Hai bertemu lagi dengan saya, hime uguisu! Fanfic kali ini ada beberapa adegan dramatisnya, ada sedihnya, ada lucunya (mungkin), dan lain-lain! Tapi adegan-adegan itu letaknya mencar-mencar. Maksudnya, ada di chapter yg berbeda-beda!
Warning: fanfic ini tidak menggunakan OC, jadi misalnya ada tokoh gakuen alice yg nikah di sini, anak mereka bukan OC, tapi tokoh gakuen alice juga yg umurnya saya ubah jadi kecil. Hehe….
Summary: um….. baca dan resume sendiri aja!
Disclaimer: tachibana higuchi
Pairing: ada bermacam-macam! Mikanatsume, nogimai, lucamikan, hotayochan (?)
NB: ceritanya mikan, natsume, luca, dan hotaru dah gak sekolah di gakuen alice lagi, alias dah 18 tahun keatas.
Author's note: buat yang jantungan jangan baca! Eh, tapi baca aja deh, semua orang bebas baca fic punyaku!
Chap. 2 dimulai!
MBA? No…!
a gakuen alice fanfic
by:
hime uguisu
Mikan masih diam dan belum menjawab pertanyaan hotaru.
"hei! Aku nanya, lho!" bentak hotaru.
"ah, namanya pake nama keluarganya luca-pyon…" jawab mikan.
"haha! Sudah kuduga! Tapi, emang boleh pake nama 'nogi'? luca gak keberatan?" Tanya hotaru.
"sama sekali gak! Malah seneng!" jawab mikan girang.
Flash back…
"sakura, namanya siapa nih?" Tanya luca sehari setelah mikan melahirkan yo-chan.
"umm… yo-chan! Kan imut kedengarannya!" jawab mikan.
"masa' yo-chan aja? Brarti namanya cman 'yo' dong!" kata luca.
"iya juga, ya! Apalagi dong?" Tanya mikan bingung. Luca terlihat berpikir sejenak.
"ah! Gimana kalo ichi! Kan dia anak pertama sakura! Jadi namanya 'youichi', gimana?" Tanya luca meminta pendapat mikan.
"ah! Setuju! Namanya bagus! Jadi namanya 'youichi…'." Kalimat mikan terhenti.
"kenapa?" Tanya luca heran.
"namanya youichi apa?" Tanya mikan gugup. Luca langsung menatap mikan dengan bingung. Hening sesaat.
"ka…ka…kalau pa…pakai nama ke..keluarga lu…luca-pyon, bo..boleh gak?" Tanya mikan lagi dengan nada super gugup.
"nama aku? Serius?" Tanya luca (dasar! Ditanya malah balik nanya!)
"iya. Ah… gak boleh, ya! Ya udah deh pake nama aku aja! Maaf, ya! Aku gak tau diri!" seru mikan panic.
"ah, gak papa kok! boleh! Boleh banget malah! Aku seneng kalo sakura ngijinin yo-chan pake nama aku!" seru luca girang.
"eh, memangnya boleh?" Tanya mikan.
"bolehlah!" kata luca sambil mengangguk. Mikan tersenyum lebar.
"makasih ya, luca-pyon!" sahut mikan. "jadi, namanya… youichi nogi?" Tanya mikan lagi. Luca mengangguk. Sejak itu, nama yang tertulis di akte kelahiran yo-chan adalah 'youichi nogi', bukan 'hyuuga'.
End flash back….
"haha! Yaiyalah! Kalo pake nama hyuuga, ntar jadi timbul kontroversi, lagi!" seru hotaru sambil geleng-geleng kepala.
"gya…gya…ya.." (silahkan translate sendiri) Kata yo-chan sambil memegang pipi hotaru. Yo-chan lalu tertawa-tawa sendiri.
"yo-chan seneng ya sama tante hotaru?" Tanya mikan pada yochan. Hotaru langsung menatap mikan sinis.
