Glasses Part 2.
Sungmin POV
Aku mengerjapkan mataku, rasanya berat sekali. Ah, dimana ini? Seingatku, aku tertidur saat didalam taksi bersama Kyu. Aku melirik sekelilingku, ah ini ornamen kamarku. Kenapa aku bisa kembali lagi kesini? Apa Kyu mengantarkanku?
Aku duduk dikasur, masih merasa linglung. Bajuku masih baju yang kemarin, tentu saja. Aku melirik jam yang melingkar dipergelangan tanganku, pukul 7 pagi. Lalu aku segera keluar menuju meja makan, perutku lapar.
"Selamat pagi anakku" sapa ibuku begitu melihatku keluar kamar. Aku tersenyum kecil, berlari menghampiri ibuku dan duduk dikursi meja makan. "Ibu, siapa yang mengantarku kesini?" tanyaku pelan,mengambil 1 potong roti dari atas meja.
"Seorang namja, bernama Cho Kyuhyun. Katanya, dia temanmu, benarkah?" tanya ibuku, mulai tertarik akan topik pembicaraan kami. Aku mengangguk kecil, Cho Kyuhyun memang temanku, jadi tak salah kalau dia mengantarku sampai kesini. Oh, aku sangat berterima kasih padanya.
"Dia kemarin terlihat lelah sekali. Wajahnya pucat begitu, dia kelihatan mengantuk berat. Tapi dia mengantarmu sampai kekamar, merangkulmu erat sekali. Ibu suruh dia menginap disini, tapi dia menolak. Rumahnya disekitar Jalan Porvert" jelas ibuku panjang lebar. Aku membelalakan mataku sedikit.
Dia...mengantarku sampai kesini? Dia tidak keberatan? Kenapa dia tak membangunkanku?
"Dia teman yang baik, berbanggalah punya teman seperti dia Lee Sungmin" ucap ibuku, lalu duduk di sebelahku dan mengolesi rotinya dengan mentega. Aku mengangguk-angguk kecil,menaburkan keju di atas rotiku. "Kau harus mengucapkan terimakasih padanya" ucap ibuku lagi, aku mengangguk lagi sebelum memasukan roti itu kedalam mulutku.
"Oh iya" ucap ibuku, membelalakan matanya. Aku menoleh, sepertinya sesuatu yang penting."Kacamata Kyuhyun tertinggal disini, dengan frame orange cerah itu, tolong kembalikan ya" ucap ibuku lembut. Aku mengangguk kecil, melihat kacamata itu diatas meja tamu.
Selesai sarapan, aku naik kembali kekamarku, untuk mandi. Saat terdengar bunyi dering handphone diatas mejaku. Aku melihat display handphone, nomor yang tidak kukenal. Aku mengangkatnya dengan tidak yakin, menaruhnya ditelingaku.
"Halo, aku Cho Kyuhyun" terdengar suara diujung sana, aku bernafas lega.
"Terimakasih sudah mengantarkanku ke rumah dengan selamat" ucapku pelan, duduk dipinggir kasurku, tersenyum kecil.
"Tidak masalah. Hari ini mau menjalankan project? Apa aku menganggumu?" terdengar suara khasnya lagi.
Aku menggerakan kakiku pelan, "Iya, nanti kusms alamatnya. Kau tidak menganggu. Apa kau baik-baik saja?" tanyaku. Tunggu, kenapa itu terdengar perhatian sekali?
"Baiklah. Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu?"
"Tentu aku baik. Sudah dulu ya, aku mau mandi. Akan kusms sebentar lagi, ok? Ah iya, kacamatamu tertinggal dirumahku"
"Iya, kutunggu. Ah iya, benar. Bisa kau membawanya Ming?"
"Ya, akan kubawa. Tenang saja" ucapku sambil menatap kacamata yang sekarang ada dihadapanku, tersenyum.
Klik. Telpon selesai. Aku melempar handphoneku kepinggir kasur, tersenyum pelan. Mengguling-gulingkan tubuhku diatas kasur, tersenyum-senyum sendiri. "Cho Kyuhyuuuuuun" ucapku pelan, menarik nafas, lalu membuangnya kembali.
Author POV
"Lee Sungmin" terdengar suara dari ujung lapangan, lalu terlihatlah Cho Kyuhyun melambai ke arah Sungmin,melempar senyum manisnya. Sungmin duduk diatas kayu-kayu kecil, membalas senyuman Kyu.
