Hello, hehe...akhirnya aku jadikan chapter juga deh. Habis malasbuat cari judul lagi. Lagipula kan susah juga bacanya kalau kepisah-pisah. Lama banget nih ga update. Kasian modem juga udah bulukan karena ga dipake-pake.

'first love will be end"

ketulusan

Naru x Hina

Sasu x Saku

Selamat membaca ^_^

.

Senin itu Naruto dan kekasihnya yang juga satu sekolah dengannya berjalan-jalan di mall Uchiha. Gadis itu menggandeng tangan Naruto mesra sementara Naruto berjalan gagah disampingnya.

Mereka berdua baru saja berjalan ke arah foodcourt ketika Naruto menangkap sosok seseorang di tempat itu. Sosok yang dua tahun lalu membuatnya sesak dan menghiasi pikirannya dengan sesal.

Gadis bermata lavender dengan rambutnya yang hitam kebiruan yang sekarang panjangnya sepunggung. Gadis itu tidak sendiri, di hadapannya seorang pemuda tampan berambut cokelat yang terus mencurahkan perhatiannya pada si gadis itu duduk.

Gadis bernama Hinata itu terlihat sedang berbicara dengan mimik wajah ceria sambil menatap pemuda diseberangnya. Pemuda itu berambut cokelat pendek dan terlihat pendiam, sedikit tersenyum ketika melihat Hinata tertawa-tawa karena ucapannya. Pemuda itu terlihat tinggi dan berisi, terlihat sangat manis ketika saling menatap dengan gadis muda lavender itu.

Naruto menahan napasnya, ketika pemuda itu menaruh tangannya di atas rambut Hinata yang terlihat halus dan mengacak-acaknya gemas. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang bahagia, dan entah mengapa itu membuat naruto sesak.

Padahal dua tahun sudah berlalu...

Padahal mungkin Hinata sudah melupakannya...

Padahal ia juga sudah memiliki kekasih...

Tapi kenapa dada ini masih sesak?

Kenapa rasa bersalah ini tak mau hilang?

Kenapa ia masih mengandaikan hal yang sudah lama berlalu?

Karena ia bodohkah? Ya, teme sering bergumam seperti itu padanya.

"Naruto-kun?" panggil gadis pirang di sebelahnya dengan nada bertanya.

"Ya?" kata Naruto mencoba terlihat senormal mungkin.

Shion, gadis itu terlihat bingung. "Ada apa Naruto-kun?" tanyanya.

Naruto terlihat bingung menjawab pertanyaan Shion. Ia tak ingin Shion tahu soal Hinata. "Hm, sepertinya aku melihat teman sekolahku dulu disana." Jawab naruto. Hm...dia tidak pandai berbohong rupanya.

Shion mencari-cari sosok seumurannya dan kekasihnya, tapi ternyata mall Uchiha lebih ramai dari biasanya, di foodcourt itu terlihat banyak muda-mudi yang sedang asyik mengobrol.

"Sudahlah, ayo kita nonton, aku rasa aku salah lihat." Kata Naruto, ia mencoba tidak menyelipkan nada gugup disana.

Shion kembali menatapnya dan akhirnya mereka melewati foodcourt untuk mencapai bioskop di mall itu.

Dengan sudut matanya ia bisa melihat Hinata menatap datar ke arahnya dan Naruto langsung salah tingkah mengetahui bola mata Hinata menemukannya. Ia semakin merasa bersalah.

"Kau bodoh dobe." Kata Sasuke setelah Naruto menceritakan hal yang mengganggunya berhari-hari padanya.

Naruto terlihat tidak terima. "Aku tidak bodoh teme. Itu kan sudah lama sekali. Kenapa juga aku harus memikirkannya?" bela Naruto untuk dirinya sendiri.

Sasuke terdiam. Ia lalu menghela napas panjang. Kenapa kau harus dapat teman seperti naruto ini ya Sasuke?

"Ku pikir kau hanya bodoh di pelajaran, ternyata soal cinta juga ya? Padahal mantan pacarmu banyak begitu." Ledek Sasuke sinis.

Naruto mendengus kesal mendengarnya.

"Kau menyebalkan teme. Mentang-mentang kau dan Sakura awet." Gerutu Naruto kesal.

Naruto dulu memang sempat menyukai Sakura, hanya saja perasaan Sakura yang tulus pada Sasuke dan rasa sayang (atau mungkin cinta) pada Sakura melunturkan niatnya. Dia lebih memilih kebahagiaan kedua Sahabatnya ini.

"Hinata tak membencimu dobe." Kata-kata itu tiba-tiba keluar dari mulut Sasuke.

Naruto masih saja kesal mendengar nada suara Sasuke yang menurutnya sok tahu. Bagaimana Sasuke begitu yakin tentang Hinata, bahkan Sasuke tidak terlibat langsung dengan masalah ini.

