Fanfiction
Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto-sensei. Saya Cuma pinjem karakternya doang buat bikin ni Fanfic.
Genre : Romance/Humor
Pairing : SasuSaku tapi masih belom. lagi banyakan berantemnya Sasuke ma Itachi. Gomenneee... XP
Warning: OOC, Tijel, Gaje, Ancur, Ngaco, Alur kecepetan, Humor gak garing (Bantat?), dan yang jelek bertebar di mana – mana. XP
Chapter 2
Me + My Baka Brother = Fight!
My new classmate!
Pagi yang cerah(?). Tampak seorang bocah lelaki yang sedang menuju balkon dengan langkah gontai. Begitu mencapai balkon, ia mengerjap – ngerjapkan matanya sekedar untuk beradaptasi dengan cahaya matahari pagi. Wajahnya tampak kusut seperti orang kurang tidur sehabis bangun tidur*Eh…?*.
Tampak beberapa kali ia menguap. Luarnya tampak begitu, sebenarnya ia sedang menggerutu dalam hati. 'Dasar Aniki Sialan!'
Hei, Sasuke! Berterima kasihlah pada Anikimu itu. Berkatnya, kau tak bisa tidur semalaman, Ha?*Ckckck…kasihan…Sini kucium…|Sasuke : Ogah ah..!|Author : Ceilah… Siapa juga yang mau cium lo?! Bau tau! Hush… Mandi sana! *Author kayak ngusir kucing|Sasuke : 'Sialan! Gw sial mulu!|
"WOI! Pagi – pagi dah begitu! Ayo dong semangat muda! Ingat Guy-sensei. Hahahaha! Kau kayak orang gila di jalan sana, kau tahu?!" tegur sang Aniki yang membuat Sasuke langsung sadar 100%!
BLETAK!
Jitakan pertama…Mulus!
"Hn. Ini semua berkat kau BAKA! Aku bukan seperti orang Jones dan berondong macam dia. Dan…. – Sasuke memotong ucpannya…
BLETAK!
Jitakan kedua…Mulus!
– Makasih atas perkataan mu tadi." Lanjutnya dengan intonasi datar. Bagaimana dengan sang Aniki(Itachi)? Owww…. Rupanya, ia sedang mengelus kepalanya yang menjadi sasaran kekesalan Sasuke. Jitakan kedua dari Sasuke yang mendarat dengan mulus bin indahnya, berhasil membuat kepalanya berdenyut nyeri…Ouch! XC
"Auch! Otouto! Pelankan jitakanmu dong!" Gerutu Itachi. Yang diminta hanya mendengus.
"Heh?! Pelan? Kalau begitu mana bisa aku membalasmu!"
"Apa kau bilang!?" Sewot Itachi.
"Hn. Perlu kuulang?" Balas Sasuke yang membuat Itachi sebal(?).
Sasuke yang cuek, segera berbalik memunggungi Itachi. Merasa di cuekin, Itachi merasa kesal dan berniat menjahili adiknya.
"Sasuke~~" Panggil Itachi yang membuat Sasuke merasa… Eeegghh… Enek deh!
"…"
"WOI! Sasuke!" Panggil Itachi lagi.
"Hn." Sasuke berbalik. "Apa?"
Itachi berjalan mendekati Sasuke. Ia menyandar pada pembatas balkon. Ia kemudian mengambil HP dari saku celananya. Mengoatak – atiknya sebentar dan mengarahkan layar HP kearah Sasuke.
"Hoi Sasuke. Lihat ini! Apa coba?~~" Goda Itachi denagn nada yang dibuat buat dan seringaian mesum khasnya. Ceilah….
"Ada ap…"
BLUSH
Wajah Sasuke menampakkan semburat merah. Ia memalingkan wajahnya . Kalian tahu apa yang ditunjukkan Itachi sampai membuat Sasuke seperti itu? Jawabannya: Yap, Foto Ia sedang menenangkan Sakura dan foto saat ia akan memapah Sakura. Malu? Wajar. Kan Sasuke normal. Hahahaha…. XP
"Apa – apaan foto itu Aniki? Kau lihat!? Kenapa sampai di foto segala? Cepat hapus!" Perintah Sasuke sembari menahan debaran jantungnya hanya gara – gara tuh foto.
"Weee….. Gak mau! Kan untuk kenangan. Hahaha…" Ejek Itachi. Sasuke ingin merebut HP Itachi dan…
GREP
Dapat. Tapi, Olala… begitu Sasuke mendapat HP Itachi, Itachi malah terdorong ke belakang.
"Eeeh…." Itachi kehilangan keseimbangan dan…
"Waaaaa!"
BYUUUR
Itachi terjatuh dan tercebur ke dalam kolam renang di halaman bawah balkon.
"HAAAH?ANIKI?!" Teriak Sasuke bingung. Ia berkali – kali memanggil Anikinya tetapi tak juga mendapat respon.
Ia panik. Sangat panik. Segera ia masuk ke dalam rumah dan turun menuju lantai dasar rumahnya dan bergegas menuju kolam renang tempat Itachi tercebur.
"ANIKI!" Teriak Sasuke. Tak ada respon. Ia pun berjalan di tepi kolam renang. Tiba – tiba…
GREEEP...
Kaki Sasuke ditarik seseorang. Ia tak sempat melepaskan dan Sasuke merasa ia ditarik dengan cepat dan…
BYUUUR
Ia tercebur kedalam kolam. Bersyukurlah Sasuke! Kolam tersebut tak terlalu dalam!
