- 8 tahun kemudian

Hongbin sedang membuat bubur kesukaan ayahnya sambil bersenandung lagu kesukaannya. Dengan tambahan riasan untuk bubur ayahnya, Hongbin tersenyum puas dan membawa sarapan ayahnya.

Tok tok

"Ayaahh" sapa Hongbin dengan riang.

Mr. Lee tersenyum melihat anak kesayangan dan anak satu-satunya itu.

Hongbin duduk di sebelah tempat tidur ayahnya.

"Hongbin-ah? Bukankah kau sibuk? Kan ada ibumu"

"Aah.. ayah. Memangnya anakmu ini tidak boleh ya mengurus ayahnya sendiri?" Cibir Hongbin sambil menyulangi ayahnya.

Ayahnya tersenyum melihat anaknya yang kekanak-kanakan.

"Oh Hongbin-ah! Bukankah kau harus ke pet shop hari ini?" Tanya Mrs. Lee

"Iya ibuu, jangan khawatir aku tidak akan telat kok"

Ibunya mengambil piring dari tangan Hongbin dan mengusirnya untuk siap-siap bekerja. Hongbin protes dengan wajahnya yang cemberut sambil menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil.

Kedua orang tuanya melihatnya dengan tatapan geli.

"Lihatlah dia. Padahal umurnya sudah tua bahkan sebentar lagi sudah mau menikah tapi hahaha tingkahnya ..." Mr Lee tertawa terbahak-bahak hingga ia batuk

Uhuk uhuuk uhukkk

Mrs Lee ikut tertawa sembari memberinya minum

"Aisshh...24 tahun itu belum tua ayahhhh ughh. Okeee aku akan pergi bekerja dulu, byeee dad mum!" Hongbin bergegas pergi.

- waktu yang sama di New York

Beep beep

"Tuan, semuanya sudah selesai. Kita akan berangkat jam 1 siang nanti tuan. Sarapan anda telah saya letakkan di meja biasa tuan. Jika anda perlu bantuan silahkan hubungi saya tuan, terimakasih."

Taekwoon membuka sebelah matanya dan mengerang pelan.

Hmmm... aroma roti nya menggoda...too lazy to get up

1 jam kemudian

Taekwoon akhirnya bergerak dari tempat tidurnya dan menyantap sarapannya. Setelah itu Taekwoon akan bersiap-siap. Dia membuka laci lemarinya dan mengambil kotak biru kecil. Lalu ia membuka kotak itu perlahan dan memandangi cincin yg berbentuk setengah hati itu.

( 29 Agustus 2006)

"Hongbinnieeeee happy birthdaaayy my bean" kata Taekwoon sambil memeluk Hongbin dari belakang

Hongbin lompat kaget dan langsung tersenyum lebar karena ia tau siapa pemilik suara lembut itu. Tentu saja Taekwoon hyungnya. Hyungnya.

"Eyy hyuuungg...ungggg... lepaskan hyung aku sesaak nggg"

Taekwoon menggelitiki tengkuk Hongbin dengan menggoyangkan hidungnya.

"Aah hahaha hyuuunngg hahahah hyuunggg stopp" Hongbin menggeliat di pelukan Taekwoon.

Taekwoon lalu melepaskan pelukannya dan Hongbin menatap hyungnya dengan dimples di pipinya.

"Thank you hyungg"

Taekwoon lalu memberi kado kecil dan Hongbin menatap Taekwoon dengan matanya yang besar.

Taekwoon menyuruhnya membuka kado itu. Hongbin dengan mata nya yang besar (lagi) terdiam melihat pemberian Taekwoon.

"Umm hyung?"

Taekwoon mengambil cincin itu dan memasangkannya ke jari kelingking Hongbin

"Cute"

Taekwoon memperlihatkan jarinya yang juga memakai cincin seperti Hongbin.

"Match" Taekwoon menarik kelingking Hongbin dengan kelingkingnya.

Hongbin tersenyum "Thanks hyung...thanks..."

- present time

Hongbin sedang membersihkan dan merapikan pet shop. Jam sudah menunjukkan pukul 6 p.m. Hongbin tersenyum lebar karna ia tidak sabar ingin berjumpa dengan kekasihnya itu. Tak lama kemudian, Hongbin menutup pet shop sambil bersenandung.

"Binnie"

"OHMYGOD!" Hongbin lompat kaget lalu berbalik dengan wajah marahnya.

"Hahahahaha hahahahaha"

Hongbin menatap pria itu dengan kesal

"YAH! Itu gak lucu!" Hongbin melipat tangannya di dada

Pria itu tidak berhenti tertawa sampai-sampai dia duduk di jalan sambil menahan perutnya yang sakit akibat tertawa.

Hongbin menatapnya sinis sekarang dan menghampiri pria itu untuk memberinya pelajaran.

"Oh hahaha okey okey babe hahaha sorry hahaha kau harus liat ekspresimu tadi hahahahhaha"

Hongbin menarik telinga pria itu

"Ah ah hahaha ahh okey okey i will stop okeyyy"

Hongbin kembali melipat tangannya di dada dan menatap pria itu dengan serius.

Pria itu memeluk Hongbin "sorry bin-ah, kau terlalu imut"

"YAH!"

Pria itu tertawa kecil lalu mengecup bibir Hongbin.

Hongbin tersenyum kepada pria itu.

"Okey, dimaafkan... tapi umm... aku lapar hehe" rayu Hongbin.

Pria itu mengecup bibir Hongbin (lagi).

"Hmm Ravi-yah! Stop kissing me!"

"Fine. Kau mau makan apa bin-ah? Hmm?" Tanya Ravi sambil memeluk Hongbin.

"Pizza?"

"Okeeey" Ravi mengecup bibir Hongbin (lagi dan lagi)

"YAH!"

