The Guardian
A Super Junior fanfiction
By Park Hae Rin
2012
Super Junior Yesung
Moon Geun Young
All Super Junior
Super Junior is not mine
Inspired by City Hunter SBS Drama and Code Breaker Manga
Warning:
OOC (Out of Character), AU (Alternative Universe), Science fiction
Don't like, Don't Read
Don't copy with credit
Chapter 2:
Welcome home My Lady
"Wah kalau dilihat dari dekat ternyata nunna satu ini lebih cantik ya" ujar laki-laki berambut pirang setelah melihat gadis yang dibawa temannya ini.
"Hei monkey. Jangan dekat-dekat dengannya nanti dia ketularan virus jelekmu, aku juga ingin melihat wajahnya" ujar laki-laki lain yang ingin melihat gadis ini. Yah Moon Geun Young kini jadi perhatian para namja disekitarnya. Memang hal wajar dia jadi perhatiaan, namun sekarang bukan hal wajar karena dia tidur diatas sofa dengan mata yang tertutup dan tangan terikat.
"Hei Donghae seenaknya memanggilku monkey dasar kau fishy. Fansmu kan sudah banyak di Inha, biar gadis ini untukku" balas namja yang bernama Lee Hyukjae atau yang sering disapa Eunhyuk ini.
"Kenapa mata nunna ini harus ditutup?" tanya namja lain dengan watadosnya. Wajah tanpa dosa tentunya. Bersyukurlah dia dilahirkan dengan wajah innocent yang membuat dirinya tak terlalu terlihat seperti penjahat.
"Minnie kau mau wajah kita ketauan olehnya. PABO ya" teriak Eunhyuk bosan melihat watados Minnie.
"Kenapa Yesung hyung membawanya kesini?" tanya Minnie lagi.
"Molla yo" jawab donghae singkat.
"Apa dia menyukainya?" tanya Minnie lagi.
"Molla yo" gantian eunhyuk yang membalasnya.
"Apa kau tau sesuatu antara Yesung hyung dan gadis ini?" tanya Minnie lagi.
"MOLLA YO LEE SUNG MIN" teriak EunHyuk dan DongHae. Bosan terus menerus ditanya hal yang mereka tak tahu.
"Gadis ini masih pingsan atau pura-pura tidur" ujar namja yang barusan datang entah dari mana. Dia membawa sekantong plastik besar.
"Wae gurae Heechul hyung?" tanya Donghae penasaran.
"Kalian baru saja sampai kan. Kalian pasti tidak tahu, dia dibawa kesini jam 9 malam tadi. Sekarang jam 5 pagi harusnya dia sudah bangun kan" ujar Heechul sambil membuka kaleng soda yang baru dibelinya dari minimarket.
"Hyung pagi-pagi, gak bagus minum soda" ujar Sungmin. "Jinjja. Harusnya dia sudah bangun kan. Oh ya mana Leeteuk hyung dan Yesung hyung?" tanya Sungmin lagi.
"Mereka sedang pergi membicarakan sesuatu sudah lebih dari 4 jam. Sebentar lagi pasti juga kembali" balas Heechul melanjutkan acara minumnya.
"Gadis ini berarti tadi tidak ada yang menjaga?" tanya sungmin lagi. Entah kenapa hari ini Sungmin senang menannyakan hal-hal yang tak jelas.
"Aku semalam pulang ke rumah berarti hanya Shindong yang menjaganya" ujar Heechul.
"Shindong?. Jangan-jangan nunna ini sudah diapa-apakannya" ujar Eunhyuk asal yang dibalas jitakan oleh Donghae.
"Ough sakit tahu" ujar Eunhyuk lagi.
"Kau tahu akan keceritakan sesuatu" ujar Heechul pelan.
~flashback~
Leeteuk Aparte 09:00 PM
"Siapa gadis itu?" tanya seorang namja berlesung pipi pada ketiga temannya yang baru datang.
"Oleh-oleh" ujar Kyuhyun malas sambil menghempaskan tubuhnya ke atas kursi dan mulai menyalakan televisi. Malas untuk mengurusi dua 'orang tua' ini.
