Pregnancy

Rated : T

KyuMin

Romance&Drama

GS

Lady prim

DON'T LIKE DON'T READ

IF YOU HATE THIS YOU CAN GO AWAY

THANK YOU :)

ONE

TWO

AND THREE

2

Sungmin tetap menghajar wajahnya dengan bantal. Setelah inseden semalam, Sungmin seakan tidak ada muka untuk datang ke perusahaan tempatnya bekerja. Dalam pikirannya, semua orang pasti akan mencemohnya, memandanya dengan sinis dan memojokkannya hingga Sungmin mengundurkan diri dengan sendirinya. Tapi, Sungmin kembali memikirkan kelangsungan hidupnya lagi.

Dalam bayangannya, setelah diusir dari perusahaan ia akan menjadi pengangguran. Uang tabungan miliknya habis dan tidak ada sisa untuk membiayai kuliah Sungjin hingga mereka berdua menjadi pengagguran yang malang. Ditendang dari apartemen yang disewanya karena uang mereka habis terpakai untuk membayar tagihan listrik dan air. Dan mereka berdua berakhir didaerah pertokoan yang ramai dengan telapak tangan menghadap kelangit. Mengharapkan belas kasihan orang-orang yang memandangnya kasihan.

TIIIDDDAAKKK

Itu tidak akan pernah terjadi apa bila Sungmin melanjutkan kembali kebohongan yang dikarangnya dari awal. Berpura-pura hamil untuk mendapatkan simpati dari Manager Park. Mungkin, didalam hati Manager Park memang penuh dengan duri kebencian untuk Sungmin, tapi setidaknya ada sedikit celah untuk rasa belas kasihan. Apakah Sungmin akan mampu bertahan ditempat itu karena belas kasihan?

Itu ide yang gila. Tidak hilangkan pikiran itu.

Alasan yang lebih sangat masuk akal bila orang-orang tidak mempercayai kebohongannya adalah semua orang tahu kalau Sungmin adalah lajang yang sangat tahan dengan predikat yang disandangnya. Apakah orang-orang akan percaya bila ia lebih memilih menjadi orang tua tunggal dengan menyuntikkan sperma unggul yang bisa didapatkan di bank sperma. Tapi, hal semacam itu masih sangat tabuh dinegara ini dan kemungkin besar semua orang akan memandangnya dengan pandangan jijik. Jadi, haruskan Sungmin menyalahkan Soo Man karena memancingnya terlebih dahulu atau menyalahkan otak udangnya yang tidak berguna ini?

Ugh

Otaknya terasa dongkol. Sungmin butuh hiburan. otaknya sedang menimbang-nimbang. Apakah kebohongan ini mesti berlanjut atau mengatakan yang sesungguhnya yang dapat mempertaruhkan pekerjaannya. Tuhan berilah pencerahan pada hambamu ini.

.

.

.

.

Sebuah nama tiba-tiba melintas begitu saja dalam otaknya. sudah saat menyebarkan kebohongannya untuk membuat semua orang percaya padanya. Sangat sadar, pasti awalnya akan mendapatkan kecaman tapi apa peduli Sungmin yang dibutuhkannya saat ini hanyalah pekerjaan agar hidupnya dikota sebesar Seoul ini dapat bertahan.

Jemarinya menekan speed dial yang digunakan untuk menandai nomor special itu. sahabatnya—Lee Hyukjae—mempunyai selera humor yang tinggi.

'yeoboseo'

"oh, Hyukkie-ya. Kau dimana sekarang?"

"kau tahu pukul ahh… berpaahhh… hmm Hae pelan-pelan." Erangan diseberang sana terdengar mencurigakan tapi apa peduli Sungmin.

"halo, kau baik-baik saja kan Hyukkie-ya?"

Suara diseberang sana terdengar seperti deru napas yang memburu dan erangan-erangan. Apa yang sedang mereka lakukan? Oh tidak!

"yaa aku baik-b-baik saja Minnie-ya. Ada perlu apa?"

Raut wajah Sungmin berubah sendu seketika. "ada sesuatu yang ingin aku bicarakan berdua denganmu. Ini sangat penting. Dan ini mengakut hidup dan karier ku kedepannya Hyukkie-ah. Hiks hiks."

"aahh… Hmmm baiklah bagaimana kau besok saja kita bicaranya? Ini sudah malam dan aku butuh istirahat. Kalau besok kita bicaranya kujamin waktu bicara kita akan lebih panjang. Oke?"

