Ch.2
"Pandangan membunuhmu!"
_CB_BaeCY0461(zinniafodil)
"Hehehe... maaf menganggu.." aku hanya bisa nyengir dan...
Lari!.
"Aiishh! Dia siapa! Paparazzi? Sial!"
Sepertinya chanyeol sangat khawatir dengan namja itu. Maksudnya khawatir dengan fotonya akan di sebar.
Chanyeol melirik irene sejenak dan langsung berlari menyusul baekhyun yang tengah kacau dengan pikirannya.
"Chanyeol! Kau tak usah menyusulnya" irene menahan pergelangan chanyeol.
Chanyeol langsung menepis dengan wajah datar dan dinginnya.
"Diam kau! Ini semua salahmu!" Setelah berbicara seperti itu. Chanyeol meninggalkan irene di sana, di gang sempit yang sangat gelap dan hanya 1 lampu penerangan.
"Isshh.. biarkan saja namja asing itu menyebarkan foto kami.. biar media yang meng gosip kannya" wajah irene begitu masam.
.
.
Baekhyun mulai memperlambat larinya. Mungkin chanyeol tidak mengejarnya.
"Ahh.. syukurlah.." baekhyun hanya bisa mengelus ngelus dada.
"Emm... apa aku kirim foto ini pada kyungsoo?" Baekhyun sambil melihat foto chanyeol dan irene di layar handphone nya.
"Tapi reportasi chanyeol bisa menurun.. dan lagi pula tadi... katanya irene ingin sekali menjadi kekasih chanyeol.. kasihan chanyeol... akhh kirim tidak ya..? " baekhyun mulai dilema.
Baekhyun hampir saja menekan tombol kirim pada layar hp nya tiba-tiba suara yang begitu berat mengusiknya.
"Hey! Kau yang di sana! Hah...haah..." chanyeol berlari menuju arah baekhyun sambil ngos-ngos an.
Kegiatan kirim mengirim pun tidak jadi. Baekhyun berbalik untuk lari kembali. Dan
BRUKK
tidak sengaja tadi kakinya menyenggol batu cukup besar. Dan alhasil ia terjatuh dengan tidak elitnya.
"Aduuh.."
"Hah! Kena kau!" Chanyeol langsung menyambar hp baekhyun yang tergeletak di tanah.
Baekhyun cepat-cepat berdiri.
"Kembalikan handphone ku... kalau tidak..." baekhyun mencoba mengambilnya. Tapi nihil chanyeol lebih besar jadi bisa menahan kepala baekhyun dengan 1 tangannya.
"Kalau tidak..?"
"Kalau tidak.. aku akan menyebarkan kau dengan yeoja itu.." baekhyun berusaha mengambil hp nya.
"Tidak ada bukti.." masih dengan menahan kepala baekhyun.
"Ada.. di handphone ku... jadi.. kembalikan.."
"Sudah ku hapus tadi.."
Chanyeol melepaskan tangan dari kepala baekhyun. Baekhyun pun berhenti memberontak.
"What?!"
"Wae?"
"Baiklah jadi ..kembalikan handphoneku CEPAT!"
"Woo?! "
Chanyeol malah menaikan handphone baekhyun dan..
PRAAK
handphone kesayangan baekhyun jatuh dengan tidak elitnya dan retak pada kacanya.
"Fuck!"
"Aarrggghh! kenapa kau melemparnya HAH?!"
"hukuman untukmu.. lagi pula siapa suruh.. mengintip orang seenaknya saja.."
"Aiishhh! Aku tidak sengaja tadi... dan kenapa handphone ku yang kena hah?!"
"Mau melawan hah?!.. aku ini artis papan atas tau?"
"Aku tidak peduli Park Chanyeol Bajingan!"
"Mworago!? Apa?!"
"Dasar bodoh!, tiang listrik!, telinga yoda!"
"Sekali lagi HAH!?"
BUG
baekhyun tepat menendang persendian lutut chanyeol.
"Akkhh! Aww.."
"Rasakan itu.." baekhyun langsung lari secepat kilat.
Chanyeol hanya merintih kesakitan.
"Sungguh sial hari ini!" Chanyeol sambil mengelus ngelus lututnya.
.
"Sungguh sial hari ini " baekhyun berjalan dan menendang cangkang minuman cola. Alhasih cangkang itu memantul dari tembok dan mendarat di kepala baekhyun.
"Aww... .. aiisshh!"
.
.
"Akhhh bagaimana ini... aku menyesal meninggalkannya..! Kenapa aku menuruti wanita gila itu.."
Kyungsoo mendesah pasrah.
Tak lama kemudian pesan masuk dari baekhyun.
"Baekhyun?"
"Menarik?"
"Apa?"
"Apa terjadi seauatu hal?"