"Kemana Eunhyuk?" tanya Sungmin,menatap sekelilingnya.
"Dia tak bisa datang, katanya sibuk sekali. Kenapa sih?" tanya Kyu, terdengar sedikit sewot. Apa Kyu... cemburu?
"Tidak" jawab Sungmin cepat,bangkit dari duduknya. Mereka berdiri berhadapan, mata mereka bertemu. "Apa yang akan kita lakukan sekarang, tuan?" tanya Sungmin, tersenyum jahil sambil meperlihatkan deretan gigi kelincinya. Kyuhyun, mukanya terlihat memalu, memalingkan wajahnya ke kanan sedikit.
"Terserah kau, aku kan tidak tahu"
Akhirnya, mereka mulai bekerja. Sesekali mereka mengobrol, kadang bercanda sampai keduanya tertawa terbahak-bahak. Menggema ditengah halaman kecil itu. Angin berhembus pelan, menyapu keringat keduanya. Mereka terlihat semangat sekali, kadang mereka memandang satu sama lain secara bergantian,kkk~.
"AKHHHHHH" teriak Sungmin keras, mengenggam jari manis tangannya keras, mukanya berkerut. Kyuhyun menghampirinya cepat, melihat keadaannya. "Yaampun, terkena paku?" tanya Kyuhyun, terdengar khawatir. Kyuhyun berlari menuju kotak obat, mengambilnya dan mulai membalut luka Sungmin.
"Kau baik-baik saja kan? Hati-hati" ucap Kyuhyun, tidak menatap masih meringis, paku yang menancap itu ternyata cukup dalam. Namun, Sungmin terlihat lebih tenang saat Kyuhyun memegang tangannya, mengobatinya. "Aku... baik-baik saja..." ucap Sungmin, tersenyum seadanya. "Maafkan aku Cho Kyuhyun" lanjutnya, nafasnya masih terputus-putus.
Kyuhyun tidak masih sibuk menggulung perban dijari manis Sungmin. "Selesai" kata Kyuhyun, tersenyum lebar. "Kau pasti baik-baik saja. Sekarang kau menunggu saja, aku yang akan bekerja" lanjutnya, bangkit berdiri. Sungmin sudah berusaha membantah, tapi Kyuhyun bersikeras membiarkan Sungmin hanya melihatnya, tidak ikut membantu.
Ternyata... Banyak lho yang bisa dilakukan Sungmin sekarang. Mengawasi Kyuhyun.
Ujung mata Sungmin bergerak mengikuti dimana Kyuhyun berada, kekanan, kekiri. Kadang, wajah Sungmin bersemu merah. Apakah...? Entahlah. Hanya Sungmin dan Tuhan yang tau bukan?
"Cukup, Kyuhyun-ssi" ucap Sungmin, setelah 2 jam berlalu. Kyuhyun menoleh kearah Sungmin, keringat bercucuran disekitar dahi, pipi, dan lehernya. Sungmin berlari kecil kearahnya, memberikan sebuah handuk putih kecil. "Kau pasti lelah bukan? Hari ini sudah saja. Kau tidak memperbolehkanku membantu" ucap Sungmin, merengut kesal. Kyuhyun terkikik melihatnya.
"Kalau jarimu sudah sembuh, kau boleh kok melanjutkan pekerjaan ini" ucap Kyuhyun, mengelap dahi dan pipinya pelan. Sungmin menatap Kyuhyun dengan pandangan , sudah bisa dibilang cukup bagus, bangunan buatan Kyuhyun. Bagian bawahnya sudah tersusun rapih, arah kayu-kayunya pun rapih.
"Katanya Eunhyuk mengajak makan siang loh" ucap Sungmin, berjinjit sedikit, meniup dahi Kyuhyun pelan. Kelihatan sekali, muka Kyuhyun bersemu merah, tapi berubah lagi saat Sungmin menatapnya. "Baiklah, dimana?" ucap Kyuhyun, menahan rasa gelinya melihat Sungmin memainkan potongan kayu dengan jarinya yang tidak luka. "411 Restaurant. Kau pasti tahu" ucap Sungmin, mulai berjalan meninggalkan Kyu dibelakangnya.
Kyuhyun POV
"Apa kau mencintai Sungmin?"