"tidak Hyukkie-ya. Aku ingin malam ini. kumohon, untuk kali ini saja. Korbankan sedikit waktu istirahatmu sebentar untukku. Ne? aku jamin tidak sampai 20 menit. Ne. kumohon. Kumohon." Suaranya dibuat sememelas mungkin. Hembusan napas beras terdengar dari ujung sana. "diam aku jawab sebagai 'iya'. Sepuluh menit lagi aku akan sampai disana. Bye."

.

.

.

.

"sungmin, waktumu sudah hampir habis tapi kau tetap saja diam. Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan?" Eunhyuk sedikit kesal dengan sikap diam Sungmin. bukannya tadi anak ini sangat memaksa ingin kesini. Tapi kenapa anak ini hanya diam saja.

Selama perjalanannya hingga duduk disofa ini. Sungmin terus saja menyusun kata-kata terbaik yang dapat membuat wanita didepannya ini yang sudah dianggapnya seperti saudara kandung. Namun, Sungmin merasa sangat bersalah melihat wajah wanita yang selalu ada untuknya itu.

"jadi, sekarang dapat aku simpulkan bahwa kau datang tengah malam kesini dengan cuaca angin yang kencang diluar hanya untuk menumpang duduk begitu?" pikiran Sungmin masih belum focus pada ucapan Eunhyuk. "Sungmin sayang, besok kita. Kau dan ak—"

"hamil."

"APA? Siapa maksudmu hamil?"

Tiba-tiba air mata sungmin menggenang dipelupuk mata hingga menggenanginya. Eunhyuk memandanginya tidak percaya. "K-kau… Kau Hamil?"

"t-tidak… bukan bukan begitu Hyukkie-ya."

"apa maksudmu dengan 'bukan begitu' Lee Sungmin. Tolong kau jelaskan padaku." Baru kali ini Eunhyuk berteriak sekeras ini padanya dan lebih-lebih lagi ini karena kemarahannya yang membuncah luar biasa. Jeda sejenak, "Aku hamil dan sekarang aku hancur." Kebohongan terus berlanjut.

'Terima kasih atas mulutku yang penuh dosa ini Tuhan. Aku berjanji setelah masalah ini terselesaikan aku akan melakukan mengakuan dosa.'

"ya Tuhan Lee Sungmin. adik kecilku yang manis. Kau menghancurkan sendiri masa depanmu dengan janin yang tumbuh di perutmu itu. Siapa yang menghamilimu Eoh? Katakana padaku." Euhyuk hanya sekali menarik napas dan mengucapkan kata-kata itu dengan penuh kemarahan. Sungmin tidak menyangka responnya akan seperti ini. Dalam pikirannya Eunhyuk hanya akan menasihati dan member masukan agar tetap tegar. Tetapi, ini tidak semudah itu. sepertinya ini akan menjadi masalah yang semakin runyam.

"Apakah orang itu tampan? Atau kaya raya? HINGGA KAU MENJUAL HARGA DIRIMU SENDIRI SAMPAI MEMBAWA PULANG KABAR BODOH SEPERTI INI! Apa nanti kata orang tuamu di desa bila tahu kelakuan anak perempuan mereka satu-satunya mencoreng nama besar keluarga!"

Wajah Sungmin seperti tembok rata sekarang. Tidak tahu mau disimpan dimana sekarang wajahnya. Makian dan hinaan yang didapatkan dari Eunhyuk makin menghujam hati, jantung dan perasaannya didukung oleh suasana mencekam di apartemen tersebut. Dalam hati, Sungmin hanya mampu melantunkan doa-doa pengampunan dosa. Ia tidak ingin semakin membebankan Eunhyuk bila saja ia tidak melakukan kebohongannya itu. Buktinya, Lee Soo Man itu tidak jadi menghubungi Manager Park untuk memberitahu soal inseden tadi. Tentu saja, orang itu pasti tidak akan tega membuat calon bayi—bohongan—itu merasakan kerasnya hidup dijalanan. Setidaknya Soo Man masih punya hati nurani dan juga—bodoh—karena mau saja percaya tentang karangan Sungmin.

"Katakan dengan jujur. Siapa laki-laki itu Sungmin. aku akan memaksanya untuk menihakimu dan akan membunuhnya bila ia berani lari kabur karena tidak ingin tanggung jawab atas janin itu."

