah, Naruto selalu giat dalam melatih fisiknya, dan belajar gerakan bela diri untuk melindungi dirinya sendiri. Meskipun gerakan bela dirinya belum dikenali jenisnya, tapi Naruto sangat menguasainya. Jadi, dapat dibilang dia sudah ahli.

SKIP TIME

Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Naruto sudah menyiapkan semua barang yang diperlukannya untuk sekolah, dan sudah memakai seragam Konoha Senior High School.

Setelah memakai sepatunya, Naruto segera keluar dari apartemennya dan berjalan menuju sekolahnya.

'Saatnya menjalani hari-hari biasa'. Batin Naruto.

Dalam perjalanannya, Naruto melihat banyak juga murid-murid yang sedang bergegas menuju sekolah. Ada juga yang berjalan kaki, memakai sepeda, mengendarai motor, dan juga ada yang diantar oleh supirnya.

Naruto hanya melihat murid-murid tersebut dengan ekspresi datar. Sedangkan mereka semua memasang wajah semangat, gembira, bahagia dan juga senyuman yang lebar.

'Bagaimana mereka bisa memasang ekspresi itu'. Batin Naruto.

'Kenapa aku tidak bisa seperti mereka'. Naruto selalu memikirkan pertanyaan itu di dalam pikirannya, dan tanpa disadari, dirinya sudah dekat dengan gerbang Konoha Senior High School.

Naruto segera memasukki gerbang sekolah tersebut, dan dapat dilihat sangat banyak murid yang berdesakan untuk masuk ke sekolah.

Naruto terus melangkahkan kakinya ke lantai dua, dan dia selalu menundukkan wajahnya, menghindari kontak mata dengan siapapun. Naruto selalu merasa tidak nyaman jika banyak murid yang memperhatikannya. Naruto terus melangkahkan kakinya menuju papan pengumuman untuk melihat letak kelasnya. Sesampainya di papan pengumuman, banyak sekali teriakan dari para murid, terutama murid perempuan.

"Kyaa~ Aku tidak percaya kalau aku sekelas lagi denganmu hahaha".

"Hahahaha, kita ini bagaikan kakak beradik yang tidak terpisahkan".

"Heyy, ternyata kau masuk di kelasku juga ya".

"Akhirnyaa, kita berada di kelas yang sama".

Berbagai macam teriakan seakan-akan menguasai sekolah tersebut, namun Naruto terlihat sudah terbiasa dengan suasana yang sangat tidak teratur ini.

Naruto mulai mencari namanya di papan pengumuman itu.

'Dimana kelasku'. Batin Naruto sambil mencari namanya.

'11.5 tidak ada, 11.4 dan 11.3 tidak ada'.

'Ah, ada'. Batin Naruto saat ia mengetahui letak kelasnya. Nama Naruto terdapat di daftar kelas 11.1.

Naruto mulai pergi meninggalkan papan pengumuman tersebut, dan berjalan menuju ke kelasnya, yaitu di 11.1. Di sepanjang koridor sekolah, Naruto selalu menundukkan kepalanya sambil berjalan. Itulah kebiasaan Naruto dari dulu. Karena itulah orang selalu berpandangan negatif pada dirinya karena sifatnya yang sangat pendiam, dan seperti orang yang anti sosial, tapi Naruto bukanlah orang yang seperti itu.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya Naruto dapat melihat kelasnya. Namun, ia menaikkan alis karena tepat di depan kelasnya banyak sekali orang yang sedang berkumpul dan berusaha untuk melihat kedalam kelas.

"Hei apakah dia Haruno Sakura yang kau bicarakan? Dia sangat cantik".

"Kyaa~~ itu Sasuke-kunn, dia sangat tampann~".

"Yamanaka Ino tidak berubah dari dulu, tetap saja cantik dan tubuhnya selalu saja ideal seperti seorang model".

"Ya ampun, Hyuuga Hinata sangat cantik dan juga menggemaskan. Dia bagaikan gadis idamanku".

Berbagai macam bisikan dan teriakan dari siswi perempuan maupun laki-laki terdengar jelas di telinga Naruto. Setelah mengetahui apa yang mereka bicarakan, Naruto tampak tidak terkejut dan hanya memasang wajah biasa-biasa saja. Naruto sudah mengetahui bahwa mereka ber-4 adalah orang yang paling terkenal di sekolah ini, dan diidolakan banyak murid.

