Cast: Kim Taehyung & Jeon Jungkook, slight Sejin the handsome manager of bangtan

Pairing: VKook (seme!V uke!Kook)

BL, Yaoi, Fluff, Comedy/?

Rated: T


Pokemon, Go!


Wabah game Pokemon Go merajalela di beberapa negara, salah satunya adalah di Korea Selatan. Game yang sudah resmi dapat di-download pada app store setiap ponsel pintar itu meracuni semua orang dari berbagai usia, tak terkecuali remaja tampan yang bernama Jeon Jungkook.

Jungkook sudah menemani kekasihnya shooting drama 'Hwarang' sejak dua jam lalu. Setelah menamatkan film anime kesukaannya di iPad, Jungkook mulai merasa bosan. Dua jam dan Taehyung tidak juga kembali ke van BTS untuk sekedar mengecek keadaan Jungkook. Membuat Jungkook mendenguskan napasnya kasar dan memajukan bibirnya seperti Psyduck.

Jungkook mulai mengutak-atik iPhone miliknya yang berlayar retak-retak karena terjatuh beberapa minggu lalu ketika di'serang' oleh kekasihnya. Ia men-scroll layar ponselnya lalu jarinya terhenti ketika melihat icon berlambang pokeball.

"Sudah beberapa hari ini aku tidak memainkan game ini. Aku buka saja ah! Toh, Tae-hyung tidak ada di sini." Benak Jungkook.

Yap. Layar iPhone Jungkook jadi retak karena dibanting Taehyung ketika sang seme mendapati ukenya sedang berjalan-jalan di dorm sembari bermain Pokemon Go sehingga tidak mengubris perkataannya. Taehyung yang geram langsung merebut iPhone Jungkook dan membantingnya ke lantai lalu menggendong Jungkook ke dalam kamar. Taehyung membuat Jungkook berjanji untuk tidak memainkan game itu lagi atau akan berakhir di'siksa' semalaman oleh Taehyung, seperti waktu itu. Taehyung yang sedang marah memang mengerikan.

Jungkook izin pada manager-nya, Sejin, untuk berjalan-jalan di sekitar area parkir karena ingin mencari pokemon. Ia terus melangkahkan kakinya sembari fokus pada layar ponsel, sehingga tidak menyadari bahwa ia melangkah semakin jauh dari area parkir.

"Uwah! Di sini ada Pikachu! Ini kan pokemon yang rare!", seru Jungkook semangat.

Jungkook melempar razzberry lalu master ball beberapa kali dan tertangkap lah sang Pikachu.

"Yes! Akhirnya Kookie dapat Pikachu! Loh, ini di mana..?"

Jungkook mengedarkan pandangannya lalu panic. Ia hanya dapat melihat pepohonan yang menjulang tinggi. Ke mana perginya mobil-mobil dan jalan beraspal itu?

"Haah.. Kookie kesasar. Ini di mana, ya? Aduh.. Gimana caranya Kookie kembali ke van..?"

Jungkook mencoba mencari jejak kakinya, siapa tahu tertinggal, jadi tinggal ia ikuti lagi saja untuk kembali ke van. Tapi nihil, di sini rerumputannya sangat tebal, sehingga jejak kaki Jungkook sama sekali tak berbekas.

"Huwaaa, eottokhe..? Tae-hyung tolong Kookie..!", rengek Jungkook.


[Sementara itu...]

"Kookie, hyung sudah istirahat, nih~", seru Taehyung ceria sambil membuka pintu van. Namun di sana hanya ada Sejin sang menejer BTS saja.

"Hyung, Jungkook ke mana?", tanya Taehyung.

"Tadi dia bilang mau cari Pokemon di sekitar sini, memangnya tidak ada?"

Taehyung mengedarkan mata elangnya, namun ia tidak melihat Jungkook di mana pun. "Tidak ada, hyung. Ah, bagaimana ini? Dia ke mana, sih?!"

"Jinjja? Huwaa.. Mianhe, Taehyung-ah, tadi hyung ketiduran jadi tidak mengawasi Jungkook..."

"Tak apa, hyung. Kau pasti kelelahan sejak pagi mengantar aku syuting, menjemput Jungkook dari dorm, lalu kembali ke sini. Hyung tidur lagi saja, biar aku yang mencari Jungkook."

"Oke, hati-hati, Tae-ah..Kabari hyung kalau sudah ketemu, ya."

Taehyung berjalan menjauhi van. Ia mengaktifkan radar intuisinya.

Kalau aku jadi Jungkook.. Kira-kira aku akan kemana..?

