Disclaimer : not mine
Warning : Many mistakes, OCC.
.
.
.0o0o0o0o0.
_Tempat latihan_
''Kau sudah tahu isi hati dari adikmu kan?'' Aku berhenti untuk mengontrol benang-benang milikku. Bagaimana dia tahu itu? Setahuku hanya akulah yang tahu isi hati dari Kushina. Kushina sudah janji akan diam bukan? Lalu kenapa Zeus tahu semua ini. Aku menatapnya, dan Zeus menatap balik diriku dengan refleksi mata yang teduh.
''Aku tahu perasaanmu sebagai seorang kakak. Aku juga pernah menjadi peran kakak sama sepertimu Naruto.''
''Bagaimana anda tahu itu?'' Kulihat Zeus menghela nafasnya, dia terlihat tidak tenang ketika melakukan semua itu. Ada apa gerangan? Apakah ini akan ada sangkut pautnya pada adikku.
''Aku bisa merasakan rasa cinta itu pada Kushina pada waktu itu. Tujuan kami memberi latihan selama 30 tahun terpisah adalah untuk melenyapkan perasaan Kushina, tapi sepertinya tidak bisa.'' Jadi seperti ini kenapa aku tidak boleh bertemu dengan Kushina waktu itu.
''Kau ingin adikmu menyayangimu seperti dahulu kala. Bukan sayang berlebih hingga menjadi cinta, adikmu yang dulu selalu bermanja kepadamu. Kau ingin seperti itu kan? Naruto.'' Ya aku ingin seperti itu, tapi apakah bisa? Mengingat waktu itu pada saat di Taman Kushina sudah mengatakannya akan tetap mencintaiku. Bahkan Kushina rela menyerahkan semuanya kepadaku, aku merasa telah berdosa akan semua itu. Aku merasa sebagai kakak yang gagal membimbing adikku sendiri.
''Bisa, Kushina bisa dirubah. Dewa dan Dewi cinta yang aku utus sekarang ini tengah berusaha menghapus rasa cinta yang berlebih kepadamu. Apakah kau menyetujuinya? Lagipula jika kau tidak setuju, kami akan tetap menghapusnya.'' Benarkah itu?
''Mau bagaimana lagi, jika aku tidak setuju pun, anda akan tetap menghapus cinta Kushina kepadaku.'' Aku mulai melakukan lagi latihan yang sempat tertunda tadi. Sekarang ini aku tengah berusaha menciptakan suatu unsur penggabungan antara benang dengan kekuatan cahaya milikku. Tidak mudah, karena pada dasarnya mereka merupakan kesatuan yang terpisah dan berbeda.
''Baguslah, aku yakin pasti Eros, Aphrodite, dan Hymen mungkin bisa menghapus cinta Kushina kepadamu.'' Sekali lagi, aku menghentikan latihanku. Apakah benar-benar menghapus rasa cinta Kushina kepadaku? Tapi—ah tidak ada tapi-tapian, ini demi kebaikan diriku dan Kushina. Bagaimanapun juga jika aku dan Kushina melanjutkan hubungan ini akan berakibat buruk padaku nantinya.
Moral Manusia pada umumnya, menjadi landasan utama agar aku tidak termakan jebakan setan ini. Hubungan sedarah, bukanlah sebuah hal yang umum lagi. Hubungan itu dilarang, baik perasaan maupun hukum agama.
Tidak ada keraguan untuk menghapus semua perasaan terkutuk itu dari Kushina. Ini demi kenormalan dan kehormatan diriku sebagai Manusia. Aku yakin Dewa yang diutus oleh Zeus-sensei pasti bisa menangani ini.
''Bagus, pemikiran yang sangat dewasa sekali. Tidak heran jika kau adalah anak yang dipilih dari langit Naruto'' Aku sudah tahu bahwa mereka semua bisa membaca pikiranku, tapi kenapa aku masih saja terkadang lupa akan keistimewaan mereka itu.
''Sekarang, mungkin saatnya kau menjalani tahap percobaan pada kekuatanmu Naruto.'' Percobaan pada kekuatanku?
