Jeno Need Mom

Chapter 2

DonghaexEunhyuk

HaeHyuk

Boyslove, Yaoi, Homo, MxM

.

.

.

.

.

.

.

Sesuai dengan perkataannya di meja makan 3 hari lalu, akhirnya Donghae benar-benar melaksanakan apa yang di rencanakannya.

Mengadopsi anak.

Setelah makan malam selesai saat itu semua tidak ada yang bisa berkata atau merubah pikiran Donghae untuk melakukan itu.

Bahkan sang kakak masih menganggapnya tidak waras dan terus bertanya apa yang ada di otaknya itu, dan di jawab oleh Donghae dengan jawaban yang sama berkali-kali.

Ia tetap pada pendiriannya.

.

.

.

Dan di sinilah Ia dan Ibunya, Panti Asuhan.

sejak pagi tadi ketika keluar dari kamar dan sarapan bersama di meja makan Donghae meminta sang Ibu untuk segera bersiap menemaninya ke panti asuhan di sekitar Seoul, panti asuhan yang sudah sejak tiga hari lalu ia perhatikan dan sudah ia cari informasi mengenai cara mengadopsi anak.

"Selamat pagi, Tuan nyonya ada yang bisa kami bantu?" Salah satu seorang wanita yang ada di sana menyambutnya dan sang Ibu ketika sampai di depan panti asuhan itu.

"Kami datang ada keperluan yang ingin di sampaikan" Donghae menjawab pertanyaan dari wanita paruh baya itu sambil membalas membunguk memberi hormat.

"Ah, silahkan masuk kedalam Tuan Nyonya, mari ikuti Saya,"

"Silahkan masuk Tuan, Nyonya. Ruangan ini adalah ruangan ketuadari panti ini,silahkan." Setelah mengikuti wanita yang tadi menyambutnya wanita itu membawa Donghae dan Ibunya menuju salah satu ruangan yang ada di dalam panti itu.

"Ah, terimakasih sudah mengantar kami"

"Iya, kalau begitu Saya mohon permisi Tuan, Nyonya," Dan wanita paruh baya itu berjalan menjauh meninggalkan Donghae dan Ibunya.

.

.

.

.

"Permisi,"

"Ah ya, Silahkan masuk dan duduk Tuan-Nyonya,"

"Ya, Terimakasih"

"Ada yang bisa kami bantu perihal kedatangannya?" Wanita ini bertanya setelah mempersilahkan Donghae dan Ibunya duduk.

"Aku ingin mengadopsi salah satu anak dari panti asuhan ini,"

Donghae langsung menjawab ke inti maksudnya tanpa embel-embel berbasa-basi.

"Ahh... Begitu, apakah Tuan sudah mengetahui apa alasan Tuan ingin mengadopsi anak dari panti asuhan kami? Apakah Tuan yakin akan benar-benar merawatnya seperti kami di sini merawat mereka?"

Mendengar pertanyaan yang di ajukan bertubi-tubi dari wanita ketua panti di depannya Donghae menegakkan duduknya bersiap menjawab semua pertanyaan yang akan di ajukan kepadanya.

.

.

.

.

"Aku Siap dan Aku sudah memikirkannya..."

.

.

.

.

.

Setelah berdiskusi dan membicarakan semua hal tentang adopsi - mengadopsi anak akhirnya Ia bisa mendapatkan perijinan itu dari ketua panti ini.

Saat ini Donghae, Sang Ibu dan ketua panti sedang berjalan menyusuri keseluruhan panti sambil melihat anak-anak yang sedang sibuk dengan dunia kecil mereka.

"Sudah Sampai, Disini ruang khusus bayinya."

Ah ya, memang di pembicaraan saat di ruangan itu Donghae mengutarakan jika ia ingin mengadopsi anak sedari masih anak itu bayi.

Setelah memasuki ruangan khusus bayi itu pandangan pertama yang Donghae dan Ibunya dapat adalah banyaknya ranjang bayi yang berjejer memenuhi ruangan itu.

"Ahh Donghae kau lihat mereka benar-benar menggemaskan," Ibu Donghae berucap sambil menggendong salah satu bayi yang sedang terlelap.

Donghae mulai melihat satu persatu bayi yang ada di ranjang-ranjang itu dan memperhatikannya.

"Ibu ketua, apa disini ada bayi yang baru saja datang atau masuk ke panti ini?"

