"Pergi kau dari sini bocah iblis!"
Mereka melempariku dengan batu.
"Kau tak diharapkan disini!"
Mereka melukai diriku dengan rasa amarah yang terlihat di wajah mereka.
"Mati saja sana bocah sialan"
Umpatan kasar mereka tujukan padaku.
"Rasakan ini bocah iblis!"
Rasa dingin senjata tajam yang kutahu itu adalah kunai mengiris di tubuhku. Aku berteriak kesakitan. Namun mereka malah terlihat puas dengan terus menyiksa diriku.
"Hahahaha…, ayo terus siksa iblis tersebut!"
Kini aku terus berteriak kesakitan setiap kali senjata kunai tersebut mengiris bagian tubuhku dimana aku bisa melihat darah mengucur dengan derasnya dari seluruh tubuhku. Ini menyakitkan. Kenapa ini tampak begitu nyata? Bukankah ini hanya mimpi saja? Tapi rasa sakit yang kurasakan begitu nyata. Tubuhku yang berada di tubuh anak kecil yang berambut pirang jabrik dengan tiga kumis tanda lahir dan memiliki nama seperti namaku tak mampu lagi berteriak.
"Jangan bunuh dia! Kita siksa hingga dia pingsan lalu kita tinggalkan dia."
Kesadaranku mulai memudar. Kegelapan kembali akan menelan diriku. Aku bisa melihat kerumunan orang yang menyiksaku kembali menaikkan senjata kunai yang dipegang di tangan mereka masing-masing dan menampakkan senyuman mengerikan diwajah mereka masing-masing. Tolong hentikan mereka. Tolong…!
Aku hanya bisa memohon hingga kesadaranku memudar dan aku terbangun dari tidurku.
…
…
…
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Disclaimer : Naruto dan High School DxD bukanlah milikku. Mereka punya para Owner terhormat yang membuatnya. Begitupun character anime lain yang aku pinjam untuk melengkapi imajinasi milikku
Kekuatan yang keluar disini sebagian terinspirasi dari One piece, Date a Live, dan masih banyak lagi.
Aternate Reality: OOC Naruto, strong to godlike Naruto, Human Naruto,...,
. . .
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
…
Naruto mengedipkan matanya.
…
Dia mengedipkan matanya beberapa kali.
…
…
Satu. Dua. Tiga. Empat. Dan terus berkedip mengusir rasa tak nyaman akibat terbangun secara paksa.
Mimpi itu kembali menghantui dirinya. Menghantui dia semenjak dia berumur 10 tahun.
Mimpi yang muncul selalu random dimana terkadang itu adalah hal yang coba dia mengerti selama ini. Dia hanya tahu satu hal pasti bahwa di mimpinya tersebut semua berpusat di satu individu yang memiliki nama yang sama dengannya dan punya wajah yang sama namun berbeda di beberapa bagian wajah.
Celah cahaya mencoba menyusup masuk ke dalam kamarnya dari sela-sela korden yang dia tutupkan di jendela miliknya. Dia kemudian memandang gadis yang bersayap gagak yang masih tertidur di tempat tidurnya ini dalam keadaan lelap. Dia tersenyum kecil sebelum kemudian melepaskan genggaman tangannya yang menggenggam tangan gadis gagak tersebut dengan lembut lalu beranjak bangkit dan berjalan ke korden jendela kamarnya dan membukanya secara perlahan lahan. Cahaya matahari pagi menyeruak masuk ke dalam kamar miliknya menghangatkan dirinya. Naruto merasakan nyamannya pancaran sinar matahari pagi sebelum kemudian lenguhan suara terdengar dimana kemudia dia membalikkan tubuhnya dan melihat gadia bersayap gagak tersebut mulai terbangun dari tidur nyenyaknya.
"Ugghhhhh…..," lenguh gadis tersebut sembari kemudian mengerjapkan matanya beberapa kali kemudian bangun dari tidurnya.
Naruto bisa melihat bagaimana gadis tersebut awalnya terlihat bingung lalu melihat ke arahnya dan gadis tersebut dengan cepat melompat dari tempat tidurnya tersebut dan membuat sebuah pedang dari cahaya di tangannya dengan mengumpulkan partikel kecil cahaya lalu membentuknya menjadi sebuah pedang dimana dia melesat ke arahnya dengan menghunuskan pedang cahaya tersebut menusuk bagian perut milik Naruto.
Naruto tak merasakan sakit sama sekali. Tak ada darah yang keluar dari tusukan pedang cahaya yang menembus perut miliknya. Melainkan partikel cahaya kecilah yang keluar dari sana dan melayang-layang kecil layaknya kunang-kunang dan itu membuat gadis bersayap gagak tersebut sangat terkejut sekali dan itu dapat terlihat jelas di wajah cantik miliknya yang kini tengah Naruto lihat.
Naruto sendiri kini memiringkan kepalanya sedikit dan mulai berkata. "Kau berniat akan membunuhku layaknya kau akan membunuh pemuda mesum di taman waktu malam kemarin?" tanya Naruto yang membuat gadis tersebut tersadar dari rasa terkejutnya dan melepaskan pedang yang berada di tangannya dan melompat kecil ke belakang berniat menjaga jarak sambil berkata.