"tante hotaru? Emangnya aku ini kayak tante-tante? umurku baru 18, dan aku bukan adik atau kakak mu!" bentak hotaru.
"trus manggilnya apa?" Tanya mikan polos.
"tau ah! Terserah aja deh!" jawab hotaru. Yo-chan menatap wajah hotaru dan menganggukkan kepalanya.
"oh, ini jawaban pertanyaan mama yang tadi, ya?" Tanya mikan. Yo-chan mengangguk lagi. Tak terasa mlam pun tiba. Sekitar jam 7 malam. Hotaru masih di rumah mikan (luca), masih berbincang-bincang disana. Tiba-tiba terdengar suara dari belakang mereka…
"aku pulang, sakura! Yo-chan!" seru luca yang baru pulang dari kantor.
"luca!" kata hotaru sambil menengok ke arah luca.
"imai! Udah lama gak ketemu!" sapa luca.
"luca, kan sekarang udah kerja… jadi, bagi uang dong!" kata hotaru.
"dasar! Sifat hotaru banget! Berapa?" Tanya luca.
"50,000 ¥ aja!" seru hotaru.
"buat apa? Banyak banget!" protes luca.
"ih… nogi pelit! Apaan tuh! Masa' seorang 'nogi' pelit! Cuih!" ejek hotaru.
"iya, iya! Nih!" kata luca sambil memberikan uang 50,000 yen.
"nah gitu dong! Dah, aku pulang dulu!" sahut hotaru sambil berjalan pergi meninggalkan rumah luca, dan pulang ke rumahnya.
"pa…pa…papa!" seru yo-chan yang ngomongnya masih belum jelas. Yo-chan lalu berlari menuju luca.
"apa, sayang?" kata luca sambil menangkap yo-chan, lalu menggendongnya.
"bobobo" kata yo-chan lagi.
"oh, yo-chan mau bobo? Yuk, bobo!" seru luca lalu membawa yo-chan ke kamarnya, dan merebahkan yo-chan di kasur.
"sakura, maaf dong, bisa minta bawain botol susunya yo-chan?" Tanya luca.
"iya!" sahut mikan lalu berlari menuju kamar sambil membawa botol susu yo-chan.
"makasih, ya! Ini yo-chan!" kata luca sambil memberikan botol susu itu pada yo-chan. Tak lama kemudian yo-chan pun tidur.
"ah… capeknya!" seru mikan yang langsung merebahkan dirinya di kasur juga.
"memang sakura habis ngapain?" Tanya luca yang udah tiduran di kasur duluan.
"kerja." Jawab mikan.
"kerja? Kerja jadi apa?" Tanya luca heran.
"jadi Garfield" jawab mikan.
"oh.. makan, tidur, trus santai." Kata luca
"iya!" kata mikan sambil mengangguk semangat. Luca cman bisa geleng-geleng kepala aja and SWT.
"ya, terserah ajalah.." kata luca.
"capek, ya? Haha! Habis luca-pyon kan kerjanya bukan jadi Garfield! Jadi Garfield enak, lho!" seru mikan.
"haha… ada-ada aja!" kata luca sambil tertawa.
Waktu demi waktu berjalan begitu cepat. Satu tahun kemudian…
Hari sabtu
pagi cuaca begitu cerah. Mikan lagi duduk di taman belakang rumah sama yo-chan. Tapi berasa ada yang aneh. Yo-chan merasa seperti sedang diintai seseorang.
"mama.." kata yo-chan sambil narik-narik baju mikan.
"apa sayangku?" Tanya mikan yang gemes liat yo-chan yang imoet… (maksudnya "imut" authornya aja lagi lebay) banget.
"ada yang liatin kita, ya?" Tanya yochan. Oh, iya ngomong-ngomong umur yo-chan sekarang udah 3 tahun ceritanya, dikenyataannya juga 3 tahun, kan?
"masa' sih? Gak mungkin, ah!" kata mikan. Mikan lalu melihat ke sekelilingnya.
"tuh kan gak ada!" kata mikan lagi.