Sebuah pesan masuk ke ponselku, menanyakan hal yang tidak jelas. Dan, asal kau tahu pengirimnya...
Eunhyuk.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" ketikku cepat,lalu memencet tombol send. Aku menggerakan kakiku diujung tempat tidur, memiringkan kepalaku sedikit. Aneh sekali, kenapa Eunhyuk menanyakan hal yang tidak wajar seperti itu? Apakah itu penting?
"Dia selalu bercerita tentangmu. Sepertinya dia punya perasaan padamu. Aku juga mencintainya, tahu"
Jantungku berdebar tidak wajar, aku merebahkan diri dikasur, berusaha mencerna kalimat itu pelan-pelan. Rasanya aneh sekali, sungguh aneh.
Sepertinya. Dia. Punya. Perasaan. Padamu.
Itukan sepertinya. Sama seperti kemungkinan, tidak pasti. Tapi, kenapa saat membaca kalimat itu, wajahku panas sekali? Oh ya ampun.
Aku. Juga. Mencintainya.
Eunhyuk mencintai Sungmin? Lantas, kenapa mereka tidak berpacaran? Toh,menurutku mereka cocok. Lalu, kenapa aku harus tau bahwa Eunhyuk memiliki rasa terhadap Sungmin? Apakah Sungmin mencintai Eunhyuk? Ah pikiranku melayang sangat jauh. Rasanya... aku tak mau melepaskan Sungmin.
"Lantas, kenapa? Kalian kan dekat, kemungkinan besar Sungmin jatuh cinta padamu, bukan aku. Dia sering menanyakan tentang dirimu kok kepadaku" ketikku perlahan, lalu saat membacanya lagi... kenapa aku tidak yakin? Aku memencet tombol send.
Pip.
"Aku sudah menyatakan cintaku padanya. Tapi dia hanya tersenyum lembut, dia menganggapku bercanda. Padahal aku serius. Oh, Cho Kyuhyun, bantu aku. Kau gampang sekali akrab dengan Sungmin. Kau harus membantuku"
Apakah Sungmin... menolak Eunhyuk? Oh ya ampun, setauku Eunhyuk itu tipe cowok ideal semua cewek di Kampusnya. Masa Sungmin menolak dengan mudah? Sungmin menarik sekali.
"Membantu apa?"
"Bantu mendekatku dengannya, kumohon"
"Baiklah"
Setelah pesanku di send, aku membaca ulang beberapa kali. Kenapa... Aku tidak merasa yakin, aku dapat membantu Eunhyuk?
Kenapa aku... tidak mau membantunya?
Sungmin POV
"Cho" ucapku pelan, menatap Kyuhyun yang berjalan kearahku, bersama Eunhyuk. Aku melambai kecil, dan mereka berdua membalasnya. "Kau mau les ya Sungmin?" tanya Eunhyuk, berusaha akrab. Kyuhyun membuka handphonenya, lalu ekspresinya mengangguk kecil, dan tersenyum kecil pada Kyuhyun. "Ada apa Cho Kyuhyun?" tanyaku, menatap lekat-lekat wajah dihadapanku ini.
"Adikku... meninggal"
Aku terdiam. Benar-benar kabar yang tidak enak didengar. Kulihat Kyuhyun hanya diam, menatap layar handphonenya serius. "Aku turut berduka Kyu" terdengar suara Eunhyuk, memecah keheningan. Sungguh, tanpa sadar, aku memeluk tubuh Kyuhyun. Membiarkan tubuhnya menerima pelukanku, walau hanya sebentar.
Aku ingin dia merasakan, kalau aku juga berduka. Dan tanpa sadar, air mataku jatuh dibahu Kyuhyun, kurasakan tubuh Kyuhyun bergetar sedikit, dia membalas pelukanku. "Kyuhyun, tenanglah. Lebih baik kau ketempat adikmu bukan? Pasti orangtuamu menunggumu, aku akan menyusulmu" bisikku di telinganya, dan kurasakan air matanya didekat dahiku.
Dia sedang menangis.
"Ya" kudengar suaranya ditelingaku, sedikit bergetar. Aku merengkuh wajah Kyuhyun, melepaskan pelukan kami. "Apa aku perlu mengantarmu?" ucap Eunhyuk, merangkul bahu Kyuhyun. Wajah Kyuhyun memang terlihat merah, tapi air matanya sepertinya sudah kering. Apa dia tak ingin mengakui bahwa tadi dia menangis?
