Family Tree

Harry Potter (c) J. K. Rowling

Warning OC, OOC , Typo, geje

Summery Ketika cinta datang tidak pada tempatnya

Pair Draco Malfoy dan Hermione Granger


You didn't ask for this

Nobody ever would

Caught in the middle of this dysfunction

It's yoursad reality

It's your messed up family tree

And all your left with all these questions

Draco tak pernah meminta di lahirkan di keluarga Malfoy, bukannya ia tak bahagia. Bukan. Ibunya sangat baik. Ayahnya juga sebenarnya- namun dengan cara yang salah-. Ia sangat dimanjakan- dengan kekayaan dan terpenuhinya seluruh keinginnanya. Disaat semua anak harus merengenk demi mendapatkan hal terbaik- ia disodorkan seluruh hal terbaik untuknya- dari pakaian-makananan-segalanya serba kualitas teratas. Tak sekalipun Draco pernah melihat kebawah.

Namun bagaimanapun ia merasa kosong. Jauh didalam hatinya ada sebuah lubang- lubang besar- yang ia sembunyikan dalam seriangainya- dalam hartanya- dalam kenakanannya- dalam kejailannya. Sebenarnya ia kadang merasa iri terhadap hubungan pertemanan trio-Gryffinddor itu. Begitu putih bersih saling mengisi. Bukan seperti pertemanannya dengan teman-teman Slytherinnya yang penuh belukar sana sini. Saling memanfaatkan. Penjilat- penjilat yang menginginkan harta dan kekuasaan keluarganya. Kadang ia terlalu lelah ber-drama, hanya Tori -Astoria Greengrass- yang sedikit berbeda. Ia tak terlalu suka bergossip seperti kakaknya Dephine. Ia cantik baik polos -lovable-. Mungkin karena dilindungi kakaknya, Tori tumbuh berbeda dari gadis Slytherin lain. Well walau beberapa hal tetap dapat dikatakan Tori benar-benar Slytherin, salah satunya tentu saja keegoisannya dan yah kemurnian darahnya. Sejak kecil Draco dan Tori telah berteman baik. Keduanya tau tabiat masing-masing. Jadilah Draco memilih Tori dari semua gadis pilihan ayahnya.

Tori pagi ini segaja membuatkan teh mint favoritenya. Dengan beberapa Scone buattan tangannya, Tori menggunjugi Draco pagi itu. Draco tak ambil pusing, toh Tori tunanggannya, tak ada salahnya makan pagi pribadi di ruang rekreasi ketua murid. Saat Tori tengah menuangkan tehnya Tori berhenti kemudian tersenyum. Ketika Draco berbalik ia menemukan Hermione tengah memandangi mereka. Draco belum siap bertemu Hermione lagi terlebih melihat wajah terluka gadis itu. Segera Draco meletakkan cangkir yang tengah diminumnya dan membawa Tori keluar dari ruangan itu. Menggenggam tangan Tori menuju hall- mengguatkan hatinya untuk tak berbalik dan menghancurkan segalanya.

Are you gonna be like your father was and his father was?

Do you have to carry what they've handed down?

Sanctimonia Vincet Semper -Purity Will Always Conquer- kata-kata yang terus di junjung tinggi keluarga Malfoy, kata-kata yang tertulis dalam lambang keluarga Malfoy yang agung dengan kemurnian darahnya. Itu yang selalu Draco banggakan dari dirinya- kemurnian darahnya- yang akan terus di jaganya- walau itu berarti ia harus menggubur rasa cintanya. Itulah pilihannya, ia anak satu-satunya dari keluarga Malfoy- itu artinya hanya dia yang bisa membawa kemurnian darah keluarganya. Ia tak ingin berakhir seperti Potter yang ibunya seorang Muggle-born dan menggotori pohon keluarganya yang berakhir dengan menjadi half-blood bagi keturuan-keturnannya. Walau rezim Voldemort telah berakhir- tak berarti Tradisi keluarganya dan Pride keluarganya sebagai keluarga darah murni akan berakhir.

Ia akan menikahi keluarga darah murni lain- seperti ayahnya- dan ayah dari ayahnya -kakeknya-. Ia akan terus melanjutkan tradisi itu- bersama Tori -Astoria Greengrass- seperti yang ayahnya inginkan. Ini adalah jalannya, tak perlu dipertanyakan apakah ia perlu melakukannya. Karena ia tak punya pilihan, ia mau tidak mau harus melakukannya, mempertahankan apa yang akan di turunkan padanya- nama Malfoynya- kekayaannya- dan kemuarnian darahnya. Walau terkadang hati kecilnya bertanya. Haruskah ia melakukan apa yang di turunkan padanya?

