Janji
Bertahun-tahun telah berlalu. Nusantara kini telah berdiri megah dan mandiri. Nusantara membangun sebuah kerajaan besar yang di takuti kerajaan-kerajaan lain bahkan dari kerajaan India yang menganggapnya sebagai ancaman. Jatuh bangun mereka membangun kerajaan, manis pahit mereka rasakan, kini rasa puas telah mereka rasakan.
Sriwijaya.
Kerajaan yang bercorak Budha dan Hindu, namun lebih didominasi oleh agama Budha. Kerajaan yang berdiri di tanah mereka yang merupakan jalur perdagangan dunia. Setiap saat mereka akan menemui bangsa asing yang datang membeli rempah-rempah mereka.
Kerajaan yang menjajah kerajaan lain di sekitar mereka yang kini tinggal bersamanya.
Terlihat seorang 2 anak kecil berumur sekitar 12 tahun sedang bertarung menggunakan tombak. Anak laki-laki yang memakai sarung batik berwarna coklat menghindar dari hunusan tombak yang mengarah ke dada kirinya dan langsung menghunuskan tombaknya ke leher lawannya, namun terhenti ketika dia melihat seorang anak lain yang berdiri di atas pohon yang terhalangi dedaunan. Dia langsung melesatkan tombaknya ke arah pohon itu.
Sedangkan anak yang menjadi lawan tandingnya terkejut melihatnya langsung lari, pergi ke dalam hutan di mana tombaknya tadi dia lempar.
"Kak Nusa!"
"Aku pergi dulu, Thailand." ujarnya langsung lari masuk ke dalam hutan.
Sampai ke dalam hutan, Nusa mengambil tombaknya dan masuk lebih ke dalam. Sepuluh menit telah berlalu, di depannya dia melihat sebuah air terjun, dan seseorang sedang mandi di sana. Pepaya dia potong dan dijadikan sabun.
"Kamu lama sekali Nusa." ujarnya terapung hingga membuat rambut panjangnya ikut mengapung juga.
"maaf, maaf. Ah, kamu curang Tara! Kamu mandi duluan tanpa aku!" pekiknya tidak terima langsung melompat dari batu besar ke dalam kolam itu.
Byur.
Gadis yang tengah terapung itu langsung tenggelam karena Nusa yang langsung meloncat membuat air bergerak tak pasti.
"uhuk uhuk, Nusa!" ujar Tara marah karena dia menelan beberapa air.
"ahahaha, maaf-maaf Tara"
Berenang mendekati sang gadis, Nusa memeluk Posesif Tara dari belakang.
"Kenapa kamu tidak bersamaku Tara? Kakek Sriwijaya terus bertanya tentang dirimu. Disana banyak yang seperti kita."
"aku hanya ingin menjelajah 'badan' kita Nusa." ujar Tara sambil menaruh tangannya di tangan Nusa yang melingkar di perutnya.
"tapi, aku ingin terus bersamamu Tara. Aku ingin kita terus bersama,"
"Maafkan aku Nusa, tapi kita berbeda. Kamu adalah cahaya dan aku adalah bayangan. Kamu akan terus bersinar dan aku akan terus di belakang mengawasi dirimu. Bencilah aku karena egois, tapi ini semua aku lakukan karena Aku menyayangi dirimu Nusa." ujar Tara langsung melepaskan pelukan Nusa dan dia mencium pipi Nusa yang terdiam karena ucapan dan perbuatan Tara.
Setelah selesai, Tara langsung pergi menjauh dari tempat yang menjadi saksi janji Tara. Meninggalkan Nusa yang terdiam membeku karena mendengar ucapan Tara yang bagaikan janji yang tak terucap.
"Tara, Tara, Tara, TARAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Nusa tak terima membuat Burung burung langsung beterbangan,
Tbc.
