TAKE MY HEART
EXO Fanfiction
HunKai
Cast : EXO member and other
Rating : T
Warning : BL, Typo
Romance, Humor, Drama, or call it what you want
Previous
Kaki kiri Jongin menapak pada pijakan, mengangkat tubuh, dan dalam hitungan detik Jongin sudah menduduki punggung Stone dengan nyaman. Stone berjalan pelan melewati kandang-kandang Kuda yang lain. "Perjodohan ini membuatku pening Stone." Adu Jongin, ia tidak berniat untuk meminta Stone berjalan lebih cepat atau bahkan berlari. Ia menikmati setiap langkah pelan Stone sekarang.
"Bagaimana jika Sehun memperlakukan aku dengan buruk? Bagaimana jika kami tidak bahagia? Bagaimana jika Sehun memiliki kekasih atau memiliki orang yang dia sukai? Kepalaku bisa pecah memikirkan semua itu."
BAB DUA
"Sehun hyung."
"Sudah selesai dengan Taehyung?"
"Belum."
"Kenapa menghampiriku?"
"Taehyung menangis, aku takut Bibi Kim menjitak kepalaku."
Sehun menahan tawa mendengar penuturan sang adik. Jungkook mengikuti arah pandangan Sehun kemudian tersenyum. "Aku yakin Hyung pasti sok keren di hadapan Jongin hyung dan mengatakan sesuatu yang menyebalkan."
"Kurasa." Jawab Sehun lirih.
"Hampiri Jongin hyung, Sehun hyung juga pandai berkuda kan."
"Tidak sehebat Jongin, dia pernah menjadi juara Nasional."
"Alasan." Balas Jungkook mencibir. "Bilang saja kau tidak punya nyali."
"Ya, aku memang tidak punya nyali."
"Bagaimana jika Jongin hyung menyukai orang lain? Bagaimana jika Jongin hyung memutuskan untuk menikahi orang yang dia sukai?"
"Jungkook itu tidak akan terjadi!" tegas Sehun sembari menatap sengit sang adik.
"Semua itu mungkin." Balas Jungkook penuh nyali. "Jika orang yang Jongin hyung sukai lebih menyenangkan dari Sehun hyung bagaimana?"
"Jongin tetap akan menikah denganku, berhenti membuatku kesal Jungkook!" peringat Sehun.
"Kenapa itu tidak akan terjadi? Kenapa Hyung yakin sekali?"
"Karena—karena aku Pangeran dan tidak ada yang bisa menolak perintah Kerajaan."
"Oh." Balas Jungkook sembari memutar bola matanya malas. "Tidak ada yang lain?"
"Tidak." Balas Sehun angkuh.
"Benarkah?" goda Jungkook sembari menaikkan dagunya. "Jongin kenapa kau sangat manis, kau tampak memesona ketika berada di atas punggung kuda, Jongin suara tawamu benar-benar merdu."
"Jungkook!" Sehun berteriak kencang. "Berhenti meledekku!"
"Aku tidak meledek!" pekik Jungkook membela diri. "Itu yang Sehun hyung katakan nyaris setiap saat ketika melihat wajah Jongin hyung di ponselmu!"
"Jungkook aku benar-benar akan mengunci bibirmu." Ancam Sehun.
"Dengan apa Sehun hyung akan mengunci bibirku?!" tantang Jungkook, Sehun geram, Jungkook menjulurkan lidah kemudian berlari pergi berlindung di balik punggung para pengawalnya.
"Dasar bocah!" geram Sehun dengan kedua tangan terkepal kuat.
Sehun memutar tubuh cepat berniat menyusul Jungkook dan memberinya sedikit pelajaran, namun kehadiran seseorang mengejutkannya.
"Hai Taehyung." Sapa Sehun berharap Taehyung tidak mendengar percakapannya dengan Jungkook.
Taehyung menatap wajah Sehun dan Sehun nyaris tertawa melihat wajah lucu Taehyung. Kedua mata sembab, kedua pipinya yang merona, Sehun yakin Jungkook mencubiti dua pipi menggemaskan itu, menggemaskan menurut adik badungnya.
"Sehun hyung." Panggilan Taehyung dengan suara rendah berhasil mempercepat detak jantung Sehun, ayolah ini tidak akan lucu jika Taehyung mengadu pada Jongin.
"Ya Taehyung, ada apa?" Sehun berusaha keras untuk tetap bersikap tenang.
"Bisakah Sehun hyung memberitahu Jungkook untuk berhenti mencubiti pipiku, itu sakit."