No, this is not your legacy

This is not your destiny

Yesterday does not define you

No, this is not your legacy

This is not your meant to be

I can break the chains that bind you

Sudah entah berapa kali Narcissa, ibunda tercinta Draco menggirimkan surat mempertanyakan tentang keyakinan Draco untuk memilih Tori sebagai tunangannya. Entah sudah berapa kali Draco telah menyanggupi keyakinannya. Walau acap kali ia goyah. Ibundanya terus berusaha meyakinkan bahwa kemurnian darahnya bukan suatu warisan mutlak bagi dirinya. Ia bisa merubahnya karena ini bukan telak-telak merupakan takdirnya, ia bisa memilih dan mengubah takdirnya.

Draco tetap teguh, ia telah berjanji pada ayahnya dan sebagai seorang gentleman yang baik ia akan menjalankan janjinya, bahwa ia akan mempertahankan kemurnian darahnya. Ia akan tetap memilih Tori sebagai tunangannya apapun konsekuensinya. Draco kadang mempertanyakan, apa ibunya tau ia menyukai Hermione. Karena sebagian besar surat ibunya akhir-akhir ini selalu membahas soal pertuanangannya dengan Tori. Ini bukan soal masa lalu, ini soal masa depanmu- salah satu isi surat yang membuat Draco kacap kali goyah. Surat-surat ibunya selalu meyakinkan dirinya bahwa ibunya sadar akan perasaanya dan berusaha membebaskan Draco dari pilihan berat yang telah diyakinninya.

I have a dream for you

It's better than where you've been

It's bigger than your imagination

You're gonna find real love

And you're gonna hold your kids

You'll change the course of generations

Saat mengunjungi Manornya hari itu, Draco disambut ibundanya yang ternyata sudah menunggu dirinya di depan perapian yang memiliki jalur floo ke Hogwarts. Sang ibu segera memeluk putra tunggalnya itu. Kedatangan Draco kali ini ingin meluruskan soal surat yang terus menerus ibunya tulis itu, serta surat dari Hermione yang ditinggalkan untuknya kemarin malam.

Kemarin malam, ketika Malfoy junior itu memilih pulang larut agar tak bertemu dengan Hermione, ia malah dengan malangnya malah bertemu gadis itu, lebih tepatnya gadis cantik berambut semak itu menunggu kepulangan pria bersurai platina itu sebenarnya namun ia berpura-pura tengah membaca buku di tanggannya. Berusaha tetap santai Daco berjalan melewati gadis itu. Gadis itu juga tampak mengacuhkannya. Ketika pria itu memasuki kamarnya, ia menemukan sepucuk surat di atas ranjangnya.

Dear. ,

Jangan terlalu percaya diri bahwa aku juga mencintaimu. Tak semua orang mencintai pria arogan macam dirimu, well orang itu bukan aku tentunya. Well aku akui kau bener ferret pirang. Tapi jangan kahwatir setelah kau membaca surat ini, aku akan membencimu.

Yours,

Mudblood

Seharusnya Draco senang Hermione akan membencinya, itu permintaannya, namun ia tak rela harus melihat gadis itu bersama pria lain, melupakan dirinya, - seolah pria itu tak pernah jadi bagian dari kehidupan gadis itu. Membayangkannya saja sudah membuat hatinya pilu, apalagi melihatnya menjadi kenyataan. Sebaiknya ia membicarakan hal ini pada ibunya.

Sang ibu, Narcissa Malfoy, ibunda dari malfoy junior yang tengah mendengar putranya yang tengah bercerita dan menegaskan bahwa dirinya sudah memutuskan dia akan tetap menikahi gadis bermarga Greengrass yang di jodohkan dengan dirinya.

Narcissa menasehati putranya, ia tahu dengan sangat baik bahwa putranya itu mencintai Hermione Granger, gadis yang sudah membawa kembali putranya yang telah tertelan kegelapan kembali pada cahaya. Gadis yang terdapat dalam surat-surat putranya. Narcissa tau putranya akan lebih baik bersama 'The Brightness Witch of Her Age'. Besama seorang gadis dari 'The Golden Trio'.

Narcissa menyuruh putranya berpikir, senyum milik Tori atau Hermione yang lebih berharga untuk dirinya. Tampa beracu pada kemurnian darah, harta, maupun kekuasaan. Tangan siapa yang ingin ia genggam bersama keturunan-keturunannya.

