"Bagaimana ini Hae?! Yesung belum keluar juga, teriakannyapun tak terdengar. Apa jangan-jangan dia sudah dimakan vampir?" Hyuk Jae mengigiti jarinya khawatir. Bagaimanapun sahabat mereka bernama Kim Yesung yang –sok- tidak penakut itu belum keluar juga semenjak tadi.
Sekarang mereka duduk di teras mansion itu sambil berdoa agar Yesung baik-baik saja di dalam sana. "Tenanglah Hyuk! Yesung sudah pasti selamat. Kau lupa, waktu lalu seorang pedofil masuk rumah sakit karena mencoba memperkosa Yesung, dan baru keluar satu bulan setelahnya. Lalu, anak kecil polos yang menginjak permennya patah tulang iga gara-gara dia banting. Dan 3 hari lalu, hantu yang mencoba menakut-nakutinya malah balik takut padanya karena dia tidak takut! Sekarang ini vampir, aku bertangguh vampir itu juga akan bosan dengan Yesung karena adu argumen atau semacamnya. Sudahlah! Yesung itu spesies langka, tak ada yang dia takuti!" Donghae merangkul Hyuk Jae mencoba menenangkan sahabatnya.
"Kau benar. Ada lagi, apa kau ingat?! Bulan lalu Yesung diculik, tapi penculik itu malah membuang Yesung di pinggir jalan hanya karena Yesung terlalu banyak bicara. Dan bulan sebelum itu terjadi, Yesung menghancurkan gendang telinga sunbae kita karena mencoba mencium Yesung di toilet. Kau ingat Hae..? Saat acara pendakian gunung? Saat ada yang mengambil foto Yesung ganti baju..?" Hyuk Jae mulai tenang. Syukurlah banyak kenangan mereka bersama Yesung, yang menurut mereka kenangan menyenangkan tetapi buruk bagi 'korban' Yesung.
"Ah! Aku ingat, setelah Yesung mengetahui itu, dua hari setelahnya malah foto telanjang orang yang mengambil foto Yesung terpajang di mading! Hahahaha~ Aku kadang heran, kenapa kita masih bisa berteman dengan makhluk langka seperti dia.." Donghae menerawang, mencoba mengingat hal apa lagi yang menyenangkan untuk di obrolkan sekarang.
"Ohya! Aku ingat.. Yesung bahkan membuat seonsaengnim matematika kita yang paling killer mengundurkan diri.. Itu karena apa yah?" Tanya Hyuk Jae kemudian. Donghae tertawa pelan sebelum menjawab. "Yesung itu jenius, sekaligus bodoh dalam waktu bersamaan, atau kita bisa menyebutnya tak punya hati. Seonsaengnim menyuruh Yesung mengerjakan soal di depan, tapi Yesung menolak! Itu tidak hanya terjadi sekali, bahkan berpuluh kali tapi hanya dipelajaran matematika, dan akhirnya karena emosi, guru itu mengundurkan diri dengan asalan menjaga nyawa.. Hahaha~ Aku heran, terkadang aku juga kesal pada Yesung yang terlalu dingin sampai tak memperbolehkan aku masuk kerumahnya, padahal Ibunya berusaha agar aku bisa masuk dan ngobrol di dalam.."
"Kalau itu aku juga pernah. Saat itu musim dingin, aku disuruh Ibu mengantarkan kue jahe yang kami buat untuk keluarganya Yesung, tapi setelah mengambil itu Yesung langsung saja menutup pintu rumahnya. Padahal Ibunya memaksa agar aku mampir dulu, tapi karena takut Yesung marah. Ya, aku pulang saja. Aneh yah!?" Hyuk Jaepun keheranan dengan sikap teman mereka yang satu itu.
"Benar.. Aku juga bingung, apa yang Yesung sembunyikan dalam rumahnya. Padahal Ibunya biasa saja," Donghae menghela napas. Baru sadar, bahwa Yesung itu jenius yang bodoh. Sekaligus, penyihir kejam yang baik hati.