''Ya, ini akan mengetahui sejauh mana kau berkembang. Tiga buah Iblis dengan kekuatan pemusnah, apa yang akan kau lakukan nantinya jika dihadapkan oleh lawan ini.'' Aku mengangguk, walaupun ada perasaan gugup yang aku rasakan tapi aku harus bisa melakukan ini. Zeus menjentikkan jarinya, dan detik berikutnya muncul monster anjing berkepala 3 dengan tubuh yang besar. Aku terkejut melihat itu, ada sedikit rasa takut yang aku rasakan ketika aku menatap kemata mereka.
Kekuatan yang sangat besar, ya aku dapat merasakannya. Monster—tidak bukan monster, mahluk hidup ini mempunyai kekuatan yang sangat besar. Gigi yang runcing itu mengeluarkan elemennya masing-masing, aku jadi ragu melawannya.
''Namanya Cerberus.'' Cerberus? Anda bercanda kan sensei, inikah mahluk hidup yang anda bicarakan waktu itu yang berhasil menghalangi para pendosa dengan kekuatan besar memasuki Istana Dewa? Apa anda yakin aku bisa mengalahkannya, ini sangat mustahil.
''Kita tidak tahu jika belum mencobanya bukan. Aku akan melihat dari cermin Yata, berjuanglah sampai kau bisa mengalahkannya Naruto.'' Aku melompat jauh ketika serangan berbasis es dengan bentuk yang runcing itu hampir mengenai tubuhku, aku langsung terengah-engah. Inikah reflek kilat yang dibicarakan Hades, cukup menguras tenaga juga. Apalagi dengan gerak tubuhku yang agak sedikit bergetar, aku merasakan takut.
Takut akan kematian, tapi kan aku abadi bukan? Tidak usah khawatir, aku harus mencari cara agar aku terbiasa melawan mahluk yang mempunyai kekuatan seperti ini. Aku melompat kesana kemari demi menghindari berbagai serangan yang dilancarkan Cerberus.
''Kekuatan Pika-Pika milikmu tidak akan berguna melawan Cerberus Naruto. Cerberus memiliki kekuatan tersendiri yang mematahkan Logiamu. Bukan Haki, Cerberus memiliki elemen yang hampir sama seperti Haki. Jadi jangan sampai lengah, aku pergi dulu.'' Logia milikku tidak berguna melawan Cerberus? Oke, coba pikirkan dengan matang. Aku tidak bisa terus-menerus menghindar, apalagi dengan keadaan tubuh yang belum terbiasa dengan namanya musuh yang besar dan liar seperti ini.
Aku harus berpikir. ''Ukh!'' Benar apa kata Zeus-sensei, Logia milikku ternyata tidak berguna melawan Cerberus. Aku memegang luka yang diterima akibat ujung lancip es itu menyerempet kulitku. Tidak fatal namun berakibat buruk pada kondisi tubuhku.
Aku sembunyi dalam lebatnya hutan yang ada di latihan ini. Aku mencari tempat yang tepat untuk menghambat darah yang terus mengalir ini. Ketemu, aku yakin Cerberus sedang mencariku. ''Dia mendekat!'' Tapi tidak aku sangka Cerberus bisa begitu cepat menemukanku dalam lebatnya hutan ini, padahal aku sudah bergerak secepat cahaya dengan kekuatan Pika-Pika milikku untuk bersembunyi, namun masih tetap saja ditemukan.
Tunggu sebentar, mahluk itu seperti anjing. Kepekaan akan unsur panas hawa tubuh menjadi landasan utama bagi Cerberus untuk menemukan musuhnya yang bersembunyi, ya aku tahu sekarang. Dan mungkin juga dia sudah menandai bauku seperti apa.
Dia bisa melihat hawa panas tubuhku yang berkeringat dan gugup ini. Jadi tidak heran dia bisa dengan mudah menemukanku dalam lebatnya hutan ini, tidak ada waktu lagi.
Aku menyobek sebagian bagian bajuku untuk mengikatnya pada luka yang aku alami. Aku menatap sejenak keatas, tidak ada awan rupanya. Ini akan semakin sulit.