Sebentar lagi Sungmin akan memerankan drama ini lebih lama lagi dan akan menerima hukuman selama-lamanya dineraka nanti. Korban pertama Soo Man, selanjutnya Eunhyuk dan suaminya setelah ini siapa lagi? "u-unni tidak usah khawatir. Pria itu akan bertanggung jawab. Akan kupastikan bulan ini ia akan datang untuk membawa lamarannya."

"kau… tidak sedang berbodong kan? Aku harap ini bukan akal-akalanmu saja agar dapat membiarkan pria itu kabur kan. Awas saja kau."

Plak plak plak

"ya, u-unni appoyo. Yak." Sungmin terus mendapatkan bogem dikepalannya. Walaupun tidak keras tapi cukup membuat pandangannya pusing. "Chagiya, tenangkan dirimu. Kau bisa membunuh Sungmin kalau kau memukulinya terus." Seakan tidak cukup Eunhyuk terus mengirimkan sinar memarikan kearah Sungmin.

Kali ini Donghae—suami Eunhyuk yang bicara. "Sungmin-ah, kau sudah cukup dewasa untuk membedakan yang mana baik dan buruk untuk dirimu. Memikirkan secara matang dulu segala tindakanmu. Memang segala keputusan ada ditanganmu, tapi bila keputusanmu itu dapat merugikanmu kami tidak segan-segan memarahimu habis-habis. Kau tahu, semua orang pasti akan memandangimu dengan sebelah mata jika tahu kau hamil diluar nikah. Kami disini sudah menganggapmu sebagai adik kecil kami. Jangan kecewakan kami karena ulahmu."

.

.

.

.

(KyuMin)

Ditengah malam begini semua orang enggan untuk keluar rumah. Angin bertiup kencang menerbangkan helaian rambut Sungmin. ia mengacak rambutnya. Frustasi dan stress melandanya. Gila saja, Sungmin tidak mungkin mencari orang yang jelas-jelas tidak ada. Siapa laki-laki itu? haruskah menyuruh Sungjin untuk menyamar jadi laki-laki yang berperan sebagai pelaku? Itu sangat beresiko.

Kenapa akhir-akhir ini kepalanya suka sekali terasa pening? Apakah ini tanda-tanda orang yang sebentar lagi akan mengalami kegilaan? Apakah ini efek dari hantaman Eunhyuk tadi? Ternyata kekuatan wanita itu mampu membuatnya geger otak ringan.

Srak Srak Srak

Tunggu dulu, ada orang selain dirinya di tempat ini. Oh, tidak! Ketakutannya selama ini akan menjadi kenyataan. Perasaan khawatir mulai menjalar hingga keubun-ubunnya. Apakah orang itu pemabuk yang tersesat, atau berandalan yang sering mengganggu remaja disekitar sini. Sungmin ingat beberapa hari lalu membaca berita tentang pemerkosaan di Koran. Keahlian bela dirinya sangat payah. Ketakutan Sungmin semakin menjadi-jadi saat….

AARRRGGGGGG / AAARRGG…..TIDAK KUMOHON JANGAN SAKITI AKU!

Sungmin berusaha berteriak sekencang mungkin dengan mata yang tertutup. Kenapa tidak ada pergerakan sama sekali. Hanya pundaknya disentuh tapi kenapa berteriak sekencang itu?

.

.

.

.

Mobil sport mewah membelah gelapnya malam. Tujuannya entah kemana. Beberapa jam lalu Umma tercintanya mengatakan ia akan segera dijodohkan dengan sahabat ummanya itu. menurut cerita ummanya wanita itu baik, pintar, ramah dan pandai memasak. Benarkah? Tapi, Kyuhyun tahu siapa wanita yang akan dijodohkan dengannya itu. Seohyun. Teman sekolahnya dulu yang sangat tergila-gila padanya. Tapi, kenapa harus mereka dipertemukan lagi? sudah cukup dirinya merasakan yang namanya trauma batin yang mendalam. Berlebihan?

Laju mobilnya tetap stabil dengan arah entah akan berakhir dimana. Saat mobilnya melintas didepan sebuah taman yang beberapa hari lalu dikunjunginya bersama dengan keponakannya. Hatinya merasa tertarik untuk mengunjungi tempat itu dimalam seperti ini dan suasananya sangat berbeda pada saat siang.

