Tidak perlu kata-kata. Lebih dari kata-kata. Lupakan kata-kata.
Bleach © Tite Kubo
OOC. AU. Drabble.
Kotoba Ga Nai © Rhea .H
Fireworks
Sebagaimana puncak acara festival yang ditunggu-tunggu, banyak orang telah berlarian menuju lapangan luas dimana jarak diantara orang tak mengenal kata renggang. Rapat, sampai gadis dengan rambut oranye itu tak bisa menghindari sentuhan dengan pria yang sedari tadi beriringan dengannya. Ia bisa merasakan kehangatan dari lengan pria bermata hijau dipundak, membawa dirinya semakin rapat ke tubuh pria tersebut dengan maksud melindungi gadis itu dari desakan orang yang sama-sama tidak mau mengalah memberi jalan. Sekalipun terjebak di tengah lautan manusia, namun kelihatannya justru sedikit membuat kulit gadis bermata coklat ini menjadi semerah kepiting rebus.
Sesekali ia melirik.
Memperhatikan wajah tenang—tanpa ekspresi—pria itu menggunakan tangan satunya menghalau orang lain agar memberi jalan kepada mereka berdua. Begitu dekatnya posisi mereka hingga tak terelakkan kepala gadis itu terkulai di dada bidang si pria. Hangat. Kelopaknya menutup. Membiarkan kegelapan memanjakan si gadis untuk lebih meresapi kehangatan milik si pria. Jika bukan suara riuh manusia melainkan musik di sekitar mereka, maka keduanya terlihat seperti berdansa.
Tak lama, bisa dirasakannya suara bising sekitarnya mereda hingga gadis itu penasaran dan membuka mata. Mendapati mereka ternyata cukup jauh dari keramaian tadi dan mata mereka disuguhi pemandangan dimana lautan bintang terlihat jelas. Sungguh menakjubkan si gadis yang kini terpukau sambil tersenyum senang mengamati. Tapi, tujuan utama ke festival ini adalah melihat kembang api.
"Kenapa kita ke sini?" Akhirnya ia bertanya. Karena lautan manusia yang mereka lewati tadi adalah tempat favorit untuk menyaksikan kembang api.
Belum ada jawaban dari pria itu, namun ia tak perlu menjawab. Sebuah bunyi keras mengambil perhatian si gadis yang kini mengikuti sebuah api berpendar di tengah lautan bintang bagaikan kembang warna-warni. Keindahannya membuat hati si gadis merasa sangat senang sampai tak mengetahui bahwa sepasang mata sehijau bambu tengah menatapnya tanpa berpaling ataupun melirik si kembang api. Dia tak perlu melihatnya. Itu bukanlah tujuan utamanya datang ke sini. Yang pria itu ingin lihat adalah sekuntum kembang disampingnya ini tersenyum senang bahagia.
Dan itu menurutnya lebih cantik dari kembang api.
If you don't mind, please