"Aku pulang dulu ya hyungdeul dan kyuhyun. Besok pagi ekskulku ada acara" ujar Ryeowook sambil melambaikan tangannya meninggalkan para hyungdeulnya dan evil magnae ini di markas mereka.
"Ne, hati-hati" ujar namja berlesung pipi tadi. Leeteuk.
"Aku akan menjelaskannya nanti" balas Yesung dengan malas. Yah namja satu ini memang terkenal unpredicted.
"Baiklah aku menunggu penjelasanmu Yesung" ujar Leeteuk penuh percaya pada rekannya ini, bertahun- tahun dia tak pernah mencuranginya. Pasti ada alasan khusus untuk ini.
"Ambilkan kain hitam dan tali, cepat" ujar Yesung kepada rekan-rekannya ini.
Tak lama kemudian terlihat seorang namja dengan wajah tampan ehem atau lebih pantas dibilang cantik keluar dari kamar dengan membawa apa yang dipesan oleh Yesung. Dia siapa lagi kalau bukan Kim Heechul.
"Buat apa sih?. Ini yang kau pinta. Eh nuguseo? " tanyanya baru tersadar ada yeoja yang dibopong oleh Yesung.
Dengan cepat Yesung memindahkan tubuh Geun Young ke sofa yang berada di tengah ruang tamu, diikatkan kain hitam untuk menutup kedua mata gadis cantik ini serta mengikat kedua tanganya. Mungkin kurang manusiawi yang dia lakukan namun. Satu-satunya cara agar gadis ini tak kabur.
"Aku ke kamar mandi sebentar" ujar Yesung ingin membersihkan tangannya yang kotor .
"Ow Yesung sudah pulang ternyata" ujar namja lain yang berbadan gemuk saat melewati Yesung yang menuju kamar mandi. Yesung tak menjawab hanya tersenyum melihatnya. Tak perlu kata terucap dalam Guardian ini. Mereka dapat memahami satu sama lain hanya dengan melihat ekspresi masing-masing anggota dan kontak mata satu dan yang lain.
"Wah ada gadis cantik. Siapa dia?" tanya pria gemuk ini mencoba mendekati Geun young.
"Yesung yeoja" jawab Heechul singkat, malas menjawab pertanyaan dongsaengnya ini.
"Wah aku tahu dia anak kelas 3-5. Moon Geun Young kan, ternyata cantik juga aslinya" ujar namja tadi membelai rambut Geun Young.
"Kulitnya juga halus" lanjutnya menyentuh tangan Geun Young.
Saat tangan namja ini beranjak menuju wajah Geun young tiba-tiba
"Jangan sentuh dia" ujar Yesung marah. Merasa perbuatan Shindong akan melewati batas kesabarannya.
"Waeyo?" tanya Shindong nama namja tadi. Ada perasaan aneh, Yesung tak pernah membentaknya walau dia lebih muda daripada Yesung.
"Dia milikku" balas Yesung singkat.
Milik. Suatu kata yang tak dapat diganggu gugat atau diambil orang seenaknya. Begitulah Yesung kalau dia bilang milik berarti dia bukan main-main atas perkataannya. Gadis ini miliknya. Entah apa yang Yesung pikirkan.
"Oh" ujar Heechul sambil mengangguk tanda dia mengetahui maksud Yesung.
"Hyung. Aku ingin berbicara padamu di luar" ajak Yesung pada Leeteuk.
"Ne arra. Ayo kita keluar" balas Leeteuk.
Yesung dan Leeteuk keluar meninggalkan Kyuhyun, Shindong, Heechul, bahkan Geun Young. Entah kemana mereka pergi.
"Aku juga mau pulang. Aku mengantuk" ujar Kyuhyun yang langsung meninggalkan para hyungnya tanpa salam. Dasar evil.
"Aku juga mau pulang. Ini untuk menutupi tubuhnya. Pasti dia kedinginan. Kulitnya memucat seperti itu" ujar Heechul sambil menyerahkan selimut pada Shindong.
"Tidurlah Agassi. Pasti kau melihat hal yang menakutkan ya" lanjutnya berbalik melihat Geun Young. "Dan kau Shindong jauhi dia atau kau akan MATI" lanjut Heechul memberi penekanan kata mati membuat Shindong takut. Siapa yang mau berurusan dengan Guardian Execution seperti Yesung.