Setelah memarkir mobilnya sembarangan ia berjalan menyusuri pepohonan itu. Dibalik pohon besar itu terdapat suguhan indah. Taman ini memang mempunyai danau buatan yang indah.

Manic matanya melihat sesosok perempuan duduk disalah satu bangku taman. Hanya rembulan yang menjadi penerangan. Posisi wanita itu membelakangi Kyuhyun. Tiba-tiba suasana menjadi horror. Bulu roma Kyuhyun meremang, tetapi ada rasa penasaran yang menggerogotinya. 'Astaga, apa itu hantu sungguhan? Tapi kenapa tubuhnya tidak tembus cahaya? Aku harus memastikannya sendiri. Tunggu, tapi bagaimana jika wanita itu hantu penjaga danau ini?'

'umma ternyata mendoakanku bertemu dengan hantu perempuan agar menerima perjodohan bodoh itu.'

Rasa penasaran Kyuhyun semakin memuncak. Perlahan ia mendekati sosok itu. Saat tidak melihat punggung itu menegang, kyuhyun semakin yakin jika sosok itu manusia sungguhan. Saat disentuhnya punggung itu tiba-tiba sosok itu berteriak kencang. Tentu saja Kyuhyun ikut berteriak karena keterkagetannya.

Ternyata betul. Sosok itu manusia sungguhan. Dengan wajah yang putih dan bibir pink yang menggoda. Sejenak Kyuhyun terpaku untuk menikmati wajah cantik yang terpejam itu. hingga sebuah suara menginterupsi hanyalannya. "kau… bukan orang jahat kan?"

Kyuhyun jadi cengoh dengan pertanyaan terlampaui polos itu. tidak lihatkah wanita itu dengan penampilannya itu? kenapa bisa orang itu menyimpulkan dia orang seperti itu? "apa?"

"kau bukan berandalan yang suka mengganggu wanita kan?" wanita itu berkata dengan nada yang bergetar. Apa dia takut padanya? Memangnya seseram itukah wajahnya? "eh kau ini bicara apa? Tentu saja aku bukan orang jahat. Kau ini apa-apaan sih."

Jeda sesaat hingga Kyuhyun melanjutkan perkataannya. "adik kecil kenapa pergi ketempat seperti ini ditengah malam? Kau tidak takut apa dinganggu lalu diculik apa?

Dapat dilihat raut wajah perempuan itu mengeras. "adik kecil? namaku Sungmin dan aku sudah bekerja. Memangnya matamu rabun ya ahjussi."

"ya, ahjussi? Kau kita umurku berapa eoh? 27. Kau tahu itu usia yang terlampau muda untuk businessman sukses sepertiku." Ucap penuh kesombongan. Sifatnya mulai menyombongkan diri kembali. Ugh.

Sungmin berdecih. 'sombong sekali orang ini'. tiba-tiba ide jahil menghampirinya. "eoh? Benarkah aku kira usiamu sudah 40 tahunan."

"ya, apa maksudmu berkata begitu anak kecil."

"tidak ada maksud apa-apa kok." Kyuhyun kehilangan mood segera berbalik tetapi tangannya ditahan. Matanya tertuju pada tangan itu dan menatap manic pemiliknya. "kau mau kemana?"

"kemana lagi. tentu saja pulang. Untuk apa berlama-lama ditempat seseram ini ditengah malam." Langkah Kyuhyun semakin jauh dan sungmin hanya diam dibangku taman ini dengan melihat punggung kyuhyun tenggelam dikegelapan.

Auuuu

Lolongan anjing membuat sungmin merinding dengan cepat ia pergi meninggalkan tempat itu kemudian mencari kyuhyun. Sungmin baru sadar jalan yang dilewatinya tadi sangat gelap. Dari mana datangnya keberanian sungmin hingga dapat masuk kedalam temoat gelap ini?

"Tunggu aku." Cukup sulit mengejar langkah lebar lelaki itu. mengingat tinggu sungmin hanya sedagunya saja. "apa lagi?" jawabnya malas.

"kau tega meninggalkan wanita sepertiku sendirian disini?" cicitnya pelan. Pandangan meremehkan Kyuhyun layangkan pada Sungmin "kenapa tidak. Memangnya kau siapa?"

