hello fugfugly balik lagi nih :)) mau ngucapin makasih yang udah ngasih komentar di chapter yang kemarin :)
yu langsung aja lanjutanya :)
"Yang aku tak habis fikir, kenapa kau begitu ingin Yunho tau kalau Yura berselingkuh ? jangan jangan... kau menyukainya hm ?"
"Ya! apa yang kau bicarakan huh ? tidak mungkin aku mempunyai perasaan seperti itu pada sahabatku sendiri!" akting yang cukup bagus Kim Jaejoong haha. aku sudah mengira suatu saat nanti Junsu atau Yoochun pasti akan menanyakan hal ini padaku. untung aku sudah berlatih .
" Aish sakit Jae~ Jika kau memang tak menyukainya , yasudahlah! tak perlu memukulku segala."
" Salahkan saja wajahmu yang menyebalkan itu membuatku ingin selalu memukulmu." Shit, kenapa aku bilang begitu ? bagaimana jika Yoochun tidak mau mengantarkanku pulang memakai mobilnya nanti ?
"ehem.. mmm Chunniee ~ a.. aku tidak bemaksud mengejekmu tadi . jadi, tolong antarkan Joongie pulang sekarang, otte ~? Joongie lelaah" aku menggandeng lengannya , yah walaupun ini menjijikan dan membuatku muak tapi inilah satu satunya jalan agar aku bisa pulang dengan nyaman dan tak usah mengeluarkan uang sedikitpun hehe. Apa gunanya teman kalau tidak untuk saling memanfaakatkan, kan?
" Kalau ada maunya saja baru kau akan baik padaku, huh?" ia melepaskan gandengan tanganku tapi dengan cepat aku memeluk lengannya lagi.
" tentu saja tidak Yoochuniee~ Ayolah jangan nerburuk sangka begitu hmm ? ayo kita pulang? " dengan sangat terpaksa aku mengedipkan mataku saat ia menatapku dengan ekspresi memandangku dengan aneh.
" Aishh, baiklah tuan penjilat ayo kita pulang."
My acting is so damn good, right? haha.
"Aku pulang ! Jaejoong sayang... dimana kau ?"
" a-aku disini Y-yunniee~" aku keluar dari tempat persembunyianku dengan hanya memakai apron tanpa dalaman apapun lagi.
"wow Jae , kau terlihat sangat hmmm " ia mengeluarkan seringai andalannya saat menatap tubuhku. Ia semakin berjalan mendekatiku hingga akhirnya ia menyentuh bahuku.
Perlahan, wajah tampannya terus mendekat , dekat dan terus mendekat hingga akhirnya, bibir kita pun bertemu. Awalnya hanya kecupan ringan, namun aku berinisiatif untuk mengigit bibirnya dan mungkin ia pun merasa tertantang. Got you~ .
" Jae .. " ia berbisik di telingaku.
"ngghh Yunhooo.. mmmmhh " aku mendesah saat Ia menggucang tubuhku.
" Bangun Jae , aku akan pergi bersama Yura malam ini dan mungkin akan pulang jangan mendesahkan namaku seperti itu ." Ehh ?Yura ? mataku refleks terbuka dengan cepat.
yang tadi... hanya mimpi huh ?
" mau kemana kau ? " aku duduk dari posisi berbaringku tadi. Ia sibuk merapihkan baju dan rambutnya, memakai parfum dan berkaca lagi dan lagi.
" berkencan bersama kekasihku tentu saja. " cih, menyebalkan sekali.
" dia memang kekasihmu satu satunya. Tapi kau ? aku yakin kau bukanlah kekasih satu satu nya bagi si bodoh itu." entahlah mengapa aku mengeluarkan kata kata setega itu padanya. Tapi sungguh aku tak bisa menahannya.
" Apa maksudmu , huh? " wajahnya yang tadi bercahaya perlahan meredup dengan aura kemarahannya untukku.