Leeteuk Aparte 05:20 AM
"Yeoja Chingu kah?" tanya Eunhyuk setelah mendengar cerita Heechul.
"Mollayo tanyakan saja pada orangnya sendiri" jawab Heechul malas, flower boy satu ini memang malas mengurusi masalah orang.
Saat mereka masih bertanya-tanya siapa gadis ini sebenarnya tiba- tiba dua namja datang. Mereka Park Jungsoo atau Leeteuk dan Kim Jong woon atau Yesung.
"Kalian lama sekali" ujar Heechul.
"Aku pulang dulu hyung, Sungmin, Eunhyuk, Donghae" ujar Yesung tiba-tiba sambil membopong tubuh Geun Young lagi-lagi tanpa melepas ikatan pada mata dan tangannya. Hanya menambahkan jaket nya yang berwarna biru untuk menutup tubuh Geun Young dari atas kepalanya sampai pinggangnya. Gak mungkin kan orang-orang melihat gadis dengan mata terpejam dan di ikat berjalan jalan.
"Ne hati-hati" ujar Heechul singkat melihat Yesung membawa Geun Young keluar.
"Kenapa dia?" tanya Donghae penasaran.
"Gadis tadi adalah saksi kasus pembunuhan Jung Jora malam tadi" ujar Leeteuk tiba-tiba merasa perlu menjelaskan.
"Ya kami tahu" ujar EunHyuk serius.
"Kau tahu kenapa kita tidak melenyapkan atau membunuhnya?" tanya Leeteuk membuat para member lebih penasaran.
"Karena Yesung menyukainya" ujar sungmin pelan. Dibalas anggukan kecil dari Donghae.
"Kalian salah gadis itu anak salah satu Guard" jawab Leeteuk semakin serius.
"Jinjja?" tanya Eunhyuk tak percaya. "Sebesar apakah jabatan ayahnya di Guard? Kenapa kalian begitu terlihat tegang?" balas Heechul dengan wajah serius.
"Benar kata Heechul-ssi Guard memang atasan kita namun.'Aturan Main' ada ditangan kita sendiri kan. Itu yang sudah jadi hukum para Guardian. Sehebat apakah ayah dia sehingga kalian begitu melindunginya?" kini giliran Donghae yang memberikan pertanyaan.
"Ayahnya adalah Salah satu petinggi komite Penanggung jawab guard" ujar Leeteuk
"Ayah Siwon juga salah satu komite Penanggung jawab guard. Tetapi dia tetap jadi Guardian. Memangnya seperti apa pekerjaan aslinya ayah Geun Youn ssi" balas Donghae.
"Dia satu-satunya putri yang dimiliki presiden negeri ini"
.
.
.
.
.
Yesung Car
"Jangan pura-pura tidur. Aku tahu kau sudah bangun dari tadi" ujar Yesung sambil berbisik ke telinga Geun Young
"Lepaskan aku pembunuh. Apa yang akan kau lakukan padaku" teriak Moon Geun Young dengan mata masih tertutup kain hitam.
"Begitu baru kau kelinci bodoh. Kenapa disana kau tak bisa teriak seperti disini" balas Yesung sambil menghempaskan tubuhnya di jok mobil.
"Lepaskan aku. Kalau tidak aku akan" teriak Geun Young tiba-tiba hap
"apwwa yawng kaw lakkkukan" ujar Geun Young terbata-bata. Tangan yesung sekarang berada di depan mulut Geun Young.
"Makanlah baru teriak lagi" ujarnya Yesung sambil memasukan kimbab ke dalam mulut gadis ini. Awalnya memang Geun Young menolak makan, namun mengingat dari semalam dia belum makan apapun. Maka terpaksa dia makan kimbab dari Yesung tanpa pikir panjang.
"Kalau aku bilang itu ada racunnya" ujar Yesung seketika
"hooek " ujar Geun young memuntahkan seluruh kimbab dari mulutnya.
"Hahahahhahahaha kau percaya benar- benar kelinci bodoh" ujar Yesung dengan tawa penuh kemenangan.
"Harusnya aku tidak percaya pada pembunuh sepertimu" ujar Geun young sinis.
"Iya kau benar" ujar Yesung pelan sambil kembali pada posisi semula, dia kembali merebahkan badannya pada jok mobil.
