Senbasa School Live
Haloo! Ketemu lagi dengan saya, Sakazaki Rikou the newcomer. Saya mau ngelanjutin cerita nih minna-san. Mohon bantuannya ya!
Hari ini dipastikan rate T!
Disclaimer : SenBasa bukan punya saya. Mereka punya Capcom (serakah amat.. bagi-bagi dikit napa?). Kalau punya saya.. hem.. Mas Mun udah ngenes banget pastinya..
(Masamune : *crooot!* *minum sake langsung nyembur*)
Warning! Typoo, humor garing khas tempe busuk. Karakter favorit anda ternistakan atau dapet imajinasi yang MENGERIKAN...
Silahkan menikmati cerita..
Chapter 2 : Fighting! NAGA MASAK AZAI! (PDKT Step 1)
Kelas 2-2 sedang sepi amat pembaca..
13 Oktober 2014.
(Reader : gegara lu nistain ketua kelasnya.. mereka jadi nggak mau masuk sekolah, takut lu nistain mereka juga..)
"Mau kemana?" tanya Kasuga ngeliat Shingen Takeda keluar dari kelas.
"Badan gua enggak enak. Gua sakit, mesti ke UKS.." kata Shingen sambil melangkah loyo ke UKS dengan enggak awesome. Sudah enggak ada lagi cewek-cewek yang nereakin dia.. udah enggak ada lagi hadiah-hadiah bejibun dari fan-nya. Udah enggak ada lagi wajah kagum (dan iri) kalau ngeliat wajahnya. Yang ada hanya JIJIK and ENGGAK AWESOME.
"Sakit sakit.. sakit wajah lu tu nggak mungkin bisa sembuh pe'a.." gumam Motochika. Jujur aja, sebenarnya dia dari dulu udah ngiri ama yang bernama 'SHINGEN TAKEDA' (DULU).
Tapi sekarang... dia benar-benar bisa tertawa (nista) dengan tergelak-gelak sampe guling-guling, kayang, sit up, pull up, squat jump sampe push up sambil lempar-lemparan jangkar di rumah karena mengingat wajah Shingen yang telah (secara tidak langsung dia) rusak.
Yukimura sedang menyebarkan aura suram ke seluruh kelas.. sumpah.. ini 11 12 ama suasana berkabung saat pemakamannya Shingen Takeda (sayang dicerita ini dia belum mati. Iya mati... mati gaya maksud saya..)
"Danna... yang semangat nggak bisa napa?" tanya Sasuke yang ternyata juga merasa aneh karena tiba-tiba Yukimura langsung terdiam seratus juta bahasa.
"Enggak mungkin.. Sas..." jawab Yukimura loyo.
Kasuga lama-lama juga enggak enak sama hawanya Yukimura.
Nagamasa? Nagamasa... loh? Nagamasa kok nggak ada ya?
Kita nilep ke rumah keluarga Oda nyok...
"Nii-samaaaaaa! Cepetan mandinya enggak bisa ya?" tanya Oichi sambil nggedor-nggedor pintu (OOC? Enggak waktu Oichi lagi enggak waras *dicekek dark hand*)
"Bentar Ichi sayang.. (huuueeeek! *Author muntaber*) kakak baru cukuran loh.. belum mandi ama lulurannya.." saut Nobunaga dari dalem. Masyaallah.. cukuran aja makan waktu 2 jam ==".
(Author : Reader.. bisa kebayang nggak Nobunaga kalo enggak punya kumis kaya gimana?)
"APAAAAA! NII-SAMA MAO LULURAN JUGA! Ya ampun nii-sama.. Oichi mah. Sekalipun cewek jarang luluran.. nii-sama kan cowok mana luluran nanti kalo ketahuan Nou-senpai mah kumaha?" tanya Oichi.
"Yeee.. Nii-sama itu luluran karena Nii-sama itu udah enggak mandi sejak 10 bulan yang lalu Oichi... bolot-bolotnya kan nyumpel enggak enak dirasa woi!" jawab Nobunaga.
