" Ketika seseorang menutup ruang hatinya untukmu, yakinlah ada ruang hati lain yang menunggu untuk kau masuki. "
.
.
.
Jika Suatu Hari Nanti
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Waning : OOC, EYD, Typo, dll.
Genre : Romance, Drama, dll
.
.
.
CHAPTER 2
.
Kiba & Sakura
"Kiba..! Tunggu…!" teriak Sakura dengan napas terengah.
Seorang cowok berambut coklat jabrik dan memiliki tato segitiga terbalik berwarna merah di kedua pipinya itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang "Lelet banget, sih!" gerutu Kiba.
"Ya kamu itu, larinya kenceng banget!" balas Sakura sengit
Inzuka Kiba dan Haruno Sakura, sapasang sahabat yang sama-sama tidak mempunyai ibu, bedanya ibu Sakura meninggal karena sakit, sedangkan ibu Kiba meninggal karena kecelakaan bersama kakak perempuannya.
" Kiba, kamu jangan ninggalin aku dong!" pinta Sakura
" Yang ninggalin kamu tuh siapa? Aku hanya ngejar waktu biar gag telat." Jelas Kiba
" Sama aja!" timpal Sakura "kamu kan tahu banget aku gak bisa lari kenceng."
"Eh, rambut gulali, kalo kita nggak lari buat ngejar waktu, kita bisa telat masuk kelas. Aku nggak mau dihukum gara-gara kamu!" Kiba ketus
"Bodo! Biasanya juga sering dihukum." Sakura nggak mau kalah
"Ya itu juga gara-gara kamu! Ayo buruan ! Udah siang, nih ! "
Kiba menarik tangan Sakura untuk kembali berlari. Pagi ini memang sial bagi mereka. Mobil ayah Kiba yang biasa mengantar mereka sekolah mendadak mogok. Jarak yang harus mereka tempuh masih lumayan jauh, dan tidak ada taxi yang lewat. Akhirnya keduanya memutuskan untuk berjalan kaki. Awalnya Sakura menolak, tapi setelah dipaksa oleh Kiba, akhirnya gadis itu luluh juga.
.
.
.
"Untung aja nggak telat ya, Ra!" ucap Kiba lega setelah mereka memasuki gerbang KONOHA SENIOR HIGH SCHOOL.
"Untung apanya..." Sakura masih saja mengerutu. "badanku capek semua dan lihat ini," Sakura menunjuk dahi lebarnya yang penuh keringat sebesar biji jagung.
Kiba mencibir."Dasar anak manja!"umpatnya.
Sakura tak menghiraukan perkataan Kiba, ia meninggalkan cowok itu dan melangkah menuju kelasnya yang berada disamping kelas Kiba.
"Sakura, tunggu!" panggil Kiba. "Kamu jangan ngambek, dong!"
Sakura menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya kepada Kiba, dan saat berbalik kedepan, tiba-tiba...
AWW!
Sakura mengerang sambil memegangi keningnya yang membentur sesuatu yang keras.
Samar dia mendengar erangan yang sama didepannya.
" Aww..." pekik seseorang sambil mengusap ujung dagunya.
Sakura memandangnya dengan dahi berkerut. Seorang pemuda berbadan tinggi tegap, berambut pirang jabrik, beriris blue saphire, dan mempunyai tiga guratan tipis di masing-masing pipinya seperti kumis rubah, menjadikan pemuda yang berdiri didepanya terlihat imut.
"Kamu nggak papa kan, Ra?" tanya Kiba khawatir.
"Gomen nasai." Ucap Sakura pada pemuda itu. "Daijobu desu ka?"
Pemuda itu memandang sakura dengan tarsenyum, "Aku nggak papa, kok! Kamu tenang aja." Ucapnya kalem lalu melangkah meninggalkan mereka.
Sakura membalas senyumnya "Syukurlah."
Terdengar suara bel pertanda pelajaran pertama akan segera dimulai. "masuk yuk, ra!" ajak Kiba
"Aku nggak pernah liat cowok itu sebelumnya Kiba, kayaknya bukan anak sekolah kita."
Kiba tak mengubris pertanyaan Sakura, ia menarik tangan Sakura seperti yang ia lakukan saat berangkat sekolah tadi.
"Kiba!" Sakura cemberut.
.
.
.
Jam pertama di kelas Sakura adalah fisika. Pelajaran yang paling dibenci oleknya. Ia paling anti saat harus berhadapan dengan hantu yang satu ini.
Asuma-sensei, selaku wakil kepala sekolah di KSHS memasuki kelas sakura. Seluruh kelas menjadi ribut karena bukan Asuma-sensei yang seharusnya datang, melankan Ibiki-sensei.