~flashback~
Insandong 8:00 PM
Geun Young POV
Sebenarnya aku belum terlalu hafal jalanan disini, mungkin karena aku jarang lewat Insandong barat, tapi kenapa jalananan ini sepi sekali. Berbeda saat aku kesini sebelumnya.
"Kata Seowoo aku harus putar arah. Benar disini kan. Lebih baik aku telpon dia saja" , tanpa pikir panjang aku langsung menelpon miss ribet satu ini.
"Telepon yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar area silahkan hubungi beberapa saat lagi" tut tut tut tut tut
"Seowoo kenapa hapemu kau matikan. Yak!"
"Braaaaaaaak" tiba-tiba aku mendengar suara seperti Sesuatu terjatuh. Apa yang terjadi. Walau ragu tapi aku mencoba mencari sumbernya. Siapa tahu ada orang yang butuh pertolongan. Menolong sesama tak salah kan.
Malam ini sangat gelap, mungkin karena cuaca yang mendung jadi bulan juga gak terlihat. Saat aku merasa sudah dekat pada suara tadi
"Ampuni aku tuan, ampuni aku" ujar seorang ahjussi tampaknya. Aku tak begitu bisa melihat karena gelapnya malam ini serta pencahayaan dsiini sangat minim.
"plak" terdengar suara tamparan. Lagi-lagi aku tak terlalu siapa mereka, posisiku tak terlalu menguntungkan. Entah kenapa kakiku seakan tak mau melangkah. Ingin mengetahui apa yang terjadi.
"Tuan aku mohon maafkan aku" ujar seorang pria berusia 40an akhir tadi.
Paman seharusnya kau bukan minta maaf tapi kabur, kenapa kau begitu bodoh. Entah kenapa kakiku sulit digerakkan terasa lemas. Takutkah aku.
"Maaf, apa aku salah dengar ha?" seseorang dari mereka. Mereka benar-benar brengsek, kenapa 3 orang melawan seorang ahjussi tua.
"Akan kuberi apapun agar kau melepasku" lagi-lagi ahjussi ini berucap, harusnya dia dapat kabur. Haruskah aku menolongnya. Aniyo aku yeoja, lagipula aku sendirian. Kumohon seseorang selamatkan ahjussi tadi.
"Apapun. Apa kau bisa membuat anak-anak yatim tadi hidup lagi. Atau kau bisa mengembalikan semua uangmu pada pengemis-pengemis di seluruh Korea. Jawab APA KAU BISA. JAWAB PABO" ujar namja lain.
Aku sedikit kaget mendengar ini, apa yang dia bilang?
"STOOP jangan menendangnya lagi" ujar namja lain, namja kali ini memakai jumper berwarna merah. Lagi-lagi aku tak bisa melihatnya. Sedikit lega aku mendengarnya.
"Hyung-ah kenapa kau membelanya?" Tanya namja berjaket hitam tadi.
"Kamshamnida" ujar ahjussi tadi. Ahjussi akhirnya kau selamat.
"Siapa yang mau melepaskanmu ahjussi. Jangan buang tenaga kita, toh sebentar lagi dia akan hangus bersama mobilnya" balas Si jumper merah dengan penuh seringai sambil menarik jas pria tua tadi.
Sial laki-laki ini benar-benar brengsek.
"bruuuk" ahjussi tadi jatuh tersungkur dihadapan namja berjumper merah tadi.
Entah kenapa aku mulai takut untuk melihat kejadian selanjut ini, badanku lemas. Aku tak mampu bergerak. Ini rencana pembunuhan. Kenapa bisa seperti ini. Waeyo?.
"Ryeowook, bisa kau bantu Kyuhyun mengangkat ahjussi tadi ke dalam mobil. Aku ingin menyapa tamu kita hari ini" ujar namja tadi agak keras. Aku bisa mendengar kata tamu yang dia ucapkan. Apa aku ketahuan tuhan tolong aku.
Geun Young POV
End
.
.
.
Normal POV
"Tak mau makan ya sudah, akan ku antar kan kau pulang" ujar Yesung tiba-tiba dan menjalankan mobilnya.
