chapter 2 pacar Roxas dan Sora
thanks to...
- ishidaRin === yayayaya.. ayo cek dari story iniiii :)
- Ventus Hikari ===== waw! detil... maksih yaaa.. soal vei, nanti bakal dijelasin dibeberapa chapter kedepan bahkan mungkin ada chapter khusus soal masa lalunya Vei :)
disowner::: aku tak punya apapunnnnn... yang punya hanya square enix dan disney. oh.. tapi aku punya Veixa, masa lalunya dan juga jalan ceritaaaaa :):)
#Sora POV#
Twilight Town High School. SMA tempatku, Roxi dan Dan Vei sekolah saat ini, aku dan roxi memulai tahun pertama sedang Vei saat ini tahun kedua sedang Cloudy kuliah di RGU. karena baru mulai Cloudy mengantar kami kesekolah, setelah menurunkan kami digerbang sekolah diapun pergi ke universitasnya.
"ayo pergi ambil jadwal kalian" kata Vei sambil memimpin perjalanan. walau Vei bukan saudara kandung kami, aku sangat menyanyanginya dan sangat disayangkan Vei hilang ingatan saat berada dipanti asuhan jadi tak banyak yang panti asuhan tahu selain nama dan hari ulang tahunnya.
"oia, tadi aku menerima pesan dari Riku. dia bilang dia dan Axel menunggu didepan loker kalian" katanya lagi sambil tersenyum usil.
"Riku? apa aku bakal sekelas dengannya ya?" tanyaku bersemangat "kau ingin sekelas dengannya supaya kau bisa menyalin dan bermanja-manja dengannya kan?" tanya Roxas sambil tersenyum usil.
"u...uh..."
"sudah, kita ambil jadwal kalian" kata Vei sambil berjalan menuju ruangan bertuliskan 'ADMINISTRASI'.
"kalian berdua mau ikut atau diam disini?" tanya Vei saat kami tiba di depan pintu.
"ikut!" jawabku bersemangat.
"jangan macam-macam ya"kata Vei lagi lalu kami masuk keruangan tersebut.
"permisi"
"oh, Vei. bagaimana liburanmu?" tanya seorang wanita berambut hitam yang mirip ninja.
"menyenangkan, bagaimana denganmu Yuffie?"tanya Vei padanya
"ya! menarik! oh, siapa yang ada dibelakangmu?" tanya wanita bernama Yuffie itu.
"adikku"jawabnya singkat
"pagi, aku Sora!" kataku memperkenalkan diri.
"aku Yuffie! dan aku seorang ninja!" kata Yuffie saat memperkenalkan diri.
"Yuffie, hentikan. kami akan terlambat kekelas" kata Vei kesal dan Yuffie merenggut marah lalu memberikan 2 buah jadwal pada Vei.
"trims" kata Vei lalu berjalan keluar ruangan. dan memberikan jadwal kami.
saat melihat jadwalnya aku langsung merengut kesal.
"jam pertama apa?" tanya Roxi pandangannnya masih pada jadwalnya.
"Matematik" jawabku kesal karena tahu pasti bahwa jadwal kami akan berbeda.
"ohh... aku di PE" katanya tenang lalu aku menghela nafas. aku tak suka dipisah dengan Roxas.
"ROXYYYY!" seru sesorang dari kejauhan dan aku langsung mengangkat kepalaku, cowok tinggi berambut merah berlari mendekati kami. eh.. Roxas lebih tepatnya.
"aku merindukanmu!" katanya sambil memeluk Roxas erat.
"Lepaskan AX!" kata Roxas sambil meronta dalm pelukannya.
"nah.. tidak mau" kata Axel tenang dan malah mempererat pelukannya.
"Ax! adikku mati kalau begitu terus" tegur Vei kesal ditangannnya ada sebuah buku yang tebal. firasatku bilang kalau Vei akan melemparkannya.
"ya, aku tak mau Roxas mati dan membuat Sora sedih" kata suara baru, suara pacarku aku langsung berbalik dan melihat dia berdiri dekat sebuah loker.
"Pagi Vei, Sora" kata orang itu. cowok berambut perak dengan mata aqua yang cantik.
"RIKU!" seruku lalu berlari kearahnya dan segera memeluknya dengan erat.