Sasuke, yang mengetahui jalan pikiran Naruto hanya memutar bola matanya kesal. Ia teringat pada pertemuannya dengan Hinata seminggu yang lalu.

.

Flashback

Sasuke sedang berdiri sendirian di dekat tangga eskalator menunggu Sakura datang, tiba-tiba ada suara menganggunya.

"Sasuke kan?" tanya seseorang di belakang Sasuke.

Ketika Sasuke membalik, ia menemukan sosok Hinata di belakangnya dengan seragam SMA Byakugan tersenyum padanya.

Sasuke terlihat terkejut melihat sosok Hinata. Bukan hanya karena Hinata adalah sosok yang sangat ingin dilupakan sahabat dobenya itu, tapi ini sangat aneh mengingat dulu Hinata tidak suka menyapa orang lain lebih dulu.

Hinata tertawa kecil. Satu sisi baru dari Hinata terlihat, ia tak pernah seekspresif itu, paling-paling hanya tersenyum.

"Tadi aku bertemu Sakura di toilet, dia bilang kau menunggunya disini. Ku pikir, aku akan menyapamu." Katanya ramah.

Sasuke yang baru saja bertemu sosok Hinata yang baru ini tidak bisa berkomentar. Ia terlalu bingung untuk menjawab.

Hinata masih mempertahankan senyumnya.

Beberapa saat kemudian Sasuke baru menyadari kegelisahan Hinata dibalik wajah senyumnya. Dalam sekejab Sasuke tahu apa yang dikhawatirkan Hinata.

"Naruto baik-baik saja." Tiba-tiba Sasuke menjawab tanpa ditanya.

"Eh..."

Hinata tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika Sasuke berhasil membaca pikirannya. Hinata menunduk malu.

Ketika itu Sasuke yakin, ini memang Hinata teman sekolahnya dulu. Hinata yang pemalu itu baru saja muncul ketika Sasuke menyebutkan nama Naruto.

"Uh...sulit ya membodohi orang jenius." Kata Hinata sambil tertawa hambar.

Sasuke terdiam sebentar sebelum bertanya lagi. "Kau masih mencintainya?" tanya Sasuke langsung. Terus terang ia tak berharap Hinata masih menyukai si dobe itu, karena idiot itu saat ini memiliki kekasih bernama Shion. Meski yah, ia tahu si bodoh dobe masih terbayang wajah Hinata terlalu sering.

Hinata tersenyum pahit mendengar pertanyaan Sasuke.

"Kau tahu Sasuke, mungkin aku sudah lelah, lelah terus mengejar bayangan sahabatmu itu." Kata Hinata. Kalimat itu begitu sarat akan kepedihan yang sangat dalam.

Dengan mendengarnya Sasuke tahu Hinata sangat sedih.

"Kata-katanya..." ucapan Hinata mulai terdengar parau. "...menyakitkan..."

Sasuke tidak bisa membantahnya, kejadian yang menimpa Hinata mungkin memang benar kesalahan sahabat pirangnya itu.

Hinata mengatur napasnya, tak lama, ia bisa memandang wajah Sasuke lagi. "Tapi aku sadar Sasuke, Naruto benar, aku terlihat seperti itu. Jadi.. kuputuskan untuk merubah diriku sendiri dan berhenti menyalahkan orang lain."

Sasuke menatap mantan teman sekolahnya itu. Wajahnya terlihat kuat, gadis kikuk itu mungkin memang sudah berubah.

"Hn...berusahalah." kata Sasuke datar, meski sebenarnya ia sedang menyemangati Hinata.

"Ya..." sahut Hinata riang. "Ku rasa Sakura sebentar lagi selesai. Aku harus pergi, teman-temanku sudah menunggu." Katanya pamit.

"Hn"

Sasuke mengamati gadis itu menjauh.

'Ternyata di balik kekikukan gadis itu, sebenarnya ia gadis yang kuat.' Kata batin Sasuke mengakui.

Tiba-tiba Sakura sudah ada di sebelahnya dan menyandarkan kepalanya di lengan Sasuke.

"Hinata kuat ya?" komentar gadis itu sambil menatap juga kepergian Hinata.

"Hn."

"Dan cantik." Ucap gadis itu lagi, tapi kali ini ia menatap pacarnya tersayang.

Sasuke menengok ke arah Sakura malas. "Aku tak kan berpaling darimu Haruno sakura..."

Sakura terkekeh mendengar kata-kata kekasihnya itu. Ia tahu Sasuke sangat amat mencintainya.

"Baiklaaahh...Ayo pulang!" seru Sakura sambil menggandeng lengan Sasuke manja.

Flashback-end

.

.Ciri gadis yang kuat adalah gadis yang mau mengintropeksi dirinya sendiri atas ucapan orang lain. Meski terkadang mengakui kelemahan itu menyakitkan, gadis kuat akan tetap berlapang dada menerimanya. Dan tentu saja memulai perubahan.

See u at 'move on'