"Kalo emang bolotnya enggak enak dirasa kenapa kagak mandi!" tanya Oichi kesel.
Karena ditembak dari dalem kamar mandi. Akhirnya Oichi pun terpaksa berangkat ke sekolah sendirian. Biasanya kan kakaknya Nobunaga yang duduk di kelas 3 yang nganterin dia.
Oichi mencoba berjalan ke halte bus. Sayang disana enggak ada bus bertengger (woi! Mang burung!). Oichi pun memandang pasrah jam tangannya yang tinggal 10 menit lagi sebelum bel masuk.
"Hai Ichi.."
Oichi pun menoleh ke sumber suara. Terlihatlah Nagamasa dengan motor Nin*a K*wasak*nya sedang mengenakan helm.
"Aku bantu boleh?" tanya Nagamasa sambil melipat tangan di dada. Berusaha se-cool mungkin untuk percobaan PDKT terang-terangan. Padahal, di dalemnya dia udah gigit bibir biar enggak nge-ces...
"Bantu apa akang?"
BUSYEEEETTTTT! ELO DIPANGGIL AKANG AMA GEBETAN LOEEE! NAGAMASA AZAI EMANG HEBUAAATTT! Puji Nagamasa dalem ati tentang dirinya sendiri.
"Ya bantu ke sekolah lah.. emang kamu mau telat ke sana?" tanya Nagamasa. "Iya.. iya boleh sih kang.. Akang Nagamasa baik deh..."
"Kenapa kok ada asep di atas kepala akang? Akang kepanasan? Sini Ichi cepot helm-nya biar kagak kepanasan.." kata Ichi ngeliat asep nyembul dari atas kepala Nagamasa. Dia enggak tau kalau sebenarnya Nagamasa udah kebakar dari tadi karena dirinya..
Elo bakal semotor ama gebetan loe.. dia bakal pegang pinggang elo.. jarak elo enggak nyampe setengah meter ama dia.. oh mai gat!
"Kang?"
"Iya Ichi, enggak papa kok. Ichi naek aja buruan, entar terlambat.." kata Nagamasa. Oichi nurut sama Nagamasa terus naik dan pegang pinggang Nagamasa (Ceillahhh! Kayak manten baru aja nih ehem..).
Nagamasa udah sekuat tenaga mendem ilernya (sekalian ingusnya) supaya kagak keluar. Stay-calm-and-cool-in-front-off-Oichi. Gitu prinsipnya.
Tanpa dia sadari ada sepasang mata (nista) yang ngeliat momen dua orang tersebut. "Hem... menarik juga nih.."
Kelas 2-1 pun enggak kalah sepi ama kelas sebelahnye.
Semejak si Masmun make eyepacth akibat insiden kemarin. Katak(ura) Kojuuro sama sekali enggak bergeming. Biasanya kopel yang satu ini yang paling rame..
Mitsunari ketawa sinis ngeliat kedua orang itu. Sekarang Masamune udah enggak ada bedanya ama Motochika si Maho dari kelas sebelah. Soalnya Masamune benci banget ama Motochika, sama satu lagi setan merah yang dulu waktu mereka masih kelas satu.
Mereka di MOS bersaing minta tanda tangan dari seluruh kakak kelas, guru, dan juga staff sekaligus cleaning service.
Saat lomba agustusan, mereka seimbang dalam lomba balap karung, panjat pinang, bakiak fir'aun, lomba kelereng estafet, ngemasukin botol ke dalam jarum (eh, kebalik ya?) dan lain-lain ampe waktu pembagian hadiah pun mereka masih rebutan dan terjadi pertengkaran habis-habisan yang berlangsung samalam suntuk.
Dan masih banyak lagi...
"Eh, Oichi. Baru dateng ya? Tumben amat.." tanya Motonari yang ngeliat Oichi mepet datengnya.