"Siapa kau?! Dan bagaimana aku bisa berada disini?!"
"Bisakah kau tak teriak?" balas santai Naruto dimana Naruto mencoba memegang pedang cahaya yang menembus tubuhnya dan menariknya sehingga terlihat lubang disana. Namun partikel cahaya kecil yang melayang disekitar lubang akibat tusukan pedang tersebut kemudian bergerak dan menutup kembali lubang tersebut hingga memunculkan kembali bagian tubuh seperti sedia kala yang tambah membuat gadis bersayap gagak yang melihatnya semakin panik dan itu dapat dirasakan oleh Naruto.
"Ka-kau…!?, makhluk apa kau sebenar-nya..?!" tunjuk gadis tersebut dengan jarinya yang terlihat bergetar. Sudah jelas gadis ini tak pernah melihat hal ini sebelumnya.
Naruto sendiri hanya memandang ke arah gadis tersebut dan berkata "Ahh…, aku manusia…," jawabnya santai yang langsung dibantah oleh gadia tersebut.
"Gak!... Kau bukan manusia!" teriak gadis tersebut. "Tak ada manusia yang bisa memanipulasi elemen cahaya seperti itu!" tambahnya dengan nada bergetar yang memperlihatkan ketakutannya.
"Kau takut padaku?" Naruto berkata kemudian duduk di pinggiran tempat tidurnya. "Kalau kau takut itu wajar, aku sendiri juga tak tahu apakah aku manusia atau bukan." tambah Naruto dengan tersenyum santai yang dibalas diam oleh gadis tersebut.
"..."
"Oh ya, kau tak akan bisa lari kok dari sini karena jika kau lari aku bisa saja membunuhmu kapanpun aku mau mengingat karena aku tak ingin diketahui oleh siapapun." tukas Naruto dengan masih tersenyum yang malah terlihat menakutkan di mata gadis bersayap gagak tersebut hingga kaki gadis tersebut bergetar hebat dan dia tiba-tiba terduduk di depan sana.
"A-apa maumu se-sebenarnya?"
"Hanya ingin bertanya saja. Oh ya kenalkan, namaku Uzumaki Naruto." ujar Naruto dengan senyuman lebar di wajahnya. "Siapakah namamu, nona?"
"...Yuuma…"
"Kau berbohong..," balas Naruto. "Tubuhmu menegang dan detak jantungmu terpacu lebih cepat ketika kau mengatakan nama tersebut. Aku bisa melihat dan mendengar detak jantungmu dari sini, nona."
Gadis tersebut sangat ketakutan. Beribu pertanyaan kini menghinggapi pikirannya. Dia takut untuk bicara namanya namun dia tak punya pilihan.
"Ra-...Raynare…"
"Ahh…, kau berkata jujur kali ini. Aku tak akan menyakitimu atau apapun, aku bisa merasakan di dalam hatimu ada sedikit kebaikan yang tercemar dengan aura hitam milikmu."
"Kau yang menyerangku kemarin bukan?" tanya Raynare dengan mimik wajahnya yang mencoba menghilangkan rasa takutnya. Dia itu fallen angel namun dia tak bisa berbuat apapun saat ini karena di bisa merasakan aura intimidasi yang sangat kuat dari pemuda di depannya ini yang berteriak agar menyuruh dirinya menundukkan tubuhnya di hadapan pemuda ini.
"Kau benar…," balas Naruto santai yang membuat tubuh Raynare tambah menegang "Namun aku menyerang untuk melumpuhkanmu dan aku juga tak bisa membiarkan dirimu membunuh orang yang tak bersalah kan walaupun aku sebenarnya berharap Hyoudou-san mati saja karena sifat mesumnya." tambah Naruto dengan tertawa kecil "Katakan padaku, nona, kau jelas bukan manusia karena tak ada manusia yang memiliki sayap okay, lalu kau itu apa?" tanya Naruto.
"A-aku fallen angel…,"
"Malaikat jatuh?" balas Naruto yang dijawab anggukan kepala Raynare dengan lemah. "Seperti malaikat jatuh dari kitab Injil?"
Raynare menganggukkan kepalanya kembali tanpa berani menjawab karena ketakutan yang kini melanda hatinya. Tak pernah dia merasakan hal seperti ini dimana hati miliknya seolah dicengkram oleh predator yang siap memangsanya kapan saja sesuai kehendak predator tersebut.
"Kalian nyata?, apa iblis dan malaikat juga nyata?" tanya lagi Naruto kemudian dengan mata berbinar seolah menemukan hal yang menarik. "Kau tak perlu takut padaku, aku tak akan menyakiti dirimu kok." tambah Naruto dengan menarik aura intimidasi miliknya yang membuat Raynare menghela nafas lega.
"..."
"..."
"..."
Raynare menghela nafasnya beberapa kali untuk menenangkan detak jantungnya yang berdetak sangat kencang sekali akibat aura intimidasi dari pemuda di depannya tadi yang kini sudah hilang. Keheningan melanda sesaat di ruangan kamar tersebut, hingga kemudian Raynare bicara. "Kami semua nyata jika kau memang benar-benar ingin tahu hal tersebut…,"
"...Hmmm…, kalau begitu kalian makhluk supernatural?"
