Hari ini Baekhyun dan Chanyeol pergi bersama ke kampus karena Chanyeol ada jam mengajar siang, lalu Baekhyun? Tentu saja hari ini dia ada jadwal bimbingan skripsi dengan Prof. Kang. Dan hari ini Chanyeol membawa mobil, jadi Baekhyun tak perlu khawatir lagi rambutnya berantakan karena helm dan angin.

Jika kalian bertanya, mengapa Baekhyun belum menjadi sarjana di umurnya yang sudah duapuluh tiga?maka jawabannya adalah karena gadis itu pernah cuti satu tahun untuk fokus ke dunia modeling. Dan ya... Semenjak dia menjadi model majalah fashion, banyak produser yang memintanya menjadi model video klip juga.

Bukankah Baekhyun sangat wow?

Dan sebenarnya lagi, Chanyeol adalah seorang dosen muda. Ia baru saja lulus Strata 2 di fakultas hukum. Dan di usianya yang masih dua puluh lima itu dia sudah menjadi seorang dosen. Bukankah itu keren?

Hidupnya sudah cukup mapan, tapi kenapa dia masih enggan untuk menikah ya?

Baekhyun dan Chanyeol berjalan di koridor fakultas hukum, baekhyun berjalan dengan menggandeng lengan Chanyeol erat. Orang-orang memandang Baekhyun dengan tatapan iri.

Bagaimana tidak iri? Jika Baekhyun, gadis cantik, pintar, dan fashionable itu adalah tunangan, atau lebih tepatnya calon istri dari Oh Sehun. Mahasiswa hukum yang terkenal dengan sikapnya yang cool dan tampan. Dia juga ketua organisasi mahasiswa Korea Selatan di cabang Seoul.

Dan yang lebih beruntungnya lagi, Baekhyun juga selalu berdekatan dengan dosen tampan mereka Park Chanyeol.

Hidupnya sungguh bahagia karena dikelilingi oleh pria-pria tampan. Apalagi jika pria-pria itu adalah boyfriend matterial seperti Chanyeol. Uh! Orang-orang menjadi semakin iri!

"Kau ingin menemui Sehun?" Tanya Chanyeol saat dia berdiri di depan kelas.

"Ya.. Sehun bilang dia ada di kekas itu, bimbingan dengan Prof. Xi" ucap Baekhyun sambil menunjuk kelas disamping kelas Chanyeol mengajar.

Chanyeol mengusak gemas poni Baekhyun lalu menjawil hidung mancungnya.

"Jangan pulang terlalu malam, oke? Kudengar cuaca malam ini buruk. Hujan deras dengan petir."

"SIAP!" Baekhyun berpose hormat sambil tersenyum lebar, membuat eyesmile cantiknya terlihat.
Dan itu sedikit membuat hati Chanyeol berdebar.

Chanyeol mengalihkan perhatiannya pada arloji yang melingkar di tangan kanannya agar tak melihat wajah Baekhyun yang terlihat begitu cantik.

"Sudah telat lima menit karena mengobrol denganmu.." Pria itu terkekeh.

"Aku masuk dulu ya. Semoga bimbinganmu berjalan lancar."
Chanyeol menarik tengkuk Baekhyun dan mengecup kening gadis kecilnya itu. Membuat Baekhyun membulatkan matanya.

Pasalnya di lorong ini tidak hanya ada mereka berdua. Ada banyak mahasiswa berlalu lalang disana.

Banyak yang terkejut dengan perlakuan Chanyeol tadi.
Mereka menjerit tertahan dan berdecak.

Baekhyun menundukkan wajahnya yang memerah lalu berjalan meninggalkan Chanyeol yang tersenyum kecil melihat reaksi Baekhyun. Pria itu kemudian memasuki kelasnya.

.

.
.

Pukul lima sore, Baekhyun baru saja selesai bimbingan.
Ia berencana menunggu Sehun pulang karena tadi dia bilang akan menunggu Sehun di taman kampus jika bimbingannya telah selesai.