"tapi yo-chan tadi ngelasa (maksudnya "ngerasa" kan yo-chan ngomongnya masih cadel-cadel, lah…) ma!" kata yo-chan mencoba meyakinkan mikan.
"ah, tau ah! Kita masuk aja, yuk! Mama juga jadi takut kalo kamu ngomong gitu!" mikan lalu masuk ke dalam rumah sambil menggendong yo-chan.
"luca-pyon!" kata mikan begitu liat luca lagi duduk di ruang TV.
"ada apa?" Tanya luca.
"tadi yo-chan bilang, dia ngerasa ada yang ngintai kita!" seru mikan.
"masa'?" Tanya luca gak percaya.
"benel papa! Yo-chan ngelasa ada yang ngeliatin yo-chan cama (sama) mama dali tadi!" kata yo-chan ngotot.
"memangnya yo-chan ngerasa ada yang liatin yo-chan dari mana?" Tanya luca.
"dali balik pagel belakang lumah!" jawab yo-chan.
"coba kita liat, yuk!" ajak luca. Yo-chan mengangguk setuju, mikan lalu memberikan yo-chan pada luca. Luca dan yo-chan lalu pergi ke halaman belakang untuk memastikan perkiraan yo-chan.
"di balik pager ini?" Tanya luca begitu sampai di depan pager yang dimaksud yo-chan.
"iya papa! Tadi yo-chan ngelasa ada yang liatin dali balik pagel ini!" seru yo-chan. Luca lalu melihat ke belakang pager.
"gak ada siapa-siapa!" kata luca.
"ah! Tadi ada! Tadi ada!" seru yo-chan ngotot.
"udah deh. Mungkin Cuma perasaan yo-chan aja kali! Masuk aja, yuk!" ajak luca. Mereka berdua lalu masuk ke dalam rumah.
Sementara itu di rumah hotaru…
Hotaru yang lagi duduk santai di ruang tamu rumahnya dikejutkan dengan bunyi ketukan pintu.
"sebentar!" seru hotaru dari dalam rumah. Ia lalu membuka pintunya. Betapa terkejutnya hotaru begitu melihat orang yang berdiri di depan pintu rumahnya.
"lw! Ngapain lw dateng ke sini! Dasar gila!" bentak hotaru.
"hotaru please… gw dateng ke sini dengan tujuan baik kok! sumpah!" seru orang tersebut. Siapakah tamu hotaru itu…? Jejejejeng…
"dengan tujuan baik? Lw kira lw tuh orang baik?" Tanya hotaru dengan nada amat sinis.
"oke! Gw ngaku gw salah tapi sumpah gw mau perbaikin semuanya!" lirih orang tersebut.
"hah? Perbaikin semua? And… ngapain lw musti ngaku salah di depan gw? Harusnya kan lw ngaku salahnya ama mikan! Dasar!" kata hotaru.
"oke. Itu tujuan gw dateng ke sini! Karna itu gw butuh bantuan lw!" seru orang tersebut.
"ya… tapi ada 2 syaratnya! Pertama…" hotaru langsung menghentikan perkataannya dan mengepal tangannya dengan kuat.
"yang pertama ini!" bentak hotaru sambil meninju orang tersebut sekuat tenaga.
"hosh…..hosh… trus apa lagi?" Tanya orang itu sambil memegang pipinya yang sakit banget.
"haha! Yang kedua udah pasti uang! Lw tau itu kan, natsume!" seru hotaru. Jadi orang itu adalah natsume hyuuga, yang waktu itu kabur dari akademi.
"cih! Iya iya! Um.. boleh gw masuk?" Tanya natsume.
"eh, masuk aja!" seru hotaru. Mereka berdua lalu duduk di ruang tamu.
"jadi…" Tanya hotaru.
"oh, gini! Maksud kedatengan gw kesini itu buat minta maaf sama mikan." Jawab natsume sambil duduk dan memandangi lantai.