Pertama, Haruno Sakura. Berasal dari keluarga Haruno, yang merupakan keluarga yang terkenal akan bakat di bidang kedokteran. Ayah dan Ibu Sakura, merupakan pendiri sekaligus kepala Rumah Sakit Pusat di Konoha. Orang tua Sakura merupakan orang yang sangat hebat, mereka merupakan penemu obat Human Immunodeficiency Virus atau sering juga disebut dengan HIV. Sakura dapat terkenal bukan hanya karena orang tuanya, tetapi juga karena kecerdasannya dan rupanya yang sangat cantik, sehingga kebanyakan orang yang mengidolakannya adalah siswa laki-laki.

Kedua, Yamanaka Ino. Berasal dari keluarga Yamanaka, yang memegang perusahaan obat-obatan terbesar di Jepang dan juga pemilik dari berbagai macam bunga yang langka di dunia. Ino adalah gadis dengan wajah yang cantik, dan juga tubuh yang ideal, sehingga banyak di idolakan oleh siswa laki-laki.

Ketiga, Hyuuga Hinata. Berasal dari keluarga Hyuuga. Hyuuga adalah keluarga yang mengatur sistem pertahanan di kota Konoha yang sedang berkembang saat ini. Rata-rata anggota keluarga Hyuuga adalah orang yang genius, dan dapat diandalkan.

Dan yang terakhir adalah Uchiha Sasuke, orang yang paling di idolakan oleh para siswi perempuan, termasuk Haruno Sakura. Namun, Sasuke adalah orang yang dingin dan tidak pernah memperdulikan siapapun, sehingga sering disebut sebagai Ice Prince. Keluarga Uchiha adalah keluarga yang terkenal akan keahliannya dalam memecahkan berbagai macam kasus. Sehingga kebanyakan anggota Uchiha adalah seorang polisi atau seorang detektif.

Setelah beberapa menit menunggu kerumunan itu pergi, Naruto akhirnya dapat masuk ke dalam kelasnya. Dia melangkahkan kaki ke dalam kelas dan mencari tempat duduknya. Setelah melihat sekeliling, akhirnya Naruto mendapatkan tempat duduk yang kosong, berada di bagian belakang, lebih tepatnya berada di ujung sebelah kanan dari meja guru, tepat berada di belakang tempat duduk 2 orang terkenal, Haruno Sakura dan Yamanaka Ino.

Naruto menghampiri tempat duduknya dengan kepala menunduk kebawah, dan akhirnya menaruh tasnya dan dia segera duduk. Naruto melihat kedua sahabat di depannya mengobrol dengan asyiknya, sedangkan dirinya harus kembali seperti dulu. Sendiri, tanpa ada teman yang dapat diajak untuk mengobrol.

KRINGGG

Bel masuk pun berbunyi, dan semua murid yang ada segera masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku masing-masing. Semua murid mendapatkan teman sebangku, hanya Naruto yang harus duduk sendirian dan tidak memiliki teman sebangku. Lagi.

'Sepertinya aku memang harus menghadapi tahun yang sama seperti tahun kemarin'. Batin Naruto.

Saat semua murid telah duduk di tempatnya masing-masing, akhirnya guru pembimbing mereka pun masuk ke kelas. Guru itu dikenal dengan nama Kakashi.

"Selamat pagi semua". Kakashi menyapa semua murid yang ada saat dia sudah duduk di meja gurunya.

"Pagi, Kakashi-sensei". Semua murid menyapa sapaan dari guru Kakashi, begitu juga dengan Naruto, walaupun dengan volume suara yang sangat kecil.

"Kelihatannya kalian semua sudah mengenalku. Jadi, aku tidak perlu lagi untuk memperkenalkan diriku. Dan jika kalian belum mengenal teman-teman baru kalian, kalian bisa saling memperkenalkan diri di waktu istirahat jika kalian mau. Kalian sudah masuk kategori dewasa, jadi biasakanlah bersosialisasi." Jelas Kakashi kepada para muridnya.

"Baik Sensei." Jawab semua murid.

SKIP TIME

KRIIINNG

Bel istirahat pun berbunyi, dan banyak murid yang keluar dari kelasnya untuk pergi ke kantin, dan ada juga murid yang memperkenalkan dirinya satu sama lain. Kebanyakan yang memperkenal diri adalah para murid perempuan, dan mereka hanya memperkenalkan diri mereka pada Uchiha Sasuke. Mereka sangat antusias memperkenalkan diri pada Sasuke, meskipun Sasuke tidak menanggapinya.

