Playboy vs. Playgirl

Milik Masashi Kishimoto

Author : Dita3006/Fadita Nurul Aini

.

.

.

.

.

.

"Dia tampan"

"Dia seperti pangeran yang turun dari khayangan"

"Aku ingin jadi pacarnyaa.."

"Tidak, dia akan menjadi milikku"

"Enak saja"

"Dia calon suamiku"

"Hah?"

"Tidak mungkin!"

"Iya, mana mungkin dia mau menjadi suamimu"

""Mungkin sih mungkin, tapi dalam mimpimu!"

"Akan ku buktikan"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Permisi." Dia berbicara dengan nada yang dingin dan tatapan mana yang tajam, menatap semua orang yang menghalangi jalannya.

"Ah, iya. Maaf senpai"

Dan orang yang dipanggil senpai itu mendelik kesal. Dan dia segera melangkahkan kakinya tanpa melihat ke arah belakang. Ke arah kerumunan yang telah menghalangi jalannya.

"Dia sangat dingin dan mengerikan yaa" Ucap salah satu orang dari kerumunan tersebut, setelah orang yang dipanggil senpai itu pergi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu, apakah kalian tahu siapa yang sedang dibicarakan di atas?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

WELCOME TO MY FIRST FANFICTION

.

.

.

Di tempat lain...

"Hei forehead!" teriak seorang gadis berambut pirang sambil berlari-lari kecil menuju seseorang yang baru saja turun dari mobil mewahnya. Yaps! Dia adalah Yamanaka Ino. Salah satu murid di SMP Kartika Bangsa.

"Ada apa Ino?" jawab seorang gadis yang dipanggil forehead.

"Aku hanya ingin menemui mu. Dan salahkah jika aku ingin menemui sahabatnya yang super sibuk untuk bermain boneka saja?"

"Could you repeat again, please Ino?" jawab gadis itu sambil melepas headset yang sedari tadi menggantung di telinganya. Oke, jangan lupakan tatapan sinis yang senantiasa dia lemparkan kepada gadis berambut pirang tersebut.

"Okay, Sakura, to be kind , I repeat my words earlier"

"Hm?"

"Aku hanya ingin menemui mu. Salahkah jika aku ingin menemui sahabatnya yang super sibuk untuk bermain boneka saja?!" jawab Ino dengan tampang yang tak kalah sinis.

"Aku tidak bermain boneka." Sakura langsung mengalihkan pandangannya terhadap sekolah. Sekolah yang sudah ditempatinya dari kelas 1 smp.

Ino mengalihkan pandangannya pada area parkir. Dan kini, Sakura mulai melangkahkan kakinya, meninggalkan saja sahabatnya yang pirang itu.

"Sakura, my boy ke mana ya ra?"

"Ra, please jawab. Aku ini sahabatmu. Masa kau tidak menjawab pertanyaanku." Ino masih setia mengedarkan pandangannya.

"Sakura jawab pertanyaanku ra."

"Hei, sakuuu.." Ino berbalik menatap sakura. Tapi, yang terjadi adalah seorang Ino yang melotot saat ia melihat Sakura yang sedang melangkahkan kakinya menuju kantin. Bahkan, tempatt Sakura berada pun, sudah sangat jauh dari tampat Ino berdiri.

Dan kini..

"SAKURAA!" teriak Ino sambil berlari menuju Sakura dengan mata yang masih melotot dan tangannya yang terkepal kuat.

.

.

.

"Hei teme, kau mau masuk SMA mana? Kalo aku sih, Kharisma Bangsa. Sekolah yang mewah itu... Aku udah janjian sama my girl malah. Kau mau masuk mana?" Ucap cowok berambut duren tersebut, yang masih setia bermain gadgetnya itu.

"Sama." Ucap cowok it singkat. Dengan sangat singkat. Malah, tanpa menengok sedikitpun pula. Dan jawaban itu, membuat cowok berambut duren berhenti memainkan gadgetnya. Cowok yang kita kenal dengan Uzumaki Naruto.

"Apa?!" ucap cowok berambut emo dengan nada kesal yang terkandung di dalamnya. Tentu saja kesal, karena tatapan yang begitu mengintimidasi terhadap dirinya.

"Why?"

Cowok berambut emo yang kita kenal dengan Uchiha Sasuke itu tidak menjawab. Ia hanya mengalihkan pandangannya kepada sahabat pirangnya itu.

"Katanya mau ke Amerika?"

"Ada mainan baru di Kharisma Bangsa." Ucapnya agak keras agar tidak terkalahkan oleh bisingnya kelas.

"What! Mau mainin cewek yang lebih tua?" Pertanyaan yang dilontarkan Naruto sangat berpengaruh terhadap Sasuke. Buktinya? Kini seorang Sasuke sedang mendelik kesal.

