Sudah 3 bulan aku sekolah disini. Semua temanku benar – benar menyenangkan. Rasanya akan menyesal jika aku menolak permintaan Eomma untuk pindah kesini. Walaupun kedua teman gadisku –Tao&Baek-Hyun-sering melupakanku karena sibuk dengan pacarnya masing-masing-sipirangKris&sitiangChan-Yeol(anakXI-A,sains)-, tapi ada Jong-In yang menemaniku. Dan itu membuat kami selalu digoda dan dikira berpacaran oleh anak-anak sekelas. Dan itu selalu berhasil membuatku memerah dan malu. Tapi, Jong-In tak terliaht marah ataupun senang. Kira-kira perasaannya bagaimana ya?

"Kyungie!"

"Uwaaaaa!"

Bruk! Brak! Bruk!

"Ouch,"

"Gwaenchana?" dan sekarang dengan seenaknya dia mengulurkan tangan sembari tersenyum lebar padaku. Huh, menyebalkan!

"Tidak, terima kasih." kutepis tangannya dan duduk di kursiku. Tapi dengan seenaknya dia memindahkan tubuhku ke meja dan dia duduk di kursiku sehingga kami sekarang berhadapan.

"Aduh, pagi-pagi begini udah mesra-mesraan aja." mulailah godaan dari Oh Se-Hoon beserta Lu-Han, yeojachingunya.

"Lalu kau dan Lu-Han sunbae itu apa namanya Oh Se-Hoon?" tanyaku kesal.

"Kami hanya mengobrol, benarkan Lulu?" dan mulailah Se-Hoon mangandalkan bbuing-bbuing eyes-nya(senjata andalannya bersama Tao dan Jong-In jika menginginkan sesuatu)

"Iya, Hunna."

"Cish, kau sok imut." decihku. Kualihkan pandanganku pada Jong-In yang sibuk memainkan HP-nya. Dia kelihatan kesal.

"Ada apa Jongie?" tanyaku.

"Um? A,aniyo. Gwaenchana." dia gelagapan dan menyembunyikan sekali.

"Kau sudah punya gebetan ya?"

"Ani."

"Lalu yang tadi itu apa?" kupicingkan wajahku sedikit, agar ia mengaku.

"Tidak ada apapun, Kyungie. Ayolah," ia mulai memasang bbuing-bbuing eyesnya, dan inilah saatnya aku tak bisa menolak pesonanya.

"Baiklah, aku tak akan bertanya lagi. Kau puas, kan?" tanyaku. Dan Jong-In kembali menatapku intens.
"Ng, Kyungie. "

"Apa Jongie?"

"Warna G-Stringmu bagus, pink."

"Goma, eh? Jongieeee!"

*#*#*#*#*#*#*#*

"Aku suka padamu." itu ucapan yang keempat kalinya kudengar dalam 3 minggu ini. tiga sebelumnya dari Krystal si cheerleader kutilang, lalu Min-Ki si cantik berambut blonde, lalu Sung-Min yang sama menggodanya dengan Min-Ki. Dan kali ini Jin-Ri. Sepertinya sulit sekali mendapatkan Jong-In.

"Mian, tapi aku tidak menyukaimu." ujar Jong-In, kenapa dia blak-blakan sekali? O_O?

"Begitukah, terima kasih atas jawabannya. Aku sudah lega sekarang." ujar gadis itu, apa dia hanya kagum saja? Atau akan menangis diam-diam?

"Apa yang kau lakukan?"

"Uwaaahh!"

Bruuukkk!

"Ouch," my gosh, pantatku bisa tepos kalau seperti ini teruuuuss!

"Are you right?" sebuah tangan yang cukup pucat terulur kearahku. Kudongakkan kepalaku. Seorang pemuda yang kuduga ABC(aku tahu karena dia hampir mirip dengan si mochi China Henry) menatapku intens.

"Hellooo, are you here?" sial, aku melamun. Kucoba untuk tersenyum.

"Neee, gwaenchanayo." kusambut uluran tangannya.

"Kyungie?" kutolehkan kepalaku pada Jong-In.

"Jongieeee!" entah kenapa aku begitu senang dengan kehadiran Jong-In dan aku langsung memeluknya dengankencang.

"Ya, ya, Do Kyung-Soo, kau membuatku sesak napas." Dan Jong-In melepaskan pelukanku.

