Dreamer

Disclaimer : Naruto itu punya Masashi Kishimoto-sama

Warning : Don't like, don't read, yaoi, humor garing, gaje, abal, banyak typo, AU, a little sho-ai, dan OOC.

Pairing : narusasu

Rate : T

chapter 2

.

.
"S-serius kau, Teme?" Naruto gagap dengan wajah super pucatnya.
"Hn, kenapa?" ejek Sasuke dingin sambil menjauh dari telinga Naruto.
"Gila! Kau menyuruhku memakai kostum kelinci yang seksi itu?" Naruto shock dengan syarat yang diajukan Sasuke.
"Hn. . . Kau tahu, kostum itu terlihat SEKSI jika kau yang memakainya" bujuk Sasuke. Naruto yang mendengarnya menjadi blushing.
"Benarkah itu,Teme?" ucap Naruto dengan mata bersinar.
"Hn, Dobe. Sekarang kau ambil sepedamu dan aku mengambil kostum kelinci di rumahku" perintah Sasuke pada Naruto.
"Teme, . Kenapa kau punya kostum kelinci?" selidik Naruto.
"Ng... Itu tak penting, yang penting cepat bawa sepedamu, Dobe." Sasuke segera meninggalkan Naruto yang bingung dengan tingkah Sasuke.
'Tidak mungkinlah aku memberitau Dobe kalau Itachi-nii yang membelikan kostum menjijikkan itu.' ucap inner Sasuke.

.
~Di Lapangan Rumput Konoha~
"Ckckck... Mana sih Dobe? Lama sekali, padahal cuma ngambil sepeda." gerutu Sasuke.

Sasuke yang sudah menunggu Naruto mulai tidak sabar melihat tubuh sixpack Naruto yang dibalut dengan kostum kelinci yang seksi. Tanpa disadari, Sasuke tersenyum sendiri membayangkan Naruto memakai kostum itu.
Karena keasikan mengkhayal, Sasuke tak menyadari kehadiran Naruto. Naruto yang heran dengan tingkah laku Sasuke yang tesenyum sendiri berniat mengagetkan Sasuke.
"Woy,Teme. . Kenapa kau tersenyum sendiri? Suatu keajaiban kau tersenyum bahagia seperti itu." Naruto yang memarkir sepedanya di dekat pohon, lalu menghampiri Sasuke yang sedikit terkejut dengan kehadiran Naruto.
"Hn, .tidak kenapa-kenapa, Dobe. Nih pakai." Sasuke menyodorkan bingkisan kostum seksi itu pada Naruto.
"T-tapi, jangan menertawakan aku, Teme" rengek Naruto pada Sasuke.
Sasuke tersenyum tipis atas kelakuan Naruto yang menurutnya menggemaskan.
"Sudahlah Dobe, pakai saja. Kau terlihat menggemaskan." Tanpa Naruto sadari, Sasuke sudah memakaikan topi kelinci yang memiliki telinga panjang pada kepala Naruto.

Naruto yang merasakan sesuatu hinggap di kepalanya sontak kaget.
"Teme, apa yang kau lakukan?" seru Naruto dengan semburat merah tipis di pipinya. Sasuke tersenyum melihat kepolosan Naruto.
"Cocok kok, Dobe. Sekarang pakai kostummu." Perintah tegas Sasuke.
"APA? Disini aku harus mengganti pakaianku. Di depanmu?" sontak Naruto sedikit berteriak.
"Kenapa? Padahal, kita sering berganti pakaian bersama."
"Tapi, ini tempat umum, Teme. Aku ganti di balik pohon ya." bujuk Naruto. Sasuke yang iba sekaligus protective pada Naruto menuruti keinginan Naruto.
"Hn, baiklah".

.
-Naruto selesai berganti baju-
"Ng. . Bagaimana,Teme?" tanya Naruto ragu.
Naruto memakai kostum kelinci tak berlengan dan panjang kostum yang hanya sepangkal paha. Sasuke terpesona dengan penampilan Naruto.
"Awesome, Dobe. Ayo, belajar sepeda." perintah Sasuke dengan seringai tipis yang tak terlihat oleh Naruto.
"Apa? Jadi kau mengajariku sepeda dengan pakaian seperti ini!" Naruto shock dengan tutur kata Sasuke. "Benar, Dobe." Sasuke menggandeng Naruto ke tempat sepeda Naruto.
"Ayo, aku akan mengajarimu sepeda Dobe."
Naruto menaiki sepedanya. Sasuke mengendalikan sepeda Naruto dari belakang.
Karena Sasuke tertawa terpingkal melihat keadaan Naruto yang menurutnya lucu. Naruto mengendarai sepeda dengan kostum ala bunny dengan ekspresi ketakutan, ya takut jatuh. Naruto kan nggak bisa naek sepeda.

Kostum yang terlalu ketat membuat Naruto semakin berkeringat. Sasuke tanpa sadar melepas pegangannya pada sepeda Naruto. Naruto yang panik dan limbung.
"Teme, jangan dilepas pe. . ." sebelum Naruto melanjutkan ucapannya.
Bruaggh. . Singg, . ... Meong. . Aduwh. .

Naruto jatuh ke selokan dekat lapangan dengan tidak elitnya.

Sasuke yang melihat kejadian yang ironis, segera menghampiri Naruto.

"BWAHAHAHAHA" Sasuke tertawa lepas sambil membantu Naruto berdiri dari selokan. Keadaan Naruto sangat menyedihkan dengan kostum yang compang-camping dikarenakan sepeda yang menindihnya. Tapi, beda dengan tatapan jahil dari Sasuke. Sasuke terus melihat Naruto dengan tampang mesumnya, menyadari hal itu Naruto segera lari terbirit-birit karena malu dengan keadaan yang mengenaskan dan parahnya harus dilihat oleh Sasuke.

TBC

Thanks yang dah dukung fict abalku ini. Gomen kalo gg berkenan di hati. Buat flamers, kan udah di bilang kalo gak suka jangan dibaca. Yah, ni hasil kotak imajinasiku yang aku tuangkan dalam bentuk fict ini. Yang pasti, kalo mau ngeritik boleh aja, tapi disertai dengan solusi. Itu baru namanya flamer baik. Xp

ttixz lone cone bebe : arigatou bebe, hm~

aku masih belum nyampe rate M. hehehe karma aku lbh sk sasu mesum *di chidori sasuke*

Ariza : hehehehe ya maaf kalo kependekan.

apa aja boleh : arigatou,, satuju denganmu kawan,,,hehehe

great sasunaru : … gomen, di chapter selanjutnya bakal lebih aku mantepin sasunarunya.

Haru no Yuuchan999 : arigatou sarannya haru,,,

Akan aku ingat nasehatmu senpai..

All : arigatou dah mau baca fict abalku ini.

.

.

.

Please Review ^^