Aku menciptakan tiruan diriku dengan benang, aku memerintahkannya untuk berada disini. Aku berdiri, dan mulai menggerak-gerakan jariku. Kepala dari tiruanku mulai memudar jadi benang, dan begitupun seterusnya hingga menuju ke badannya, benang itu aku arahkan keatas, hingga pada ketinggian rata-rata yang cukup untuk mengurung Cerberus benang itu aku udarkan hingga seperti kembang api, meluncur deras ketanah dan menancap kokoh.
''Tori kago!'' dalam sangkar ini, aku bisa melakukan apapun untuk mengecoh mahluk ini. Cerberus mengaum keras, dan kini giliran kepala yang mempunyai elemen api yang menyerang, Cerberus hebat dan cepat. Tapi aku bisa mengimbanginya jika berada disini.
Aku bergerak keatas, menatap Cerberus dari udara. Kekuatan Pika-Pika aku gunakan untuk melubangi tubuhnya, laser kuning yang tercipta dari kelima jariku melesat cepat kearah Cerberus. Dia berhasil menghindar ternyata, selagi dia sibuk dengan banyaknya laser yang aku ciptakan aku menciptakan tiruanku lagi dengan benang dan menggantikanku disini.
Aku bergerak secepat cahaya untuk bersembunyi di belakang pohon yang besar. Menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Cerberus dan mengakhiri ini. Aku berharap indra Cerberus hanya menangkap hawa panas dari tiruanku.
Dapat aku lihat Cerberus berhasil terkena jebakanku. Dia menyerang tiruanku dengan cakarnya, tapi sudah aku gerakan benang-benang itu untuk mengikat tubuh Cerberus ketika tiruanku terkena serangannya dan memudar. Cerberus jatuh dengan keras ke tanah, tubuhnya tidak bisa bergerak dan inilah saatnya untuk mengakhiri semuanya.
'' Ōbāhīto!'' Akan aku akhiri semuanya dengan benang cambukku ini, aku harus menjadi kuat agar bisa mendamaikan alam semesta ini.
Setiap mahluk hidup menginginkan kehidupan. Mereka akan melakukan segala cara pembelaan untuk bertahan hidup.
Cerberus mahluk hidup, dan seperti kata Izanami-sensei mereka menginginkan kehidupan. Kehidupan merupakan sebuah anugrah tersendiri, aku bukanlah tuhan yang memutuskan untuk mencabut nyawa dari ciptaannya.
Aku tahu itu, sekarang aku tahu kenapa Zeus-sensei memberikan cobaan ini kepadaku, aku yakin dia berusaha mengetesku sampai mana pembelajaran setiap Dewa-Dewi membekas pada diriku.
Kemenangan bukan diraih dengan cara pembunuhan. Kemenangan itu ada pada hati kita tersendiri terhadap mahluk lainnya. Mereka membutuhkan kehidupan, begitu pula dengan kita. Membunuh bukanlah sebuah aspek untuk mencapai kemenangan.
Aku merasa sudah menang jika Cerberus terikat seperti itu. Tidak perlu membunuh, perkataan Athena-sensei ada benarnya juga. Dewi kebijaksanaan itu berhasil membuatku ingat dengan semua mahluk hidup. Aku memasukkan kembali benang cambukku, tidak ada gunanya mengambil nyawa mahluk lain. Cerberus membutuhkan kehidupan begitu pula dengan diriku.
Torikago aku udarkan, tidak ada manfaatnya lagi jika pertarungan ini berlangsung hingga saling membunuh. Tidak akan ada selesainya, aku berjalan menuju Cerberus berusaha untuk menemalisir ketakutanku kepadanya.
Dia mengaum keras, ketiga kepalanya berusaha memberontak. Aku takut, tapi aku harus bisa menenangkannya. Dia membutuhkan kasih sayang, aku masih ingat apa yang dikatakan Zeus-sensei waktu itu. Mengenai kelemahan Cerberus, yaitu kasih sayang.
Bagi yang baru mengenal Cerberus, pasti orang itu akan berpikir tidak ada kelemahan pada diri Cerberus. Kelemahan Cerberus hanya satu, yaitu dengan memberinya kasih sayang maka dia akan mengalah dan menurut seperti anjing yang jinak.
