Title : Tricks About Love

Author : Hopekies

Pairing :

Kim Taehyung x Jung Hoseok

(V-Hope)

Slight YoonMin

Disclaimer :

Terinspirasi oleh beberapa anime dan sebuah realita kehidupan *abaikan*

Warning :

YAOI. Typo dimana-mana. Bahasa aneh, kadang rancu dan mungkin tidak sinkron

Don't like don't read

Summary : Tidak ada yang mengerti apa yang terjadi pada sebuah takdir. Namun, percayalah tidak semua takdir itu buruk, seperti halnya yang dialami oleh Taehyung

.

.

Happy Reading..


What is a Destiny?

.

.

Taehyung menidurkan kepalanya dibangku sekolahnya. Sudah hampir dua minggu dia tidak bertemu dengan Hoseok. Dan dia sama sekali tidak menghubungi Hoseok, tentu saja mereka bahkan lupa untuk bertukar nomor ponsel karena terlalu larut dalam permainan mereka dua minggu lalu. Entah kenapa, ada rasa rindu menyelimutinya.

'Hoseok-ah, kenapa aku jadi sering memikirkanmu akhir-akhir ini,' ucapnya dalam hati.

Jimin dengan wajah sumringah menatap ponselnya sejak tadi. Bahkan disela-sela pelajaran dia masih sempat membalas pesan sang kekasih gulanya, Min Yoongi. Mereka resmi berpacaran seminggu setelah kencan buta waktu itu. Perkembangan hubungan Jimin berbanding terbalik dengan Taehyung. Ibaratnya, jika Jimin itu tanaman yang sudah mencapai akhir fase vegetatif (berpacaran) sedangkan Taehyung masih dalam tahap memecah dormansi (tidak ada kemajuan).

"Nanti sore Yoongi hyung mengajakku ke toko buku," ucap Jimin sambil tersenyum menatap ponselnya. Dan secara tidak langsung, dia mengatakan pada Taehyung akan berkencan dengan kekasih gulanya,


"Taehyung-ah!" sapa Jimin dengan ceria saat membuka gagang pintu berwarna cokelat di kamar Taehyung membuat si empunya menoleh sekilas menatap sepupunya itu,

"Kau berisik Park," ucapnya terdengar sadis sebagai balasan sapaan sepupunya beberapa saat lalu.

"Aku lelah sekali," balas Jimin nyengir sambil menidurkan dirinya ke ranjang empuk milik Taehyung.

"Bagaimana kencanmu hari ini?" tanya Taehyung memecah keheningan diantara mereka, pertanyaan pancingan darinya tentu membuat semangat si empunya.

"Aku tidak menyangka Yoongi hyung sangat keren saat melakukan rap," jawab Jimin menerawang keatas kejadian beberapa jam lalu.

"Maksudmu?" Taehyung sedikit penasaran ucapan dengan ucapan Jimin.

"Ternyata Yoongi hyung masuk salah satu komunitas yang berisi musik dan tari dengan Hoseok,"

Hanya dibalas anggukan oleh Taehyung, 'Pantas saja mereka saling kenal.' Ucapnya dalam hati.

"Kau masih ingat Hoseok kan?" tanya Jimin memastikan, dia sangat hafal dengan perilaku Taehyung yang sedikit cuek dan tidak peduli dengan lingkungannya itu. Sedikit egois memang,

"Hoseok? Hm iya.." jawabnya sedikit lama, bagaimana mungkin dia bisa melupakan pria yang menarik perhatiannya hingga detik ini.

"Lain kali kau harus ikut Tae," ajak Jimin sambil tersenyum hingga memperlihatkan eye smile nya itu.


Hoseok mengusap keringat yang bercucuran dari pelipisnya dengan handuk yang dilampirkannya di leher sejak tadi.

"Huh..hah.." dia mulai mengatur nafasnya.