" aku tau kau hanya ingin mempunyai pasangan sepertiku. Maka dari itu, carilah pasanganmu Jae . jangan menggangguku lagi. Atau mungkin.. kau menyukai Yura ? " demi tuhan aku tidak akan pernah sudi mencintai seseorang seperti wanita jalang itu.
" Lebih baik aku sendiri seumur hidupku daripada harus menjalin hubungan dengan pelacur itu"
SLAP
ya , dia menamparku. hanya demi wanita jalang itu.
" Brengsek ! " aku mencoba untuk bangkit dan memukul wajahnya, namun tangan itu menahanku lalu menghempaskanku ke ranjang.
Sialan, mataku telah buram oleh air mataku yang kutahan sedari tadi.
" aku akan pergi sekarang dan mungkin tak akan pulang hingga besok. Jaga dirimu Jae" ia berbalik dan menutup pintu.
" BRENGSEK!" ucapku bersamaan dengan mengalirnya air mata yang sedari tadi kutahan. kau memang brengsek Jung. Kau akan menyesali semuanya nanti.
" Jae ? kenapa datang malam malam ? " sebentar lagi pasti kau tau jawabannya kan, su ?
"Yunho lagi ? " aku hanya diam dan menunduk. Kejadian tadi malam terus berputar di kepalaku seperti sebuah movie. Ini pertama kalinya ia memukulku. Apa perkataanku tadi terlalu kasar ?
" Hey, kenapa melamun ?" suara lumba lumba itu mengacaukan semua apa yang sedang kupikirkan.
" ah bukan apa apa. 3 hari ini aku menginap dirumahmu boleh kan suiee~~?" aku mencoba merajuk sahabat sedari kecilku itu. Ia menghela nafas,
"asal kau memberitahuku apa yang terjadi nanti, oke ? masuklah." aku hanya mengangguk walaupun rencananya aku tak akan membirkan orang lain tau tentang kejadian beberapa jam yang lalu antara aku dan Yunho.
" aku mencintaimu Suieeeeeee~" aku berteriak sambil menerobos masuk kedalam apartment nya.
" well, aku tidak."
sialan.
" Su , tolong buatkan aku makanan please, aku lapar sekali" perutku terus meraung meminta makanan, hingga aku terkulai lemas di tempat tidur Junsu.
" Ya ! seenaknya sekali kau menyuruhku. pesan makanan saja , dan kau yang harus membayarnya." ia menghempaskan tubuhnya di sofa merah .
" yasudah aku tidak akan memberitahumu apa yang terjadi antara aku dan Yunho tadi." bantal biru beludru ini menjadi sasaranku untuk menutupi wajahku.
" terserahlah, cepat atau lambat kau sendiri yang akan membocorkan rahasiamu itu padaku." fck, kenapa ia tidak merayuku ? ahh sepertinya kau harus bersabar sedikit ya perut sexy-ku, tahan setidaknya hingga besok pagi.
" Fuck you Junsu !" bantal ini tak menghalangiku untuk berbicara.
" you want me to fuck you hmm ?" hell noooooo ! tanganku menhempas tangan nya yang ingin menggenggam tanganku. Spontan aku menatapnya tak percaya.
" go away from me, stupid! fuck fuck FUUCCKKKKKKKK !" jujur ini membuatku takut.
" bhahahahhahahaha. Goodnight Jae~" ia menutup tubuhku dengan selimutnya.
Kurasa , kurang dari setengah jam berlalu dan lumba lumba ini sudah terlelap dalam tidurnya. Aku masih terjaga dengan fikiran fikiran dari apa yang telah terjadi hari ini. Dan mimpi itu... ah entahlah aku tak mau mengingat itu, tapi mimpi itu sangat ... Aish kenapa aku jadi berdebat dengan pikiranku sendiri? Hanya karena si brengsek Jung Yunho aku menjadi berantakan seperti ini. Si brengsek Jung Yunho yang aku cintai.
TBC.
tinggalin jejak plissss readers:( kalau mau lanjut review dong :( soalnya berpengaruh banget . makasiihhh :))