Kedua mata bulat Taehyung yang tadinya sembab kini tergenang air mata. Oh tidak Taehyung menangis. Sehun panik tentu saja dia panik. Dia bisa dihajar habis oleh Jongin juga Jungkook jangan lupakan, Jungkook yang sudah kehilangan kewarasan karena pesona seorang Kim Taehyung.
"Taehyung jangan menangis, Hyung akan memberitahu Jungkook. Hyung janji."
"Janji?" Taehyung melempar tatapan penuh harap.
"Janji." Ulang Sehun.
"Hentikan!" lengkingan suara milik Jungkook berhasil mengeluarkan dengusan dari bibir Sehun. "Jangan menyentuh kekasihku!"
Jungkook memeluk tubuh Taehyung dari belakang, sementara Taehyung melempar tatapan mengiba, meminta janji Sehun untuk ditepati.
"Jungkook perlakukan Taehyung dengan sopan." Nasihat Sehun.
"Aku sayang TaeTae." Balas Jungkook keras kepala.
Menahan geram Sehun tidak ingin kehilangan wibawa dihadapan adik badungnya. "Apa Jungkook pernah bertanya pada Taehyung dia mau disentuh atau tidak, dipeluk, dan dicium seperti itu. Apa Jungkook sudah bertanya?"
"Untuk apa bertanya?! Dia calon istriku!" Jungkook bersikers, Sehun nyaris mengeluarkan geraman.
"Apa yang Jungkook paling benci?"
"Seseorang memanggilku kakak padahal aku tidak tahu apa dia lebih muda dariku atau tidak." Balas Jungkook ditambah tatapan kedua mata bulatnya.
"Nah Jungkook memiliki hal yang dibenci berarti Taehyung juga pasti memilikinya."
"Benarkah?!" Jungkook melepaskan pelukannya dari Taehyung, sepertinya kali ini usaha Sehun membuahkan hasil.
Kini Jungkook berdiri di hadapan Taehyung menatap calon pasangan masa depannya itu lekat. "Apa sesuatu yang tidak TaeTae sukai?"
"Pemaksa dan pelanggar privasi."
Jawaban Taehyung membuat Jungkook menelan ludah kasar. "A—apa aku juga termasuk?" terbata Jungkook bertanya.
"Ya." Balas Taehyung pelan.
Keduanya bertatapan tanpa ada suara lain yang mengganggu, Jungkook mengambil satu langkah mundur. "Aku benar-benar menyayangi TaeTae. Tapi jika TaeTae mengganggap sikapku berlebihan, aku minta maaf." Ujar Jungkook kemudian membungkuk sembilan puluh derajat di hadapan Taehyung.
Apa yang Jungkook lakukan tentu saja mengejutkan semua orang, seorang Pangeran tidak dianjurkan untuk merendahkan dirinya di hadapan orang lain.
"Jungkook." Ucap Sehun.
"Tidak apa, aku meminta maaf pada calon pasanganku sendiri. Aku tidak merasa keberatan. Maafkan aku Kim Taehyung."
Taehyung mengangguk pelan ia melangkah mendekati Jungkook kemudian tersenyum tulus. "Terimakasih sudah bersedia menghormatiku."
"Tentu saja Tae hyung." Balas Jungkook diakhiri cengiran lebar yang menampakan dua gigi depannya yang lucu. "Bisakah Tae hyung ikut denganku sebentar."
Taehyung sempat terkejut karena Jungkook memanggilnya dengan sopan. Namun dia mengangguk pelan menyetujui permintaan Jungkook. Sehun hanya menatap punggung Taehyung dan Jungkook sekilas sebelum perhatiannya kembali tertuju pada arena pacuan Kuda milik keluarga Kim. Memerhatikan seorang Kim Jongin di atas punggung Kuda Hitam yang nampak memesona.
"Tae hyung." Panggil Jungkook setelah mereka berada di halaman depan rumah kediaman keluarga Kim.
"Apa?"
"Sebenarnya Sehun hyung menyukai Jongin hyung."
"Apa?!" pekik Taehyung tidak percaya.
"Iya, Sehun hyung menyukai Jongin hyung tapi dia terlalu angkuh, terlalu pemalu, atau bahkan mungkin terlalu bodoh. Jadi apa kau mau membantuku?"
"Membantu apa?"
"Mendekatkan Sehun hyung dengan Jongin hyung." Jungkook menatap Taehyung antusias.
"Kurasa tanpa usaha keraspun mereka akan dekat, mereka akan menikah." Putus Taehyung mengabaikan tatapan kecewa Jungkook.
"Sudahlah, biarkan mereka dekat dengan cara mereka sendiri jika butuh bantuan aku janji akan membantu."
"Baiklah…," balas Jungkook lemah.