"Tunggu pembunuh, mau kau bawa aku kemana" balas Geun Young dengan suara keras. Merasa dari tadi dia dipermainkan oleh namja ini.
"Bagaimana kalau hotel, kedengarannya bagus haha" ujar Yesung sambil menyeringai.
"Pabo Yak, apa yang kau pikirkan" balas Geun Young dengan muka memerah. Konotasi hotel untuk anak SMA kalian tahu sendiri apa.
Yesung kali ini tak menjawab kata-kata Geun Young sepanjang jalan dia hanya fokus menyetir mengendarai mobil sport merah miliknya. Sedangkan gadis disampingnya tak henti-hentinya mengeluarkan kata-kata makian. Sekitar 15 menit lamanya mobil ini tiba-tiba berhenti.
"Hotelnya sudah sampai" ujar Yesung sambil tertawa.
"Apa maksudmu?" tanya Geun Young tak mengerti maksud ucapan namja ini.
"Kantor polisi terdekat telah sampai. Kalau mau melaporkanku terserah" ujar Yesung bersemangat. Tak lama kemudian dia melepaskan ikatan di kepala dan di tangan Geun Young .
Saat ini mata mereka bertemu. Tatapan mata Yesung tak berbeda dari biasanya di sekolah. Kedua matanya setia dihiasi oleh kacamata khasnya, sangat berbeda dengan pandangannya tadi malam.
"Kenapa kau melihatku? Kau suka padaku?" tanya Yesung percaya diri.
"Aku tak akan suka dengan pembunuh" ujar Geun Young sinis. Tak lama dia mulai meninggalkan mobil dan bergegas keluar ke kantor polisi di depannya. Sedangkan Yesung tetap tertahan di mobinya malas untuk keluar.
Tak butuh lama untuk Geun Young, dia sudah sampai di depan kantor polisi.
"Agassi apa yang membuatmu tergesa-gesa seperti ini?" tanya seorang polisi tua pada Geun Young yang terlihat berlari menuju depan kantor polisi.
"Ahjussi itu ada yang ingin saya katakan" ujar Geun Young sambil tergesa-gesa.
"Agassi pelan-pelan saja. Pasti saya dengarkan" ujar pria tua tadi menenangkan Geun Young
"Itu" ujar Geun young. Namun tiba-tiba ucapanya terhenti.
"Ahjussi" teriak seorang namja mencoba mendekat ke depan kantor polisi. Wajahnya sangat familiar, siapa lagi kalau bukan Yesung.
"Ah Jong Woon, bagaimana kabarmu?" tanya ahjussi tadi tiba-tiba.
"Baik, semuanya baik ahjussi berkat doamu selama ini" ujar Yesung tersenyum lebar. Entah kenapa kali ini Geun Young ingin sekali menampar wajah namja satu ini.
"Oh ya halmoni yang kau tolong minggu lalu, mengantarkan hadiah untukmu kemarin. Dia sangat berterima kasih kau tolong menemukan rumah anaknya. Kau memang anak baik Jong Woon" ujar polisi tua tadi terlihat jelas papan nama miliknya Han Young Hoon.
"Ahjussi terlalu memuji" ujar Yesung.
"Ahjussi kau tertipu orang seperti dia ini pemb " ujar Geun Young tiba- tiba tertahan karena sesuatu. Wajah Geun Young tampak kaget. Sedangkan polisi tua tadi memerah melihat kejadian yang berlangsung di depannya ini.
"Ah kalian ini anak muda, kalau ingin berciuman jangan di depan kantor polisi. Selesaikan masalah kalian jangan libatkan aku. Ada- ada saja anak jaman sekarang" ujar Han Young Hoon ssi meninggalkan mereka berdua.
Saat ini bibir antara Yesung bertemu dengan bibir Moon Geun Young. Sekuat tenaga Geun Young mendorong tubuh Yesung, namun semua sia-sia tenaganya kalah dengan namja ini. Tak lama setelah ahjussi tadi menjauh Yesung mulai melepaskan ciumannya.
"PLAAK" tampar Geun Young pada wajah Yesung
"KAUU GILAAAA" teriak Geun Young sejadi-jadinya.
"Apa ini ciuman pertamamu. Kau marah sekali" balas Yesung santai.