"Forehead, tumben Asuma-sensei masuk kelas kita,ya?" bisik Ino yang duduk dibangku belakang Sakura.
Sakura mengangkat bahunya, "Nggak tahu." Jawab Sakura singkat. "Semoga aja ada berita bagus."
"Let's see…"
"Maaf pagi ini bapak mendadak masuk kelas kalian. Bapak hanya ingin memberitahukan bahwa hari ini Ibiki-sensei, guru fisika kalian berhalangan hadir…" jelas Asuma-sensei
"Hore..! yes…" pekik seluruh kelas.
'Syukurlah monster Ibiki nggak masuk! Selamat deh aku hari ini!' ucap Sakura dalam hati.
"Kalian tenang dulu!" pinta Asuma-sensei dengan suara yang menggelegar hingga membuat seisi kelas kembali tenang, "Hari ini , bapak akan memperkenalkan seorang teman baru untuk kalian."
"Cewek apa cowok, pak?" tanya Lee dari deretan bangku paling kanan.
"Cowok." Jawab Asuma-sensei.
"Yaaa…" Lee dan teman segang-nya mendadak nggak semangat.
"Ganteng nggak, pak?" celetuk Shion, murid yang terkenal paling centil di kelas itu.
Asuma-sensei hanya tersenyum menanggapi peranyaan Shion.
"Udah ada yang punya belum, pak?" tanya Shion lagi.
"Plat hitam." Jawab asuma-sensei sekenanya.
Sakura hanya tersenyum melihat tingkah temannya itu, lalu kembali melanjutkan membaca buku kimia yang sedari tadi ia baca.
Mendadak kelas menjadi gaduh "Forhead, orangnya ganteng banget," bisik Ino.
"So..?" jawab Sakura tetap asik membaca bukunya
"Yah, siapa tau kamu bakal naksir" Ino mencibir.
Sakura mengangkat bahunya cuek.
Asuma-sensei menyuruh anak baru itu untuk memperkenalkan dirinya di depan kelas.
"Hajimemashite, watashi wa Uzumaki Naruto desu, pindahan dari AME SENIOR HIGH SCHOOL, yoroshiku." Ucap anak baru itu yang memperkenalkan dirinya bernama Naruto, tetapi Sakura tak memperhatikannya,tetap asik membaca buku.
"Hai!" ucap seseorang tepat disamping Sakura.
Sakura menghentikan membaca lalu mendogak keatas, ia terkesiap menyadari sosok yang kini berdiri disamping bangkunya.
"Kamu…" Sakura mengerutkan dahi
"Ya…" jawabnya sambil tersenyum. "Boleh aku duduk di sebelah kamu?" ucapnya lembut.
Sakura mengangguk ragu, sambil melihat sekeliling. Tenyata memang bangku di sebelahnya ini satu-satunya bangku yang kosong.
Cowok itu mengulurkan tangannya kearah Sakura, "Naruto."
"Sakura." Jawabnya sambil membalas uluran tangan Naruto.
.
"Ke kantin yuk, Ra!" ajak Kiba yang sudah nongol di kelas Sakura saat istirahat.
"Heh?" Sakura kaget
"Dasar lemot. Yuk ke kantin!" Kiba mengulangi ajakannya.
"Oh iya." Jawab Sakura singkat lalu menoleh ke samping.
"Naruto, mau ikut juga?"
Naruto tidak merespons, ia tampak sedang beripikir. Kiba pun baru sadar ada seseorang di samping sakura. Lamat-lamat Kiba memperhatikan Naruto. "Kamu yang tadi….."
"Iya" jawab Sakura memotong ucapan Kiba. "Gimana, ikut nggak, Naruto?" tanya Sakura sekali lagi.
Naruto menggeleng. Sejurus kemudian, Kiba dan Sakura meninggalkannya. Naruto menghela nafas panjang.
.
.
.
"Dia anak baru di kelas kamu ya, Ra? Pindahan dari mana" tanya Kiba saat perjalanan ke kantin bersama Sakura.
"Iya. Nggak tau dia pindahan dari mana." Jawab Sakura enteng.
"Dasar apatis!"
"Maksud kamu?"
"Tetep aja nggak mau tahu urusan orang."
"Bukannya bagus?"
"Tapi ada saatnya kita tuh harus peduli sama orang lain."
"Kalo orang itu nggak penting, nggak ada alasannya dong aku harus perduli sama dia?"
Kiba menggeleng "Heran deh, kok bisa ya aku tahan punya sahabat kayak kamu."
"Aku tahu alasannya…"
"Apa coba?" Kiba ingin dengar jawaban dari mulut Sakura.
"Karena kamu sayang sama aku. Iya kan ?" Sakura tersenyum manis.