"Iya.. tadi ada kendala sedikit.." bales Oichi. Dia pun ngeliat ada aura serem di meja samping meja yang biasa Oichi pake buat duduk. Yang tak lain, tak enggak, tak bukan, tak disangka-sangka dan tak direka, dan tak (apalagi pe'a? Udah sono cepet lanjutin!) merupakan meja MasKojur.
"Jangan duduk di sono dulu Oichi.. entar kamu ketularan Masamune loh.." kata Motonari.
"La trus duduk dimana dong?" tanya Oichi bingung.
"Heh Mot, elu mau bilang ke Oichi buat duduk di samping elo?" tanya Mitsunari.
"Hah? Enggak? Enggak woi!" kata Motonari.
"Kok elu bisa bilang gitu?" tanya Motonari.
"Habisnya kan secara enggak ada bangku lain selain bangku yang biasa di pake Oichi buat duduk. Kalo mau duduk sama gua mah najis, musti sama elu. Udah, ngaku aja deh. Elu mau PDKT ama Oichi kan?" tanya Mitsunari sinis.
"DEMI KE-MAHOANNYA MOTOCHIKA YANG KAGAK MUNGKIN BISA ILANG.. sumpah, gua kagak mungkin ngelakuin hal kayak gitu ama Oichi!" kata Motonari ngebela diri.
"Yang mau PDKT ama Oichi tuh Nagamasa! Jangan sok enggak tau dah! Emang siapa yang enggak tau kalau NAGAMASA TU SUKA AMA OICHI!" tanya Motonari dengan jelas.
"AP-apa!" gumam Oichi..
"Jadi.. Akang Nagamasa tu..."
Balik ke kelas 2-2.
"Telinga gue panas..." kata Nagamasa ngelus-ngelus telinganya. (Lah? Bukannya dari tadi elu udah kobong ha?)
"Heh.. Nagamasa.. kamu lagi berusaha PDKT ke Oichi ya.." kata Motochika dengan nada usil yang bisa bikin cewek manapun merinding.
"Hah! Enggak! Emang ada buktinya!" kata Nagamasa.
"Kemarin.." jawab Motochika sama Sasuke bareng. Belakangan ini dua orang itu memang agak kompak... bisa jadi kopel baru nih...
"I-itu.."
"Tenang aja mamen.. gua ngedukung elo sepenuhnya kok.. suerr!" kata Motochika.
"Beneran nih?" tanya Nagamasa.
"Iya, aku juga mas bro.." kata Sasuke nggabung ke percakapan.
"Eh, emang apa alasan elu berdua ngedukung gua?" tanya Nagamasa sedikit curiga.
"Karena elu nggak kayak Kasuga. Elu serius, la Kasuga? Ngaku aja enggak. Padahal udah keliatan. Bikin kita gemes ngawinin dia ama Kenshin-senpai.." kata Motochika sambil berusaha menghalangi kunai Kasuga menggunakan jangkar.
Saat Istirahat.
"Heh, jadi elu Shingen Takeda yang 'sekarang'" tanya Masamune saat mereka ketemu di kantin.
"Jangan bahas masalah ini.." kata Shingen sambil menatap Masamune. "Lah, mata lu kemana Mun?" tanya Shingen.
"Itu... gegara Sup Katak(ura) Bakar Goreng Mentega... sialan.. pulang nanti akan kusate dia.." jawab Masamune.
"Tapi.. eyepacth ini keren juga mamen.. hem... keliatannya enggak buruk juga punya satu mata.." kata Masamune ber-nasis ria di depan cermin.
"Elu mending.. la gua. Gegara si Yukimura itu.. dasar.. jadi babu pinteran dikit kek.." Shingen ngedumel.
"He, jadi babu lu si Yukimura sialan itu bego? Yeh.. dia emang bego sih.. tapi masih begoan babu gua.." kata Masamune.
"Heh, ayo kita lihat siapa yang lebih bego... YUKIMUURRAAAAA!"