"kau sungguh tega ya. Membiarkan wanita sepertiku sendirian ditempat ini. bagaimana jika dijalan pulang aku ketemu dengan berandalan kemudian aku dibunuh. Kau mau aku ngentayangi seumur hidup eoh?"

"itu salahmu sendiri kenapa pergi ketempat ini tengah malam." Sungmin juga heran kenapa dapat sampai ditempat yang baru didatanginya kali ini. "sudahlah. Aku mau pulang." Sungmin mengekori kyuhyun hingga kedepan pintu mobilnya yang baru ditutup itu. Dengan tidak peduli Sungmin turus meminta Kyuhyun mengantarnya pulang tapi lelaki itu terus mengacuhkannya. Hingga pergi hilang ditikungan Sungmin terus memandangi kepergian mobil itu. bodoh! Untuk apa memandangi mobil itu dengan wajah ingin dikasihani seperti ini Sungmin! tentu saja orang itu tidak mungkin mau merepotkan diri untuk mengantar orang yang baru saja dikenalnya seperti Sungmin.

Kemudian, Sungmin melangkah keluar melewati gerbang taman dan mencoba menunggu bus yang tentu saja sudah tidak ada di tengah malam seperti sekarang. Mencoba peruntungannya. Bisa saja kan sebuah taxi melewati daerah ini. ya, mungkin saja.

Sedangkan dimobil, Kyuhyun terus saja dilanda kekalutan. Dalam hati ia mengkhawatirkan wanita yang bahkan namanya saja ia tidak tahu. Bagaimana jika sesuatu benar-benar terjadi pada wanita gigi kelinci itu? pasti Kyuhyun tidak dapat memaafkan dirinya sendiri. Dengan kendali nalurinya, Kyuhyun memutar balik kemudianya menuju suatu tempat.

.

.

.

.

Kepala Sungmin tidak henti menengok kiri dan kanan. Berharap bus atau pun taxi ditengah malam seperti sekarang ini. Ponselnya sudah mati beberapa puluh menit lalu. Sungmin hanya pasrah sekarang. Udara di halte bus ini sungguh menggigit kulitnya. Mantel yang digunakannya seakan tidak berguna. Sejenak Sungmin memejamkan matanya dan menelungkupkan wajahnya pada kedua lututnya yang ditekuk diatas bangku.

TIN TIN

Sungmin mengangkat kepalanya. Dari tempatnya ia dapat melihat sesosok lelaki tampan keluar dari mobil mewah itu. Alisnya bertaut. 'siapa lelaki itu? apakah ia malaikat penolongku? Jika ia aku sangat berterima kasih padamu Tuhan.' Sejenak Sungmin terpesona akan wajah tampan lelaki itu.

"ingin sampai kapan kau disitu nona?" ia tahu suara baritone itu. bukankah dia…

Oh ternyata dia orang tidak berperikemanusian itu. dalam hati Sungmin berdecih tapi ada perasaan senang. Sungmin mengangkat dagunya angkuh dan memperbaiki duduknya menjadi tegap. "mau apa kau datang lagi? mengkhawatirkanku?"

"Tsk. Mana mungkin. Kita saja baru bertemu satu jam lalu."

"ck. Bilang saja kalau kau khawatir padaku apa sih susahnya." Ucap Sungmin penuh percaya diri.

"percaya diri sekali. Aku punya urusan penting mendadak makanya lewat sini lagi." jawab Kyuhyun membela diri.

"oh begitu rupanya." Sungmin mengangguk mengerti. "tapi kenapa repot-repot menepi? Bukannya kau punya 'urusan penting mendadak' tuan?"

Kyuhyun berpikir sejenak. Kenapa malah dia yang tidak dapat menjawab? Berusaha mengalihkan pertanyaan tersebut lalu Kyuhyun bersuara kembali, "kau perlu tumpangan kan?"

Dalam hati Sungmin berterima kasih pada Kyuhyun karena rela menawarkannya secara langsung tumpangan tanpa harus mengemis dulu. "bukannya kau punya 'urusan penting mendadak'?"

Kyuhyun mengalihkan matanya pada jam tangannya lalu mengangkat bahu tidak peduli. "tidak usah khawatir. Urusannya tidak terlalu penting kok. Jadi, kau mau atau tidak?"

Mata Sungmin menyipit, "kau tidak sedang merencanakan sesuatu kan tuan?"