Baekhyun menyandarkan punggungnya di sandaran kursi taman.

Langit mulai menghitam, lampu-lampu taman telah menyala, dan kampus sudah terlihat sepi. Namun Baekhyun enggan beranjak sedikitpun dari taman kampus.

Baekhyun mulai bosan, ia merogoh tas selempangnya dan mengambil ponsel putih miliknya.

"Eoh?" Kaget Baekhyun saat ponselnya tidak menyala.
Gadis itu melirik arloji di tangan kirinya dan menghela nafas kasar.

'Enam lima belas...' Gumam Baekhyun.

Gadis itu terus menunggu Sehun di taman kampus. Mungkin Sehun memang selesai agak malam, dan lebih parahnya lagi, ia tak bisa menghubungi Sehun karena ponselnya mati.

'TES'

Setetes air membasahi punggung tangan Baekhyun yang mengepal di atas pahanya.

Baekhyun mendongkak, melihat langit hitam yang mulai menjatuhkan rintikan air hujan.

"Apa Sehun lupa, jika aku menunggunya?"

Sigh..

Tak lama setelah itu, hujan turun dengan deras. Baekhyun berlari dengan tas selempang di atas kepalanya. Mencoba menghalangi hujan.

Ia berlari menuju halte bus yang cukup jauh dari lingkungan kampus.

Halte bus hampir dekat, namun dari kejauhan terlihat jika halte bus itu penuh oleh orang-orang yang berteduh.

Baekhyun menghela nafas -lagi- untuk yang kesekian kalinya di sore ini.

Percuma jika Baekhyun berteduh disana, tubuhnya akan tetap basah dan harus berdesakan dengan orang lain.

Sigh...

.

.
.

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Namun belum ada tanda-tanda kepulangan Baekhyun.

Chanyeol khawatir. Pasalnya sekarang hujan turun dengan deras, ternyata ramalan cuaca pagi tadi tidak meleset.

Chanyeol menghela nafasnya kasar, sudah dua puluh menit pria itu memandangi jendela di kamarnya yang langsung mengarah ke pintu gerbang rumah.

Tiba-tiba gerbang itu terbuka dan menampakkan gadis mungil yang sedari tadi ia tunggu tengah berlari kecil menuju pintu rumah.

Chanyeol dengan cepat berlari menuju pintu depan rumah dengan handuk bermotif rilakkuma di tangannya dan mendapati Baekhyun sedang melepaskan sepatu miliknya.

"Kenapa kau hujan-hujanan?! Kemana Sehun?!" Sentak Chanyeol setelah pria itu mengeringkan rambut basah Baekhyun.

Gadis itu begitu basah kuyup. Mana mungkin hanya berjalan dari halaman rumah ke dalam sampai basah kuyup begitu?

"A..aku.. Tadi Sehun pulang duluan, dia bilang ibunya berkunjung ke Seoul." Kata Baekhyun dengan tubuh menggigil kedinginan. Dan yang pasti Baekhyun berbohong. Karena nyatanya Baekhyun tidak tahu kemana Sehun.

"Jadi aku pulang naik bus, tapi saat di perjalanan menuju halte, hujan tiba-tiba turun dengan deras. Dan halte busnya penuh, aku jadi menunggu di bawah pohon, tapi tetap saja kehujanan. Hehe."

Chanyeol yang mendengar itu langsung berdecak kesal, pria itu menyentil kening Baekhyun, menbuat gadis mungil itu meringis pelan sambil mengelus keningnya yang terasa sakit.

"Ayo. Kau harus segera mengganti bajumu. Aku akan menyiapkan air hangat utukmu berendam."

Chanyeol menarik pergelangan tangan Baekhyun menuju kamarnya.

"Hatchim..." Baekhyun bersin. Itu membuat Chanyeol kesal, karena gadis kecilnya ini tidak tahan cuaca dingin.