NGIEEEEEENGGG!
CKIITTTTT!
"YUKIMURA!"
"OYAKATA-SAAMMMAAA!"
"YUKIMURA!"
"OYAKATA-SAMA!"
"Ini!"
"Apa ini oyakata-sama?" tanya Yukimura melihat benda di tangannya.
"Itu permen versi terbaru.."
"Loh, kok bentuknya seperti koin Oyakata-sama?"
"Itu emang koin pe'a!"
BUUUUUKKKKK!
*Yukimura pun melayang 10 meter diatas permukaan tanah... dan... JATUH DENGAN MUKA DULUAN SODARA-SODARA!*
Masamune sweatdrop, "Emang si sialan Yukimura itu lebih bego dari Katak(ura)"
"Yukimura! Sekarang belikan aku mobil dengan uang 100 yen itu! kau mengerti!"
"Tentu saja Oyakata-sama!"
"Berangkat!"
NGIEEEEEENGGG!
"Nah, gimana Date Masamune?" tanya Shingen.
"Ya.. dia memang bodoh.. sekarang giliranku.. KOJURO!"
"ya! Masamune-sama?"
"Kamu.. kamu sekarang pulang ke rumah.. dan pastikan aku ada di rumah atau tidak! Go now!"
"Ya!"
NGIEEEEEEEEEEEEEENGGG!
"Nah.. begoan siapa?" tanya Masamune. Tak lama kemudian, dua orang itu ngakak bersama.
Sementara itu, diluar sekolah.
"Ho.. Katakura-dono!"
"Yukimura-dono!"
"Sedang apa disini?" tanya Yukimura.
"Aku sedang di perintah oleh tuanku yang sedikit... bego?"
"Loh?"
"Hei, jangan bilang ke Masamune-sama ya.." kata Katakura.
"Jangan khawatir Katakura-dono.." kata Yukimura.
"Memangnya kenapa?"
"Karena belakangan ini tuanku juga sedang sedikit bego.."
"Bagaimana bisa seperti itu?"
"Kau tau, dia menyuruhku membeli sebuah mobil dengan uang 100 yen. Apa itu mustahil Katakura-dono?" tanya Yukimura sambil memperlihatkan pada Katakura 'uang' pemberian Shingen.
"Tentu saja mustahil.. tapi Masamune-sama lebih bego lagi.. Dia menyuruhku untuk pulang ke rumah dan memastikan apakah aku ada di rumah atau tidak. Bukankah sudah jelas dia ada di sekolah?" kata Katakura.
"Tak kusangka kita sehati Katakura-dono.."
"Ya, Yukimura-dono.."
Mereka pun ngakak bersama.
Author : Selesaiii!
Reader : *pokerface*
Author : garing? Maaf ya, oh ya! Mari kita membalas review yang ada disini!
Meaaa :
Ya, maafkan saya. Meaaaa-san. Saya enggak bisa membuat adegan fujoshi nya Shingen sama Masamune.
Motochika : ayo thor.. biar aku ajari bagaimana cara membuat adegan yaoi..
Author : No! Minggir lu! Bajak laut mesum!
Rick de Power :
Makasih.. terus dukung saya ya, sekalipun humor saya semakin lama semakin garing..
Dissa-CHAlovers :
Ini aku jelasin gimana cara PDKT Nagamasa ke Oichi yang lebih mainstream. Makasih udah nge-review!
AlayChildern :
Maafkan saya... saya belum bisa ngemunculin di rambut sulak itu.. (baca : Mitsunari). Chapter depan aja oke? Terimakasih udah ngeriview!
Guest :
Iya.. makasih udah nge-review.
:
Makasih udah nge-review! Ini saya lanjutin kok!
MAKASIH YA MINNNAAA!
Omake :
"Sakazaki Rikou-dono! Lu belum puas nge-nistain Oyakata-sama gua! Lu nistain gua juga! RASAKAN INI!"
Sakazaki : *weits.. nggak kena :P*