"kau mau atau tidak sih? Kau tidak aku pergi sekarang." Karena kesal ia masuk kembali kedalam mobil lalu menyalakan mobil. Pintu belakang terbuka. Ternyata Sungmin telah mendudukkan dirinya dengan nyaman. Kyuhyun melototinya. "sedang apa kau disana?"

"bukannya tadi kau memberiku tumpangan?" ucap Sungmin dengan polosnya. "ya memang, tapi aku tidak mau jadi sopirmu. Sekarang pindah."

Sungmin berpindah mengambil tempat disamping kemudia. Tapi, kemana pria itu? saat Sungmin duduk, Kyuhyun tiba-tiba menghilang. Namun, saat pintu disampingnya terbuka ia dapat melihat sosok tegap itu. "apa lagi?"

"kau yang menyetir." Dagunya menunjuk tempat kemudia yang kosong. Sungmin menatap pria itu tidak percaya. "apa? Aku? Menyetir? Tapi aku tidak bisa…"

"aku tidak peduli. Sekarang keluar." Tubuh Sungmin ditarik lalu didorong. Seolah tidak peduli dengan wajah kesal Sungmin, Kyuhyun telah duduk tenang dengan seatbelt yang telah melekat pada tubuhnya. Dengan terpaksa Sungmin masuk lalu duduk dibelakang setir. "aku sudah lama tidak menyetir. Terakhir kali appaku mengejarkan aku menyetir saat sekolah tingkat akhir lalu. Dan sekarang aku sudah tidak tahu."

Kyuhyun tidak peduli. "bagaimana jika aku menabrak?"

"jangan mengatakan yang membuat perasaan takut. Mobil ini takkan menabrak jika kau menjalankannya dengan hati-hati nona. Cepat jalankan. Aku mengantuk."

"kau tidak takut kau aku membawa lari mobilmu lalu membuangmu ditengah jalan tol?"

"tidak takut sama sekali."

Ternyata pertolongan yang didapatkannya dari lelaki ini tidak gratis rupanya. Kalau tahu hari ini akan terjadi maka Sungmin minta pada Donghae untuk mengajarinya mengemudi. Ingatannya akan cara mengemudi sudah ia lupa. Sudah sangat lama dari terakhir kali membawa benda macam ini.

.

.

.

Sedikit demi sedikit Sungmin mencoba mengumpulkan ingatannya tentang cara mengemudia. Mobil ini menggunakan system automatic. Awalnya mudah-mudah saja. Saat dijalan lurus. Tapi saat berbelok Sungmin lupa membanting setir mobil hingga akhirnya mobil itu terus melaju kearah depan. Sungmin yang panic langsung berusaha menginjak rem tapi saat menyadari yang diinjaknya itu adalah gas. Mobil terus melaju kencang. Hingga menabrak pembatas jalan. Mata Kyuhyun yang tertutup karena mencoba tidur terbelalak saat melihat keadaan mobilnya yang mebrak pembatas jalan hingga penutup depannya terbuka dan mengeluarkan kepulan asap putih yang banyak.

'aku menyesal karena telah menyuruhnya menyetir'

Sungmin memandang Kyuhyun dengan takut-takut dengan pelipis penuh dengan keringat dingin yang mengalir deras. Raut wajah itu mengeras. "ya, apa yang kau lakukan."

Cengiran Sungmin muncul. "tadikan aku sudah bilang tidak tahu. Tapi kau tetap memaksa jadinya yaa begini."

"YAAA. Kau harus tanggung jawab."

Dan inilah awal dari segalanya…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.TBC

Maaf bila ff ini makin gaje. Aku hanya tidak ingin membuat kecawa kalian.

Aku berusaha sebaiknya.

Ini masih permulaan. Tapi, sepertinya Ff ini sepertinya akan panjang seperti sinetron Indonesia

Jika sudah tidak ada yang berminat dengan ff ini, saya bisa menghapus ff ini dan mencoba mencari pencerahan yang baru. Maklumlah masih belajar. Keahlian dibidang seni loncat menuju sastra.

Keinginanku hanyalah untuk menyalurkan imajinasi yang ada pada otakku yang biasa-biasa

Terima kasih untuk chingu yang udah review ngelike dan ngefav

Kemungkinan sih nggak bisa update kilat untuk chapter depan

Tapi aku usahain deh selama kalian member review lebih banyak dari chapter kemarin.

Review = lanjut

04 April 2013

Lady Prim

Kissue :*