Taehyung curiga melihat di dekat area parkir terdapat celah yang cukup besar diantara banyak pohon yang semakin ke dalam akan membawanya menuju hutan. Mungkin Jungkook masuk ke dalam hutan. Ia pun melepaskan satu-per-satu atribut hanbok tradisional yang ia kenakan untuk syuting dan mengikatkannya di batang pohon—sebagai tanda jalan pulangnya nanti.

Sekarang hanya tersisa pakaian Taehyung yang biasa, selembar kaus tipis berwarna hitam dan celana pendek dari katun. Ia sudah tidak bisa mengikat apapun lagi di pohon sebagai penanda, nanti dia telanjang. Ia pun mulai pasrah dan memanggil nama kekasihnya dengan lirih.

"Kookie? Kookie? Kau di mana..?"

Taehyung tidak berani beranjak terlalu jauh dari tempatnya sekarang karena daya ingatnya cukup parah. Bisa-bisa ia tidak kembali ke van dan syutingnya hari ini berantakan. Atau lebih parahnya lagi, bisa saja ia ikut menghilang dan sulit ditemukan. Jadwal BTS selama beberapa hari akan kacau dan itu semua salahnya karena tidak bisa menemukan Jungkook.

Baru saja memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi, Taehyung mendengar suara isakan pelan dari balik semak-semak.

"Hiks.. Tae-hyung... Tolong Kookie, hiks…"

Taehyung mendekati semak itu lalu terlihatlah seorang namja yang sedang memeluk lututnya dan menenggelamkan kepalanya di dalam lengannya sendiri. Tubuh namja itu gemetaran, sangat tidak cocok mengingat tubuhnya yang tinggi bongsor juga berotot. Tapi, mau berwujud seperti apapun, tetap saja Jungkook adalah uke-nya Taehyung, seumur hidupnya.

Taehyung tersenyum lega ketika ia menemukan kekasihnya. Tapi ia juga kesal karena perlu waktu setengah jam untuk menemukan namja kesayangannya itu. Lalu, terlintas lah ide untuk menjahili kekasihnya.

Taehyung bersembunyi di balik semak-semak lalu berbisik mengerikan. "Jeon Jungkook…"

Isakan Jungkook seketika terhenti. Ia kaget bukan main. "Si-siapa..?"

"Aku arwah hutan ini...", ucap Taehyung lirih. "Aku akan menculikmu, Jungkook-ah..."

"A-arwah?! Jangan! Jangan culik Kookie, please, Pak Arwah..!"

"Hm.. Kalau begitu, berjanjilah satu hal pada Arwah..."

"A-apa itu, Pak Arwah?"

Apa ya? Janji apa ya? Otak Taehyung berpikir dengan cepat.

"Apa yang kau lakukan hingga bisa tersasar ke tempat kekuasaanku?", tanya Taehyung.

"K-kookie mencari pokemon, Pak Arwah.."

Huh, sudah kuduga. Game terkutuk itu!

Taehyung tersenyum bangga ketika menemukan satu hal yang harus dijanjikan oleh Jungkook. Ah, mungkin dua.

"Oke, Jungkook... Kau harus berjanji kalau kau tidak akan memainkan permainan itu lagi..."

"B-baiklah, Pak Arwah...", ucap Jungkook takut-takut.

"Dan ada satu hal lagi..."

Alis Jungkook menekuk hingga menyatu. "Satu lagi, Pak Arwah?"

"Ya. Kau harus berjanji untuk langsung memeluk, mencium, dan menyenangkan pacarmu ketika ia menemukanmu di sini. Ah.. Aku rasa dia sudah dekat..."

"Waa, Tae-hyung datang mencariku? Asiiiik! Saranghae, Tae-hyung!", seru Jungkook sambil ber-mansae-ria.

Taehyung terkikik melihat kepolosan kekasihnya itu. Sangat menggemaskan.

"Ya sudah, aku pergi dulu. Lain kali, hati-hatilah, Jungkook. Aku tidak akan sebaik ini jika nanti kau tersesat lagi..."

"Ne, Pak Arwah! Terimakasih banyak karena telah melepaskan Kookie!"

Sungguh Taehyung ingin tertawa terpingkal-pingkal, tapi nanti Jungkook tahu kalau 'Pak Arwah' adalah dirinya. Nanti janji-janji Jungkook tidak akan terealisasikan, dong?

Taehyung menunggu sekitar dua menit sebelum berpura-pura berlari sambil memanggil-manggil nama Jungkook.

"Kookie? Sayangku? Kamu di sana?"

Jungkook sumringah. Ternyata Pak Arwah tidak berbohong ketika mengatakan Taehyung akan datang kepadanya sebentar lagi.