Hah! Kadang dunia itu sangat aneh, termasuk manusia-manusia dan segala sesuatu yang ada di dalamnya.
.
~Beautiful Mistake~
.
"Sepertinya di luar, teman-temanmu membicarakanmu.." Vampir itu –atau kita bisa memanggilnya Kyuhyun- kembali menghentikan langkahnya di depan Yesung. Ia menyeringai lebar. "Kalau dilihat dari dekat, kau lumayan manis. Kalau dilihat dari jauh, kau lumayan imut. Dan kalau dari pandanganku, kau jelek!" Yesung yang awalnya sudah nge-fly karena pujian Kyuhyun diawal sontak menginjak kaki vampir menyebalkan itu setelah mendengar kalimat paling akhir.
"Aww~" Pekik Kyuhyun kesakitan. "Gila kau yah! Terbang sejenak sebelum meluluh lantak-kan aku!" Kyuhyun mendelikkan bahunya. Mengerjai dan membuat lelaki manis di depannya ini sangatlah menyenangkan, hal yang tak pernah ia dapatkan selama beratus-ratus tahun hidup.
"Bagaimana mungkin kau tidak jelek! Membuat seorang pedofil harus dirawat selama sebulan, mematahkan tulang iga anak kecil, menghancurkan gendang telinga kakak kelas, memajang foto telanjang musuhmu, membuat seorang guru mengundurkan diri, dan tidak memperbolehkan temanmu masuk kedalam rumahmu. Kau itu sangat jelek! Sekaligus cantik.."
PLAK Kyuhyun sontak memegangi pipinya yang habis kena tampar. "Dan aku membuat seorang penculik menurunkanku di pinggir jalan karena tidak tahan aku terlalu banyak bicara.. Kau lupa itu," Kyuhyun tersenyum lebar, bukan lagi seringaian. Memang unik manusia yang satu ini. "Ah! Itu.. Aku tahu aku jahat, aku tahu aku jelek kalau masalah yang satu itu.. Kau hanya tidak tahu, aku punya alasan sendiri! Kau yang vampir dan bukan aku mana tahu! Kau yang vampir dan bukan aku mana mengerti!" Setelah mengatakan itu Yesung berlari, semua lilin sudah menyala, jadi ia tidak kesusahan mencari pintu untuk keluar.
"Punya alasan? Apa?" Gumam Kyuhyun. Ia hanya menggeleng kemudian merentangkan kedua tangannya. "Dunia sudah banyak berubah, dan aku juga harus berubah.." Pakaian-pakaian hitam yang membalut tubuhnya perlahan berubah saat sebuah angin misterius membelai ke arahnya. Perlahan namun pasti, pakaian hitam tadi berubah menjadi celana jins berwarna hitam, kaos polos hitam, juga jaket berwarna hitam. Anting yang tadi ada di telinganya sudah tidak ada.
"Ah! Ini sama sekali tidak keren!" Desah Kyuhyun kecewa. "Hei! Kau, tunggu aku~ Kau harus tanggung jawab." Kyuhyun berlari mencoba mencari Yesung. "Eh, tunggu! Akukan bisa membawanya kesini tanpa harus bergerak.." Kyuhyun menjentikkan jarinya beberapa kali. Semua lilin mati, dan setelah itu ia mendengar teriakan. Kemudian Kyuhyun menjentikkan jarinya lagi, kali ini seorang lelaki manis nampak melayang-layang ke arahnya.
"H-hei! A-apa ini? Aku terbang?!" Histeris Yesung, dan saat ia bertemu pandang dengan Kyuhyun barulah ia tahu penyebab kenapa ia bisa terbang tiba-tiba. "Kau! Cepat turunkan aku!" Teriak Yesung kesal. Kyuhyun hanya menggeleng dengan wajah menjengkelkan –bagi Yesung.