"PLAAK" sekali lagi Moon Geun Young menampar Kim Jong Woon ini. Namun tiba-tiba Yesung mendekat ke arahnya sekali lagi.
"Kalau kau menamparku sekali lagi. Aku tidak tahu apa yang kulakukan lagi padamu. Mungkin lebih dari sekedar ciuman" bisik Yesung tepat ditelinga Geun young sambil menarik tangan geun Young kuat.
"BASTARD" teriak Geun Young sambil melepaskan tangannya dari Yesung. Bergegas gadis ini meninggalkan Yesung.
"Hebat juga tenagamu kelinci bodoh. Sampai jumpa di rumah" ujar Yesung pelan sambil mengusap pelan pipinya yang merah terkena tamparan.
Geun Young, Shappire aparte 303 08.00 AM
"KURANG AJAR, PEMBUNUH,MANUSIA MESUM, PABO" Teriak geun Young sejadi-jadinya.
"Liat saja akan kucari bukti dan kumasukan kau ke penjara Kim jong Woon" ujar Geun Young kesal.
"drddrdrrdrdrdr" Tiba- tiba handphone gadis ini bergetar. 'SMS MASUK JANG SEOWOO'
Young-ah bagaimana keadaanmu?
Kemarin kau bilang tiba-tiba sakit kepala. Sudah sembuhkah?
Kenapa tidak smsku lagi, aku mengkhwatirkanmu. Cepat sembuh ya ^^
"KIM JONG WOON SIALAN" Teriak Geun young lagi-lagi.
Shappire aparte 304
"Protes lagi" ujar seorang namja sambil melihat pemandangan di dalam layar Laptop VAIO putih miliknya.
"Yesung Hyung" ujar namja lainnya.
"Kau datang Kyuhyun" balasnya sesaat setelah melihat wajah 'adiknya' ini.
"Kenapa kau tidak membunuhnya" tanya Kyuhyun sambil menunjuk layar laptop tadi. Moon Geun Young. Tanpa gadis tadi ketahui gerak-geriknya telah diawasi kedua namja ini.
"Kau tahu kan ini perintah GUARD, aku tak mungkin menolaknya" balas Yesung.
"Benarkah?" tanya Kyuhyun menyelidik.
"Kenapa kau tanya seperti itu" balas Yesung serius.
"3 tahun kau mengamatinya bahkan menjaganya bukan, siapa tahu muncul perasaan cinta darimu padanya" balas Kyuhyun.
"Kau bercanda, dalam kamusku tak ada kata cinta. Kau juga tahu itu kan" balas Yesung serius. Perlahan Yesung berdiri dari meja belajarnya.
"Kau mau minum apa?" tanya Yesung menawarkan tamunya ini.
"Tidak usah aku hanya mampir sebentar untuk menyerahkan ini" balas Kyuhyun menyerahkan setumpuk kertas.
"Target baru. Kenapa tidak kau email saja" ujar Yesung sambil melihat isi kertas tadi.
"Leeteuk hyung yang menyuruhku. Pelajari baik-baik target selanjutnya sangat sulit didekati" ujar Kyuhyun sambil melangkah keluar dari kamar Yesung.
"Oh ya, tadi kau bilang aku bercanda kan. Sejujurnya iya, aku bercanda mana mungkin seorang kakak jatuh cinta pada adiknya kan" lanjut Kyuhyun dengan penuh menyeringai.
"Apa maksudmu Kyu?" tanya Yesung penasaran.
"Perlu kau tahu aku sudah lama mengetahuinya hyung" ujar Kyuhyun sambil tersenyum. Yesung hanya terdiam, kali ini dia tak bisa membalas Kyuhyun.
"Oh ya, aku hampir lupa menanyakan padamu. "Bagaimana rasanya mencium adik kandungmu sendiri?" tanya Kyuhyun dengan penuh senyum
"CHO KYUHYUN" teriak Yesung marah.
Harusnya Kau tahu karena sejujurnya aku benar-benar tak bisa lepas darimu
To be continue
A/n: annyeong haseyo aku apdet chapter 2 nya. jeongmal gomawo buat yang udah ripiu di chapter 1 *bow* kepanjangan kah chapter 2. mianhe
mind to read and review again?
i need your comment
Gomapta