"Tae-hyung, Kookie di sini!", seru Jungkook sambil melambai-lambaikan kedua tangannya penuh semangat.

Taehyung tersenyum lebar lalu berlari ke arah Jungkook dan langsung memeluknya.

"Kenapa kau bisa sampai di sini, sayang?", tanya Taehyung sambil mengecupi setiap inci wajah kekasihnya.

Jungkook tertawa kegelian. "Aku mencari pokemon, hyung.. Maafkan Kookie, ya?"

"Kan sudah kubilang aku tidak suka—"

"Aku tahu, hyung!", potong Jungkook. "Maafkan aku, ya? Tadi aku bosan sekali di van.. Hyung lama sekali syutingnya, dan sama sekali tidak mengecek keadaanku.. Makanya..."

"Uuuh, maafkan hyung, ne? Hyung nakal, ya? Kookie mau hukum hyung?"

"Ani, hyung.. Kookie malah akan memberi hyung hadiah.", ucap Jungkook malu-malu.

"Hm, hadiah apa, sayang?", tanya Taehyung (pura-pura) polos.

"Em.. tadi Kookie ketemu Pak Arwah hutan ini, hyung.."

"Iya.. terus?", tanya Taehyung sabar.

"Terus.. Tadinya Pak Arwah mau culik Kookie, tapi tidak jadi.. Karena Kookie berjanji sama Pak Arwah..."

"Kookie janji apa?"

"Kookie janji tidak akan main Pokemon Go! lagi.. terus... Kookie janji akan... Hm..."

"Satu lagi apa, sayang?"

Jungkook memberanikan dirinya menubruk Taehyung hingga merapat ke pohon, memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat, lalu mencium bibir tebal milik Taehyung dengan rakus.

Diam-diam Taehyung tersenyum senang. Rencana jahilnya berhasil. Vkook couple pun berpagutan di dalam hutan cukup lama, mungkini sekitar lima belas menit. Taehyung-lah yang menghentikan kegiatan mereka, dengan sangat enggan.

"Ayo kembali ke van, sayang.. Kasihan Sejin hyung, dia khawatir karena kamu menghilang.", ucap Taehyung sambil mengusap-usap kepala Jungkook dengan sayang.

"Ne, hyungie.."

Jungkook dan Taehyung berjalan sambil bergandengan tangan. Sesekali mereka berhenti untuk mengambil pakaian Taehyung yang tadi sengaja ditinggalkannya sebagai tanda.

Akhirnya setelah berjalan kaki cukup jauh, Jungkook sampai juga di van dan langsung disambut oleh omelan dan pelukan sayang dari Sejin.

"Jangan membuat kami khawatir lagi, Kook-ah.."

"Ne, Sejin hyung.. Maafkan Kookie, ya...?"

Sejin mengangguk lalu meninggalkan dua maknae Bangtan Boys itu sendirian.

"Kookie sayang?"

"Iya, hyungie?"

"Hyung syuting lagi, ya? Kamu janji jangan pergi jauh-jauh lagi, oke, tampan?"

Jungkook menyengir lebar, "Siap, hyungie!"

Taehyung memeluk Jungkook erat lalu berbisik di telinga Jungkook. "Dan.. nanti kita lanjutkan kegiatan kita yang tadi, oke? Di dorm. Bagaimana pun juga kau telah melanggar janjimu untuk tidak memainkan game itu lagi, sayang.."

GLEK. Jungkook tahu maksud Taehyung dengan 'kegiatan yang dilanjutkan'. Pasti ia akan dikurung di kamar seharian. Dan hasilnya, pasti ia tidak akan bisa berjalan karena selangkangannya yang sakit. Tapi ia ingat tadi sudah berjanji pada Pak Arwah untuk menyenangkan pacarnya, jadi, ia tidak bisa menolak.

Setelah Jungkook mengangguk pasrah, Taehyung mencium bibir kekasihnya sekilas, lalu berbalik dan berjalan ke arah lokasi syuting. Sehingga Jungkook tidak dapat melihat smirk jahat Taehyung. Selamat menerima hukumanmu, Kookie!

END.


ORU2 says:

second story is arrived! lama banget yak baru update sekarang? khihihi

aniwei, pada minta sekuel buat cerita yang pertama yak? tapi tapi aku sama sekali tidak kepikiran untuk buat sekuel itu..

aku memang sengaja membuatnya menggantung

biar kayak cerita2 poskolonial gitu

hahaha

hahaha

hahaha

hahahah

kalian bayangkan sendiri aja ya endingnya gimana

bukannya kalau kayak gitu jadi lebih seru? kekeke