Yoongi melemparkan sebotol air mineral dingin pada Hoseok dan yang hanya dijawab senyum kecil darinya,

"Terima kasih hyung," ucapnya lalu membuka botol air tersebut.

"Hoseok-ah, apa kau tertarik dengan Taehyung?" tanya Yoongi tiba-tiba.

"Kenapa hyung?" tanyanya balik, tidak biasanya seorang Min Yoongi hingga ingin tau masalah asmara teman lainnya,

"Aniya, hanya ingin tau saja." Jawab Yoongi tersenyum garing sambil menggaruk tengkuknya.

"Sedikit hyung," jawab Hoseok akhirnya.

"Kenapa kau tidak mendekatinya?" tanya Yoongi sedikit mulai penasaran.

"Belum saatnya hyung," seketika Yoongi memandang datar kearah Hoseok.


Taehyung tengah menguap lebar saat sebuah ketukan pintu dari luar kamarnya membuyarkan kesadarannya secara paksa,

"Taehyung-ah! Cepat turun kebawah. Eomma mencarimu," ini suara Seokjin.

Taehyung masih mengerjapkan matanya mengumpulkan kesadaran penuh sebelum turun ke lantai bawah.

"Selamat pagi," sapanya masih setengah mengantuk duduk di salah satu bangku di meja makan. Tidak biasanya Seokjin membangunkannya pada hari libur seperti ini,

"Bersiap-siaplah, sebentar lagi akan kita akan mengadiri pertemuan penting." Ucap sang Eomma sambil mengoleskan sebuah potongan roti dengan selai cokelat.

"Kemana Eomma?" tanyanya sedikit penasaran.

"Pertemuan keluarga," jawab sang ibu singkat hanya dibalas anggukan oleh Taehyung.


Taehyung berpakaian rapi dengan setelan tuxedo hitam. Sama seperti Hyung-nya –Seokjin-. Sebelumnya sang ibu bercerita bahwa mereka akan menghadiri pertemuan di sebuah villa keluarga yang letaknya cukup jauh dari kota Seoul.

"Eomma apakah masih jauh?" tanya Taehyung sambil menguap.

"Sebentar lagi sampai sayang," balas sang ibu sambil mengusap pucuk kepalanya.

"Tae mulai mengantuk," dia menguap untuk kedua kalinya.

"Tidurlah sayang, nanti Eomma bangunkan."

Taehyung pun mengangguk dan mulai memejamkan matanya di bangku belakang mobilnya.


"Taehyung, Seokjin. Beri salam pada ajusshi," ucap sang ayah ketika berada di pintu utama dalam villa itu.

"Wah, anakmu sudah besar ya Taejin-ah." Balas lelaki paruh baya itu sambil tersenyum mengusak salah satu anak sahabatnya itu.

Mereka berdua pun membungkuk memberi salam pada lelaki paruh baya seusia ayahnya itu,

"Kau juga. Bukankah anakmu seusia dengan anak bungsuku ini?"

"Sepertinya begitu,"

"Juho-ya, beri salam pada Taejin ajusshi," ucap ajusshi itu pada anaknya.

'Sial, dia terlihat lebih dewasa dibandingkan Seokjin hyung,' ucap Taehyung dalam hati melihat anak laki-laki teman ayahnya itu, lalu dia sekilas menatap hyung-nya yang balik menatap sinis seolah tau arti tatapannya.

"Annyeong haseyo. Juho imnida," sapanya singkat.

"Juho-ya, tolong panggil hyung mu kemari," suruh ajusshi itu pada Juho anak keduanya.

"Eomma, bolehkah aku berkeliling villa ini?" tanya Taehyung merengek pelan sambil menarik-narik baju sang ibu. Rupanya dia sedang merajuk.

"Baiklah. Hati-hati sayang," ucap sang ibu akhirnya.