"Kau bisa bilang begitu…,"
"Panggil saja Naruto, okay," ujar Naruto tersenyum kembali. "Kenapa kau ingin membunuh Hyoudou-san?"
"Aku mendapatkan perintah dari atasanku untuk membunuhnya sebelum dia dapat mengaktifkan kekuatannya."
"Eh bocah mesum itu punya kekuatan juga? Apa dia sama sepertiku yang punya kekuatan ini?"
"Kau berbeda. Auramu jelas menunjukkan kau manusia biasa, kau tak punya sacred gear dari auramu." balas Raynare kepada Naruto yang tambah bingung kemudian. Raynare sendiri semenjak Naruto menunjukkan kekuatannya tadi mencoba merasakan aura milik Naruto dan Raynare yakin bahwa Naruto hanya manusia biasa dan tak punya sacred gear yang justru membuat Raynare sangat bingung bagaimana itu bisa terjadi, dia juga tak merasakan aliran sirkuit sihir yang memproduksi mana dari tubuh Naruto.
"Apa itu sacred gear?" tanya Naruto bingung, namun kemudian dia berkata "Ahh aku lupa menyajikan makanan untukmu. Tunggulah sebentar aku akan mengambilkan cemilan dan kau bisa bercerita lagi nanti." tukas Naruto yang beranjak bangun dari pinggir kasur tempatnya duduk dan berjalan ke dapur yang hanya dipandang Raynare dengan tatapan bingung.
Kenapa manusia ini bersikap baik padanya?
Kenapa dia tak menyiksanya untuk dapat informasi?
Raynare bingung dan dia kemudian baru tersadar bahwa dirinya terluka di bagian tangan kanan miliknya yang seharusnya berlubang dan kini dia memandang ke arah tangan kanan miliknya yang sama sekali tak ada bekas lubang luka disana.
Raynare kembali terkejut. Apa pemuda ini yang menyembuhkan dirinya? Tapi kenapa dia melakukannya? Raynare sudah hampir membunuh manusia kembali yang merupakan sesuatu yang sebenarnya dia benci, namun perintah tetaplah perintah mengingat jika dia tak melaksanakan perintah tersebut, maka nyawa miliknya-lah yang akan menghilang dibunuh dan itu membuat Raynare sangat takut sekali jika dirinya gagal dalam menjalankan perintah atasannya. Dirinya yang merupakan hybrid yang terlahir dari fallen angel dan manusia juga tak bisa berbuat banyak atau melapor mengingat kekuatannya kalah sangat jauh.
Raynare terus saja bergulat dalam pemikirannya hingga dia tak sadar bahwa Naruto sudah kembali sari dapur kecilnya dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir teh dan dua potong cake strawberry yang Naruto beli kemarin.
Meletakkan nampan yang berisi teh dan cake tersebut ke sebuah meja kecil yang berada di depan kasur miliknya, Naruto kemudian berujar sesuatu yang membuat Raynare tersadar dari lamunan miliknya.
"Hey, ini teh dan cake." tukas Naruto yang kini sudah duduk bersila di depan meja kecil dan memanggil Raynare yang terduduk agak jauh di sana. "Kemarilah dan jangan takut okay, aku tak akan melukaimu selama kau mau bercerita semua tentangmu dan ras milikmu itu" tambah Naruto yang berucap dan meyakinkan ucapannya kepada Raynare yang terlihat masih ragu disana namun secara perlahan mulai merangkak mendekat ke arah meja. "Tenanglah, ini tidak beracun okay, aku tak akan tega juga meracuni gadis cantik sepertimu kok….," tukas Naruto dengan tertawa kecil di yang mana Naruto sendiri mencoba mencairkan kecanggungan diantara mereka.
Raynare sendiri tak tahu harus menjawab apa, namun sesuatu yang menyusup dihatinya memberi tahu dirinya bahwa pemuda di depannya ini berkata jujur. Dengan pelan dia meraih gelas teh dan mulai menyesapnya pelan. Rasa sedikit manis bercampur dengan aroma teh hangat dan rasa sepat dari teh merelaksasi tubuhnya dan membuat dirinya tenang dan Naruto yang melihat hal tersebut menjadi sedikit senang ketika melihat gadis di depannya ini sudah tenang dan tak takut lagi dengannya.
"Saa…, sekarang ceritakan semuanya tentang makhluk supernatural okay, tapi sebelum itu, ceritakan dahulu tentang dirimu hingga aku bisa menilai nantinya seperti apa dirimu, Raynare-san…" tukas Naruto.