Tanya Donghae setelah ia berhenti di salah satu ranjang bayi dan memperhatikan bayi yang sedang terlelap di kasur kecilnya, dengan iseng Donghae mengelus halus pipi bayi yang sedang tidur itu.

Mungkin karena terganggu atau merasa aneh bayi itu mulai membuka matanya, ia tidak menangis atau kesal karena tidurnya terganggu, tapi bayi itu malah memperhatikan Donghae orang yang masih mengelus-elus pipi lembutnya, bahkan kini tangannya mulai menggapai- gapai seperti meminta di gendong.

"Ehmm... Sebentar aku cek dulu," Ketua panti itu mulai membuka buku yang sepertinya data masuk, entahlah..

"Bayi terakhir yang baru saja datang itu tiga hari yang lalu, dan bayi itu yang sekarang sedang kau elus-elus itu."

Sontak saja setelah mendengar itu Donghae meneliti semua yang ada di bayi itu, mulai memperhatikan dari wajah sampai keseluruhannya.

"Dia kami temukan tiga hari yang lalu di sebuah bangku taman yang ada di pusat kota dan kami temukan bayi ini hanya menggunakan selimut tipis membalutnya, setelah di teliti bayi ini baru berumur dua atau tiga hari sebelum di letakan di bangku itu, masih sangat muda bukan? Bahkan kulitnya masih merah,"

Donghae mendengarkan semua penjelasan itu, yang ada di pikirannya adalah orang yang membuang bayi itu adalah orang yang benar-benar gila atau memang kelewat gila.

"Aku akan mengadopsi bayi ini, bayi di hadapanku ini."

Dengan yakin Donghae berucap sambil menatap sayang bayi di ranjang itu yang masih berkedip kedip balik menatapnya.

.

.

.

.

.

Setelah semua urusan masalah dokumen, perijinan dan segalanya itu selesai, disinilah Donghae dan Ibunya melangkah keluar sambil sang ibu menggendong buntalan bayi laki-laki yang di balut dengan selimut tebal itu keluar dari pintu panti asuhan ini sambil tersenyum senang.

Donghae benar-benar mempersiapkan semuanya karena ia memang yakin akan mengadopsi anak jadi ia sudah siap dengan itu semua.

Seperti hal nya kamar yang akan menjadi tempat tidur anaknya itu dan segala perlengkapannya.

.

.

Rumah keluarga Lee itu berlantai dua, ketika kau membuka pintu masuk maka akan langsung berhadapandengan ruang tamu atau ruang untuk berkumpul yang luas, dapur dan kamar mandi yang berdekatan, juga ada tiga kamar tidur yang berjejer yang di tempati oleh Donghae - Donghwa - dan Sang Ibu.

Dan yang ada di lantai dua ada dua kamar yang tidak di tempati siapapun dan satu gudang.

Tetapi sekarang setelah anak itu akan sampai di rumah dan resmi menjadi bagian keluarga Lee maka Donghwa dengan berat hati harus pindah menempati salah satu kamar yang ada di lantai dua, karena kamarnya yang berada tepat di tengah antara kamar Donghae dan ibunya akan menjadi kamar anggota baru keluarga ini.

Sebelum bayi itu datang dan siap menempatinya Donghae sudah merombak semuanya, tatanan kamar, kasur dan cat dinding yang juga di ubah untuk bayi kecil di keluarga ini.

.

.

.

Sesampainya Donghae dan Ibunya sampai di rumah yang di sambut oleh Donghwa mereka langsung menuju kamar yang sudah di siapkan itu.

Bahkan Sang Ibu dengan semangat melangkah sambil terus tersenyum-senyum senang memandang buntalan yang ada di gendongannya dengan di ikuti kedua anaknya dari belakang.

.

.

Klik..

.

.

Dan pintu kamar berwarna biru cerah yang di buka itu seakan membuka kehidupan baru bagi keluarga ini.

.

"Selamat Datang di keluarga Lee, Hey... Lee Jeno."

.

.

.

.

TBC...

TBC...

.

.

.

.

.

.

Hai haii... Chap 2 update, inikan masih permulaan jadi masih belum ada moment

Semoga gak pada bosen ya baca ff ini

Buat yang minta jeno kira kira sd/smp maaf yaa gak bisa di kabulin

Buat yang bilang bakal dari bayi, betul aku buat dari bayi karena akan ada alurnya nanti hehee

Makasih yang udah baca dan review

Jangan lupa di review chap yang ini yaa

Aku tunggu...

Oh yaa selamat berpuasa untuk yang menjalankan