"Hei Ino Pig, ayo kita perkenalkan diri kita pada Sasuke-kun. Kita tidak boleh kalah dari para perempuan itu." Ucap Sakura dengan semangat yang membara.

"Ayolah Forehead, apa kau tidak lelah mengejar Sasuke dari dulu? Kau seharusnya dari dulu sudah tahu sifatnya seperti apa. Dia itu sangat dingin, sombong, dan sikapnya seperti tidak mau memperdulikan siapapun. Kurasa kau akan terlihat seperti orang gila baginya yang selalu mengejar-ngejar dirinya". Ujar Ino.

"Terserah kau saja Ino Pig, aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan Sasuke-kun." Kata Sakura.

"Kau ini selalu saja berisik Forehead. Apakah kau tidak bisa sedikit saja untuk tidak berisik seperti Sara dan Hinata? Kau lihat mereka berdua, mereka sangat tenang dan pendiam, tidak seperti para penggemar Sasuke yang sangat berisik, termasuk dirimu." Jelas Ino.

Naruto yang melihat percakapan mereka berdua dihadapannya hanya menggelengkan kepalanya.

'Dasar perempuan. Aku heran kenapa mereka berdua hobi sekali bergosip.'. Batin Naruto.

Naruto yang merasakan dirinya mulai lapar pun mulai berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kantin untuk membeli 1 cup ramen.

Sasuke yang daritadi dikerumuni oleh para siswi perempuan pun mulai kesal dan pergi meninggalkan kelasnya dan menuju kantin untuk menyembunyikan dirinya. Walaupun kelihatannya mustahil, apa salahnya mencoba?

"Hey Ino Pig minggir, aku ingin mengikuti Sasuke-kun. Aku tidak mau dia lepas dari pandanganku." Ujar Sakura yang melihat kepergian Sasuke dan berusaha untuk mengikutinya.

"Semoga berhasil atas usahamu yang sia-sia Forehead." Ucap Ino sambil tersenyum licik kearah Sakura.

Sakura berlari ke lantai 1 untuk mencari Sasuke. Dia sama sekali tidak melihat Sasuke setelah dia keluar dari kelasnya.

"Itu dia!". Ucap Sakura dengan nada senang karena menemukan Sasuke yang sedang berjalan menuju kantin.

Sakura segera berlari melewati keramaian yang ada di kantin tersebut. Bahkan dia tidak meminta maaf pada murid yang sudah ditabraknya. Dia selalu bertindak seenaknya jika menyangkut Sasuke.

"Terima kasih Bibi." Ucap Naruto sambil membayarkan uangnya setelah ia membeli cup ramen.

Saat Naruto sedang memegang cup ramennya, tiba-tiba bahu kanannya ditabrak dengan cukup kuat, sehingga cup ramen Naruto pun jatuh di lantai dengan isinya yang berhamburan keluar. Hilang sudah niat Naruto untuk mengisi perutnya yang sudah lapar.

Orang yang telah menabrak Naruto pun akhirnya terjatuh dan lengan baju sebelah kirinya juga basah karena terkena tumpahan kuah cup ramen milik Naruto.

"Maafkan aku Haruno-san. Aku tidak tahu kalau Anda sedang lewat tadi." Naruto segera meminta maaf pada Sakura dengan membungkukkan badannya. Setelah ia membungkukkan badannya, ia pun segera mengambil tisu dari sakunya dan memberikannya pada Sakura.

Sakura yang terjatuh pun mulai berdiri dan menatap Naruto.

PLAK

Sakura menepis tangan Naruto dengan kasar tanpa rasa bersalah.

"DASAR SIALAN! APA KAU TIDAK SADAR APA YANG TELAH KAU LAKUKAN HAH?! KAU TELAH MEMBUAT SERAGAMKU BASAH!" Ucap Sakura dengan nada yang kuat, sehingga semua tatapan di kantin itu pun tertuju pada mereka berdua.

"Aku benar-benar minta maaf Haruno-san, aku benar-benar tidak sengaja". Ucap Naruto sambil mengambil tisu lagi di dalam sakunya.

"Dasar tidak tahu sopan santun! Kau seharusnya membungkukkan badan jika kau meminta maaf pada seseorang, terutama kepada orang yang derajatnya berada di atasmu. Apakah orang tuamu tidak pernah mengajarimu sopan santun?" Omel Sakura kepada Naruto yang hanya diam menerima semua perkataan Sakura.

