Disclaimer: I don't own digimon ^^

Chapter 2

Teman sebangku

Berdiri dibelakangnya, sesosok yang selalu menjadi panutan Hikari dan sekaligus pelindung utama sejak ia berada di Dunia Digital untuk pertama kalinya, Taichi Yagami. Ia adalah kakak-nya Hikari, namun ia bingung. Seharusnya Taichi ada di SMP sekarang.

"Onii-chan sedang apa disini?" Hikari memasang tampang bingung.

"Untuk melihat keadaanmu di hari pertama" Balas Taichi dengan senyum yang sedikit menjengkelkan

"Onii-chan, aku udah kelas 6 sekarang! Kau tidak perlu menjaga ku begitu ketat. Lagian sudah bel masuk kan? Kenapa kau tidak kembali ke sekolah?" Protes Hikari.

"Ahh Hari ini aku menjadi Instruktur Sepak Bola SD Odaiba untuk sementara. Aku sudah mendapat Izin untuk itu. Selagi aku menunggu, aku kesini saja" Taichi menjelaskan.

"Oh begitu." Gumam Hikari dengan nada datar.

"Ngomong-ngomong, siapa yang duduk disebelahmu?"

"Siapapun tidak penting, Onii-chan." Hikari menjawab pertanyaan sesingkat mungkin.

Taichi yang melihat gelagat Hikari, langsung bisa mengetahui. Ia kehilangan sesuatu.

"Hei Hikari, kau melupakan sesuatu?"

"Tidak, memang-nya kenap…." Belum selesai Hikari membalas pertanyaan kakaknya. Takeru dan Daisuke tiba di ruangan kelas dengan nafas yang kembali terengah-engah. Sepertinya mereka berlari dari ruang komputer menuju kelas.

"Takeru! Daisuke!" seru Hikari saat mereka berdua berdiri didepan pintu dengan menertawakan pagi hari mereka.

"Oh, sekarang jelas.." Taichi melihat Hikari berjalan menuju kedua temannya itu.

Hikari telah memilihkan tempat duduk untuk mereka berdua. Dengan alasan supaya tidak bosan waktu pelajaran. Setelah Taichi meninggalkan kelas, mereka bertiga langsung mengambil tempat duduk.

"Takeru-kun, kau duduk denganku yah" sahut Hikari

"Hei hei hei! Bagaimana denganku?" Daisuke yang selalu ingin dekat dengan Hikari langsung tidak terima atas pernyataan tersebut.

"Daisuke-kun, kau bisa duduk dibelakang kami. Toh, sama aja" Hikari menunjuk tempat duduk persis dibelakang Hikari.

Dengan berat hati, ia mengambil tempat duduk dibelakang Hikari. Walaupun terlihat 'sama saja' namun ia tidak akan tahan melihat Takeru duduk disebelah Hikari-chan selama mereka bersekolah disana.

"Yang benar saja, huhhh" gumam Daisuke.


Saat Guru kelas mereka masuk, ia datang dengan murid baru. Ia seorang gadis, ber rambut hitam,tidak terlalu tinggi, wajahnya yang cukup manis serta memiliki pandangan mata yang serius.

"Selamat pagi anak-anak. Selamat datang di Tahun Ajaran Baru SD Odaiba. Saya Shiba Ajibana, guru kelas kalian. Sebelum kita mulai hari pertama, saya ingin kalian untuk menyambut murid baru di SD Odaiba ini."

Sebelum gadis itu memperkenalkan namanya, ia melihat ke sekeliling kelas terlebih dahulu. Entah apa maksudnya. Namun tidak lama setelah itu..

"Selamat pagi, namaku Hisayuki Tsuruya. Kalian bisa memanggilku Yuki"

"Baik Yuki, kau bisa duduk disebelah Daisuke. Ia yang memakai kacamata disana itu" saran Guru tersebut kepada Yuki. Setelah mengetahui dimana Daisuke, Yuki langsung berjalan kearahnya.

"Hei, kau Daisuke kan? Boleh aku duduk denganmu?" Tanya anak baru itu, dengan senyuman manis.