"hai, Sora"katanya sambil tersenyum lalu mencium rambutku
"sora... aku harus mengatakan hal yang sama padamu. Riku bisa mati sesak nafas kalau kau memeluknya begitu" kata Vei saat mengambil barangnya dari loker.
"yaaa. maaf riku" kataku sambil melepas pelukanku dengan sedih.
"tak apa" katanya lalu membuatku melihatnya dengan mengangkat daguku.
"karena aku juga merindukanmu" lanjutnya lembut lalu mencium bibirku dengan lembut.
# Veixa POV#
aku melihat ke 2 pasangan berbahagia didepanku dan hanya menghela nafas, aku melirik ke Axel yang sedang mencoba untuk mencium roxas.
'apa dia harus kupukul ya?' tanyaku dalm hati
'belum apa-apa aku sudah capek' pikirku lagi lalu mulai melamun soal masa lalu yang tak pernah kuingat.
"Vei" kata seseorang dari arah belakang membuyarkan lamunanku lalu aku berbalik dan melihat seorang gadis berambut pirang.
"pagi, Nam" sapaku lalu tersenyum.
"pagi, sepertinya pagi ini sudah sangat tak bisa di kontrol y" katanya sambil tersenyum. Namine adalah salah satu temanku dan salah satu teman masa kecil Sora dan Roxas. dia tak pernah bisa lepas dari buku sketsa.
"ya?"tanyaku lalu berbalik dan melihat Axel mencoba mencium Roxas dengan cara mendorongnya kesalah satu loker.
"si bodoh ituuuu" kataku kesal lalu berjalan ke tempatnya dan memukulnya dengan kamus yang sengaja ku ambil dari loker.
"GYAAA! Vei kau tak perlu begitu!" protesnya sambil mengelus-ngelus kepalanya yang kupukul.
"jangan lakukan itu atau kau akan kupukul lebih keras" ancamku dengan tatapan membunuh yang langsung membuat Axel membeku.
"baik"jawabnya patuh
Namine tertawa kecil disamping Roxas yang terengah-engah.
"Roxas, Sora" kataku cepat, mereka berdua langsung menoleh padaku.
"loker kalian ada disebelah loker Riku dan lokerku"kataku sambil menunjuk 2 loker. sesuatu yang ajaib terjadi pada loker kami, karena loker kami berenam bersebelahan yang menjadikan tempat bagus untuk bertemu tanpa janjian.
"ayo ambil barang kalian sebelum kita terlambat" kata Riku pada Sora dan Roxas yang menggangguk.
"Ax, bagaimana dengan Reno?" tanya Riku tiba-tiba, aku dan Namine langsung mengalihkan pandangan pada mereka.
"baik, dia baru pulang 2 hari yang lalu" jawabnya simple.
"siapa Reno?" tanyaku, walau sudah sejak SMP mengenalnya baru kali ini dia mengatakan nama Reno.
"kakakku. ntar akan ku pertemukan. tapi aku yakin kau takan suka padanya" jawab Axel tenang.
-TENG-TENG-
"ayo cepat! nanti kita ketemu waktu makan siang ya semuanya!" kata Axel yang berlari dengan Sora.
"yaa!" seru ku yang berlari dengan Namine.
==================to be continue==============
Vaxeil: wow! cuman beda 4 hari! rekor baru nihh! tapi lebih pendek dari yang sebelumnya
Vei: ya. tak apakan. tumben biasanya 1 bulan kemudian baru rilis yang ke 2
Sora: Riku! aku punya jadwal yang sama denganmu tidak?
Riku: ya, kurasa ada beberapa. iyakan? (pandangan membunuh ke Vaxeil)
Vaxeil: iya ada kok.. (jangan tatap aku begitu) #merinding#
Riku: baguslah.
Axel: kalau aku dan Roxas?
Roxas:...
Vaxeil: roxas mau sekelas sama Ax?
Roxas: (menggangguk dengan wajah merah)
Axel: yei! (peluk Roxas)
Vaxeil: baiklahhhh. hmmmhmhmhmh
Veixa:: REVIEW PLEASE! ITU AKAN MEMBUAT VAI UPDATE LEBIH CEPAT!