…
…
…
…
xxx
…
…
Naruto mendengarkan setiap kata yang diucapkan dari mulut Raynare kepadanya. Tentang semua makhluk supernatural yang ada. Tentang iblis, malaikat, dan malaikat jatuh yang merupakan fraksi injil dimana mereka dulunya berperang dalam sebuah perang besar yang disebut Great War. Dimana kini dia tahu bahwa Souna Shitori dan Rias Gremory adalah iblis karena Raynare mengatakan hal tersebut, juga berkata bahwa kota Kuoh adalah teritory milik iblis yang membuat Naruto tak senang dengan statemen tersebut. Naruto mendengar dan kini mengetahui bahwa masih banyak misteri ternyata di dunia ini. Dia juga tahu tentang sacred gear yang merupakan merupakan artifak buatan Kami-sama yang diperuntukkan untuk umat manusia namun disalahgunakan karena penciptaan Evil Piece oleh fraksi iblis untuk menambah populasi mereka dimana sekarang banyak pengguna sacred gear yang dirubah menjadi iblis dengan benda tersebut.
Naruto juga sesekali menanggapi ucapan Raynare dan Raynare sendiri entah mengapa merasa sangat nyaman dengan kehadiran Naruto.
Rasa hangat dirasakan oleh Raynare setiap Naruto bicara yang menurutnya lucu dan membuat dirinya tertawa kecil sehingga Raynare lupa bahwa Naruto adalah orang yang sudah melukai dirinya. Raynare sendiri tak ragu juga menceritakan semua tentang dirinya dan dia tidak tahu mengapa dia bisa seperti itu padahal dia itu baru bertemu dengan Naruto.
Raynare menceritakan bagaimana dia adalah half fallen angel atau hybrid karena dirinya terlahir dari seorang manusia dan fallen angel dimana ibunyalah yang fallen angel. Ibu dari Raynare sendiri yang merawat Raynare hingga Raynare berumur 14 tahun dan meninggal dalam misi yang dijalankannya di perbatasan antara Grigory dan fraksi Iblis. Dan Raynare sendiri selepas kepergian sang ibu, dirinya masuk ke Grigory dan mulai menjalankan misi yang mana misinya adalah membunuh para pengguna sacred gear agar mereka tak diubah menjadi iblis nantinya. Itu membuat dirinya sangat frustasi, dimana Raynare sendiri tak senang melakukan pembunuhan orang-orang yang tak bersalah yang tak tahu apapun. Itu merusak hatinya. Menggerogoti pikirannya setiap kali dia membunuh. Wajah mereka yang terbunuh selalu menghantui dirinya setiap dirinya bermimpi dan menakuti dirinya.
"Jadi itu adalah perintah yang diberikan padamu walau kau sebenarnya benci melakukannya?" tanya Naruto sembari meletakkan gelas teh yang dia minum sambil mendengarkan cerita Raynare.
"Jika aku tak melakukan perintah dari atasanku, maka aku akan dibunuh, Naruto" tukas Raynare. "Di Grigory, seorang half fallen angel masih dianggap sangat rendah dan perkembangan kekuatan kami sangatlah lambat."
"Lalu kenapa tak mencoba keluar?"
"Dan diburu oleh atasanku?, itu tetap saja, Naruto. Aku tak punya tempat sembunyi kau tahu." ujar Raynare dengan tersenyum sedih.
"...Hmmm…" gumam Naruto yang berpikir kemudian. "Kau bisa tinggal disini jika kau mau, Raynare-san." tawar Naruto yang berucap selepas berpikir cukup lama kemudian yang membuat Raynare terkejut mendengarnya. Naruto menawarkan tempat tinggalnya padahal dirinya baru kenal dengannya. Apa Naruto itu senaif ini?
"Kau tidak takut nantinya jika aku nanti membunuhmu, Naruto?," tukas Raynare dengan suara miliknya yang mulai parau. "Aku sudah membunuh banyak sekali dan itu ta-...,"
"Itu bisa dimaafkan karena kau terpaksa melakukannya untuk bertahan hidup, Raynare-san…," sela Naruto yang tahu apa yang akan diucapkan oleh Raynare dan membuat Raynare membulatkan mata miliknya. "Setiap kesalahan bisa ditebus selama kau benar-benar ingin berubah…, Aku menawarkan tempat tinggal disini juga bukan tanpa sebab kau tahu…," tambah Naruto pada Raynare.
"Apa sebabnya Naruto?"
"Karena kau sebenarnya baik," tukas Naruto dengan tersenyum. "Benar kau punya aura yang hitam namun tak sehitam aura para Iblis kok, dan lagi aku tahu hatimu menyesal dengan semua yang kau lakukan gadis kecil…," tambah Naruto yang melakukan gerakan memajukan tubuhnya ke depan dan meletakkan telunjuknya di dahi Raynare yang membuat Raynare tak mampu berkata apapun. Mata milik Raynare sendiri mulai mengeluarkan air matanya secara tak sadar.
"K-kenapa kau sebaik in padahal kau baru bertemu denganku?" ucap Raynare dengan suara parau yang bercampur dengan tangisan yang dia tahan sekuat tenaga. Tak pernah ada yang sebaik ini bahkan selepas ada yang tahu dirinya adalah fallen angel. Saat dia hidup berbaur dengan manusiapun, yang dia kira sudah menjadi teman dekatnya tetap saja menjauh ketika dia menunjukkan sayap miliknya. Tapi kenapa? Kenapa pemuda di depannya ini begitu baik padanya? Kenapa? Kenapa pemuda ini begitu naif seperti ini?