"Bentar lagi kan kita lulus. Itu berarti kita akan melanjutkan ke SMA kan? Dan cewek itu juga akan melanjutkan ke SMA. Begitu maksudnya" jawab Sasuke dengan sedikit penekanan di ujung kalimatnya.

"Oh, kan di Amerika juga seperti itu. Kenapa tidak bersekolah di Amerika saja?"

"Cewek akan masuk SMA Kharisma Bangsa juga." Sasuke menyeringai. Kemudian, sasuke melangkahkan kakinya keluar kelas.

"Ke mana?"

"Toilet."

.

.

.

.

Kantin SMP Katika Bangsa..

"Sa, kamu mau pesan makanan apa?" tanya Ino

"Ada juga aku yang nanya, kamu mau pesan makanan apa?"

"O iya ya, kan kamu yang mau traktiran.." Ucap Ino sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Sakura.

"Iyaa.."

"Salah sendiri tadi main ninggalin aja" ucap Ino dengan tampang cueknya.

"Udah deh, kamu mau makan apa Ino sahabtkuu?" ucap Sakura sambil memasukkan gadgetnya ke dalam tas.

"Sama seperti makanan yang mau kamu pesan aja ra"

"Pelayan.." panggil Sakura dengan nada yang halus. Perempuan dengan badan yang tidak tinggi, tetapi ideal. Perempuan dengan rambut permen kapas, mata emerald yang indah, senyumannya yang manis, kulitnya yang putih cerah, dan wajah yang sangat lembut. Tapi, dibalik itu semuaa... Berhati-hatilah!

"Iya, mau pesan apa ya?"

"Nasi goreng seafood 2 porsi, sama jus mangga 2 porsi juga ya.." ucapnya sambil tersenyum.

"Oke, ditunggu ya mbak." Ucap pelayan itu, dan pergi berlalu dari hadapan Sakura serta Ino. Yamanaka Ino yang berambut pirang, dengan badan yang jauh lebih tinggi dari sakura (walau ga sampe 10 cm yaa), mata aquarimenya yang indah, dan kulit putihnya yang halus, serta wajahnya yang sangat cantik. Jadi, jangan heran, kalau Sakura dan Ino selalu menjadi pusat perhatian orang banyak. Sakura dengan wajahnya yang manis, dan Ino dengan wajahnya yang cantik.

"Ra, baik dehh..."

"Ya ya ya ya"

"Ra, ngomong-ngomong beneran kamu mau masuk SMA Kharisma Bangsa? Kenapa nggak ke London aja? Kan, di sana dapat beasiswa 80 % ra?"

"Nggak, sekolah di Kharisma gratis ini." Ucap Sakura sambil memainkan kembali gadgetnya.

"Hah?"

"Kenapa? Aku dapat beasiswa sebesar itukan, nggak dari prestasi non akademik yang dance doang no"

"Iya, tapi kenapa harus sebesar itu sih ra? Aku yang selalu rangking 2 di bawah kamu, olahraga basket kita sama walau kamu yang kaptennya, kamu tim redaksi majalah, aku tim redaksi majalah, kamu dancer, aku dancer, aku nyanyi, kamu nyanyi, tapi aku cuman 65 % ra" ucap Ino panjang lebar.

"Kamu TIDAK bisa main musik." Dengan penekanan pada kata 'tidak'.

Oke, Ino kalah telak, dan Ino pun memasang muka cemberut. Sakura yang melihat wajah Ino, tersenyum menang.

"Dan satu lagi, aku salah satu atlet catur Suna" ujar Sakura dengan suara yang sangat pelan sekali...

"Permisi, ini pesanannya mbak, maaf lama." Ucap pelayan itu. Pelayan yang mengantarkan makanan untuk mereka berdua.

"Makasih ya mbak, ini bayarannya. Dan ambil saja jika ada kembalian." Ujar Sakura dengan senyum yang ramah.

Sakura melirik Ino. Dan Sakura menghela nafas panjang.

"Ayolah Inooo... Jangan ngambek oke" ucap Sakura dan mengedipkan matanya saat Ino meliriknya.

"Iya, iyaa.." ujar Ino. Dan mereka pun makan bersama.

.

.

.

.

.

Ruang Ketua Osis SMP Kartika Bangsa

"Permisi.." Ucap seorang perempuan indigo.

"Iya, silahkan masuk." Ucap seseorang yang berada di dalam ruangan tersebut.

"Maaf, saya Hyuuga Hinata mengantarkan sebuah undangan untuk SMP Kartika Bangsa, untuk ikut merayakan pesta yang diadakan oleh SMP saya, SMP Nusa Bangsa."

"Benarkah?"

"Iya. Kami mengundang SMP Kartika Bangsa untuk datang ke pesta ini. Mungkin terlalu mewah untuk dibilang pesta. Di acara-.."

"Stop. Silahkan duduk terlebih dahulu Hinata-san"

"Hmm, terima kasih-.."

"Sakura"

"Ah, iya, terima kasih Sakura-san." Mereka berdua tersenyum.