Taehyung menghapus sisa air matanya menatap Jungkook lekat sebelum berjalan melewati tubuh Jungkook. "Aku harus bicara dengan kakakmu jangan mengikuti." Tegas Taehyung membuat Jungkook terperanjat.
Taehyungnya yang selalu bersikap manja dan manis bisa berucap tegas seperti sekarang. Itu mengejutkan, namun bukan Jungkook jika tidak membalas dengan tingkah bengalnya. Menaikan sebelah alis, tersenyum miring, Jungkook mengangkat dagu menantang Taehyung.
Memutar bola mata malas Taehyung terus melangkah meninggalkan Jungkook tidak peduli apa yang Pangeran badung itu pikirkan sekarang. Jungkook mengikuti langkah kaki Taehyung menuju Sehun. Dia tidak akan membiarkan Taehyung dekat-dekat dengan Sehun. Bisa saja Sehun terpesona akan wajah Taehyung, tidak menutup kemungkinan. Jungkook harus waspada.
"Sehun hyung." Panggil Taehyung ketika dirinya hanya berjarak dua langkah dari tempat Sehun berdiri.
"Apa Jungkook mencubiti pipimu lagi?"
Taehyung menggeleng cepat. "Aku ingin bicara denganmu."
Ketegasan Taehyung ternyata mengejutkan Sehun juga, kali ini Sehun memutar tubuhnya menghadap Taehyung sepenuhnya, bukan lagi menelengkan kepala. "Apa?"
"Kau menyukai Jongin hyung ah tidak maksudku apa kau mencintai Jongin hyung?"
"Kurasa mengatakan cinta terlalu cepat." Balas Sehun.
"Lalu apa maksudmu? Kau jangan berani-berani mempermainkan perasaan Hyung-ku." Ancam Taehyung.
"Apa yang bisa kau lakukan?" tantang Sehun.
Taehyung mendengus kesal karena direndahkan. "Bisakah kau tidak merendahkan orang lain meski kau seorang Pangeran?" balas Taehyung sejenak lupa dengan kasta masing-masing. "Karena kau akan menyesal jika kami bertindak."
Sehun tersenyum tipis Taehyung nyaris tak melihat senyum itu jika dia tidak menaruh seluruh perhatiannya kepada Sehun. Taehyung memutar tubuhnya menghadap Jungkook ketika Sehun memutuskan untuk pergi.
"Aku serius dengan ucapanku, apa kalimatku terdengar membosankan sampai dia memilih pergi?"
"Bukan begitu Tae—hanya saja—Sehun hyung termasuk orang bodoh jika berhubungan dengan mengungkapkan perasaan semacam itu. Sehun hyung sering mengeluh ketika dia tidak sengaja menyakiti perasaan orang lain." Jungkook tersenyum di akhir kalimat berharap Taehyung melunak atas sikap Sehun.
"Pastikan kakakmu itu tidak menyakiti kakakku. Atau aku akan kabur di hari pernikahan kita dan kau tidak akan pernah bisa menemukan aku!" ancam Taehyung.
Jungkook bisa menertawai kalimat Taehyung dan tak menganggap kalimatnya. Tapi tatapan Taehyung terlihat mengerikan, membuat Jungkook mengingat peristiwa ketika Taehyung benar-benar pergi dari Korea dan baru kembali dua minggu kemudian, setelah Jongin mengeluarkan berbagai jurus bujukan.
"Baiklah." Balas Jungkook. "Kurasa Sehun hyung berniat menemui Jongin hyung." Sambung Jungkook.
Taehyung mengikuti arah pandangan Jungkook dan melihat setiap langkah kaki Sehun yang membawanya semakin dekat ke arah kandang, tempat favorit Jongin.
"Semoga kakak kesayanganmu itu, tidak mengatakan hal bodoh pada Jongin hyung." Ucapan Taehyung hanya dibalas anggukan lemah Jungkook.
"Biasanya kau tidak begitu sopan dengan kakakmu." Ujar Jungkook berusaha bercanda namun Taehyung hanya mendengus.
.
.
.
Langkah kaki Jongin terhenti, genggaman tali kekang Stone pada telapak tangan kanannya ia pererat tanpa sadar. Seseorang berdiri di depan Kandang Kuda. Menatapnya tajam. Jongin menjilat bibir bawahnya cepat kemudian kembali melangkah. Berusaha mengabaikan keberadaan Sehun.
"Kau ikut kejuaraan Musim Gugur?"