Mereka semua sedang mengobrol ringan di ruang tamu minus Taehyung, Juho, dan anak sulung teman ayahnya. Taehyung berkeliling villa dengan dominan cat berwarna cokelat ini, terlihat begitu klasik namun cukup nyaman dengan taman dengan berbagai dominasi bunga ataupun tanaman disekitar villa. Benar-benar pas untuk liburan keluarga, pikir Taehyung.

"Hyung, palliwa. Appa memanggilmu sekarang,"

Samar-samar Taehyung mendengar suara seseorang, yang diyakini adalah Juho.

"Hyung, jangan bersikap kekanakan seperti ini." ucapnya lagi.

Taehyung semakin mendekati suara Juho dan terdengar semakin jelas menurutnya. Dia mengikuti jalan setapak dengan langkah perlahan. Juho berkacak pinggang di depan sebuah kolam renang, mulutnya mengerucut dan terlihat –imut- jauh dari kesan pertemuan tadi. Seseorang menyembul dari dalam air,

"Shirreo," ucap orang itu seraya melepas kacamata renang yang dipakai.

Tiba-tiba Juho menyipitkan matanya mengedarkan pandangan ke sekitar. Mata netranya bertatapan dengan mata Taehyung.

'Sial, aku ketahuan.' Batin Taehyung gelisah. Diapun hanya bisa menggigit bibirnya karena rasa gelisahnya itu.

"Kau Tae-hyung?" tanya Juho dan membuat orang yang dikolam renang itu menoleh kearahnya,

"Taehyung Kim?"

"Annyeong," sapanya kikuk sambil tersenyum garing.

"Hyung mengenalnya?" tanya Juho sedikit bingung.

Taehyung mendekat ditempat Juho berdiri, sedikit menunduk melihat orang yang saat ini masih dikolam itu,

"Hoseok-ah," pekiknya kaget, "Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya lagi.

Hanya cengiran sebagai jawaban Hoseok, lalu dia duduk keluar dari kolam renang itu.


"Hyung, cepat lah ganti baju. Aku tunggu di dalam dengan yang lain," ini suara Juho. Diapun melempar handuk ke arah Hoseok.

"Jadi kau yang akan Appa jodohkan denganku?" tanya Hoseok santai sambil meminum es teh ditangannya yang mengayun kursi ayunan pelan.

Taehyung langsung terbatuk ketika memakan camilan ditangannya saat Hoseok bertanya demikian, "Uhuk, apa maksudmu?" tanya Taehyung bingung.

"Orang tuamu belum memberi tahumu tentang perjodohan kita?"

Hanya dibalas gelengan dari wajah polosnya,


Hanya suara denting sendok yang saling beradu di meja makan yang cukup besar ini. Keluarga Jung dan Kim sedang makan malam bersama. Disela-sela makan malam yang sunyi itu, sang kepala keluarga Jung mulai membuka percakapan untuk mencairkan suasana.

"Ku dengar dari Juho-ya, Taehyung dan Hoseok saling mengenal?"

Seketika semua pandangan beralih pada kedua nama yang disebut,

"Benarkah itu Tae?" tanya ayah Taehyung menatap anak bungsunya.

"Ne appa, aku hanya kenal saja dengan Hoseok. Tapi tidak akrab," jawab Taehyung seadanya, dia sungguh tidak berbohong tentang ini.

"Bagus, ku harap kalian bisa akrab," Jung ajusshi tersenyum ramah pada Taehyung dan membuatnya semakin gugup hingga sulit menelan salivanya.

"Kenapa ajusshi?" Taehyung mencoba bertanya meskipun dia sangat gugup. Sungguh dia sedikit merasa bahagia, namun dia masih belum siap untuk menerima semua ini.

"Kami sepakat menjodohkan kalian berdua," ini jawaban dari Kim Taejin, ayah Taehyung.

