Selamat membaca minna ^_^
Reader PoV
Aku meresa bahagia dengan hadiah yang diberikan Tetsuya-kun, namun rasa cemas dan khawatir terus membayangiku. Bagaimanapun Tetsuya-kun adalah seorang pria. Apa tubuhnya akan sanggup ?
Kini usia kandungan Tetsuya-kun telah memasuki usia 6 minggu. Tetsuya-kun sering muntah dan lemas. Sekarang saja Tetsuya-kun sedang muntah di toilet, kalau bisa memilih, aku memilih untuk melihat Tetsuya-kun muntah karena latihan neraka dari Aida-senpai. Terkadang aku merasa sakit karena melihat kondisi Tetsuya-kun.
" Tetsuya-kun, minum ?" aku menyodorkan segelas air, namun Tetsuya-kun menggeleng
" nanti saja name-chan … ukh "
Aku menepuk – nepuk punggung Tetsuya-kun dengan lebut. Kami – ama tolong bant Tetsuya-kun untuk melewati hari-harinya.
Beberapa hari kemudian.
Syukurlah, keadaan Tetsuy-kun mulai membaik.
Aku sedang menyiapakan sarapan, lalu melihat Tetsuya-kun menuruni tangga mengenakan pakaian …
" Tetsuya-kun !" nada suaraku sedikit ketus
" hm ? ohayou name-chan " jawab Tetsuya-kun dengan wajah datarnya.
" aku kan sudah bilang urusan kebun dan ternak biar aku yang mengurusnya " aku berdecak pinggang. Tentu saja aku merasa sedikit kesal, Tetsuya-kun mengenakan pakaian yang biasanya ia gunakan untuk bekerja. Kemeja abu-abu, celana panjang hitam dan sarung tangan yang sudah sedikit kotor.
"Aku ingin bekerja name-chan"
" Tidak boleh ! " aku menggembungkan pipiku, kebiasaanku saat sedang kesal.
Tetsuya-kun berjalan mendekatiku, tangannya yang belum memakai sarung tangan mencubit pipiku.
" I .. i ... itte Tetsuya-kun !" aku berusaha melepas tangan Tetsuya-kun supaya ia melepas cubitannya.
" name-chan, aku hanya perlu mengawasi, sisanya akan dikerjakan oleh para robot."
" …"
" aku tidak akan kerja terlalu keras "
Aku menghadapkan wajahku ke kiri, aku tidak mau menatap Tetsuya-kun, namun aku tau Tetsuya-kun sedang tersenyum menatapku.
Aku berbalik dan menyiapkan sarapan di meja. Roti bakar dan vanilla milk.
" Tetsuya-kun aku akan marah kalau melihatmu kelelahan "
Tetsuya-kun tak menanggapi perkataanku, ia malah duduk lalu mengatakan " itadakimasu ". Oke, sekarang perempatan sudah muncul di pelipisku.
Aku kesal, Tetsuya-kun tidak menanggapiku, padahal aku serius.
Aku melepas apron berwarna hijau yang dihiasi bordiran bunga matahari ditengahnya. Aku sengaja membeli apron ini karena mengingatkanku pada si tsundere Midorima-kun dan si berisik Kise-kun.
Huft … aku mengehela nafas. Aku rindu teman – temanku.
Aku duduk di sofa sambil mengotak – atik remote TV.
" name-chan " Tetsuya-kun memanggilku, tapi aku tak berbalik atau menjawab panggilannya. Aku cemberut, kesal.
" name-chan " Tetsuya-kun memanggilku lagi.
Huft … bagaimana aku tak merasa kesal ?. Tetsuya-kun sedang hamil dan aku ingin ia istirahat. Aku bias mengurus kebun dan ternak walau sedikit berantakan tapi aku bias. Aku sibuk dengan pikiranku sendiri.
" name-chan ". Glek … aku menelan ludah dengan susah payah. Tetsuya-kun sudah berada di depanku. Aku langsung mebuang muka kearah lain.
" apa ?" suaruku pasti terdengar lebih ketus.
" aku minta ciuman " selamat bekerja" ".
heh ? wajahku pasti memerah.
" tapi aku tidak mau kalau kau memberikannya dengan wajah yang cemberut dan terpaksa "
" … "
" name-chan lihat aku "
" …"
" aku menyukai … ukh ". Tetsuya-kun mual lagi ?! aku langsung menatap Tetsuya-kun. Salah satu matanya tertutup, ia terlihat sedang menahan muntahnya.
" aku menyukai name-chan yang tersenyum " Tetsuya-kun tersenyum ? aku di jebak supaya menatap Tetsuya-kun.
" karena itu … " Tetsuya-kun menaikan jari telunjuk dan jari tengahnya, membentuk huruf V lalu menaruhnya di sisi kiri kanan bibirku. Menekannya dengan lembut dan mendorongnya naik sehingga aku tersenyum, yah walau senyumku aneh.
" tersenyumlah name-chan " Sial ! wajah Tetsuya-kun benar – benar manis,ia mengunakan puppy eyes-nya yang bahkan mengalahkan puppy eyes milik Kise-kun dan nigau. Ugh .. wajahku terasa panas. Aku menarik tangannya dan aku tersenyum. Senyum yang tulus.
" nah, name-chan sekarang ak- " aku memotong perkataanya dengan langsung mencium bibir tetsuya-kun.
" aku akan menemanimu, Tetsuya-kun ". Aku bergegas bangki dari sofa tapi Tetsuya-kun dengan cepat menarik tanganku. Oh, ayolah Tetsuya-kun, ada apa lagi ?
" kau belum menyelesaikan pekerjaan rumah atau kau mau aku juga yang menyelesaikannya ?" wajah Tetsuya-kun kembali datar.
Aku melihat sekelilingku. Cucian yang menumpuk, piring bekas sarapan, rumah yang belum di sapu. Aku berteriak dalam hati " mana mungkin aku membiarkan Tetsuya-kun yang menyelesaikan semua ini, aku pasti akan menjadi istri paling buruk di dunia ini ! " aku mengacak – acak rambutku. Tetsuya-kun sweetdrop.
Aku menyerah.
" Baiklah Tetsuya-kun, kau boleh pergi sendiri tapi kalau terjadi sesuatu kau harus langsung menghubungiku"
Tetsuya-kun mengecup keningku " ha'i, aku berangkat name-chan"
" hati – hati dijalan Tetsuya-kun " aku mengelus perut Tetsuya-kun " aka-chan juga ya ".
Baru 6 minggu kan ?! minggu – minggu berikutnya akan seperti apa ? yosh ! ganbatte name-chan demi Tetsuya-kun dan Aka-chan
TBC
Hallo minna ..
Huft ... author-chan lagi sedih karena nggak lulus masuk universitas, kasihan yah ( siapa yang menyuruhmu curhat ! ) hehehe tapi gpp author-chan tetap semangat. Tahun depan author-chan pasti Jadi Author-chan jadi nggak begitu sibuk deh dan mungkin bisa lebih cepat update chapter berikutnya. Maaf yah kalau author-chan masih miskin kata/bletakk
Balasan review yeay
*Kyoko chan : yosh, chapter selanjutnya segera akan menyusul
*Lala chan ssu : hehehe, Lala cha lucu yah. Pakai ssu dan cchin tapi setianya ke Sakurai. Sumimasen,cerita gampang ketebak ya ?
Terima kasih Untuk review-nya
…
Oke, Minna kalau mau kasih saran dan ide untuk fic you, me and ...
silahkan review
See you next chapter