"Silly girl…," tawa Naruto dengan lembut. "Apa butuh ucapan dahulu untuk menolong seseorang yang memang butuh bantuan?" tukas Naruto yang mana perkataan Naruto tersebut membuat Raynare tak bisa lagi membendung air mata miliknya yang sudah dia tahan.
...
Dan untuk pertama kalinya, Raynare menangis. Pertahanan miliknya runtuh dihadapan pemuda yang baru dikenalnya tak lama ini, ini bukanlah tangisan kesedihan miliknya. Ini bukan hal tersebut. Ini adalah tangisan bahagia yang dia rasakan…
…
…
…
...Sebuah roda takdir berputar kembali untuk gadis bersayap gagak yang menangis tersebut selepas berhenti ketika gadis bersayap gagak tersebut kehilangan ibunya...
xxx
…
…
…
Naif…
Kata itu selalu Naruto dengar…
Kata yang berulang kali dia dengar setiap kali dia bermimpi tentang bocah yang menjadi pemuda berambut kuning jabrik yang memiliki nama yang sama dengannya…
Kenaifan yang bahkan tak pernah lagi terukur betapa naifnya bocah tersebut yang memegang ideologi miliknya dimana dia bisa membuat orang lain mengakui dirinya…
...Naruto tak mengerti, tapi sifat ini seolah mengakar di tubuh miliknya. Sifat bocah dalam mimpi yang setiap kali dia alami juga Naruto miliki di dunia ini.
Naruto tak bisa melihat ketidakadilan terjadi didepan matanya…
Dirinya tak bisa berdiam setiap kali ada yang membutuhkan bantuan…
Dia tak ingin ada yang tersakiti…
Selama dia bisa membantu, maka dia akan menbantu semampu yang bisa...
Dia yang mengejar Utopia yang ingin terwujudkan walau itu tak mungkin…
Dia Uzumaki Naruto yang mencari arti kehidupannya sendiri hingga sekarang…,
Mendengar segala cerita Raynare tentang dirinya membuat Naruto tahu betapa Raynare berkata jujur. Heck! Kenapa dia bisa tahu? Karena dia punya kemampuan mendeteksi emosi seseorang. Dan saat Naruto yang melihat Raynare yang menangis di hadapannya ini, Naruto bisa merasakannya…
Kebahagiaan…
Happiness…
Joy…
A pure joy…
Ini selalu membuat Naruto selalu tersenyum setiap kali dirinya bisa membantu yang membutuhkan bantuan. Dia tak ingin melihat dari sudut pandangnya semata namun dia melihat dari berbagai sudut pandang yang bisa dia lihat.
Menarik tubuhnya yang berada di depan Raynare dan sangat dekat, Naruto kemudian berdiri dan mengambik sebuah selimut yang mana dia mendekat ke arah Raynare yang menangis dan memakaikan selimut tersebut ke tubuh Raynare yang hanya tertutup pakaian minim sejak tadi. Naruto kemudian melakukan hal yang biasa dilakukan ibu pengasuh kepada dirinya setiap kali dia menangis baik senang maupun sedih.
Naruto kemudian memeluk Raynare dan mengelus pucuk kepala Raynare secara perlahan.
…
…
Inilah Naruto, inilah dirinya yang seolah selalu ikut menanggung beban milik orang lain yang sebenarnya bukanlah miliknya.
…
Keheningan melanda Naruto dan dia bisa mendengar dengan jelas Raynare yang masih menangis. Naruto menunggu, menunggu tangisan tersebut mereda dan kemudia bertanya dengan pelan pada Raynare yang masih sesenggukan dalam tangis yang kini sudah samar terdengar. "Kau sudah baikan?"
"A-arigatou Naruto…," jawab Raynare yang mana kemudian Naruto melepas pelukan miliknya dan berjalan ke arah lemari yang ada di kamrnya tersebut dan mengambil sebuah kaus t-shirt putih dan sebuah celana ¾ miliknya dan memberikannya pada Raynare sambil berkata. "Ini pakailah ini dahulu lalu selepas ini kita pergi ke kota untuk belanja pakaian milikmu. Gantilah pakaian di kamar mandi di sebelah kiri sana okay…,"
"...hhmm…, okay Naruto.., dan sekali lagi Arigatou, Naruto" Raynare tersenyum tulus menjawab Naruto. "Tapi bagaimana seandainya atasanku memburuku Naruto?"
"Aku yang akan menghadapinya, kau bisa tinggal disini dahulu dan mulai hidup normal layaknya manusia seperti umumnya sampai kau bisa mandiri sendiri nantinya dan kita besok akan mencari pekerjaan yang pas untuk mu okay…"
"Kau yakin ingin berhadapan dengan atasanku, Naruto?..., dia sangat kuat Naruto…,"
"Sekuat apapun, pasti ada kelemahannya." balas Naruto, "Sudah, sekarang berhenti bicara dan bergantilah pakaian. Hilangkan juga sayapmu itu."
"Baiklah Naruto…," ujar Raynare yang kemudian bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
Naruto sendiri tak bicara apapun dan mulai duduk bersila kembali di hadapan meja kecil di depan tempat tidurnya.
