"Okaa-san," panggil Hitomi pada Sakura yang sedang memotong-motong tomat di dapur.
"Nani?" tanya Sakura tanpa mengalihkan pandangannya untuk menatap Hitomi.
"Kaa-san tidak lupa kan kalau hari ini aku masuk Akademi?" tanya Hitomi menyelidik. Iris emerald-nya menatap Sakura tajam. Sakura langsung menghentikan kegiatannya dan ganti menatap Hitomi dengan gugup.
"E-Eh? T-Tentu saja, mana mungkin okaa-san-mu ini lupa? Ahahaha," tawanya canggung. Sedangkan Hitomi masih menatapnya dengan curiga. Jujur, sebenarnya Sakura tidak mengetahui apa-apa tentang hal yang dibicarakan Hitomi.
"Benar Kaa-san tidak lupa? Kalau begitu, aku ingin Tou-san juga ikut. Kaa-san bisa tidak bilang sama Tou-san?" pinta Hitomi penuh harap. Sakura lalu menganggukkan kepalanya pelan.
"Yatta! Okaa-san baik, deh!" Raut wajah Hitomi berubah menjadi ceria. Ia langsung berlari memeluk pinggang Sakura, lalu sedikit berjinjit untuk mencium pipi Sakura.
CUP~!
"Aku mau bersiap-siap dulu, ya!" ucap Hitomi sambil berjalan ke arah tangga. Sakura memandang kepergian Hitomi dalam diam. Dan detik berikutnya ia tersenyum haru.
"Kami-sama, anak perempuanku manis sekali~!"
.
Our Future
.
A SasuSaku's Fiction
.
Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Kireina Yume
.
Warning : Typo(s), EYD tidak beraturan, OOC, OC, Semi-Canon, Little bit Humor(maybe), etc
.
Enjoy!
.
Chapter 2 : Eh! We Got Lostin The Future?
Flashback
"Kau siapa?" Sasuke bertanya dengan raut wajah kebingungan yang selama ini belum pernah ia tampakkan.
Iris onyx-nya mengamati gadis kecil itu. Rambut hitam panjangnya sangat mirip dirinya dan juga iris emerald-nya yang cerah mirip dengan Sakura. Tunggu dulu! Ia melupakan sesuatu. Gadis tadi memanggil dirinya dan Sakura Tou-san dan Kaa-san. Apa mungkin dia itu…
"Jangan bercanda deh, aku kan anak Tou-san! Masa lupa, sih?" tanyanya kesal.
'ANAK! Sejak kapan aku punya anak?' seketika ia berteriak histeris. Didalam hati tentunya. Mana mungkin seorang Uchiha berteriak histeris? Ia lalu melirik ke arah Sakura.
Agaknya, Sakura juga terkejut sama seperti dirinya. Matanya terbelalak terkejut dan tubuhnya mematung. Sakura shock. Ia tahu itu. Dia masih ingat, dirinya dan Sakura baru saja bertarung lalu sampai ia dan Sakura terdampar ke dunia asing ini dan…. Taraa! Ada seorang bocah ingusan yang mengaku sebagai anaknya.
Gadis kecil itu menatap Sasuke serius.
"Tou-san! Aku Uchiha Hitomi ingat?" Sasuke tetap diam membuat gadis kecil yang diketahui bernama Hitomi itu berdecak kesal.
"Huh! Ya sudahlah. Tou-san hari ini aneh," cibir Hitomi sambil berbalik dan berjalan keluar dari kamar meninggalkan Sasuke dan Sakura yang hanya bisa memandang bingung.
"Sasuke-kun?"
"Hn?"
"Apa ini dunia masa depan kita?"
"Mungkin."
Flashback End
.
.
Sakura menaiki anak tangga menuju lantai atas tempat kamarnya dan err.. Sasuke dengan pelan. Ia sudah berjanji pada Hitomi bahwa ia harus berbicara dengan Sasuke tentang Hitomi yang akan masuk ke Akademi hari ini.
Tok Tok Tok
"Sasuke-kun! Boleh aku masuk?" tanyanya pada Sasuke yang masih berada di dalam kamar.
"Hn," gumaman khas milik Sasuke yang singkat terdengar. Sakura menganggap itu sebagai jawaban bahwa ia diijinkan memasuki kamar.
Krieett!