(10 November 2006)

"BINNIEEEE!"

"BIN-AHH!"

"BEAAANNN!"

"LEE HONGBIIINN!"

Taekwoon terus memanggil Hongbin, tetapi tidak ada jawaban. Ia juga meneleponnya tapi juga tidak ada jawaban.

'Dimana dia? 3 jam lebih anak itu gak muncul juga?' Pikir Taekwoon sambil berlari kesana-kemari.

'Kenapa perasaanku tidak enak begini ya?!"

'Please bin.. pleasee..'

"YAH HONGBIN!"

Taekwoon terus mencari Hongbin.

'Apa si bodoh itu lupa?'

Taekwoon pergi ke rumah Hongbin, dan

"Hongbin! Ah! Kau! Ugh!" Taekwoon memeluk Hongbin, ia pun tak sanggup menahan air matanya. Ia sangat takut kehilangan Hongbin.

"Hyung? Ahh maaf hyung, aku...aku...lupa"

"Sshh... it's ok"

( sebelumnya... )

Hongbin sedang mengumpulkan botol-botol bekas saat seorang wanita yang anggun serta elegan menghampirinya.

"Hey kau!"

Hongbin menatap wanita itu, ia menghentikan kegiatannya.

"Kau tidak sadar diri ya? Seorang gelandangan berteman dengan anak orang terkaya di Seoul? Hah! Yang benar saja!" Kata wanita itu dengan ketus.

Hongbin hanya diam terpaku.

"Saya peringatkan kamu, hey anak jorok! Kamu. Jangan pernah berteman dengan Jung Taekwoon! Saya tidak suka! Kau itu pengaruh buruk terhadapnya! Dia selalu pulang dengan baju yang kotor, bau, ugh sungguh menjijikkan! Mulai sekarang! Jangan dekati Taekwoon! Kalau kau melanggar ini, lihat saja apa yang terjadi nanti!" Mrs. Jung tertawa sinis lalu pergi meninggalkan Hongbin.

Hongbin tetap berdiri diam, 'seorang gelandangan berteman dengan anak orang terkaya di Seoul?'

Hongbin masih diam, bibirnya bergetar, ia menjatuhkan goni yg berisi botol-botol bekas.

'Kau itu pengaruh buruk terhadapnya! Dia selalu pulang dengan baju yang kotor, bau, ugh sungguh menjijikkan'

Hongbin meneteskan air mata 'Jangan dekati Taekwoon!'

- present time

Taekwoon berjalan santai di pesisir pantai. Dia tau ini masih pagi buta, tapi Taekwoon suka dengan ketenangan. Dia bahkan tidak perduli dengan angin pantai yang hebat, walau dia hanya mengenakan sweater dan jeans. Taekwoon berhenti di depan batu besar yang ada di pinggir pantai.

Dan Taekwoon membiarkan pikirannya kembali ke Hongbin.

( 28 Desember 2008 )

"AAAAHHHHHH HYUNGG HAHAHAHAHA" teriak Hongbin sambil memukuli punggung Taekwoon.

Taekwoon terus berlari ke tengah pantai, ia tak perduli dengan dinginnya air saat itu. Oh bahkan udara saat itu sangat sangat sangat dingin.

"Hyyungg a..aku.. takuutt.."

"Sshh..." Taekwoon mulai menggigil, begitu juga Hongbin.

"Hyuu..hyuunn..gg...di...diingiinn..." Taekwoon menurunkan Hongbin dan langsung memeluk Hongbin. Mereka berdua terayun oleh ombak, keduanya menggigil kedinginan.

"Sss...sh...hyu..hyuung.. hngg.."

Taekwoon memegang kedua pipi Hongbin dan mencium Hongbin dengan lembut.

Hongbin terkejut, pikirannya buyar, ia merasakan sensasi yang aneh di perutnya. Kakinya lemas, ia merasa seperti ... melayang.

Hongbin membalas ciuman Taekwoon.

This was their first kiss. And Hongbin liked it.

- present time

Matahari sudah mulai muncul. Taekwoon tersadar dari lamunannya. Ia tidak sadar kalau sejak tadi dia memegang erat cincin berbentuk setengah hati itu. Cincin couple nya dengan Hongbin. Bahkan ia tersenyum kecil. Sekarang dia sudah di Seoul. Dia berada di pantai mereka. Pantai Hongbin dan Taekwoon. Ia menarik nafas lalu pergi menuju rumah Hongbin.

"Ohh! Tuan Ravi!" Sapa Mrs dan Mr Lee.

"Ahh selamat pagi Mr dan Mrs Lee" sapa Ravi dengan sopan sambil membungkuk 90 derajat.

"Aah... kami senang bertemu denganmu. Wah, kamu sangat sibuk ya. Jangan lupa untuk istirahat." Kata Mrs Lee

"Oh! Honeeeyyy! Amma appa, kami berangkat byee" Hongbin mengecup pipi kedua orang tuanya, Ravi juga pamit sambil membungkuk.

Ravi lalu membukakan pintu mobil untuk Hongbin lalu membungkuk dan mengayunkan tangannya seperti pelayan kerajaan.

Hongbin tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.

Taekwoon berdiri di depan rumah Hongbin. Hanya saja, rumahnya aneh. Rumahnya sepi seperti tidak ada penghuninya dan dikelilingi oleh seng.

'Aneh' pikirnya

"Umm maaf sir, apa rumah ini ada orangnya?" Tanya Taekwoon kepada seorang lelaki yang melintasi rumah Hongbin.

"Ooh.. tidak ada sir. Rumah ini sudah kosong sejak ... umm.. kayaknya 5 tahun yang lalu."

Taekwoon mengangguk lemas.

'No'

...

...

...

...

'No bin..don't leave me'