Memikirkan banyak hal yang dia dapatkan dari cerita Raynare, namun dia tak sedikitpun mendapatkan petunjuk tentang kekuatan miliknya.
Who I am actually?..., Human?...,
Jika aku manusia kenapa aku punya kekuatan ini?
Apa tujuan mimpi yang setiap kali kualami?
Apa mimpi itu kepingan memori seseorang atau dirinya? Apa yang ingin disampaikan mimipi tersebut? Kenapa selama ini Naruto merasa ada sesuatu yang hilang?
Berbagai pikiran menerpa pemilik nama Uzumaki Naruto, namun dia kemudian menepisnya semua.
Dia adalah dirinya sendiri bukan?
Ini adalah kehidupannya dan dia yang berhak memutar roda takdir miliknya.
Mengambil kembali gelas yang berisi teh yang sudah dingin di meja kecil di depannya, Naruto kemudian meminumnya kembali sambil memakan cake miliknya yang belum dia makan sama sekali.
…
…
…
xxx
…
…
Naruto dan Raynare berjalan beriringan di jalanan kota Kuoh. Naruto sendiri bolos sekolah dan ijin ke minimarket tempat nya bekerja bahwa dia tak bisa masuk untuk menemani Raynare membeli pakaian yang akan digunakannya mulai sekarang. Walau Raynare bisa membuatnya dari sihir miliknya, namun membeli beberapa potong pakaian sebagai cadangan tak masalah bagi Naruto. Kini Naruto tampak memakai sebuah jaket hoodie dengan gambar rubah kecil yang ada di belakang dan sebuah celana ¾ warna biru dengan sepatu kets putih, sedangkan Raynare mengenakan t-shirt putih dengan jaket cardigan putih dan sebuah rok panjang berwarna pink yang membuat penampilannya manis. Belum lagi rambutnya yang berwarna hitam dia ikat dengan ikatan kecil di belakang lehernya.
Raynare sendiri sejak tadi tersenyum bahagia sekali, dirinya sesekali juga berbincang riang dengan Naruto yang ditanggapi Naruto dengan senyuman. Raynare kini tak ubahnya seperti gadis kecil yang tengah riang karena sesuatu hal. Naruto disana tampak membawa sebuah tas berisi pakaian yang dirinya beli untuk Raynare dan mereka menghabiskan banyak waktu selama di kota tadi, dimana Naruto menggunakannya untuk lebih mengenal satu sama lain. Waktu berjalan sangat cepat dan tanpa mereka sadari, hari telah malam yang menandakan mereka harus kembali pulang.
Naruto berjalan sangat santai di jalanan yang sangat sepi kala itu menurutnya dan itu sedikit aneh. Mereka berjalan hingga mereka melewati sebuah bangunan tua dimana Naruto kemudian berhenti sebentar dimana Raynare juga ikut berhenti dan memandang Naruto dengan penuh tanda tanya dan akan berkata sesuatu, namun Naruto memandang ke arahnya dan mengangkat tanganya menyuruhnya diam dan berkata. "Kalian bisa keluar sekarang, aku tahu sejak tadi selepas dari rumah makan, kalian mengikuti kami,!" tukas Naruto dengan suara tegas yang membuat Raynare yang berada di samping Naruto langsung siaga.
Naruto sendiri kemudian membalikkan badannya dan dia bisa melihat gadis yang merupakan senpai yang sangat terkenal di academy dan juga sangat dihindari Naruto. Dia bahkan juga melihat Kiba-san, Akeno-san, sang maskot sekolah Koneko-san dan pemuda mesum maniak oppai, Hyoudou-san berada di belakang Rias Gremory sang senpainya. Dengan berucap sopan, Naruto berkata, "Ada apa hingga kalian semua mengikuti kami?"
"Naruto, menjauhlah dari gadis itu!.., dia berbahaya…," tukas Rias
Naruto sendiri mengenyitkan dahinya ketika mendengar Rias seenaknya memanggil nama depannya seolah dia dekat dengannya. "Kurasa kau harusnya memanggilku dengan nama margaku, Gremory-san…," ujar Naruto dengan nada datar khas miliknya. "Aku tak pernah merasa aku dekat dan mengenalmu dengan baik, jadi hormati dan panggil aku dengan nama margaku, dan lagi gadis di sampingku adalah saudaraku, kenapa kau bilang dia berbahaya sementara aku mengenalnya sejak kecil?" ucap Naruto yang berbohong dengan sangat lancar yang membuat semua iblis yang mendengar hal tersebut menjadi tercengang.
Raynare sendiri yang mendengar ucapan Naruto hanya diam dan dia bisa merasakan tangan Naruto memegang tangannya dan menyuruhnya untuk berlindung di belakanganya. Sementara itu Issei yang mendengar ucapan Naruto langsung berkata dengan berteriak. "Naruto menjauhlah darinya…! Dia itu pem-...,"
"Kuharap kau tak meneruskan ucapanmu itu Hyoudou-san" sela Naruto dengan nada yang sangat dingin. "Dan lagi sudah kubilang panggil aku dengan marga milikku karena aku tak pernah bilang mengijinkamu memanggil nama depanku dan itu berlaku untuk kalian semua…," tambah Naruto yang membuat Issei langsung terdiam dimana Naruto kemudian berkata. "Katakan padaku apa alasan kalian mengikuti kami selepas aku dan saudaraku ini makan di rumah makan sore ini…, dan berikan alasan yang jelas karena jika tidak, aku akan menghajar kalian semua karena mengikuti kami dan itu sangatlah tidak sopan!"