"Aku benci mendengarmu teriak!" Bentak Kyuhyun yang berhasil membuat Yesung diam karena kaget sekaligus takut kalau-kalau Kyuhyun meminum darahnya. Yesung yang masih melayang-layang di udarapun perlahan bergerak mendekati Kyuhyun. Mata Kyuhyun yang tadinya cokelat gelap kembali berubah menjadi merah menyala, seringaian aneh kembali terlihat dibibirnya, taringnyapun kembali memanjang. Dari tatapannya, Yesung yakin bahwa Kyuhyun sangat lapar.
"Bingo! Aku lapar, dan kau tahu apa maksudku menarikmu kesini'kan?!" Yesung hanya diam meskipun ia tahu jawabannya. Perlahan tubuh Yesung turun, pas di atas pangkuan Kyuhyun. Lelaki itu menjilat bibirnya sementara Yesung sibuk berusaha melepaskan diri dari mantra Kyuhyun.
"Tak akan sakit," Kyuhyun mendekatkan bibirnya keperpotongan leher Yesung. Menjilatnya sebentar. "Uh! A-aku masih mau hidup.." Melasnya sambil menatap mengiba pada Kyuhyun yang kini memandangnya dalam. "Maaf." Bisik Kyuhyun sebelum benar-benar mengigit leher Yesung. Darah mulai keluar dari bekas gigitan taring tajam Kyuhyun, dengan segera lelaki yang tak diketahui usianya itu menyesap darah Yesung.
Perlahan Yesung merasakan kepalanya berdenyut, terasa sakit. Mungkin akibat darahnya yang mulai menipis, kemudian disaat kesadarannya diambang batas, ia mendengar sesuatu, meski samar. "Bercanda~"
.
~Beautiful Mistake~
.
BRAK Kedua manusia yang tadi duduk sambil tertawa-tawa dibuat terkejut dengan suara dobrakan pintu di belakang mereka. "Yesung~" Seru mereka bahagia, namun setelah berbalik dan tidak menemukan Yesung berdiri disana, suara bahagia mereka berubah menjadi pekikan.
"KYAAAAA~" Teriak mereka bersamaan. "Ck! Apa manusia jaman sekarang hobinya teriak?!" Tanya Kyuhyun dengan ekspresi aneh. "Hei! Kalian berdua, tenanglah! Ini temanmu, dia pingsan." Donghae dan Hyuk Jae mengerjab-erjabkan matanya, lalu menatap lekat seseorang yang berada dalam gendongan lelaki tinggi di depan mereka.
"Yesung! Syukurlah.." Kedua menghela napas lega, namun. "K-kau siapa?! K-kenapa bisa berada di dalam sana?!" Hyuk Jae yang bisa berpikir cepat langsung saja menyemprot Kyuhyun dengan pertanyaan.
"Itu.. Aku menjaga tempat ini," Jelas Kyuhyun yakin. "Menjaga?! Berapa lama? Kenapa pintunya tidak bisa dibuka selama bertahun-tahun?"
"Iya, aku menjaganya. Selama beberapa tahun terakhir. Masalah pintu, pintunya sudah tua dan berkarat, hanya bisa dibuka dari dalam." Donghae hanya mengangguk-angguk, namun lain dengan Hyuk Jae, sepetinya ia tidak percaya.
"Lalu, kenapa pintu tadi terbuka saat Yesung membukanya? Sementara kami tidak bisa?" Serang Hyuk Jae penasaran. "Aku yang membukakan pintu untuk teman kalian ini karena dia sangat berisik, teriak sembarang dimalam hari. Apa itu tidak akan buat curiga?" Terang Kyuhyun kesal merasa diintrogasi dua bocah.
"Siapa nama depan Yesung ini? Dimana rumahnya?" Kyuhyun berjalan mendahului Hyuk Jae dan Donghae. "Kim.. Kim Yesung.. Rumahnya di Street34 nomor 205." Jawab Hyuk Jae.
"Terima kasih,"
"Hei! Mau apa kau?" Donghae berjalan mendahului Kyuhyun dan menghalangi jalannya. "Kalian lihat'kan? Pintu bangunan tadi sudah tertutup, ya itu juga karena kalian, otomatis aku tidak bisa masuk lagi, kalian pikir aku punya rumah?!" Donghae masih terdiam, bahkan saat Kyuhyun sudah berjalan mendahuluinya.