"Aku sungguh minta maaf Haruno-san, aku benar-benar tidak sengaja." Kali ini Naruto membungkukkan badannya.

"Anda bisa memukulku atau menamparku jika Anda ingin menghukumku." Ucap Naruto sambil membungkukkan badannya.

"Hmph. Sayangnya, kau tidak memiliki kehormatan untuk menerima hukumanku." Jawab Sakura sambil membelakangi Naruto.

"Dasar anak buangan". Ucap Sakura dengan menekankan kata-kata tersebut, dan langsung meninggalkan kantin itu. Saat ini amarah Sakura menguasai dirinya, sehingga dia tidak dapat berpikir jernih bahwa kata-kata yang dia lontarkan sudah keterlaluan.

Naruto akhirnya tidak membungkukkan badannya lagi setelah Sakura meninggalkan kantin. Banyak sekali murid yang menatapnya karena keributan yang sempat terjadi.

"Siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya".

"Bukankah dia si anak aneh itu?".

"Kupikir dia sudah pindah ke sekolah lain, tapi nyatanya dia masih betah disini."

Berbagai macam bisikan keluar dari mulut setiap murid yang melihat keributan itu. Naruto hanya diam di tempat tanpa menanggapi bisikan orang-orang itu, dia hanya menerima setiap kata kata itu.

Setelah beberapa menit kemudian, Naruto pun berjalan meninggalkan kerumunan murid-murid itu dengan kepala tertunduk ke bawah, dan menuju kelasnya.

SKIP TIME

KRIINGG

Bel pulang sekolah pun berbunyi, dan murid di kelas 11.1 akhirnya membereskan barang-barang mereka dan akhirnya pulang menuju rumah masing-masing.

Naruto juga membereskan buku-bukunya dan kemudian keluar dari kelasnya. Sejak keributan di kantin tadi, Sakura tidak mengucapkan satu kata pun kepada Ino di dalam kelas. Mungkin karena Naruto duduk tepat dibelakangnya, sehingga dia tidak mau obrolannya didengar oleh Naruto.

Banyak sekali murid Konoha Senior High School yang keluar dari gerbang sekolah itu, termasuk Naruto. Dalam perjalanan pulang, Naruto hanya menatap langkah kakinya. Memikirkan peristiwa yang terjadi di hari pertamanya sekolah.

'Ternyata aku masih memiliki julukan itu.' Batin Naruto.

'Kenapa mereka sangat membenciku. Apa aku memiliki kesalahan pada mereka?'.

'Terserahlah. Aku tidak peduli. Lagipula, aku masih bisa tetap hidup walaupun mereka membenciku, dan juga aku sudah terbiasa dengan sikap mereka yang memperlakukanku seperti ini dari dulu.'

'Baiklah, aku harus cepat pulang ke rumah dan menyelesaikan semua tugasku agar dapat langsung bekerja'. Batin Naruto dengan semangat.

Naruto pun mempercepat langkah kakinya menuju apartemennya, dan kemudian menyelesaikan semua tugasnya dengan sangat cepat. Setelah menyelesaikannya, Naruto pun memakai seragam Ichiraku Ramen dan kemudian berangkat ke tempat kerjanya dengan semangat yang membara. Seakan-akan semangat itu tidak pernah padam walaupun dirinya harus menjalani cobaan hidup yang sangat berat.

TO BE CONTINUED...

Author Note:

Puji dan Syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya, saya bisa menulis Fanfic ini.

Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca atau reader yang telah mau membaca, me-review, dan memberi kritik dan sarannya. Saya benar-benar berterima kasih atas kritik dan saran yang telah diberikan, dan saya sangat menghargainya.

Di Chapter sebelumnya, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena chapter tersebut bisa dibilang sangat hancur karena banyak sekali kata-kata yang hilang, dan tentu saja membuat ceritanya menjadi sangat canggung, dan membuat para pembaca kebingungan. Oleh karena itu, dibutuhkan kritik dan saran dari para pembaca agar saya dapat memperbaiki kesalahan saya di chapter berikutnya.

Saya juga minta maaf karena sepertinya Chapter berikutnya akan agak sedikit lambat updatenya karena banyak sekali tugas yang diberikan oleh guru. Saya harap para pembaca mau bersabar menunggu Chapter berikutnya.

Terima Kasih sudah membaca.

GignZ