"Ara~, kau sedikit berani dalam bicara ya Uzumaki-san…," timpal Akeno yang kini bicara dimana Rias sendiri sudah menyiapkan sihir Charm miliknya agar Naruto menurut padanya.
"Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan."
"Naruto…, kemarilah, gadis yang berada di belakangmu itu berbahaya…," tukas Rias menggunakan sihir Charm miliknya yang dipikirnya akan bereaksi namun yang didapatnya adalah Naruto yang justru terlihat kesal sekali.
"Dengar Gremory…, aku tak tahu maksudmu tapi aku sudah bilang panggil aku dengan margaku!" ujarnya yang membuat Rias kaget karena sihirnya tak bekerja padahal sihir Charm miliknya sudah dia pasang dalam keadaan maksimal. "Dan jangan pernah mencoba akrab denganku iblis!" tambah Naruto dingin yang membuat semua iblis yang hadir di sana sangat terkejut dan langsung memasang posisi bersiaga. Dalam benak Rias dan para budaknya kini timbul pertanyaan bagaimana Naruto bisa tahu?
"Ohh…, kalian terkejut?," tukas Naruto dengan santai. "Aku sudah lama merasakan aura milik kalian dan aura kalian sangatlah hitam terutama kau, Gremory…,"
"Jika kau sudah tahu kenapa kau tak memberitahu ka-...,"
"Memberi tahu kalian?., dengar ini Gremory, kalian tak punya hak untuk tahu apapun tentangku. Hidupku adalah aku yang mengatur juga siapa saja yang berhak kuberitahu atau tidak, bukan?, dan kau telah sangat mengganggu privasiku dengan mengikuti diriku dan saudaraku ini." sela Naruto pada ucapan Rias yang membuat Rias mulai marah. Tak pernah ada yang menyelanya saat dia bicara. Dan dengan nada tinggi, Rias kemudian berteriak...
"KAU HARUSNYA MEMBERI TAHU KAMI KARENA INI ADALAH TERI-...,"
"Jangan berteriak di depanku, Gremory…," ucap Naruto sangat dingin yang menyebarkan rasa merinding kepada semua yang mendengar nada bicara Naruto dan langsung membuat semua yang ada di sana terdiam. Raynare sendiri hanya berlindung di balik punggung Naruto karena dia tahu dia bukanlah tandingan Iblis kelas atas seperti adik dari Maou di depannya ditambah Naruto-lah yang memang menyuruh Raynare berlindung di balik punggungya lewat tangannya yang digenggam Naruto.
Naruto sendiri selama memegang Raynare juga menyalurkan aura miliknya yang melindungi Raynare yang mana aura tersebut tampak tak kasat mata bagi yang melihatnya.
"Jangab bilang ini teritory atau wilayahmu Gremory…, Karena jika kuingat baik-baik, aku tumbuh disini sejak aku kecil dan aku tak pernah dengar alasan semacam itu. Aku tumbuh di kota ini sejak kecil, namun aku tak pernah bilang ini adalah wilayah milikku. Kau hanyalah pendatang baru disini setahuku." ucap lagi Naruto dengan nada dingin dan melepaskan sedikit aura miliknya yang membuat semua iblis disana mengecilkan mata mereka dan bergetar ketakutan.
Aura Naruto sangat mengintimidasi dan membuat semua iblis disana bergetar tak karuan. Issei sendiri kemudian pingsan dan Rias serta ketiga budaknya kini terlutut menahan rasa sesak yang menimpa dada mereka seakan dihantam dengan benda berat. Raynare sendiri yang melihat kejadian didepannya juga terkejut akan hal ini tapi dia tak merasakan apapun karena dia tak sadar jika aura milik Naruto melindungi dirinya.
"S-siapa...k-kau...s-sebenarnya…dan a-pa mau-mu?" tanya Rias yang mati-matian menahan rasa sesak di dadanya.
"Aku?" jawab Naruto yang masih dalam nada dinginnya. "Aku manusia…, Dan kau tanya mauku kan? Aku hanya ingin kau menjauh dariku Gremory.., kau dan iblis yang ada di academy menjauhlah dariku dan jangan mengganggu aku dan saudaraku ini." tambah Naruto yang hanya dipandang para iblis didepannya yang terlihat sangat berusaha menahan tekanan aura miliknya. Koneko dan Kiba bahkan kemudian pingsan akibat tak kuat lagi menahan tekanan aura intimidasi Naruto.