Jongin melepas tali-tali pelana di tubuh Stone ketika Sehun tanpa terduga bertanya padanya. "Tidak." Jongin membalas singkat karena dia tidak menyukai kehadiran Sehun di tempat pribadinya. Satu-satunya tempat dimana dia bisa menjadi diri sendiri.
"Kenapa?"
"Aku tidak mendapat izin dari keluargaku."
"Kenapa?"
Jongin menahan diri untuk tidak mengeluarkan geraman kesal, menepuk pelan paha kanan Stone, kuda hitam miliknya melangkah memasuki kandang tanpa perlawanan. Jongin menutup pintu kandang, kemudian menurunkan palang pintu penahan.
"Di sini kotor. Pangeran tidak seharusnya berada di tempat ini." Ujar Jongin, ia berniat pergi ketika Sehun menahannya dengan pertanyaan.
"Kau tidak menjawab dengan jelas, kenapa keluargamu tidak memberi izin?"
"Bukankah jawabannya sudah jelas, aku akan menjadi bagian keluarga Kerajaan, aku harus mempelajari banyak hal tentang kehidupan Istana dan kewajibanku di sana."
"Baguslah jika kau mengerti kewajibanmu." ujar Sehun sebelum melangkah pergi dari hadapan Jongin.
"Terimakasih, aku tidak meminta simpatimu Yang Mulia." Balas Jongin menahan amarah, rasanya dia ingin sekali melayangkan pukulan pada kepala Sehun karena sikap arogannya.
Sehun menggigit pelan bibir bawahnya, merutuk dalam hati atas kebodohannya. Bukan itu yang ingin dia ucapkan. Seharusnya dia mengatakan kepada Jongin jika dia bisa meraih impiannya tanpa perlu terbebani dengan perubahan statusnya, bahwa Jongin bisa menjadi dirinya sendiri meski ia tinggal di Istana. Tapi dengan bodohnya dia justru mengucapkan kalimat murahan tadi.
.
.
.
"Sehun menyukaimu."
Bolehkah Jongin menampar wajah adik tampannya sekarang? Yang sudah menyita sepersekian detik waktunya hanya untuk mendengar kalimat omong kosong dari bibir merah sang adik.
"Sehun menyukaimu." Ulang Taehyung gagal membaca arti wajah masam yang Jongin tampakkan.
"Jongin…,"
"Diam Tae atau novel tebalku mendarat di wajahmu." Ancam Jongin.
"Jahat sekali…," rengek Taehyung sebelum melompat ke atas ranjang tempat tidur Jongin. Ranjang memantul disertai umpatan pelan Jongin. "Hyung kau mengatakan kalimat terlarang! Aku adukan pada Ibu!" ancam Taehyung.
"Katakan saja." Balas Jongin acuh.
Bukannya melaksanakan ancaman, Taehyung justru duduk diam sembari mengamati sang kakak. Biasanya ancaman seperti itu akan menghasilkan pertengkaran, sekarang Jongin bahkan tidak meliriknya sama sekali. "Ada masalah? Apa yang Sehun katakan tadi ketika dia menemuimu di kandang Kuda."
"Bukan hal yang penting."
"Benarkah? Kau tampak kesal."
Jongin menghembuskan napas kasar, menatap Taehyung lekat sejenak melupakan novel yang sedang dia tekuni. "Jika aku memukul Sehun apa yang terjadi?"
"Masuk penjara."
"Baiklah, setidaknya tidak ada rencana masuk penjara dalam kamus hidupku."
"Kau bisa berbagi semuanya denganku."
"Ya." Balas Jongin singkat.
"Baiklah teruskan kesibukanmu membaca novel, jangan tidur terlalu larut." Ujar Taehyung sebelum menuruni ranjang.
Taehyung memilih pergi karena dia tahu jika Jongin tidak akan membuka mulutnya, tidak akan berbagi dengannya, entah sampai kapan. Taehyung hanya bisa berharap hubungan Sehun dan Jongin akan berubah baik dalam waktu dekat.
"Kuharap Jungkook mengetahui sesuatu." Harap Taehyung di dalam hati.
TBC
Terimakasih untuk para pembaca yang bersedia membaca cerita ini terimakasih reviewnya ytdia, Athiyyah417, ajxx11, saya sayya, Taechim, 2463, Sheehun, cute, kinderhunkai, Guest, blackfire0611, Park RinHyun Uchiha, Puji HKS, NisrinaHunkai99, ermaexol, NishiMala, jjong86, pacarkimka, alienblue, ANISEED ACORN, chogiwillis, GaemGyu92, jongiebottom, novisaputri09, elidamia98, KaiNieris, Kyunie, sisa lee, Ido Nakemi, Nico984,YooKihyun94, kaisun, teukiangle. See ya Next...