Suara decitan terdengar kala tangannya mendorong pelan pintu coklat tua itu. Dilihatnya Sasuke sedang memandangi balkon kamar.
"Ne, Sasuke-kun. Hitomi hari ini mulai masuk Akademi, dan ia meminta agar kau dan aku menemaninya," ucap Sakura pada Sasuke.
Hening. Tak ada jawaban.
"Dengar Sasuke-kun. Aku tahu kau masih kaget akan kejadian yang kita alami ini. Tapi ini masa depan kita dan kenyataannya Hitomi itu putrimu dan juga… putriku," lanjutnya dengan lirih. Ia lalu memandang Sasuke.
"Siapa bilang aku akan menolak?"
Jawaban Sasuke membuat Sakura tercengang. Apa Sasuke sudah mulai bisa beradaptasi di dunia masa depannya ini, ya?
.
.
"Shiori-chan! Ohayou!" Hitomi berlari-lari kecil menuju seorang gadis berambut pirang pucat seumuran dengannya yang berdiri di depan gerbang Akademi bersama seorang pria berambut seperti err.. nanas. Gadis itu menolehkan kepalanya ketika mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. Dan berikutnya senyum ceria terpampang diwajahnya,
"Ohayou, Hitomi-chan!" ucapnya sambil melambaikan tangannya pada Hitomi. Pria yang ada disamping gadis bernama Shiori itu –Shikamaru- menelengkan kepalanya sedikit.
Gumaman terdengar dari mulutnya, "Mendokuse, anak kecil memang berisik."
Lalu ia melirik dua sosok yang berjalan di belakang Hitomi.
"Yo! Sasuke, Sakura," sapanya sambil melambaikan tangannya pelan. Sasuke dan Sakura lalu berjalan pelan menghampirinya. "Sasuke, tumben kau mau menemani putrimu. Tidak sibuk dengan tugasmu sebagai kepala kepolisian, eh?" tanyanya.
'Aku jadi kepala kepolisian, ya?' gumam Sasuke dalam hati.
Duagh!
Tiba-tiba perut Sasuke disikut oleh Sakura yang berada disampingnya.
"Ittai!" rintihnya pelan. "Tch, apa masalahmu?" bisiknya sambil menolehkan kepalanya ke arah Sakura dan menatap wanita itu tajam.
"Acting! Kau harus acting, Sasuke-kun," bisik Sakura pada Sasuke. Sasuke lalu memandang Sakura dengan pandangan bingung. Sedangkan Shikamaru memandang curiga ke arah mereka.
"Cepat," desak Sakura. Sasuke hanya berdecih dan memalingkan wajahnya.
"Hn, aku libur hari ini," jawabnya pada Shikamaru. Sebelah alis Shikamaru sedikit terangkat. Sakura menepuk dahinya frustasi. Jawaban macam apa itu? Sudah menunggu lama-lama dan jawabannya hanya itu.
'Setidaknya basa-basilah sedikit, Sasuke-kun!' batinnya gemas.
"N-Ne, Shikamaru. Ino tidak ikut mengantar Shiori?" tanya Sakura sambil tersenyum canggung.
"Ino katanya sedang tidak enak badan," ujar Shikamaru. "Kau sendiri, sehabis mengantar Hitomi mau apa? Mau kencan sambil mengenang masa muda yang indah?" lanjut Shikamaru sambil terkekeh kecil.
Blushh!
Mendengar perkataan Shikamaru barusan membuat pipi Sakura panas. Ia lalu melirik ke arah Sasuke yang sudah memalingkan wajahnya. Samar-samar ia melihat semburat merah muda tipis di pipi Sasuke. Sasuke malu. Apa itu berarti Sasuke sudah mulai memiliki sedikit perasaan untuknya?
"Lihatlah reaksi kalian seperti anak muda yang sedang kasmaran. Sudahlah, aku mau kembali ke kantor Hokage. Pekerjaan menjadi penasehat itu sangat merepotkan," gerutunya sambil melangkah menjauhi mereka berdua dan mendekati Shiori.
"Tou-san pergi dulu," ucap Shikamaru pada Shiori.
"Otou-san, Okaa-san! Kami masuk dulu ya!" seruan Hitomi membuat keduanya tersentak.
"Belajar yang benar, ya!" ucap Sakura cepat sambil melambaikan tangannya.