"Ya! Ahjussi~ Aku mau tanya," Hyuk Jae berusaha keras mengimbangi langkah kakinya. "Apa?" Kyuhyun yang masih berjalan dengan menggendong Yesung ala bridal sama sekali tidak menatap Hyuk Jae.
"Apa benar di dalam bangunan tadi ada vampir? Atau semacamnya?" Mata Kyuhyun berkilat. "Tidak ada! Itu hanya bullsh*t. Tidak ada apapun disana kecuali hantu –mungkin."
"Aku tidak percaya.. Masih banyak yang ingin aku tanyakan,"
"Apa? Cepat katakan.."
"Siapa namamu? Berapa usiamu? Kenapa bisa kau masuk kedalam sana? Sejak kapan kau disana? Apa tugasmu disana? Dari negara mana kau?" Kyuhyun menghela napas. Bukan hanya Yesung yang menyebalkan, melainkan semua temannya, apalagi bocah ber-rambut blonde disebelahnya. Dan seorang lelaki ber-rambut cokelat gelap yang berjalan mengekor di belakang mereka.
"Kyuhyun. 21 –mungkin. Aku dimasukan yang punya bangunan kedalam, makanya aku bisa masuk. Sejak beberapa tahun yang lalu. Tugasku menjaga bangunan itu dan memastikan tidak ada yang masuk karena di dalam sana terdapat banyak benda antik yang jika dijual akan dapat bermilyar-milyar won –meniru ucapan Yesung-. Negaraku, ya di Korea!" Hyuk Jae merentangan tangannya sambil menguap lebar. "Ooohh! Terjawab sudah, jadi tidak ada vampir di dalam sana'kan? Yang ada hanya benda antik berharga mahal?!" Donghae menyahut.
"Iya." Mereka sampai dijalan utama memasuki hutan, terlihat jalan raya besar. "Dimana? Rumah Yesung?"
"Rumahnya dekat dengan kami kok, ikuti saja." Hyuk Jae dan Donghae mengambil posisi jalan di depan Kyuhyun, memandu lelaki –yang ngakunya- berusia 21 tahun itu. "Kau manis juga, penyihir kejam." Gumam Kyuhyun sambil terus mengamati wajah terlelap Yesung digendongannya.
"Apa kau mengatakan sesuatu, ahjussi?!" Tanya Donghae. "JANGAN MEMANGGILKU AHJUSSI!" Dan virus teriakupun mulai menular pada vampir tampan itu.
.
~Beautiful Mistake~
.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 dini hari. Sudah bermil-mil mereka berjalan, namun belum juga sampai. Kyuhyun memandangi jalan disebelah kanan dan kiri mereka yang terdapat banyak pohon birch, sejauh mata memandang yang terlihat hanya jalanan aspal hitam tanpa penerangan.
"Berapa lama lagi? Berapa jauh lagi?" Kesal Kyuhyun. "Sabar Kyuhyun-ah.. Tinggal beberapa yard lagi,"
"JANGAN TERLALU INFORMAL PADAKU!"
"Kyuhyun! Kau itu sensi sekali. Dipanggil ahjussi, marah. Dipanggil Kyuhyun-ah! Juga salah! Maupu apa? Sedikit-sedikit teriak, sedikit-sedikit senyum-senyum sendiri, sedikit-sedikit bicara sendiri! Aku heran, kau bukan orang gila yang lari dari RSJ'kan?!"
'Menyebalkan sekali manusia jaman sekarang!' Bathin Kyuhyun. "Tentu saja bukan. Aku marah karena perjalanan ini sangat jauh, aku teriak-teriak karena tertular kalian! Jangan menyalahkan aku! Jangan memanggilku ahjussi! Panggil aku KYUHYUN! KYUHYUN-SSI!" Teriaknya emosi dan penuh tekanan di setiap kata.