"Jong-In menyebalkan!" ku bersedakap dan mengerucutkan bibirku. "Kau tak mengizinkanku untuk melihatmu dan sekarang kau melarangku untuk memelukmu?"

"Aigoo, kenapa kau sensitif sekali?"

"Urusanku."

"Aduuh, kau iniiii..." Jongie kembali menarik pipiku.

"Jongieee!"

"Chogiyo," aduh, baru kuingat ada orang lain. Segera kualihkan perhatianku padanya.

"Mian, aku melupakanmu." ujarku.

"Gwaenchana, aku Park Hanbyul, pindahan dari Australia. Aku ingin bertemu kepala sekolah."

"Kau tinggal pergi ke lantai 2, kau bisa melihat ruang kepala sekolah dengan pintunya yang paling menyolok." kupandang Jongie, kenapa nada suaranya dingin sekali?

"Kamsahamnida,eung?"

"Kim Jong-In."

"Ne, Jong-In ssi. Lalu kau?"

"Do Kyung-Soo."

"Ne. Kamsahamnida." lalu dia pergi ke tingkat dua. Kupandangi Jong-In sekali lagi, kenapa dia begitu kelihatan kesal?

"Jongie?"

"N,ne?"

"Wae iraeyo?"

"A,aniyo. Eobseo." kemudian dia mengulurkan tangannya.

"Kajja."

*#*#*#*#*#*#*#*

Entah kanapa aku merasa Jong-In begitu aneh. Sejak ia pergi ke kamar kecil bersama Se-Hoon, ia menjadi begitu aneh. Gerak-geriknya menampakkan ia begitu gelisah. Ia begitu ragu untuk menggenggam tanganku seperti biasa. Itu membuatku begitu kesal dan kecewa. Apa dia marah padaku?

"Jongie? Kau kenapa?" ujarku. Kami berada di laboratorium biologi untuk menyelesaikan tugas penelitian kami berdua. Jongie tetap saja megalihkan tatapannya dariku, tidak seperti biasanya.

"A,aniya. Nan gwaenchana. Ada yang tak aku mengerti?" kan, ia mulai lagi mengalihkan pandangannya.

"Apa kau marah padaku?"

"Apa maksudmu?"

"Sedari tadi kau selalu mengalihkan pandanganmu dariku. Memangnya ada yang salah dariku ya?"

"A, aniyaaa." Jongie mengibaskan kedua tangannya. "Hanya saja, aku tak bisa dekat-dekat denganmu untuk beberapa saat."

"Waeee?"

"Jangan menggodaku, Do Kyung-Soo."

"Memangnya siapa yang menggodamu?"

"Aissh," Jongie mengacak rambutnya. Lalu ia duduk diatas meja dan mendudukanku diatas pangkuannya. Dapat kulihat matanya menatapku begitu tajam.

Chu~~

"Eh?"

"Sudah kubilang jangan salahkan aku." Kembali ia mengecup bibirku. Kali ini lidahnya ikut bermain. Basah, dan manis. Aku menyukainya, seperti ribuan kupu-kupu yang melayang dari dalam perutku. Perlahan ia mulai melumat bibirku. Kueratkan pelukanku dilehernya, sementara tangannya mulai menyentuh tubuhku.

"Hmmph," Jongie melepaskan tautan diantara kami berdua, yang tersisa hanyalah tautan saliva dan dahi kami. Kuatur napasku.

"Waeyo?"

"Entahlah, aku begitu tergoda untuk menidurimu."

"Mwo?"

"Saranghae, Kyungie." aku terdiam. Kutatap matanya dalam, dan ia balik menatap mataku.

"Jinjjayo?"

"Neomu saranghandago, Do Kyung-Soo." Jong-In mengecup bibirku lalu melepaskannya.

"N,na,..." Dapat kurasakan tatapannya begitu menyihirku. Kulesakkan kepalaku ke lehernya yang menguarkan wangi maskulin.

"Nado saranghae, nae namjachingu jullae?"

"Tentu saja, sayangku." Jong-In terkekeh dan kembali menciumku. Kali ini benar-benar bernafsu dan entahlah, aku tak tahu lagi apa yang terjadi padaku.


Annyeong, tiuek's back!

Gomawo buat noviiraa sama lisnana1 yang mau nge-review ff gaje ini. Mian yuek ga bisa terlalu nurutin maunya lisnana1 nich, yuek cuma bisa jadiin HunHan jadi cameo. Hehehe...

Review please? O_o?