Pertama-tama aku memegang ekornya, tapi rasanya aku memegang bagian yang salah, dia langsung menyabetku dengan ekornya itu, ukh rasanya perih sekali. Aku mulai berusaha kembali, walaupun takut tapi aku harus bisa. Ku elus pelan badannya, tapi dia memberontak.
''Tenanglah Cerberus-kun, tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu.'' Cerberus semakin memberontak, ada apa gerangan. Aku sudah berusaha menenangkannya, tapi kenapa tidak berhasil. Apakah perkataanku kurang lembut seperti Amaterasu-sensei.
''Cerberus-kun~'' Oke itu membuatku ingin muntah, kenapa bisa aku membuat suara seperti itu. Sepertinya aku tidak bakat dengan suara lembut seperti Amaterasu-sensei. Cerberus semakin memberontak, kaki-kakinya menendang kesana kemari, tapi terhalang oleh benang yang mengikat tubuhnya.
Oh benangku, aku tahu kenapa Cerberus masih memberontak ketika aku elus dia dengan kasih sayang. Ternyata ada benangku yang masih mengikatnya, tapi jika aku lepas apakah akan baik-baik saja, bagaimana jika Cerberus menerkamku? Itu mungkin bisa menyakitiku tapi tidak bisa membunuhku, aku abadi kan? Apa yang perlu ditakutkan.
Aku mulai melepaskan benang-benang itu pada tubuh Cerberus, sedikit gemetar pada tubuhku ketika pergerakan Cerberus berhenti memberontak. Oke jangan takut, tadi kau bilang tidak perlu ditakutkan kan? Ini cobaan untuk rasa takutmu.
Dan ketika semua benang itu memudar, Cerberus terbebas dan langsung mengunciku dengan cakar kakinya, begitu berat. Aku terdesak, kalau seperti ini aku tidak akan bisa memberinya kasih sayang. Moncong Cerberus berada tepat didepan wajahku.
Aku sangat takut sekali, walaupun aku hidup Abadi tapi ini membuatku takut. Cerberus membuka mulutnya, dia mengaum keras tepat didepan wajahku, sungguh gila. Aku berusaha menggapai moncong itu, berusaha untuk menenangkannya, aku menutup mataku karena jika ditolak pasti tanganku akan di gigit.
Dapat aku rasakan melalui telapak tanganku, aku memegangnya. Sedikit takut aku membuka mataku, aku melihatnya. Cerberus menjadi jinak, dia menutup matanya ketika tanganku menyentuh ujung hidungnya. Begitupun dengan dua kepala yang ada, mereka menutup mata, mungkin menikmati ini.
''Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu.'' Cerberus membebaskanku. Dia terduduk dan tubuhnya bersinar terang, apa aku melakukan hal yang salah?
.
.0o0o0o0o0.
_Cermin Yata_
''Lihat? Bahkan Naruto sudah bisa mengerti apa maksud dari latihan ini.'' Poseidon bangun dari duduknya, bukan alasan untuk pergi tapi untuk melihat dengan jelas bentuk kesadaran dan arti pemahaman dari Naruto, anak didik dari semua Dewa-Dewi.
''Zeus-dono, prasasti itu tidaklah salah. Naruto, memanglah anak yang dipilih dari tuhan untuk mendamaikan dunia ini.'' Zeus tahu itu, melihat dan mengajarkan banyak hal pada Naruto sudah membuatnya tahu bahwa memang Naruto adalah sang anak terpilih dari langit. Salah satu dari dua anak yang mampu memakan buah Iblis sebanyak 5 buah, ini merupakan sebuah keajaiban.
Masih ingat dengan jelas tulisan yang tertulis rapih dalam Prasasti yang ditemukannya puluhan tahun lalu. Zeus masih mengingatnya.
Dia adalah pilihan, mahluk yang suci yang dipilih oleh langit.
Salah satu dari dua anak yang akan mampu memakan 5 buah Iblis.
Tanpa meledak sedikitpun, dia anugrah.
Dia anugrah yang akan meluruskan seluruh mahluk hidup.
Dia anugrah yang akan mengerti seluruh pelajaran.
Dia anugrah yang sempurna.
Sebagai alat untuk perdamaian.
