Title: Cintakah?

Author: aoora

Cast: KiHae

Warning: yaoi, boys love, boyXboy, typo bertebaran, alur waktu-tempat semua gak jelas, etc...

All Cast Belong to God

.

.

.

.

.

.

"Hm… lain kali kalau pacaran jangan didepan pintu kelas." Kibum pun masuk melangkahkan kakinya kedalam kelas.

"Eeh?" Donghae dan Hyukkie pun cengok seketika gara-gara ucapan Kibum

"KAMI GAK PACARAN… dasar Kibum sok tau" ucap HaeHyuk nyaring dan barengan saat mereka sadar dari kecengoan mereka. Kibum yang mendengar itu hanya berjalan dengan santai ketempat duduknya dengan tampang yang masih saja datar.

.

.

.

SKIP TIME

Bel pulang berdering nyaring itu tandanya selesai sudah acara belajar dan mengajar yang melelahkan sekaligus menyebalkan itu. Donghae menghembuskan nafas lega karna akhirnya pelajaran yang membosankan dan bikin ngantuk akhirnya berakhir sudah.

"Hah lelahnya aku ingin cepat-cepat pulang rasanya" ujar Donghae sambil merapikan buku-bukunya dan memasukkan kedalam tasnya.

"Hae… ayo kita pulang bersama." ajak Hyukkie lalu merangkul Donghae santai.

"Hem… ayo aku sudah lelah, rasanya aku ingin cepat sampai dirumah lalu tidur" setelah itu mereka berdua pun pulang bersama tanpa menyadari adanya seseorang yang menatap sendu sekaligus iri kearah mereka, hemm lebih tepatnya iri dengan Hyukkie karna bisa dekat dengan Donghae seperti itu.

"Donghae kapan aku bisa akrab seperti itu denganmu" lirih orang itu lalu pergi mencoba mencari tempat yang bisa membuatnya melupakan kejadian yang baru saja dilihatnya beberapa saat tadi.

.

.

.

"Hae~" selama perjalanan pulang yang membosankan dan sunyi akhirnya terdengar suara cempreng Hyukkie memanggil Donghae dengan nada manja. Mendengar itu seketika Donghae pun melirik Hyukkie sebentar dan melanjutkan langkahnya dengan malas.

"Dong…Hae-ya~" panggil Hyukkie sekali lagi dengan nada yang lebih menjijikan yang sukses membuat Donghae mendelik tidak suka ke arah Hyukkie.

"Ada apa sih Hyukkie? kamu tau gak nada memanggil namaku itu loh 'menjijikan' sekali." Donghae berujar kesal dengan menekankan kata 'menjijikan' pada Hyukkie.

"Ya siapa suruh kamu acuhin aku kaya gitu." Ucap Hyukkie mencoba membela diri setelah itu ia memajukan bibirnya sehingga ia terlihat manis sekaligus lucu sekarang. Namun biarpun manis dan lucu, dimata Donghae wajah Hyukkie tetaplah seperti biasa

"Hae~"

"Apa sih Hyukkie?"

"Hae…" panggil Hyukkie sekali lagi kali ini dengan nada yang terdengar sedikit nyaring dari yang tadi

"Ish… sudahlah aku lagi malas ngeladenin monyet kecil kaya kamu"

"Yaa… Hae aku bukan monyet kecil" marah Hyukkie kepada Donghae yang tentu saja tak begitu dihiraukan oleh Donghae. Hyukkie hanya bisa cemberut sedangkan Donghae hanya menatap Hyukkie malas lalu dengan santai ia melangkahkan kakinya perlahan meninggalkan Hyukkie yang lagi malas jalan karna ngambek dengan Donghae. Melihat Donghae yang tidak membalikkan badan dan berhenti berjalan, akhirnya dengan langkah berat Hyukkie pun mencoba menyusul Donghae yang kini sudah berjarak beberapa langkah dihadapannya.