"Heh~ orang ini sangat pantas berteman dengan Yesung. Mereka sama-sama suka teriak, suka marah, suka emosi, dan banyak bicara!" Beberapa menit kemudian mereka sampai disebuah jalan untuk perumahan, di gerbang perumahan tersebut tertulis "Welcome to Street34 K.S Village?!" Gumam Kyuhyun membaca tulisan tersebut.
"Ya. Inilah! Kau tinggal cari rumah bertingkat dua dengan nomor 205, itu rumah Yesung. Aku pulang dulu," Hyuk Jae langsung berlari ke arah rumah nomor 110, lalu masuk kedalamnya.
"Aku pulang juga, Kyuhyun-ssi!" Donghae masuk ke rumah yang berada di samping rumah Hyuk Jae. "Hei! Bagaimana ini? Bagaimana aku menjelaskan pada orang tua Yesung?! Hei~ kembali~" Kyuhyun menghela napas. Kenapa juga anak ini pakai acara pingsan.
Ah! Sebenarnya salahnya juga sih, menghisap darah Yesung sampai beberapa tegukan dan hasilnya anak itu pingsan, mungkin karena kurang darah atau ketakutan. Atau mungkin juga karena keduanya!
"Baiklah! Seharusnya dia yang tanggung jawab dan takut, bukannya aku!" Kyuhyun berjalan mantap menyusuri rumah demi rumah dan mencari rumah bernomor 205.
"201, 202, 203, 204.. Nah! Itu dia!" Dan ia berdiri disebuah pintu dengan nomor 205 didepannya. TOK TOK TOK Kyuhyun mengetuknya, masih dengan Yesung di gendongannya. TOK TOK TOK Ketuk Kyuhyun lagi. Namun masih belum ada jawaban.
"Hello!" Seru Kyuhyun. Tidak lama kemudian ia mendengar seseorang terjatuh –mungkin dari tangga- dan berjalan menuju pintu. KLEK Pintu itu terbuka, menampakkan sosok lelaki berusia 20 tahun, masih memakai piyama, menguap, dan sendal tidur berbentuk Hello Kitty berwarna pink!
"Ah ya? Ada apa? Kenapa bertamu pagi sekali?" Tanya lelaki itu sambil menyandarkan tubuhnya ke daun pintu. "Ini, Yesung.."
"MWO!?" Mata lelaki itu terbelalak sempurna saat mendengar nama Yesung. Ia lalu menemukan adik kecil manisnya tertidur dalam gendongan lelaki yang terlihat seusia dengan dirinya. "EOMMA~ APPA~ Yesung pulang!" Teriak lelaki itu antara heboh, senang, takut, sekaligus panik. Semua berbaur menjadi satu membentuk wajahnya.
Seketika rumah yang tadinya hening-damai, sunyi-senyap, malah dipenuhi langkah kaki yang berlomba-lomba menuju pintu. Kini tiba seorang wanita tua awet muda dan seorang lelaki berusia 40 namun masih terlihat seperti remaja di hadapannya.
"K-kenapa?" Tanya Kyuhyun canggung. "Kau~ masuklah," Kyuhyun diseret menuju ruang tengah, setelah membaringkan Yesung di sofa mereka mulai bertanya pada Kyuhyun.
"Jadi kau! Pedofil yang mau memperkosa anakku? Atau mmungkin, kau sunbae yang mencoba menciumnya di toilet? Atau kau ini penjahat baru yang mencobai memperdayai Yesung?" Serang perempuan yang Kyuhyun yakini adalah Ibu Yesung. "B-bukan! A-aku.."
"Ah! Eomma! Kau salah, mungkin dia pacar yang menculik Yesung lalu menghamilinya, lalu dia datang kesini untuk tanggung jawab." Duga lelaki yang tadi membukakan pintu.
"Heh!? Jadi kau pacar Yesung? Aku sungguh tidak menyangka Yesung suka yang tua-tua." Ucap lelaki yang merupakan kepala keluarga Kim.
"Bukan seperti itu, aku.."