"Sayang sama kamu? Plis deh!" ucap Kiba sengaja dibuat-buat, lalu ia mempercepat langkahnya.
"Kiba tunggu!"
.
.
.
"Jadi papa ngggak bisa jemput Saku?" tanya Sakura di telepon.
Sakura cemberut, sepertinya papanya ada meeting dadakan dan nggak bisa menjemputnya. "Ya udah, deh! Saku pulang sendiri aja."
"Oke, pa!"
Klik.
Sakura melihat sekeliling, sekolahnya mulai sepi hanya satu dua orang saja yang terlihat disana. Ia menarik napas panjang. Diam-diam ia menyesali kebodohannya, coba tadi nggak ada acara marahan sama Kiba, dia nggak perlu pulang sendirian gini, kayak orang ilang.
Ciiitttt…
Sebuah motor berhenti di depan Sakura.
"Sendirian aja, Ra?"tanya Naruto setelah melepas helmnya.
Sakura hanya menangguk malas.
"Kok nggak bareng Kiba?" tanya Naruto. "Dia tadi nyariin kamu tuh!" lanjutnya.
"Benarkah?" mata Sakura berbinar, namun sedetik kemudian kembali murung.
"Lagi marahan sama Kiba?"
Sakura agak terkejut mendengarnya. Dengan cepat ia melompat duduk diatas pangkuan Naruto, eh salah, diatas motor Naruto. "Naruto,anterin aku pulang!" pinta Sakura terburu-buru.
"Cepet! Ntar aku kasih tau alamatnya setelah kita jalan."
Naruto tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya diam dan menuruti permintaan Sakura. Sejurus kemudian motor Naruto melesat meninggalkan area sekolah.
.
.
.
"Ji-san, Sakura ada?" tanya Kiba pada Kizashi Haruno papa Sakura yang saat itu membukakan pintu untuknya dan Akamaru anjing kesayangannya.
Malam ini, Kiba memutuskan untuk minta maaf pada Sakura atas apa yang telah ia lakukan pada gadis itu tadi pagi.
"oh Kiba! Dan Akamaru juga! Mari masuk, ada kok lagi dikamar. Langsung naik aja!"
Kiba mengangguk. "Arigatou ji-san!"
Sejurus kemudian, Kiba segera menuju kamar Sakura. Hal ini biasa ia lakukan saat ia bermain ke rumah Sakura. Begitu juga dengan Sakura saat main kerumah Kiba. Mereka sudah menganggap rumah satu sama lain sebagai rumah mereka sendiri.
"Saku, jangan cemerut dong. Iyaa aku salah, aku minta maaf, ya!" ucap Kiba saat tiba dikamar Sakura.
Sedangkan Akamaru langsung bersantai di karpet dekat tempat tidur Sakura.
Sakura pura-pura nggak mendengar ucapan Kiba, dengan cuek ia membolak-balik majalah remaja ditangannya.
"Sakuraaa….."
"Apa sih, Kiba. Berisik tahu?"
Kiba menarik napas, "Kalau aku ngasih ini, kira-kira masih marah nggak, ya?" Kiba menyodorkan sekotak ice cream pada Sakura.
Sakura melirik sebentar lalu kembali membaca majalahnya.
"Hmm.. ya udah, aku bawa pulang lagi aja! Ayo Akamaru, kita pulang" ucap Kiba seraya beranjak dari duduknya.
"Eh.. eh.. mau kemana?" jawab Sakura
Kiba tersenyum, merasa menang.
"Pulang aja, tapi ice cream sama Akamarunya nggak usah dibawa" ucap Sakura sambil melirik ke tangan Kiba.
Kiba terbahak lalu membuka kotak ice cream itu dan menyodorkan tepat dihadapan Sakura. "Mau kusuapin" tanyanya menggoda.
Saat itu juga Sakura tersenyum dan mengangguk malu-malu. Kiba mengacak rambut Sakura sesaat.
"Jadi, kamu udah nggak marah sama aku lagi, kan?"
Sakura mengangguk dan bersemangat menyendok ice cream hingga mulutnya belepotan.
"so… besok, kita lari lagi, ya." Jawab Kiba.
"Kiba….. !"
TBC
Nona fergie kennedy : Arigatou gozaimasu senpai, ini udah aku lanjutin, capek juga ngetiknya, ini baru pertemuan senpai, jadi tunggu kelanjutannya ya, untuk endingnya (RAHASIA)…
Sundusiyahasanah : Ini udah lanjut…
Ae Hatake : belum endingnya sekitar chapter 15/16
VVVVV
VVVV
VVV
VV
V
REVIEW
.
Tidak terima flame
Matur nuwun