"Kau menyebalkan Hae…" ucap Hyukkie kesal saat ia sudah bisa menyeimbangi langkah Donghae

"Biar saja. Kau kan juga sama menyebalkannya" ujar Donghae lalu terkekeh pelan karna melihat Hyukkie yang cemberut

"Huh… dasar cuek bebek ikan cucut" Donghae hanya menyerngitkan alisnya heran mendengar kata-kata Hyukkie tadi. Walaupun ia tau pasti maksud kata-kata Hyukkie itu untuk mengejeknya, tapi tak ada niatan sedikit pun untuk ia meladeni ejekan tak jelas dari Hyukkie tersebut.

"Hae…"

"Nee… Hyukkie" jawab Donghae malas membuat Hyukkie mendengus sebal

"Hah~ sudahlah lupakan" setelah itu perjalanan pulang mereka pun kembali sunyi.

.

Setelah beberapa menit akhirnya Donghae pun berpisah dengan Hyukkie diperempatan jalan. Sebelum benar-benar berpisah Hyukkie melambaikan tangannya dengan senyum lebar, sedangkan Donghae hanya balas melambaikan tangan dengan senyum malas kearah Hyukkie.

"Hah. . .pulang bareng Hyukkie gak tenang banget, berisik banget dia." Donghae pun melangkahkan kakinya pelan sambil memejamkan matanya mencoba menikmati semilir angin yang entah datang tiba-tiba dari mana membuat rambutnya bergerak mengikuti arah angina.

Tak jauh dari tempat Donghae berada, ada seseorang yang memperhatikannya dengan tatapan yang susah diartikan.

"Lee Donghae kapan kamu bisa menjadi milikku?" tatapnya sendu kearah Donghae dari kejauhan.

.

.

.

"Ahh… akhirnya bisa istirahat juga." ucap Donghae setelah beberapa saat yang lalu baru sampai rumah dan langsung merebahkan dirinya kekasur empuknya. Dengan perlahan matanya pun tertutup dan setelah itu hanya dengkuran halus yang terdengar, menandakan kalau Donghae sudah tertidur. Secepat itu kah? yah kegiatan disekolah memang sangat banyak dan melelahkan. Tak heran baru bertemu kasur saja Donghae bisa tidur dengan nyenyak sekarang. Bahkan tanpa sadar sekarang ia masih menggunakan seragam sekolahnya lengkap.

.

.

.

.

Kibum POV

.

Pagi ini aku mulai aktivitasku dengan malas. Yah gimana enggak malas, semalaman suntuk aku gak bisa tidur gara-gara mikirin dia. Hah… gak tau kenapa aku bisa mikirin dia.

Gak kerasa dengan langkahku yang malas aku malah berangkat kesekolah dengan jalan kaki padahal biasanya kan aku naik sepeda. Sebenarnya sih bisa aja aku minta anterin sopir naik mobil tapi itu terlalu manja pikirku, toh aku masih bisa mengayuh sepeda ku dengan kencang atau aku juga bisa berjalan kaki seperti sekarang. Tapi walaupun aku berangkat menggunakkan sepeda setiap harinya, aku heran kenapa aku tetap dianggap keren oleh para yeoja yang ada disekolahku itu.

Apa dia juga menganggapku keren ya? aish… mana mungkinkan, bahkan saat didepan gerbang kemarin saja ia terlihat malas memandang kearahku. Ahh… sudahlah yang penting sekarang aku sudah hampir sampai. Gara-gara tadi malam aku tak bisa tidur aku jadi agak sedikit telat dan pagi ini aku jadi tak bisa menunggunya datang didepan gerbang, karna aku tau sepertinya ia sudah berada dikelas saat ini.

.

.

.

Sesampainya dikelas

.

Ahh… malas rasanya aku masuk kelas ini sekarang apa lagi saat melihat dia. Malas melihat dia, karna aku takut semakin menyukainya.

Kulangkahkan kakiku perlahan, kulihat dirinya sedang asik ngobrol dengan teman-temannya. Melihat teman-temannya bersama dirinya, membuatku iri saja. Tak ingin berdiri berlama-lama akhirnya aku pun duduk ditempatku dan langsung memperhatikannya.