"Jadi Yesung kabur setiap malam itu demi kau?! Menemuimu lalu kalian BERHUBUNGAN? Kenapa Yesung malah memilihmu hah?!" Ibu Yesung bersiap mencekik Kyuhyun kalau saja tidak dihalangi sang suami.
"Sekarang kau kesini untuk apa?" Setelah di perbolehkan untuk bicara, Kyuhyun malah bungkam. Pikirannya blank! Dituduh macam-macam dan sekarang ia tak tahu harus menjawab apa.
"I-iya. Aku pacar Yesung, tadi malam Yesung datang kerumahku lalu kami BERHUBUNGAN. Jika kalian tidak percaya, lihat saja dilehernya, disana ada BEKAS –tanda dia adalah milikku. Jika Yesung terbangun nanti, tanyakan saja. Apa dia keluar malam untuk pergi kesebuah mansion. Lalu tanyakan juga, apa Yesung masuk dan menemuiku di dalam sana? K-kalian lebih percaya aku atau Yesung?"
Ketiga anggota keluarga itu nampak berpikir sejenak. "Benar juga, Yesung itu kadang pembohong! Tentu aku lebih percaya kau. Wajahmu terlihat polos dan tidak berdosa, aku yakin kau tak pernah bohong." Ibu Yesung menjentikkan jarinya, diikuti anggukan keluarga yang lain.
Lelaki yang tadi membukakan pintu melepas jaket Yesung, kemudian mengamati leher jenjang adiknya. "Eomma, pria tua itu tidak bohong! Di leher Yesung ada tanda~" Ucapnya gemetar. "Apa?! Sini aku lihat." Sang Ibu menyusul, dan menemukan pemandangan yang sama. Leher putih Yesung terdapat tanda merah, walau hanya satu.
"Itu, seperti kissmark." Gumam Ayah Yesung sambil menatap curiga ke arah Kyuhyun. "Sudah aku bilang, aku tidak bohong!" Ah! Entah pemikiran Keluarga Kim dan Kyuhyun itu sama atau tidak. Yang jelas biarkan kesalah-pahaman ini berlangsung sampai membentuk cerita baru.
"Kalian sudah?!" Lelaki yang merupakan kakak Yesung hanya bisa terduduk lemas. "Terlalu dini untuk Yesung," Gumam Ibunya. "Apa yang bisa kita lakukan? Kalau mereka saling cinta ya sudah. Biarkan saja, lagipula pria tua ini cukup tampan dan sepertinya tidak bodoh-bodoh amat. Kalian juga pasti pusing karena Yesung kabur setiap malam'kan?"
Ibu dan Kakak Yesung mengangguk. "Jika begitu.." Ucapan Ayah Yesung menggantung karena suara lenguhan dari anak termuda mereka. "Biarkan saja pria tua ini tinggal bersama kita, dengan begitu Yesung tidak akan keluar malam lagi untuk menemui pria tua ini karena dia sudah tinggal dengan kita.."
Hening..
"YE!?" Yesung yang baru bangun langsung shock karena penuturan Ayahnya. Baru bangun langsung mendengar hal itu tanpa tahu apapun. "APA?" Tanya Yesung.
"Mulai sekarang pria tua ini akan tinggal bersama kita, ada ruangan kosong di sebelah kamar Yesung'kan? Nanti akan di renovasi untuk dijadikan kamar." Yesung nosebleed.
To Be Continue
Hehehe.. Jadi disini ada yang baca Noblesse! IYAAAA~~~ AKU JUGA BACA NOBLESSE DI WEBTOON LHO! ITU KEREN BANGET... VAMPIRNYA KEREN... PAS PERTAMA LIHAT SI REI KOK DIRIKU MERASA DIA MIRIP SEBASTIAN DI KUROSHITSUJI YAH! *LOL*
NAH! SETELAH BACA WEBTOON ITU DIRIKU MALAH PENGEN BUAT CERITA TENTANG VAMPIR BODOH YANG TIDAK MENYERAMKAN! HASILNYA YA INI DEH..
MOGA GAK NGECEWAIN YAH~
Niat Review?!