Seokjin disebelah Taehyung terlihat sedikit terkikik dan tetap menyantap makanan dengan nikmat. Berbeda dengan reaksi Taehyung yang sangat shocked sekaligus bingung. Hoseok yang berada tepat di depannya hanya mengedipkan sebelah matanya melihat perubahan ekspresi Taehyung yang sedikit memerah.


Semenjak pulang dari villa, Taehyung tidak dapat berhenti menghentikan senyum merekah dari wajah tampannya. Tangannya sibuk dengan benda bernama ponsel putih miliknya. Seokjin menggeleng heran menatap perubahan drastis dari adiknya itu seperti orang jatuh cinta, pikirnya. Sebuah pesan melalui aplikasi kakaotalk dia berkomunikasi dengan sang pujaan hati? Ntahlah sebut saja begitu.

Hoseok : Apakah kau sudah tidur Taehyung-ah? [20:30]

Dia menghela nafas, wajahnya seketika memerah mendapat pesan singkat dari Hoseok. Dengan segera dia mengetikkan sebuah balasan,

Taehyung : Kenapa memangnya? [20:32]

Setelah menekan tombol kirim, dia menunggu balasan dari orang diseberang.

Hoseok : Aku ingin meneleponmu, boleh? [20:33]

Taehyung : Bagaimana jika aku menolak? [20:33]

Tak perlu menunggu jawaban dari Taehyung, tiba-tiba ada panggilan masuk di ponselnya. Dan ini dari Hoseok.

Sebelum mengangkat telepon, dia membuka balkon kamarnya. Tiba-tiba AC kamarnya tidak terasa dingin, sedikit keringat bercucuran dari pelipisnya. Lalu dia menekan tombol hijau (terima) pada ponselnya itu,

"Yeoboseyo," suaranya sangat pelan dan bergetar.

"Apa kau gugup?" cengiran khas Hoseok terdengar diseberang.

"Gugup? Untuk apa?" sekatnya cepat dan sedikit kesal dengan.

"Apa kau kosong minggu ini?"

"Molla, mungkin aku sibuk dengan belajar untuk Try Out sekolah."

"Jadi kau tidak bisa?" terdengar helaan nafas kecewa diseberang.

"Akan ku pikirkan," sekarang dia sedikit terkekeh mendengar helaaan kecewa dari Hoseok. Tentu saja, mengerjai Hoseok sesekali tidak masalah.

"Hanya untuk 3 jam?" bujuk Hoseok.

"Baiklah," jawab Taehyung akhirnya.

"Aku jemput dirumahmu, pukul 4 sore." Ucap Hoseok final.

"Hmm.."

"Allright, good night my Taetae. Sleep well." Ucap Hoseok lagi sebelum menutup telepon.

"Ya! Jung Hoseok! My Taetae? Sejak kapan?" Taehyung menaikkan suaranya agar terkesan sedikit marah.

"From now, until forever..."

Senyum merekah dibibir Taehyung "Cih, dasar kuda." balasnya,

Tut..tut..tut..

Telepon diputus secara sepihak oleh Hoseok. Membuat Taehyung sedikit geram. Dia hanya tersenyum sambil memandang langit yang penuh bintang malam ini.

.

.

.

TBC

Aku sedikit memperpanjang chapter ini? Bagaimana menurut kalian? Semoga kalian masih penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya wkwk *ini apa*

Oh ya, Juho aka Zuho (yang akan jadi nama panggungnya) yang aku gunakan sebagai adik Hoseok itu bukan OC. Dia member Neoz School hihihi, wajahnya tampan dan terlihat sangat dewasa,sangat disayangkan dia line 96 *curhat* x') karena itu aku menggunakannya sebagai adik (?) *maksa*

Buat kalian yang menjalankan puasa, selamat menunaikan ibadah puasa ^^

Untuk fanfic War of Hormone sedang proses. Semoga minggu depan aku bisa update (tapi tidak janji)

Oke, sekian cuap-cuap dariku. Aku menunggu masukan, kritik atau saran dari kalian.

Mind to reviews?