"oh, mau minta maaf sama mikan.. emangnya lw tau mikan tinggal dimana? And.. dari mana lw tau gw tinggal di sini?" Tanya hotaru.
"dari sumber tertentu! Pokoknya gak pentinglah! Gw tau kok mikan tinggal dimana!" seru natsume.
"ya, udah! Kalo udah tau rumahnya kenapa gak langsung nyamperin dia terus minta maaf." Kata hotaru enteng.
"kan gak mungkin segampang itu! Eh, ngomong-ngomong mikan kerja apa, ya? Kok pas gw ngintai dia di rumahnya.. rumahnya gede banget!" kata natsume.
"mikan, dia jadi Garfield. Makan, tidur, males-malesan." Jawab hotaru.
"trus yang ngerjain kerjaan rumah siapa?" Tanya natsume.
"ya pelayannya kale.." jawab hotaru.
"wes… kok bisa jadi kaya gitu tuh anak?" Tanya natsume makin penasaran.
"haha! Ya gak mungkinlah itu rumah mikan yang beli! Itu rumah suaminya!" jelas hotaru. Natsume langsung diam membatu.
"kenapa? Kaget, ya?" Tanya hotaru.
"su…suaminya? Se..seri..serius lw? Tanya natsume syok berat.
"ya iyalah! Secara gitu lw kan tega ninggalin dia dalam keadaan gitu." Kata hotaru semakin manas-manasin natsume… hotaru jadi kompor!
"oke! Gw ngaku gw salah! Tapi bisa gak jangan bahas itu dulu!" bentak natsume.
"huh!" hotaru kesel.
"eh, emang siapa suaminya mikan?" Tanya natsume.
"heh.. jangan kaget, ya!" seru hotaru. Natsume mengangguk. "luca." Jawab hotaru
"hah?" Tanya natsume semakin syok.
"abisnya gak ada lw sih! Siapa lagi yang bisa tanggung jawab. Mikan sendiri kan gak mungkin!" jelas hotaru. Natsume tertegun. Dan masih terdiam.
"eh, udah jangan kaget gitu lah! Oh iya, lw mau gw kenalin sama anaknya mikan, um..maksud gw anak lw!" Tanya hotaru.
"ah.. mau!" jawab natsume.
"besok deh! Biasanya yo-chan suka dianterin luca maen ke sini," kata hotaru.
"jadi namanya yo-chan? Cowok, ya!" seru natsume makin antusias.
"iya. Cowok. Tapi nama di akte kelahirannya youichi nogi" jelas hotaru.
"oh… sudah kuduga." Jawab natsume gak bersemangat.
"lw jangan pasang tampang madesu (masa depan suram) gitu, ah! Gak tega gw litanya." Kata hotaru.
"gak kok! gw gak papa!" jawab natsume.
"oh iya, ngomong-ngomong lw tinggal d mana? Udah kerja?" Tanya hotaru.
"udah dong! Gw kan jenius! And gw tinggal di luar kota! Jadi jauh! Seru natsume.
"lw kesini pake apa?" Tanya hotaru.
"mobil lah! Gak liat? Orang diparkir disitu juga!" jawab natsume.
"oh, BMW warna hitam itu? Keren juga, ya!" seru hotaru.
"iya gitu, lho! Secara.. yang punya-nya juga keren!" seru natsume narsis, tapi emang bener dia keren!
"cuih! Najis! Eh, lw mau pulang kapan?" Tanya hotaru.
"gw mau nginep disini!" jawab natsume enteng.
"hah? Gila lw! Emangnya lw gak kerja?" Tanya hotaru.
"gw dah minta cuti sampe mohon-mohon. Eh, iya gw mau nginep!" jawab natsume.
"ciee… demi mikan tuh! Ehmm…ehmm.." ejek hotaru.
"ah! Berisik lw!" bentak natsume tapi blushing.
"dasar! Malu-malu gajah, lw!" ejek hotaru lagi.
"kok malu-malu 'gajah' sih?" Tanya natsume bingung.