"Aiisshh bagaimana kalau dia di culik orang jahat di sana ?! Eomma aku menyesaaal~"
.
.
Baekhyun membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Ahh...! Hari yang sungguh sial.."
Pandangan baekhyun menuju ke layar handphonenya.
"Hm.."
"Aiisshhhhhh! Mengapa dia melemparnya.!"
Baekhyun layaknya orang kesurupan.
"Kacanya retak parah! -_-' "
"Aaarghh padahal aku beli pakai uangku sendiri...!"
"Dasar artis sialan! Tak berguna! Fuck! Eh!"
Baekhyun sambil memandang langit-langit kamarnya.
Tiba-tiba bangkit duduk.
"Heh! Kenapa kyungsoo menyukainya ya? Ahh aku harus memeriksa otak kyungsoo besok!"
Lalu baekhyun tidur kembali dan terlelap ke alam mimpi.
.
.
.
Baekhyun biasa memakai sepedah tuanya.
Lampu merah
Baekhyun menunggu lampu merah berubah.
Ting
Bruum
Tiba-tiba mobil merah ntah apa merek nya menyenggol sepedah baekhyun.
"HEY! kau sialan!"
Pengendara yang di dalam hanya melambaikan tangan dari celah kaca mobilnya.
"Bahkan dia pun tidak meminta maaf ! "
Baekhyun akhirnya tak perduli dan melanjutkan menuju sekolah.
.
.
"Heh! Baek... bagaimana kemarin... apa kau kesepian?!" Tanya seulgi.
Heyy! Bagimana dia tau.
"Hmm? Maksudmu?"
"Ahh lupakan... mungkin temanmu itu tidak melaksanakannya.."
"Mereka itu kenapa sih?"
Baekhyun kebingungan.
Setelah ke kelas menyimpan tas. Lalu baekhyun pergi ke kelas sebelah untuk menemui kyungsoo.
"Kyung!"
"Eh? Baek kau tidak apa-apa?"
"Hnhh? Kenapa denganku?"
"A...ahh tidak apa-apa.. aku hanya merindukanmu."
"Hey..kau tidak usah sok romantis seperti itu. Kau tidak sadar kekasihmu si jong-in itu lebih merindukanmu.."
"Jangan bahas si hitam itu.."
"Ternyata kau baru menyadarinya"
"Yeah..."
.
.
BAEKHYUN POV
"APAAA! Eomma yang benar saja"
"Jangan dramatis seperti itu baekiee.. kau harus mandiri sekarang"
Sepertinya aku mau pingsan.
"Eomma bekerja itu untuk seumuranku masih susah.."
"Kau ini! Kalau eomma ada di sana eomma jitak jidatmu!"
"Jidatku bukan tembok eomma! Ayolah eomma.. jangan menyuruhku untuk bekerja"
"Heh! Eomma juga bekerja eoh!"
"Itukan eomma bukan aku!"
"Haah! Kenapa aku bisa melahirkan dia!"
"Eomma! Bukannya eomma yang buat?"
"Anak ini... walau kau masih sekolah tapi kau masih bisa bekerja.. contohnya artis papan atas saat ini park chanyeol dia seumuran denganmu tapi dia sudah bekerja dan menghasilkan uang banyak!"
"Itu si tiang! Bukan aku!"
"Tiang! Dia bukan tiang baek! Aah! Lupakan... pokonya eomma nanti mengunjungimu dan uang mu harus lebih banyak dari bekal jajan mu!'
"Eomma jahat!"
"Heol! Aku eomma yang baik"
PIP
"Aku sengsara sekali.. dan kenapa tadi eomma membicaran si tiang itu!? Padahal kami sedang membicarakan soal kerja..haah! Aku jadi tambah dendam!"
Baekhyun membuka laptop nya dan mulai mencari kerja paruh waktu.
'Cari
'Cari
'Cari
Dan CLIK!
"oooh! Aku mendapatkannya! Dekat pula dengan daerah sini"
Aku sungguh senang tapi sepertinya ada hal yang tidak mengenakan hati. Itu sesuai naluri ku.
"Kira-kira kapan yah.. emm bukannya di sini, boleh kapan saja untuk memulai.. baiklah besok pulang sekolah langsung kerjaaa! Aah! Aku tidak percaya"
Aku berbaring di ranjangku dan langsung terbawa ke alam mimpi.
.
.
Setelah pulang sekolah dan sempat debat dengan kyungsoo gara-gara si tiang listrik itu aku menyuruhnya berhenti untuk tidak menyukai si park chanyeol itu. Dan sayangnya kyungsoo tidak mempercayainya. Huffthh...
"Oh ya! Bukannya aku mulai sekarang bekerja di cafe itu! Hem! Baiklaah!"