…
…
"Dengan ini aku membuat jelas garis dimana kita berada Gremory, Aku tak berada di sisimu atau sisi manapun melainkan aku berada di jalanku sendiri. Aku tak pernah mengganggumu dan kuharap kau tak melewati garis tersebut…, karena jika kau sampai melewati garis tersebut, akan kupastikan kau akan kuhajar habis-habisan beserta seluruh iblis yang terlibat denganmu. Aku jatuh maka kau jatuh juga, Ingat itu Gremory…,! Apa kau paham?!" ucap lagi Naruto yang membuat Rias hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah dan kemudian Naruto menghilangkan aura miliknya yang membuat Rias dan Akeno yang masih bertahan langsung terduduk lalu memandang kosong ke depannya. Naruto kemudian tak ambil pusing dan lekas membalikkan badannya dan masih menggenggam tangan Raynare kemudian berkata. "Ayo pergi dari sini, Raynare-san…" tukas Naruto yang dijawab Raynare dengan anggukan kepala akibat tak mampu berkata apapun. Dan kemudian Naruto juga Raynare berjalan kembali menjauh dari kumpulan iblis yang baru saja mereka hadapi tanpa menoleh ke belakang…
…
…
…
…
xxx
…
…Fear…
Rasa takut…
Itu bukanlah hal yang baru bagi Rias selama ini. Rias mengingat betul rasa takut dari setiap hal yang dia alami selama ini. Dia tahu rasa takut ketika menghadapi iblis liar pertama kalinya, rasa takut ketika menghadapi fallen angel yang lebih kuat darinya. Dan dari setiap pengalaman rasa takut yang dia rasakan dia tahu bahwa perasaan takut tadi yang keluar saat aura Naruto keluar adalah rasa takut yang sangat berbeda dari yang pernah dia alami.
Heck! Bahkan rasa takut itu terlalu besar hingga dia bisa melihat kematiannya sendiri dimana dia bukan berada di hadapan seorang manusia melainkan seorang ksatria raksasa yang memegang pedang cahaya yang sangat besar yang memandang kearahmu bersiap memberikan kematianmu. Itu terlalu menakutkan! sangat menakutkan!…
Rias sendiri tak bisa lagi berkata apapun dan hanya mendengar bahwa dia harus menjauhi Naruto dan fallen angel yang Naruto bilang saudaranya itu.
Rias sendiri memang sudah merenkarnasikan Issei pagi ini dan saat Issei pulang sekolah tadi, dia kembali melihat fallen angel yang katanya berniat membunuh Issei tengah bersama Naruto yang Rias ketahui dari Sona bahwa Naruto tengah membolos sekolah karena tak ada ijin sama sekali ke pihak sekolah. Karena rasa penasarannya dia kemudian beserta budaknya mencoba mengikuti Naruto dan bila ternyata fallen angel tersebut berencana membunuh Naruto, mungkin Rias bisa merenkarnasikan Naruto juga dan nanti menukarnya dengan bidak dari Sona. Yah itu bisa menjadi keuntungan bagi dirinya dan Sona mengingat Sona adalah sahabat baiknya. Namun alangkah kagetnya ketika dia mendengar Naruto memanggil mereka keluar dan berbicara pada mereka.
Tidak! Bukan berbicara melainkan lebih seperti mengingatkannya dan memberi tahu dirinya bahwa ini jadi pembicaraan searah karena setiap kali Rias bicara, langsung disela oleh Naruto. Rias bahkan sudah menggunakan sihir Charm untuk mempengaruhi Naruti dan ternyata gagal dan yang lebih mengejutkan bahwa Naruto tahu dirinya iblis beserta budak yang bersamanya. Dia yang marah akibat setiap ucapan Naruto berniat untuk menyerang Naruto dan kemudian menghapus ingatannya nanti, namun aura yang menguar dari Naruto benar-benar membuat situasi berubah.
Naruto…
Dia bukan manusia biasa…
Tak ada manusia yang punya aura seperti itu...
Oh Satan… Monster apa yang barusan dia temui?
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
…
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Okay senpai~, chapter dua selesai dan aku ingin meluruskan sesuatu. Aku tak pernah berkata Raynare menjadi pair Naruto dan tak pernah berkata ini harem okay…, aku cuma ingin fokus ke cerita senpai~.
Ada banyak yang akan kubuat OOC di fic ini dan Raynare adalah salah satunya. Itu juga Naruto OOC kok…
Ada satu lagi yaitu aku hanya mengambil inspirasi dari setiap kekuatan anime dan light novel yang kubaca dan yang review kemarin itu benar. Pika-pika no mi dari One Piece yang kugabung dengan kekuatan Kurumi dari Date a Live dimana kekuatan Kurumi kutambahkan sedikit unsur kamen rider Kabuto yang mana Clock Up atau percepatan waktu kubuat menjadi Clock Dawn yang berarti perlambatan waktu. Dan benar bahwa setiap kekuatan ada kelemahannya karena kekuatan waktu Naruto itu juga ada kelemahannya nanti okay senpai.
Arigatou buat yang udah review dan buat yang komen gaya tulisanku berubah, hehehehe memang sengaja kuubah kok senpai~ mengingat ada banyak gaya menulis yang ingin kucoba dan aku tengah mencari gaya menulis yang paling cocok buatku…
Mungkin ini saja yang ingin kukatakan. Berikan review mendukung kalian dan saran bisa diberikan lewat PM yang akan kutanggapi semampuku dan terima kasih buanyak buat yang udah fav dan follow fic ini senpai~...
Jaa nee~~~
