Title: Come Back To Me Girl

Rated: Teen

Main Pair: HunHan (Sehun x Luhan)!

Slight Pair: ChanBaek (Chanyeol x Baekhyun), KaiSoo (Kai x Kyungsoo), SuLay (Suho x Lay), KrisTao (Kris x Tao), ChenMin (Chen x Xiumin)!

Summary: Luhan harus menerima sebuah kenyataan pahit yang benar-benar mengubah hidupnya 180derajat. Setelah kehilangan orang tuanya, dia harus menerima kenyataan bahwa orang yang membunuh orang tuanya adalah orang yang sangat ia cintai dan lebih parahnya lagi, ini adalah suruhan pamannya, orang yang sangat ia hormati.

Warning: GS, typo, alur yang kurang jelas. Maafkan *bow*

Don't Like? Don't Read...

Enjoy It XDD

"LU!"

"LU! KAU DIMANA?!"

"LUUUUU!"

Suara itu terus terdengar oleh Jongin.

"JONGIE! CARI AKUU!"

Ada sebuah jawaban.

Tapi dari mana asal suara itu.

Jongin terus mengikuti kedua suara itu, hingga dia melihat dua orang anak kecil. Anak laki-laki yang tampan dan anak perempuan yang manis.

"Hahahaha..Jo..Jongie...ampunn..ampunn..hahaha" seolah tidak mendengar permohonan dari anak perempuan itu anak laki-laki itu tetap melanjutkan kegiatannya.

"Lu, ini hukuman untukmu! Karena sudah membuatku khawatir! Rasakan iniiii!" Anak laki-laki itu tetap melanjutkan kegiatannya, sampai ada sebuah suara yang menghentikan aksinya.

"Luhan, kemarilah. Hannie.." Suara itu terus saja memanggil nama Luhan.

"Hunnie?" Anak perempuan itu -Luhan- berdiri dari posisinya.

"Hunnie!" Luhan berlari mengejar suara itu.

"LU! KAU MAU KEMANA?!" Seolah tidak mendengar panggilan anak laki-laki itu -Jongin- Luhan terus berlari mencari arah suara itu.

Dan meninggalkan Jongin kecil sendiri.

"Tidak! Tidak! Lu, jangan pergi. Lu..Lu..Lu..Luhan...Luhannie..." Jongin sadar sekeras apapun dia berteriak Luhan tidak akan mendengarnya.

Jongin mendekati Jongin kecil yang menangis..mengelus kepalanya pelan..Jongin kecil mengangkat kepalanya dan memusatkan perhatiannya pada Jongin yang berada di hadapannya.

"Ini sakit../ Ini sakit.."

.

.

.

Yeoja itu memfokuskan tatapannya kedepan. Perlahan tangannya terangkat..

DORR

Cipratan darah mengenai wajahnya..bukan wajah sedih yang dia tunjukan setelah aksinya tadi, tetapi sebuah senyum keji terlukis diwajahnya.

"Siapa yang berani denganku. Akan bernasib sama dengannya." Dengan nada dingin yeoja itu berkata sambil menunjuk korbannya tadi.

Tidak ada seorangpun yang berani berbicara. Karena mereka tau, mengeluarkan sepatah kata saja. Maka..habislah mereka.

"Nona Zhang, tuan muda Kim mencari anda." Yeoja itu menolehkan kepalanya saat mendengar pintu ruangan itu terbuka.

Dari balik pintu itu muncul adiknya -Kim Jong In-

"Jie, aku ingin kita ke Seoul." Tidak ada rasa takut sama sekali dari tatapan Jongin, walaupun dia sedang ditatap oleh orang yang dipanggil nona Zhang itu.

Perlahan yeoja itu melangkah dengan anggun mendekati Jongin.

"Tadi kau sudah menghancurkan kesenanganku, tuan. Dan sekarang kau dengan mudahnya meminta untuk ke Seoul dengan mudah?" tersenyum sinis.

"Apa tujuanmu hah?" Tanya yeoja itu dengan nada remeh.

"Mengambil kembali milikku."

.

.

.

"Bagaimana, Baek?" Tanya seorang namja yang berpakaian formal pada yeoja yang memusatkan perhatiannya pada computer dihadapannya.

"Aku kehilangan contact dengannya. Sepertinya dia ketahuan." Jawab yeoja itu -Baekhyun-.

"Sial! Apa yang harus kita lakukan, noona? Kita sudah tidak mengetahui apa yang akan mereka lakukan." Ujar namja bersurai platinum memandang Baekhyun. Dari suaranya saja semua orang di dalam ruangan itu tahu, kalau namja bersurai platinum itu dilanda rasa panik.

"Entahlah Sehun-ah. Sungguh aku sudah tidak tau apa yang harus kita lakukan. Aku yakin atasan mereka sudah mengancam yang lainnya." Yeoja itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Jangan khawatir. Aku sudah mempunyai rencana." Seorang yeoja bersurai gelap melangkahkan kedua kaki jenjangnya dengan angkuh.

"Tao noona?!" Namja bersurai platinum itu -Sehun- memandang yeoja didepannya dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Wae, Sehun-ah?" Tanya seorang namja bersurai blonde yang memasuki ruangan itu dan langsung memeluk possessive pinggang yeoja itu -Tao-

"Suho-ya, kau mengenal wanita ini?" Tanya Tao pada Suho -namja berpakaian formal- sambil menunjukan foto seorang yeoja manis yang sedang tersenyum ke arah kamera. Dari caranya sudah jelas kalau dia adalah seorang model.

"Dia.."

.

.

.

"Noona, sudahlah. Jangan menangis lagi.." Bujuk Chanyeol pada noonanya -Luhan- yang sedari tadi menangis.

"Hiks..hiks..hiks..." Namun seakan tidak mendengar perkataan Chanyeol, Luhan tetap menangis.

"Noona!" Dengan -sedikit- kasar Chanyeol menangkup wajah Luhan, agar Luhan menatapnya.

"Noona, jawab aku. Noona menyayangiku 'kan?" Tanya Chanyeol, yang dijawab anggukan oleh Luhan.

"Kalau noona menyayangiku. Ku mohon, noona. Jangan menangis lagi..karena saat noona menangis, disini.." Chanyeol mengarahkan tangan Luhan ke dadanya "Rasanya sesak, noona. Sangat sesak. Seperti nafasku tertahan..jadi noona jangan menangis ne?" Setelah mendengar penjelasan Chanyeol, Luhan memegang tangan Chanyeol -yang menangkup wajahnya- dan mengelusnya lembut.

"Ne..untuk Channie. Noona tidak menangis lagi." Sebuah senyuman cantik terlukis diwajah Luhan, Chanyeol pun ikut tersenyum saat melihatnya. Walau ia tau, itu hanyalah 'fake'.

.

.

.

TBC / Delete?

Maaf klo tambah gaje dan mnjadi lebih pendek dari pada chapter sebelumnya :g ini semua karena author pikir, chapter ini udah ga bisa di tambah lagi, juga otak author mendadak error /mungkin pengaruh uts/ tpi dari semua itu, author berharap para reader tetap enjoy sama cerita athor. author juga minta maaf klo ada bagian yang author g edit, seperti bagian awal crita ini, readers harap mengerti. karena author update fic ini menggunakan hape jadul author. sekian *bow*

Review juseyoooo

BigThanks to:

zoldyk, selly yu, hunhanexo, taenggoo, Quanzizii, .96, iyas, Lunny, Brigitta Bukan Brigittiw, lisnana1, ExileZee, xing mae30, , nanshin92, chenma, xiaoming, dan guest(s) yang udahh review chapter satu *bow*