"Oh? Ah.. tentu,err.. semoga kau senang duduk denganku.. hehe" Daisuke menjawab terbata-bata.

"Semoga kau tidak terganggu" sambil menaruh Tas sekolahnya.

"Ahh tidaaak, tenang aja" Daisuke bertindak seakan-akan ia adalah orang yang memiliki pamor yang tinggi.

Sementara itu, tepat didepan Daisuke dan Yuki. Takeru melihat kebelakang sambil menatap Daisuke heran. Ia mencolek Hikari dan memberi tanda untuk melihat kebelakang.

"EKHM! Daisuke, sepertinya kau akan senang duduk disitu" canda Hikari.

"Ya, dan Hikari-chan.. Sepertinya, kita bisa bebas bercanda tanpa perlu diganggu oleh Daisuke hahahahaha" sambil mengedipkan mata kearah Hikari. Lalu mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

Yuki yang baru saja duduk disitu, merasa aneh dengan tingkah teman barunya. Tapi ia tidak terlalu memikirkan itu. Hari pertama mereka di kelas 6, berjalan baik dan menyenangkan. Karena mereka akan dipulangkan lebih awal. Sebelum mereka memasuki jam terakhir, Takeru dan Hikari mengobrol selama guru belum memasuki kelas mereka. Dan kali ini, Daisuke sepertinya tidak ingin ikut pembicaraan, dikarenakan ia merasakan sesuatu yang aneh sejak Yuki duduk dengannya. Seperti ketakutan dan kegelapan. Namun, Daisuke hanya berpikir mungkin ia tidak enak badan.

"Hei Takeru, kau tau?"

"Tidak, ada apa Hikari-chan?"

"Aku udah berbicara pada Shiba-sensei, aku meminta supaya kau bisa duduk satu meja denganku sampai akhir tahun pelajaran"

"Ah, benarkah?"

"Ya, dan ia memperbolehkannya. Aku berjanji, hanya kau yang boleh menempati tempat ini!" Hikari menjawabnya dengan penuh semangat

"Itu bagus! Tapi bagaimana Daisuke? Sepertinya dia tersiksa ada dibelakang kita" Takeru melihat ke tempat Daisuke sedang duduk.

"Dia bisa pindah jika ia mau, tapi sepertinya tidak ada yang mau duduk dengannya." Hikari mengatakannya sedikit berbisik, dan dilanjutkan dengan tawa dari mereka berdua.

"Sepertinya hanya Yuki, tapi.. Ia sepertinya biasa saja dengan tingkah Daisuke." Hikari melihat keduanya sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing

"Dia hanya belum tau, Daisuke terlihat lebih diam hari ini. Entah kenapa, pagi ini dia bersemangat"

Takeru mengingat kembali kejadian-kejadian pagi ini. Ia dan Daisuke memang seperti Teman yang berlawanan. Entah dalam hal olahraga, permainan, bahkan sampai menarik perhatian Hikari pun mereka masih bersaing.

"Kita lihat aja besok" gumam Hikari.


Bel sekolah tanda jam terakhir telah selesai, berdering. Hikari berjalan menuju Loker ditemani Takeru, dan Daisuke pastinya. Selagi mereka bersiap pulang, Takeru mencoba menggoda Daisuke.

"Daisuke-kun, bagaimana rasanya satu meja dengan Yuki?" Takeru bertanya sambil menahan tawa.

"Ahh, sedikit aneh. Dia canggung sekali, ingin sih aku ajak ngobrol.. Tapi aku merasakan sesuatu juga" Daisuke menjelaskan sebisa-nya

"Merasakan sesuatu? Kau suka dengan Yuki?" Takeru bertanya dengan nada sedikit kaget.

"Bukaaan, bukan itu bodoh. Aku merasakan seperti kegelapan menyerangku." Daisuke mencoba membuat temannya percaya.

"Kau ini ada-ada saja, bilang aja kalau kau suka padanya. Aku bantu nanti" Takeru mengedipkan mata kearah Daisuke.

"Tidaak, mana mungkin aku suka pada orang macam dia" protes Daisuke-kun

"Jadi, kau suka cewek yang seperti apa memangnya?"