"Baiklah, silahkan jelaskan lebih banyak Hinata-san." Ucapan dengan nada yang menuntut. Sebenarnya Hinata sedikit tegang. Karena iya yakin, perempuan yang sedang berada di depannya ini, adalah perempuan yang sempat menjadi masa lalu kembarannya. Kembarannya yang mengalami hilang ingatan. Walaupun perempuan itu sedikit berbeda. Ya, hanya sedikit. Hanya pada sifat, perilaku, dan tatapannya-menurut Hinata.

"Baiklah, di acara tersebut ada perlombaan. Yang bersangkutan, ada lomba berpidato untuk tingkat SD dan SMP, lomba band untuk SMP, lomba fashion show untuk SD dan SMP, lomba story telling Inggris untuk SD dan SMP, lomba-.."

"E-eh, apakah kalian juga mengadakan lomba dance, Hinata-san?" tanya Sakura.

"Maaf, kami tidak mengadakannya. Tapi, di puncak acara siapapun boleh menantang tim dance kami. Acara ini diadakkan 5 hari. Dan diharapkan ada perwakilan dari sekolah anda untuk mengikuti lomba dan menginap. Lebih jelasnya, silahkan dibaca saja undangannya, Sakura-san." Ucap Hinata dengan senyumnya yang begitu anggun. Dan Sakura cukup terdiam.

Sakura P.O.V

Lomba? Nginap 5 hari? Menantang tim dance SMP Nusa Bangsa? Boleh juga. Ku rasa, aku bisa mendapatkan si Uchiha itu. Menaklukkan cowok yang akhir-akhir ini sering melirik kepadanya, saat mereka bertemu. Ya, sepertinya dia juga sedang mengincarku untuk dijadikan mainannya. Bolehlahh...

Oke Uchiha, kita lihat siapa yang akan menang. Kau atau aku? Ku rasa, kehormatan telak kepadaku jika aku berhasil menaklukkanmu Uchiha.

Author P.O.V

"Battle dance?" Ucap Sakura dengan sebuah seringaian yang tercetak jelas di bibirnya. Hinata menganggukkan kepalanya. Sedikit takut akan perilaku Sakura di hadapannya barusan.

"Baiklah, aku akan mempersiapkannya Hinata-san. Ah-tidak. Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan Hinata-chan?" ucap Sakura, yang kini bibirnya dihiasi oleh sebuah senyuman yang begitu lembut, tulus, dan Hinatapun melihat sebuah tatapan yang memohon. Tatapan kesepian, yang membuat hati Hinata berdesir entah kenapa. Dia seperti sangat merasakan apa yang sedang Sakura alami.

"Iya Sakura-san, kalau begitu.. Saya memanggilmu dengan Sakura-chan boleh?" Ucap Hinata dengan lembut dan sedikit memiringkan kepalanya.

"Hm.." Ucap Sakura dengan senyuman di bibirnya. Dia pun bangkit dari kursi kebanggaannya. Dan dia menjulurkan tangannya kepada Hinata. Hinatapun, jadi ikut bangkit dari kursi yang ia duduki. Tidak lupa, dengan tatapan bingung dari Hinata, terhadap orang yang sedang berada di depannya.

"Baiklah, kenalkan aku Haruno Sakura, senang berkenalan denganmu Hinata-chan.." Ucap Sakura dengan senyum yang begitu tulus di wajahnya.

Hinata terdiam, dengan badan yang sedikit gemetar. Bahkan Hinata yakin. Sangat yakin. Kalau ia tidak ingat di mana dia sekarang, dapat dipastikan dia akan menjatuhkan kursi yang baru saja dia duduki.

Yang membuatnya gemetar itu, adalah u-..

"Hinata-chan?" tanya Sakura dengan wajah kebingungan.

"E-eh.. Iya Sakura-chan. Aku Hyuuga Hinata, juga senang berkenalan denganmu." Balas Hinata yang tak kalah lembutnya. Disertai senyuman yang sangat indah.

Sakura yang kesenangan, langsung menerjang Hinata. Memeluk Hinata dengan kuat.

"Terima kasih Hinata. Semoga kita dapat berteman dengan baik yaa.." ucap Sakura dengan penuh harap.

"Iya Sakura. Jangan lupa datang yaaa... Aku berharap, kau ikut mewakili sekolahmu ini yaa..."

"Iya Hinata"

"Kalau begitu, aku permisi dulu Saku-chan.."

"Baiklah, berhati-hatilah Hinata-chan."

"Iya Sakura.."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Author :

Oke, semuanyaaa... Maaf ya kalo banyak yang salah.. Aku baru pertama kali buat fanfic ini. Jadi, aku mohon sarannya yaa.. Tolong dikritik sama dibantu ya kawan, tapi pake bahasa yang baik and sopan yee :)

Untuk yang udah ngasih aku review, makasih ya.. Terutama atas bantuannyaa... :)