Carilah, dia akan terlihat mencolok sebagai seorang Mahluk biasa.
Cahaya putih akan selalu menyertainya.
''Naruto adalah anugrah yang sempurna, tapi kita masih belum menemukan satu anak lagi yang dapat memakan 5 buah Iblis sekaligus. Apakah anak itu yang akan menjadi musuh nyata kita semua?'' Zeus memaparkan semua pikirannya, satu kalimat yang sangat ganjil itu membuatnya tidak tenang. Kekuatan buah Iblis sangatlah hebat, dan 5 buah iblis dalam satu tubuh akan berbahaya sebagai lawan.
''Semua pelayan kita masih belum menemukan tanda itu. Apakah mungkin Manusia itu akan terlihat kegelapannya? Bukan cahaya seperti Naruto.'' Perkataan itu mendapat respon banyak dari berbagai Dewa-Dewi, Artemis berdiri dari duduknya demi memaparkan idenya.
''Selama ini kita mencari tidak ada cahaya lagi selain Naruto. Cermin Yata tidaklah bohong akan pandangannya. Mungkin Manusia itu akan terlihat kegelapannya.''
''Coba anda lihat baik-baik melalui Cermin Yata Artemis-dono, ada beberapa Manusia yang dipandang gelap, mustahil untuk mencari Manusia itu jika kegelapan yang terlihat sebanyak ini.'' Cermin Yata berubah pandangan yang tadinya memperlihatkan Naruto sekarang berganti ke pandangan dunia dimana Manusia dan berbagai mahluk lain hidup.
Ada banyak Mahluk yang dipandang gelap di Cermin Yata, sisanya netral seperti biasanya. Tidak ada cahaya sama sekali, bahkan mata yang sangat hebat melihat seperti Hermes tidak bisa menemukan cahaya lagi selain Naruto.
''Bagaimanapun juga, kita harus menemukannya. Dan mendidiknya hingga benar.'' Izanagi mulai menyantap beberapa makanan yang tersedia di meja makan ini, sisanya dia memerhatikan arah perbincangan yang mulai serius.
''Hades, temui para Mou di dunia bawah. Mintalah beberapa bantuan mereka untuk mencari Mahluk yang kita cari. Helios, temui para malaikat di Surga, ini saatnya bagi mereka membantu kita. Dan Athena tolong bujuk Azazel untuk membantu pencarian ini. Kita tidak tahu seberapa kuat Mahluk itu jika menjadi musuh kita. Prasasti itu telah menunjukan kenyataannya, satu mahluk cahaya sudah kita temukan. Tinggal mencari yang satunya lagi, kegelapan ataupun netral semuanya selidiki.'' Bagi Dewa maupun Dewi yang namanya disebutkan tadi langsung berdiri dari duduknya.
''Kita adalah Dewa, satuan terkuat di dunia ini. Jangan sampai mengotori julukan kalian dengan gagalnya mencari Mahluk itu. Sementara aku, akan mengawasi perkembangan Naruto disini. Kalian paham.''
''Hm!'' Zeus berjalan cepat, tujuannya adalah tempat pelatihan Naruto berada.
''Aphrodite.'' Sembari berjalan Zeus memanggil Aphrodite, dan Aphrodite menyusul hingga berjalan mendampingi sang pemimpin Dewa.
''Ada apa?''
''Bagaimana dengan Kushina.'' Aphrodite tersenyum kecil.
''Sukses, walaupun memerlukan beberapa usaha tapi kami berhasil menghapus cinta itu.'' Zeus juga pada akhirnya tersenyum juga, usaha sang Dewa-Dewi cinta akan ia balas nanti.
''Tapi..'' Zeus menghentikan jalannya begitu juga dengan Aphrodite.
''Tapi apa.''
''Kushina akan membenci Naruto, dia tidak akan akrab dengan kakaknya.'' Zeus melebarkan matanya sedikit terkejut.
''Bagaimana bisa seperti itu.''
''Hanya itulah cara yang bisa menghapus cinta Kushina. Kami sedikit kewalahan ketika berusaha menghapus cinta itu dengan kekuatan kami. Dia sangat kuat mencintai Naruto, bahkan pikirannya hanya ada Naruto dan Naruto.''