"abis muka lw kan kayak gajah! Haha!" kata hotaru lalu tertawa. Natsume langsung cemberut.
Malam harinya…
"nat, lw beneran mau nginep?" Tanya hotaru lagi.
"iya!" jawab natsume yang udah setengah tidur.
"oke. Boleh sih boleh asalkan nanti bayar sewa kamarnya." Kata hotaru.
"iya!" jawab natsume yang matanya udah merem, tapi masih denger suara.
"tapi… jangan tidur di kamar gw dong! Gw gak mau pindah ke kamar yang lain! Gw mau tidur sini!" bentak hotaru.
"berisik! Gw juga udah PW! Udahlah tidur aja sebelah gw! Protes aja!" bentak natsume balik, lalu tertidur sepenuhnya.
"nat! lw dibawah deh!" kata hotaru sambil mencoba dorong badannya natsume, tapi gak kuat.
"ah, tau ah! Bodo!" kata hotaru lalu tidur di sebelah natsume.
Pagi harinya natsume dan hotaru lagi berunding di kamar.
"gimana nih cara minta maaf, nya?" Tanya natsume bingung.
"gini, nih! Pertama lw coba mengakrabkan diri dulu sama yo-chan! Nah udah gitu baru pelan-pelan lw coba ngomong sama mikan! Dan minta maaf! Lalu bayar 10.000 yen ke gw, sekarang!" jelas hotaru.
"oke deh…" jawab natsume lalu memberikan 10.000 yen pada hotaru.
"nah gitu dong!" seru hotaru girang. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.
"itu pasti yo-chan sama luca! Ngumpet gih!" seru hotaru. Natsume lalu bersembunyi di kamar hotaru. Hotaru lalu segera membukakan pintu. Benar saja, yang mengetuk pintu adalah luca sama yo-chan.
"hei luca! Hei juga yo-chan!" sapa hotaru.
"hai tante hotalu! Yo-chan kangen banget cama tente!" seru yo-chan sambil berlari ke arah hotaru.
"eh, yo-chan! Tante juga kangen sama yo-chan!" Seru hotaru lalu menggendong yo-chan. Yo-chan lalu senyum-senyum.
"eh, yo-chan papa tinggal dulu, ya! Papa mau kerja dulu! Yo-chan main sama tante hotaru, ya!" kata luca pada yo-chan.
"iya! Asalkan papamu mau ngasih tante 10.000 yen!" kata hotaru.
"dasar! Nih!" kata luca sambil memberikan 10.000 yen.
"nah gitu dong gw kan bisa cepet kaya, terus bisa buat sofa yang isinya uang, deh!" seru hotaru.
"iya. Lw nikah aja dulu sama pengusaha kilang minyak!" ejek luca.
"ih najis!" bentak hotaru. Luca lalu berjalan meninggalkan rumah hotaru. Hotaru menutup pintu dengan rapat lalu menguncinya. Yo-chan bingung sambil terus menatap hotaru. Hotaru juga menutup seluruh jendela dan gordeng rumahnya.
"kenapa pintu lumahnya di kunci, tante? Tante ngumpetin telolis, ya?" tuduh yo-chan. Hotaru lalu tertawa kecil. Ia mengelus kepala yo-chan yang sedang berdiri di depannya dan menatapnya (sambil nenggak)
"bukan teroris, tapi lebih buruk lagi dari teroris! Banci!" ejek hotaru. Spontan natsume langsung keluar dari tempat persembunyiannya dan ngegetok kepala hotaru. melihat ada orang asing (Natsume) yo-chan segera menatapnya dengan sinis. Roh-roh jahatnya langsung keluar. Natsume langsung kaget dan terdiam melihat yo-chan.
"kamu ciapa?" teriak yo-chan.
"aku.." jawab natsume gugup..
waah... kira-kira natsume bakal bilang kalau dia ayahnya yo-chan gak, ya? penasaran? tunggu chap 3 nya!
N/B: jangan protes author yang susah banget nulis pake huruf kapital.