Chanyeol menggosok-gosok tangannya lalu menempelkannya ke pipi gembil Baekhyun. Membuat gadis cantik itu merasa hangat.

Tanpa mereka sadari. Sedari tadi Ibunya melihat adegan itu. Ibu merasa sangat senang sekaligus sedih saat melihat perhatian Chanyeol pada Baekhyun. Namun ia sedih karena mereka terlihat begitu cocok saat bersama..

'Andai saja...'

'Yeah... Andai saja..'

.

.
.

Setelah menyalakan pemanas ruangan, Baekhyun menarik selimut bermotif rilakkuma miliknya hingga sebatas dagu. Rasanya nyaman saat dia bisa berbaring di ranjang hangat setelah menggunakan piyama tebal dan kaus kaki yang membungkus kaki mungilnya agar tak kedinginan.

Ia ambil ponselnya di atas nakas dan menghidupkannya, setelah tadi ia charge sebentar.

Baekhyun menghela nafas kasar. Tak ada pesan satupun dari Sehun.
Apa lelaki itu benar-benar lupa jika Baekhyun menunggunya?

"Baek..." Panggil seseorang dari luar.
Orang itu -Chanyeol, masuk ke dalam kamar Baekhyun setelah di beri izin oleh sang penghuni kamar.

Chanyeol memberikan segelas susu hangat untuk Baekhyun.
Gadis itu tersenyum dan meneguk susu hangat miliknya setelah mengucapkan terimakasih kepada Chanyeol.

Gadis itu meletakkan gelasnya yang isinya telah ia minum setengahnya.

"Ayo berbaring di sampingku~" Baekhyun merengek pada Chanyeol sambil memegang lengan kekar pria itu.

Chanyeol melepaskan sandal rumahnya lalu berbaring di samping Baekhyun.

Setelah Chanyeol berbaring, gadis mungil itu berbaring menghadap ke arah Chanyeol dan memeluk pinggangnya dan menjadikan lengan kanan Chanyeol sebagai alas.

Chanyeol mengelus surai kecoklatan Baekhyun dan mengecup pucuk kepalanya.

"Chanyeol..." Panggil Baekhyun. Sang pria menatap wajah Baekhyun dan kembali mengelus surainya.

"Kenapa sayang?"

Baekhyun merasa nyaman akan sentuhan Chanyeol.

"Kudengar Xi seonsaengnim menyukai Sehun.."

Chanyeol menghentikan usapannya di kepala Baekhyun dan sedikit menerawang.

"Jangan dengarkan gosip. Sehun tidak menyukainya." Jawab Chanyeol dingin.

Ya.. Sehun dan Luhan adalah sahabat sejak mereka kecil. Usia mereka berdua berbeda empat tahun. Dan yang Chanyeol dengar, Luhan memang menyukai Sehun.

"Aku juga dengar Sehun menerima cupcake pemberian Xi Seonsaengnim minggu lalu." Ucap gadis itu lagi.

Chanyeol melanjutkan mengelus puncak kepala Baekhyun hingga membuat gadis itu merasa nyaman.

Baekhyun dengan cepat terlelap menuju alam mimpi.

Dari pada pikirannya berkecamuk, lebih baik ia tidur.. Ha Ha.

Chanyeol memandang wajah damai Baekhyun yang tengah terlelap dengan bibir yang maju, terlihat menggemaskan.

"Selamat malam Park Baekhyun..."

Satu kecupan mendarat di bibir mungil Baekhyun.
Tanpa Chanyeol sadari, Baekhyun merasakan hatinya begitu berdebar kencang. Air mata pun menggenang di pelupuk matanya.

'Chanyeol-ah..'

.

.
.

TBC

Buat yang tanya kenapa chapt 2 di hapus? Itu karena salah chapter.. Aku baru ngeh ternyata kalo itu seharusnya di chatper lain ..

Maaf yaaaa~~