Hitomi lalu melemparkan senyumnya pada Sakura dan Sasuke. Sedangkan Shiori hanya mengangguk sopan. Lalu keduanya melangkah memasuki Akademi.
"Kehidupan di sini sepertinya akan sulit," gumam Sasuke lirih disambut dengan anggukan setuju dari Sakura.
"Kau benar."
.
.
"Ngomong-ngomong darimana kau tahu bahwa Shiori adalah putri dari Ino dan Shikamaru?" tanya Sasuke. Saat ini dirinya dan Sakura sedang berjalan-jalan mengelilingi desa Konoha. Yah, mereka hanya ingin melihat-lihat perubahan apa yang terjadi di desa ini di masa depan nanti.
"Insting. Hanya karena insting dari seorang sahabat," jawab Sakura. Jujur, Sakura senang sekali Sasuke tidak lagi bersikap dingin padanya. Sasuke yang sekarang jauh lebih terbuka dan yah.. tidak gengsi untuk bertanya. "Lagipula kau kan melihat, Shiori itu sangat mirip dengan Ino. Persis seperti Ino waktu kecil," lanjutnya sambil membayangkan masa kecilnya bersama Ino.
"Ah! Sa-Sakura-chan, Sasuke-kun!"
Sakura dan Sasuke langsung menolehkan kepalanya kebelakang.
"Hinata," ucap Sakura. Sosok wanita muda berambut indigo panjang berlari kecil menghampiri keduanya.
"T-Tumben kalian berdua jalan-jalan. Biasanya kalian selalu sibuk?" tanya Hinata ramah. Penampilan Hinata sekarang menjadi lebih dewasa. Ia mengenakan rok terusan berwarna lavender lengan pendek.
"Ya begitulah," jawab Sakura sekenanya. Ia sebenarnya bingung harus menjawab apa. "Kau sendiri dari mana?"
"Aku dari berbelanja. Ya ampun! Gomen ne Sakura-chan, Sasuke-kun. Aku harus pulang untuk memandikan Natsumi," nada berbicaranya berubah panik.
"Tunggu, Natsumi itu siapa?" Sasuke yang dari tadi hanya diam akhirnya bertanya pada Hinata.
"Lho? Bukannya kalian tahu? Natsumi kan putriku dan Naruto-kun," ucapnya bingung. Ia lalu melirik ke arah Sasuke dan Sakura yang sama-sama menampilkan raut wajah bingung.
"Ya sudah aku pergi dulu. Jaa~!"
'Jadi semua ninja di sini sudah punya anak semua?' batin Sakura dan Sasuke.
"He? Tou-san, Kaa-san!" Lagi-lagi mereka menolehkan kepalanya kebelakang. Terlihat seorang remaja lelaki yang berdiri dibelakangnya. Dilihat dari penampilannya dia sepertinya seorang chunnin. Dan yang mengejutkan, wajah, rambut, dan mata pemuda itu mirip dengan Sasuke!
'Ya ampun! Mirip sekali dia dengan Sasuke-kun!' batin Sakura shock.
'Bocah ini, kenapa mirip denganku?'
.
つづく
(Tsuzuku/To Be Continue)
A/N :
Hai minna!
Akhirnya aku bisa nglanjutin fict ini. Dan aku seneng banget ternyata banyak yang suka ^_^
Gomen ne gak bisa apdet kilat, soalnya aku banyak tugas di sekolah dan aku sempat ngalamin shock ringan. Jadi kena WB mendadak. Waktu nglanjutin fict ini aku berusaha nglawan WB mati-matian. Jadi maaf banget kalau chapter ini mengecewakan.
Oke udah cukup curhatnya. Sekarang aku mau njelasin sebentar tentang fanfict ini.
Pertama, di masa depan ini jamannya setelah perang dunia ninja.
Kedua, pernikahan NaruHina ku-ralat. Yang tadinya 5 tahun jadi 12 tahun.
Ketiga, anaknya NaruHina namanya Natsumi umur 3 tahun. Anaknya ShikaIno namanya Shiori umur 8 tahun sama kayak Hitomi.
Udah segitu aja. Gomen gak bisa balesin review satu-satu. Intinya aku sangat berterimakasih sama readers sekalian yang udah review fict ini.
Mind to RnR again?
.
Sign
Kireina Yume
(7 August 2012)