''Sebegitu besarkah cinta Kushina pada kakaknya. Ya, mau bagaimana lagi. Mungkin Naruto akan terkejut ketika mendengar ini.'' Zeus melanjutkan perjalanannya dan disusul oleh Aphrodite dibelakang.
''Dasar, anda juga begitu''
''Apa kau bilang?''
''Ah tidak, hamba hanya sedang menghela nafas tadi.'' Syukurlah kalau Zeus tidak mendengarkan gumaman Aphrodite tadi.
.
.0o0o0o0o0o0.
_Tempat latihan_
Apa aku percaya dengan pemandangan didepanku ini? Aku sangatlah tidak percaya ini! Kenapa bisa Cerberus berubah menjadi 3 wanita cantik! Setahuku Cerberus hanya mahluk hidup berbentuk Anjing kepala tiga, tidak mungkin 3 wanita.
Oke, aku ingat-ingat perlakuanku tadi. Aku mengelusnya, bercahaya dan jadi seperti ini. Apa mungkin inilah perwujudan dari Cerberus yang sebenarnya. Sangat mustahil sekali.
''Anda masih belum percaya ternyata, kami adalah perwujudan Cerberus. Percayalah, kami dulunya memang seperti ini. Tapi kami bertiga dikutuk Tuhan karena lalai mengerjakan tugas kami.''
''Dikutuk oleh Tuhan?''
''Ya, kami dikutuk menjadi Anjing berkepala tiga. Sang maha kuasa mengatakan pada kami akan ada seorang Manusia yang akan membebaskan kami dari kutukannya. Dan ternyata andalah Manusia terpilih itu, terima kasih wahai tuanku.''
''Aduh! tolong jangan bersujud seperti itu'' Aku tidak pantas untuk dihormati dengan sujud, tolonglah sujud hanyalah milik Tuhan jangan lakukan sujud itu padaku. Aku tidak mau jika diperlakukan seperti itu akan berakibat pada diriku dan menjadi sombong.
''Tapi, inilah rasa syukur kami!'' Aku tercengang, seharusnya kalian harus bersyukur kedapa Tuhan yang mendatangkanku untuk membebaskan kalian, bukan aku yang dijadikan rasa syukur itu.
''Sebaiknya kalian bersyukurlah kepada sang maha kuasa, bukan kepadaku.'' Aku melihat ketiga wanita ini langsung berdiri, dan mulai menyadari kesalahannya dengan melakukan do'a kepada sang maha kuasa. Setidaknya aku bisa membuat mereka ingat dengan tuhannya.
''Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sebagai rasa terima kasih kami kepadamu yang sudah membebaskan kami. Tapi kami bertiga akan menjadi bawahanmu seumur hidup kami.'' Aku tercengang, ah aku tidak terbiasa dengan menjadi pemimpin. Aku tidak membutuhkan bawahan, yang aku butuhkan adalah teman.
''Err, teman saja ya. Aku tidak suka jika memiliki bawahan, menurutku menjadi pemimpin itu hanya orang-orang tertentu saja.'' Salah satu dari mereka menatapku dengan lekat, hey ayolah apa mereka lupa bahwa aku laki-laki normal yang pasti akan malu jika ditatap seperti itu. Aku sedikit salah tingkah, dan tentunya itu membuatku sedikit bodoh didepan ketiga wanita cantik ini.
''Anda tampan juga.'' Apa-apaan dia!
''Ah! Tidak, aku tidak tampan. Masih ada mahluk lain yang lebih baik dariku, tolong jangan memujiku seperti itu.'' Tertawa, mereka mempermainkanku! Apakah semua perempuan seperti itu kepada laki-laki? Aku sama sekali tidak mengerti, yang aku tahu perempuan yang terbaik adalah adikku sendiri.
''Jangan merendahkan diri Naruto-sama'' Tunggu dulu, bagaimana bisa dia mengetahui namaku?
''Aku dan kedua saudaraku mengetahui nama anda ketika tangan anda berhasil membebaskan kami.'' Jadi? Mereka tahu namaku dari tadi?