Aku berjalan keluar menuju cafe mewah dekat sini. Dan...
"Itu!.." aku terlalu histeris.
Aku membuka pintu cafe.
CRINGG
Waaw.. yang di depanku ini... sungguh luar biasa. Cafe ini mewah sekali! Siapa yang punya ya? Ah.. aku tidak peduli.
Lalu datang pelayan yeoja mendekatiku.
"Kau Byun Baekhyun?"
Aku tertegun dengan tempat ini sampai aku mendiamkan pelayan itu.
"Err.. apa kau byun baekhyun?" Yeoja itu memegang pundak ku.
"Ne?" Aku tersadar dari lamunan.
"Hmmzz... kau Baekhyun kan?"
"Ahh.. ne..."
"Untung kau imut.. jika saja jelek aku sudah memukulmu!"
"W-wae?" Tanyaku
"Kau sih.. di tanya malah melamun."
"Eh..miaan"
"Tidak apa... perkenalkan namaku taeyeon sebagai pemimpin para pelayan. Sebenarnya Aku juga pelayan sih"
Aku hanya melihat penampilanya. Yap! Dia seorang pelayan.
"Nah.. bajumu!"
Yeoja bernama taeyeon itu memberikan baju seragam coffee ini.
"Terimakasih"
"Hnnh"
Dia langsung melesat pergi. Dan aku langsung berganti pakaian.
.
Sudah 1 jam aku melayani pelanggan. Hufft.. ternyata lelah juga.
Aku menuju ke arah meja dapur.
CRINGG
Seorang pelanggan masuk. Dan..
"AAAAAAAAA"
"DIA DATAANG"
Aku mendengar sebuah jeritan jeritan yang mengganggu.
"Apa sih?"
DEG
diakan...
"Chanyeeool!"
Ihh si tukang mesum. *sebutan apa lagi ini.
Kenapa dia di sini.
"Baek!"
"Wae?"
"Kau kan anak baru jadi kau ladeni dia... dia yang punya cafe lo.."
What the... apa! Punya! Cafe ini! Hell yang benar saja.
Aku berjalan dengan membawa menu ke mejanya.
"Kkkk... dia tidak tau setiap chanyeol kesini yang melayaninya pasti akan dia bully dan di maki di belakang cafe. "
"Heh! Sungmin itu ide yang bagus untuk menghindari kemarahan chanyeol jika dia marah karna pelayanannya tidak pernah sesuai."-donghae
.
Aku mendekatinya dan menyimpan buku menu di depannya.
"Coklat dingin saja 2"
"Ani! Aku panas saja" ucap namja di sebelah chanyeol.
Aku baru sadar ia bersama seseorang laki laki juga. Tampan tapinya.
"Baik"
Aku memakai topi pelayan dan sedikit menutupi wajahku. Agar tidak ke tahuan. Semoga saja ia lupa kejadian ia di pergok.
Aku berjalan pergi dari situ.
"Serasa aku pernah mendengarnya.."- chanyeol.
Aku kembali membawa nakas coklat dingin dua.
Heyy! Mana ada coklat dingin.. adanya coklat panas. Dia itu tidak tau atau memang sengaja.
Tringg
Tiba-tiba ada ide gila di otakku.
Aku menyajikan coklat panas di depan namja yang lumyan tampan dan tinggi ini.
Saat aku menyajikan coklat dingin.
BYUUR
yes! Kena kau idiot!
Dia membuka mulutnya. Mungkin serangga akan masuk jika dia lebih lebar lagi.
Sedangkan namja yang di sebelahnya hanya menahan tawa.
"Pfftthh" aku dan namja di dekat chanyeol menahan tawa.
"Sial!"
"Mian..mian"
Aku buru-buru minta maaf. Padahal sih dalam hati aku sangat senang.
Aku langsung pergi. Alias kabur.
"Untung banyak orang di sini. Jika tidak aku akan membunuh pelayan itu."
"Sudahlah"
Sugmin dan donghae terkejut melihat tingkah baekhyun.
"Jika seperti ini. Kita yang akan kena marah bukan hanya baekhyun."
Glek
AUTHOR POV.
*Belakang cafe
"Mana pelayan tadi!" Chanyeol penuh amarah.
"Emm.. dia di toilet tuan.."
Chanyeol langsung melesat ke toilet.
Namja yang sama tinggi nya dengan chanyeol hanya menggeleng-geleng.
BRAK!
"Hei kau!"
Baekhyun sedang mencuci wajah. Tiba-tiba chanyeol menarik bahunya.
Dan.
"Kau..."
TBC
(Teriak Baekhyun Chanyeol)
Gaje yehet! Jan lupa vote yeh *ngarep bgt :'v
사랑해
지니아보딜:*