Siapapun pilihan Draco, ibundanya itu akan membantunya- menyokoknya dan bersama dirinya. Karena ia adalah ibunya, ibunda Draco Malfoy, ia bisa membebaskan Draco dari segala belenggu yang menghentikan langkah putranya itu.

Cause you're my child

You're my chosen

You are loved

You are loved

Karena kau adalah putraku

Kau lah yang kupilih -antara kebahagianmu dan kemurnian darah kita-

Karena kau dicintai -oleh aku, Narcissa, ibumu-

Karena kau dicintai -oleh gadis yang mencintaimu-

And I will restore

All that was broken

You are loved

You are loved

Dan aku, Narcissa Malfoy, akan mengembalikan

Semua yang telah hancur -kebahagiaan dan masa lalu mu-

Karena kau dicintai -oleh ayahmu, Lacius-

Karena kau dicintai -oleh semua orang yang kau sayangi-

And just like the seasons change

Winter into spring

You're brining new life to your family tree now

Yes you are

You are

Dan ketika semua telah selesai, seperti musim yang berganti, dari musim dingin ke musim semi, ketika Draco memilih menggandeng tangan gadis kelahiran Muggle itu, semua berjalan sempurna -seolah-. Walau terjadi perdebatan kecil -besar sebenernya- antara ayah dan ibunda dari Draco, perdebatan itu dimenangkan oleh Narcissa, walau sedikit tak rela Lacius Malfoy merelakan kalung shapire yang di turunkan- turun menurun dari keluarganya, bertengger manis di leher Hermione Jane Granger- ah bukan Hermione Jane Malfoy.

Bulan Juni di usia Hermione yang ke 21 ia mengikat dirinya dalam pernikahan dengan Draco Malfoy- mengubah nama keluarganya menjadi Malfoy. Yang disaksikan banyak orang di pagi yang cerah itu. Dengan pria yang ia cintai, berjalan berdua mengikat janji atas nama merlin dan kementrian sihir, ia resmi menjadi bagian dari keluarga Malfoy. Memimpikan putra-putri yang akan di gendong oleh ia dan ferretnya.

No, this will be your legacy

This will be your meant to be

I can break the chains that bind you

And just like the seasons change

Winter into spring

You're brining new life to your family tree now

The End (?)

A/N:

Hallo, Saya kembali dengan membawa chapter 2 fict abal ini xD. Saya jelas tau ini jauh banget dari fict pertama saya. Alurnya juga entah saya sempilin di mana, saya tau alurnya terlalu err cepat dan abstrak. Cerita ini terinspirasi pas saya sedang mendengan lagu Family Tree-nya Matthew West. Saya senang ada yang me-review. Walau saya tampaknya terlalu lama menelantarkan fict ini karena belum menemukan lagu yang pas. Dan lagu ini menurudku Draco banget xD

Special thanks for

To esposa malfoy

Belum ending sebenarnya haha. Maaf terlalu lama ._. Iya saya berusaha tidak ada typo tapi sepertinya julukan saya sedikit memustahilkan itu ._. Tapi saya akan berusaha xD

To Redmaroon

Saya rasa tamatnya benar-benar berasa di chapter ini. Semoga anda menyukainya.

To rest

Terimakasih :D lanjut ._. Tapi maaf lama haha

To 7Ladyusa

Belum sebenernya, mungkin chapter ini baru benar-benar telihat ending(?)

Tentu keduanya bersatu- seperti yang saya harapkan di HP -namun tak terlaksana- haha

To Shinta Jane Malfoy

Iya ._. Maaf php haha. Semoga anda menikmati chapter 2 ini.

To lala vanilla

Semoga tak mengecewakan harapan anda ._. :D

To 2BryThyaNa

Keduanya end dan TBC(?)

Semoga tak mengecewakan chapter 2 ini ._.

Tentu Dramioneee haha xD

Chapter ini bisa di anggap tamat kah (?)

To BlueDiamond13

Hai juga,

Trimakasih :D

Soal itu err iya sebenernya sekolahku osisnya juga sistermnya Head Boy Head Girl jadi kebiasaan, mungkin aku akan lebih mengindonesiakan diri :D

Thanks sudah menyukai fict abal ini :D

Pojok curhat

Saya sedikit berharap Tom yang akan jadi beast di re-make Beauty and The Beast yang memerankan Emma sebagai Belle. Tapi tampaknya itu tinggal mimpi. Haha.

Sweet Love,

ReifuCC