''Err, rasanya aneh sendiri kalau aku belum mengenal kalian sedangkan kalian sudah mengenalku. Bagaimana kalau perkenalan?''
''Perkenalan?'' Hah? Ada apa dengan diri mereka, kenapa seakan kata perkenalan sangat asing bagi mereka ya?
''Kalian tidak tahu mengenai perkenalan?'' Dan jawabannya sangat membuatku bingung setengah mati, bagaimana mungkin mereka bertiga tidak mengerti perkenalan. Apakah mereka tidak bersosialisasi? Tapi mereka pasti mengenal nama saudara mereka kan? Bukankah mereka sudah perkenalan?
''Sedikitpun tidak mengetahui perkenalan?!''
''Tidak tahu.'' Kompak dan apa-apaan wajah mereka yang sangat polos itu. Ini aneh, ini sangat aneh.
''Kalian pasti pernah mengatakan nama kalian masing-masing kan?''
''Err tidak, kami sudah mengetahui nama kami masing-masing tanpa mengatakannya. Memangnya kenapa?'' Aku menepuk wajahku frustasi, baru kali ini aku menemukan wanita yang sangat polos akan bahasa sosialisasi, tapi tunggu dulu. Pasti lingkungan yang ditempati mereka sangat tertutup dan terpelajar dengan baik.
''Ah tidak, hanya saja sangat mustahil sekali ada mahluk yang tidak mengetahui perkenalan. Memangnya bagaimana lingkungan kalian dahulunya?''
''Kami kesehariannya hanya menghalangi para pendosa masuk ke tempat suci. Tuhan tidak membiarkan kami tercemar lingkungan kotor yang ada didunia luar, itu mungkin menjadi alasan bagi kami tidak mengetahui perkenalan.'' Pantas sekali, kalau seperti itu aku juga memakluminya.
''Baiklah, aku ingin tahu nama kalian bertiga dan umur kalian.'' Aku akan mengajarkan mereka secara perlahan saja, mungkin inilah tugasku juga.
''Namaku Cerzia Laxer, umurku... Ah! aku sudah lupa tuan.'' Cerzia Laxer, namanya hampir seperti laki-laki, tapi itu tidak masalah. Nama mereka adalah pemberian dari Tuhan, jadi janganlah protes. Cerzia cantik dengan rambut hitamnya dan tergerai sampai menyentuh tanah, oke aku baru melihat rambut sepanjang itu seumur hidupku. Pakaiannya juga sangat sopan dan tertutup, itu sedikit membuktikan bahwa Cerzia dan saudaranya adalah didikan Tuhan.
''Namaku Becilia Laxer, dan umurku lupa.'' Satu muka satar tapi mempunyai pesona yang sungguh hebat, auranya seperti ibu-ibu walaupun wajahnya berkata lain. Rambutnya berwarna putih dengan kunciran dibelakangnya, dan juga sama-sama memakai pakaian yang sopan, mereka semua memakai pakaian yang sangat sopan sekali sekaligus tertutup.
''Namaku Ruslia Laxer, umurku lupa. Tapi kemungkinan 100 tahun lebih deh kalau tidak salah tapi, hehehe.'' Satu ramah, satu muka datar dan satu lagi pribadi yang ceria. Ruslia Laxer, cantik dan tentunya yang menambah cantik adalah rambut darinya, warnanya merah seperti adikku yang menjuntai indah kebawah pinggang, sungguh sangat mirip dengan adikku walaupun warna rambutnya lebih terang dari adikku.
Nama belakang mereka sama-sama memakai Laxer, keluarga ya? Keluarga yang sangat damai sekali ya.
''Cerzia, Becilia dan Ruslia. Aku akan mengingat nama kalian. Dan yang tadi itulah yang namanya perkenalan.''
''Oh jadi perkenalan seperti itu, aku baru tahu.''
''Dan asal anda tahu, nama Cerberus adalah pecahan dari nama kami bertiga. Cer—dengan kata depan Cerlia, Be—dari Becilia dan Rus—dari Ruslia. Bukankah kami bertiga kreatif.'' Oke kreatif—tunggu dulu! Mereka bahkan mengerti Kreatif, apakah hanya bahasa-bahasa tertentu yang mereka ketahui. Mungkin seperti itu pengetahuan mereka.