Hah… ya tuhan betapa manisnya senyumnya. Ingin rasanya kucubit pipinya dengan gemas. Yah… tapi sepertinya itu hanya khayalanku saja.

Aish… sudahlah memperhatikannya membuat pikiranku penuh akan dirinya. Kurebahkan kepalaku diatas meja karna kepalaku agak sedikit pusing dan berat karna sepertinya aku kurang tidur mengingat aku hanya tidur kurang lebih dua jam. Belum lama aku nyantai tiba-tiba bell masuk berbunyi diikuti dengan guru kimia yang masuk pada pelajaran pertamaku.

.

.

.

Dikelas pada saat jam pelajaran

.

Karna menahan kantuk, mataku jadi perih dan ini sangat mengganggu aktivitas belajarku. Ingin rasanya aku tidur sekarang tapi sepertinya gak mungkin mengingat sekarang jam pelajaran masih belum selesai. Terlebih lagi guru yang mengajar sekarang sangat galak. Jadi aku putuskan mencari kesibukan untuk sekedar mengusir kantuk yang menyerangku. Aku pun mencoreti bukuku dan mengukir habis setiap lembarnya dengan namanya. Saat aku sedang asik mencoreti bukuku tiba-tiba Park Seonsaengnim memanggilku, membuatku kaget dan aku pun menghentikan aktivitasku.

"Ya… Kibum coba kerjakan soal no.1 ini.!" Park Seonsaengnim menyuruhku mengerjakan soal kimia itu.

Apa tidak salah menyuruhku.? Aku menyerngitkan sebelah alisku diikuti dengan senyuman tipis dibibirku yang condong terlihat memaksa kepada Park Seonsaengnim. Aku berjalan kearah papan tulis dan meraih spidol diatas mejanya, aku mengerjakan soal yang dia berikan dengan gampang.

"Hem… bagus. Kamu memang pintar dan selalu bisa mengerjakan soal sesulit apa pun" Park Seonsaengnim yang galak itu memberiku senyuman, aku hanya menatapnya dalam diam dan dengan wajah dinginku

Yah… beginilah aku, aku memang murid yang pintar dikelas, ahh… atau mungkin bisa dibilang aku ini murid terpintar disekolah ini setelah Cho Kyuhyun pastinya. Ngomong-ngomong soal Cho Kyuhyun ia itu adalah sainganku dalam semua mata pelajaran. Aku dan Kyuhyun harusnya masih kelas sepuluh sekarang, tapi karna kami memiliki kepintaran yang bisa dibilang sangat mengagumkan. Aku dan Kyuhyun pun bisa lompat kelas. tapi untung saja aku dan Kyuhyun tidak sekelas, jadi aku menjadi murid paling pintar dikelasku. Dan disinilah aku sekarang, berada dikelas sebelas dan sekelas dengan namja yang menurutku manis sehingga membuatku jatuh cinta padanya.

"Kibum-ssi… kamu bisa kembali ketempat dudukmu" ucapan Park Seonsaengnim membuatku tersadar dari lamunan sesaatku

"Nee… Seonsaengnim" Aku pun segera kembali ketempat dudukku, menyilangkan kedua tanganku, lalu ku tenggelamkan kepalaku disana. Sekarang rasa kantukku sepertinya tidak bisa tertahan lagi. Dan tanpa sadar aku pun mulai terdidur.

.

Kibum POV end

.

Dan selang beberapa waktu Kibum pun benar-benar tertidur. Sedangkan Park Seonsaengnim terus mengajar tanpa menyadari ada anak muridnya yang tertidur dengan pulas dijam pelajarannya. Padahal jika ia tau ada anak muridnya yang tertidur saat ia sedang mengajar, tanpa pikir panjang ia akan mengeluarkan murid tersebut dan tak menerima bantahan atau penolakkan dalam bentuk apa pun. Jadi bagaimana dengan nasib Kibum?

.

.

.

.

.

.

.

tbc

.

udahan ya segini dulu aja, maaf ao gak bisa bales ripiu. ao keburu pengen pulang, gak tahan diwarnet kelamaan. mian kalo pendek dan gak jelas hihi…

mind to review? ;D