"Tidak perlu" katanya,memperlihatkan senyumnya pelan. "Aku pergi sekarang ya. Bye" ucap Kyuhyun, pergi meninggalkan kami...
Dan belum juga kembali.
Author POV
Sudah 3 bulan sejak Kyuhyun pergi, dan dia sama sekali belum kembali. Sejak adiknya meninggal.
Entahlah, tapi kelihatan sekali bahwa Sungmin dan Eunhyuk resah. Apalagi Sungmin. Entahlah, tapi akhir-akhir ini Sungmin kelihatan lemas, tak punya semangat. Walau terus dihubungi, nomornya selalu tidak aktif. Kadang, Sungmin tidak mau makan, saking khawatirnya ia terhadap keadaan Kyuhyun sekarang.
"Sungmin, kau rindu Cho Kyuhyun bukan?" Eunhyuk melirik Sungmin pelan, menghembuskan nafasnya.
"Memangnya ada apa, hyuk?"
"Akhir-akhir ini kau selalu, SELALU kelihatan pucat. Kau tidak makan kan? Kau kelihatan kurusan, dan mukamu berubah. Kau jadi pendiam Sungmin"
"Oh, haha jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja" terdengar suara Sungmin, agak serak. Matanya terlihat merah.
Dan air matanya mengalir tepat kepahanya sendiri.
"Eunhyuk, aku sangat merindukannya. Sangat merindukannya" ucap Sungmin, dalam isakan kecil. Terdengar buruan nafasnya yang tidak teratur, pertama kalinya Eunhyuk melihat Sungmin menangis. Pertama kalinya.
Eunhyuk merangkul Sungmin erat, memeluknya. "Cho pasti baik-baik saja" ucap hyuk, berusaha meyakinkan Sungmin yang terkulai lemas dibahu hyuk. Eunhyuk merengkuh kepala Sungmin, menghapus air matanya pelan. "Jangan menangis" bisik Eunhyuk, tersenyum hambar. Sungmin hanya terdiam, air matanya masih mengalir tanpa suara.
Setelah cukup lama, Sungmin berhenti menangis. Ia mulai memperlihatkan senyumnya kembali, walau berbeda dengan senyum sebelumnya. "Aku akan pergi menenangkan diri" ucap Sungmin, tersenyum lagi, bangkit.
"Kemana?"
"Ke bar. Aku ingin minum, sendirian" ucap Sungmin, "Telpon aku kalau ada hal penting, hm?" lanjutnya, lalu meninggalkan Eunhyuk sendiri ditengah malam sunyi tersebut.
Sungmin berjalan gontai ke arah Bar yang tidak terlalu jauh dari tempatnya tadi. Ia mendorong pintunya pelan,dan terlihatlah beberapa orang duduk bersama-sama disana, terlihat gembira. Berbeda dengan Sungmin, yang masuk kesitu dengan keadaan yang tidak baik. Sungmin duduk didekat meja kecil, menyenderkan punggungnya sebentar.
"Winenya satu" ucapnya sayu, menaruh kedua tangannya diatas meja. Bartender dibelakang meja tersenyum,mengangguk, dan bergegas pergi. Sungmin memalingkan wajahnya sebentar, memandang keadaan isi Bar. Beberapa orang mabuk berkeliaran disana, dengan wajah tanpa dosa. Ah, rasanya Sungmin ingin melupakan kejenuhannya sebentar.
Sungmin meminum winenya cepat, setelah disajikan oleh bartender. "HIK" terdengar cegukannya pelan, tersenyum. Minuman ini bisa menjadikannya melupakan kejadian barusan,kejadian tentang Cho Kyuhyun. Bahkan, Sungmin bisa terus tersenyum. Ah, Sungmin bisa mabuk.
Tak lama, Sungmin meninggalkan bar yang mulai sepi tersebut, dengan keadaan sadar. Ia tak ingin pulang dengan keadaan mabuk, itu sangat tidak enak. Setelah keluar, ia menghirup udara malam yang berhembus didekatnya, segar sekali. Ia menatap sekeliling, mencari taksi. Namun, ia melihat seorang namja berjalan tergopoh-gopoh 10 meter dari tempatnya...
Cho Kyuhyun. Dalam keadaan mabuk.