''Ya, aku bahkan baru menyadarinya jika saja kamu tidak mengatakannya.'' Ruslia tersenyum ceria, ya kerpibadiannya juga seperti, jangan heran Naruto, masih ada banyak orang yang seperti itu.
''Sekarang bagaimana kalau Ritualnya dimulai.'' Apa kata Becilia? Ritual? Memangnya Ritual apa yang akan mereka lakukan.
''Ritual?''
''Ya, kami bertiga sepakat akan menyerahkan seluruh tubuh kami kepada orang yang sudah membebaskan kami. Dan itulah sumpah kami bertiga ketika Tuhan mengatakan akan ada orang yang akan membebaskan kami.'' AKU TIDAK MAU ITU TERJADI! Oke, aku sebagai Manusia yang normal dan tentunya laki-laki yang tertarik dengan indahnya tubuh perempuan pasti menerimanya. Tapi ini sangat aneh sekali, bahkan aku baru mengenal mereka! Bagaimana mungkin baru kenal langsung saja bercinta!
''Itu aneh! Gagalkan sumpah itu!'' Reflek, aku memundurkan tubuhku menjauhi mereka tentunya.
''Kami sudah diajari agar tidak melanggar sumpah apapun! Sumpah kami seperti itu dan akan dilaksanakan.'' Aku sudah tidak tahan lagi, bisa-bisa aku melakukan dosa jika seperti ini terus. Mereka mulai memegang baju yang begitu indah mereka kenakan, apakah mereka akan berniat melakukan itu!
''TIDAK!''
.
.
To be continued.
A/N : Sedikit bocoran, chapter depan akan ada basah-basahnya hihihi. Jangan berpikir mesum dulu ya, karena belum tentu basah-basah itu lemon loh hahaha. Oke lupakan tentang lemon.
Saya akan menjawab beberapa pertanyaan dari reader yang ada yang menurutku perlu dijawab, sisanya terima kasih ya sudah mereview Fanfic ini dan sudah mem fav ataupun follow. Aku sangat senang sekali, perbuatan kalian membuatku jadi semangat menulis :D.
21senpai21 : Namanya juga AR mas, Alternatife Reality. Jadi saya merubah Zeus sebagai kakak dari Hera. Harem atau tidaknya masalah nanti, saya sudah memperhitungkannya. Dan tentunya akan ada musuh yang mengerti Buah Iblis dan Haki. Terima kasih sudah me Review.
Senju-nara shira : 1. Sekarang ini. Dan untuk pertanyaan ke dua, sepertinya berhasil atau mungkin tidak. Terima kasih atas do'anya, Aamiin. Begitu juga dengan anda semoga diberi kesehatan dan kemudahan di dunia nyata, dan tentunya menjadi langganan fic ini, hehehe. Terima kasih sudah me Review.
Al-Faraoh : Ah iya, saya lupa dengan kekuatan Supernova itu. Maaf, saya sudah ceroboh karena tidak mengeceknya terlebih dahulu. Namanya juga ide mas, pastinya langsung ditulis tanpa pikir panjang sebelum ide itu menghilang, hehehe.
Untuk beberapa Reader yang bingung kenapa Naruto memakan 3 buah Iblis tanpa meledak, sepertinya pertanyaan kalian dijawab oleh chapter ini. Dan tentunya masih ada rahasia lagi yang tersembunyi, ikuti saja ya. Harap sabar untuk menunggu chapter depan ya hehehehehehehehe #Ketawa Doflamingo.
Oh iya, kalau kalian bingung seperti apa bentuk wajah dari perwujudan Cerberus, aku merekomendasikannya.
Cerzia Laxer seperti Tifa Lockhart (Final Fantasy VII) hanya saja rambutnya panjang menyentuh lantai dan memakai pakaian kimono yang sangat tertutup.
Becilia Laxer seperti Kyogoku Maria (Sengoku Basara 4) hanya bedanya memakai pakaian yang sama tertutupnya seperti Cerzia, maupun Ruslia.
Ruslia Laxer seperti Lisara Restall (Dakara, bokuwa H! ga dekinai)
Review? Come to papa :D
.