"Seperti, Hika…" belum selesai Daisuke melanjutkan kalimatnya. Hikari sudah selesai dan menarik Takeru keluar dari Ruang Loker.

"ri-chan…" ia menyelesaikan kalimatnya dengan nada lesu.

"Simpan untuk nanti! Daisuke-kun!" seru Takeru melambaikan tangan dan berlari kearah ruang komputer.

Daisuke hanya bisa membuang nafas dan bergegas untuk menuju ruang komputer.

"Hei Hikari-chan! Kenapa kau meninggalkan ku di Ruang Loker?" Tanya Daisuke setelah ia sampai di pintu masuk ruang komputer.

"Daisuke-kun, ingatkah kita menyimpan Digimon kita di ruang komputer?" Hikari menjawabnya dengan nada khawatir.

"Lalu?" Daisuke bertanya balik

"Motomiya Daisuke! Berapa lama kau kenal dengan veemon?"

"Err, satu.. satu tahun" Jawab Daisuke sambil menghitung pada jarinya.

"Dan kau terlihat seperti tidak peduli! Partner macam apa kau ini!"

"Hikari-chan! Tenanglah" Takeru melerai keduanya sebelum mereka bertengkar.

"Maaf, Takeru-kun. Hanya saja, Miyako sudah pulang lebih lama dari kita. Dan Iori, dia terlalu muda untuk menjaga digimon disini, ditambah dia ada latihan kendo." Hikari menjelaskan

"Tak apa Hikari, kami bisa menjaga diri kami sendiri" Tailmon mencoba menghibur Hikari.

"Ya, itu betul. Bahkan kami menemukan sesuatu yang baru!" Patamon langsung berseru dan memperlihatkan apa yang mereka temukan.

"Tadaaaa" Patamon memencet satu tombol pada proyektor dan menunjukkan foto-foto yang diambil Hikari waktu mereka di Dunia Digital.

"Keren! Bagaimana kau bisa mendapatkan foto-foto ini?" Takeru bertanya kepada partner digimon nya.

"Kau lupa? Kau kan yang menyimpan foto-foto Dunia Digital dari kamera Hikari"

"Ahh iya, dan aku menyimpannya di memory itu." Takeru menyadari memory tempat ia menyimpan kenangan-kenangan Dunia Digital sedang terpasang pada salah satu komputer disitu.

"Patamon, kau bisa mengoprasikan komputer?" tanya Hikari, karena ia tidak pernah melihat Digimon yang bisa mengoprasikan komputer sebelumnya.

"Ahh bukan aku, Poromon yang mengintruksikan. Kami yang melaksanakan semuanya" Patamon menjelaskan dengan nada yang riang.

"Baiklah, cukup untuk hari ini. Ayo kita pulang Chibimon!" Sahut Daisuke.

"Hei, kau tak mengajakku?" tanya Hikari

"Eh.. eh.. Hikari-chan, kau…" Daisuke langsung canggung mendengar pertanyaan itu.

"Ahhh aku hanya bercanda, ayo kita semua pulang!" Sambil menarik tangan Tailmon.

Namun belum sampai mereka keluar ruang komputer, ada suara langkah kaki berlari ke arah mereka. Dan dari suaranya, mereka mengenal. Itu adalah Miyako.

"Minnaaaaaaaaaa!" Teriak Miyako dari luar

"Mi.. Miyako-san.." jawab Daisuke sambil membuka-kan pintu ruang komputer.

"Yang bisa mengalahkan teriakkannya, hanyalah Mimi."

Takeru mengatakan itu secara tidak sadar. Hikari mendengar itu dan langsung tertawa..

"Terima kasih udah menjaga Poromon, kalian baik sekali hihi" Miyako berkata sambil memeluk Poromon.

"Hei Daisuke, aku sedikit berharap. Kau seperti itu dengan Chibimon" Hikari menggoda Daisuke yang tadi bertindak seperti tidak peduli.

"Yang benar saja.." tiba tiba Chibimon melompat ke tangan Daisuke.

"Mari kita pulaaaang!" Teriak Chibimon

"Ya!" teriak semuanya.