Sasuke berusaha keluar menuju permukaan. Begitu berhasil, ia langsung mencari pelakunya dan…
"DORR!"
"Waaa!" Spontan Sasuke berteriak karena kaget. "ANIKI! BAKA!"
Itachi hanya menyengir dan memasang watadosnya. Ia tampak puas mengerjai sang Imouto. Skor 2-1. Hahahahaha….
"Sasuke! Itachi! Kesini sebentar! Kaa-san ada perlu dengan kalian." Panggil Ibu mereka. "Ya, Kaa-san." Jawab mereka serempak.
Itachi segera naik ke pinggiran kolam, baru satu kaki berhasil naik, sebentar lagi akan tiba di atas, tiba – tiba, Ia terjatuh lagi. Yap, Sasuke menarik kaki Itachi. Karena takut kena lagi, begitu Itachi tercebur lagi, ia buru – buru naik dan kabur masuk ke rumah. Itachi berusaha ke permukaan dan naik. Selanjutnya kalian tahu kan?
"SASUKE NO BAKA! BAKA OTOUTO! AWAS KAU!"
Setelah berteriak demikian, ia berlari menyusul Sasuke yang sudah masuk ke dalam rumah dan kabur entah kemana. Skor 2-2, Itachi…. Hahaha….
"Kami-sama! Ada apa dengan kalian? Mengapa basah – basahan begitu?" Tanya Mikoto, Ibu mereka dengan nada yang mulai meninggi.
"Ini gara – gara Sasuke Kaa-san! Dia mendorongku hingga terjatuh ke kolam." Sahut Itachi yang langsung dihadiahi tatapan apa-kau-bilang!? oleh Sasuke.
"Dia juga yang menarikku!" Tunjuk Sasuke.
"Haah!? Ya sudah. Pertama memangnya kenapa?" Mikoto tampak bingung dengan permasalahan konyol kedua putranya.
"Tadi aku menunjukkan foto ia dan seorang gadis cilik yang ia tolong kemarin. Anaknya cantik lho, Kaa-san. Kelihatannya juga polos dan imut – imut gimanaaa gitu! Sasuke juga sudah lumayan dekat sih." Tutur Itachi
"Waaah…Sasuke! Kau mau memberikan Kaa-san anak perempuan ya?" Mikoto tampak senang mendengar penuturan Itachi. Sasuke? Bersemburat merah lagi…. Ahay!... Duh Sasuke!
'Aniki Sialan! Beraninya kau!' Sasuke menggerutu.
"Bu..bukan kok, Kaa-san. Aku cuma nolongin dia aja. Kasihan sendirian terus luka lagi!" Elak Sasuke.
"Kau jantan sekali Otouto!" Seru Itachi sembari merangkul Sasuke.
Sasuke terdiam. Itachi berbisik di telinga Sasuke, "Kapan kau akan jadian dengannya, Sasuke?"
Spontan, Sasuke bersemburat merah lagi dan menjitak kepala anikinya kembali.
BLETAK
Kembalilah terjadi pertengkaran konyol antara 2 bersaudara, yaitu dimana sang kakak, Itachi dan sang adik, Sasuke yang sama – sama keras kepalanya. Mikoto? Bingung mau ngapain! Hanya bisa tertawa menghadapi mereka. Lagian dilerai gimana? Toh mereka kan KERAS KEPALA! Susah dah!...
Esoknya….
Di Elementary School of Konoha, terutama kelas 4-1, murid – murid sangat ribut. Sensei mereka belum datang. Maklum, wali kelas mereka, Yuichi-sensei tukang ngaret sih!
"Yo Teme! Katanya ada murid baru lho! Pindahan dari SES!" Ucap temannya yang bermbut spike.
Tak ada respon sama sekali. "Hoooi! Teme!"
Hasilnya? Nihil! Sasuke tetap tak bergeming. Naruto baru menyadari ternyata Sasuke-teme, sahabatnya, sedang menggunakan earphone. Wajar! Segera, ia cabut earphone-nya.
"Hoii! Teme!". Sasuke segera menghentikan music yang barusaja tadi ia dengar dan mencabut earphone-nya dan menyimpan earphone serta HPnya di dalam tas.
"Hn? Ada apa Dobe?"
"Teme! Aka nada murid pindahan di kelas kita! Pindahan dari SES!" Ucap Naruto. Mengulang lagi apa yang tadi ia ucakan.
"Hn. Cewe apa Cowo?" Respon Sasuke. Ia hanya baru setengah tertarik dengan alur pembicaraan si Dobe ini.
"Mungkin cewe kali ya. Soalnya rambutnya tuh sebahu. Kulitnya putih. Matanya berwarna Hijau emerel? Emerol?Emereld? Eme… Ah tau ah!" Naruto tampak bingung.
"Emerald maksudmu, Dobe?" Tanya Sasuke. Ia mulai curiga. Jangan – jangan itu anak yang ditemuinya saat itu. Ah iya! Mereka berdua kan seumuran!
"Ah iya! Itu maksudku Teme! Rambutnya aneh. Warna…" Belum sempat Naruto melanjutkan, terdengar suara pintu digeser dan tampaklah seorang guru yang diyakini sebagai Yuichi-sensei. Semua murid kembali ke tempat masing – masing dan tenang. Di belakang Yuichi-sensei, tampak seorang gadis cilik yang mengekorinya.
"Ohayo! Maaf yah kalau Sensei telat. Maklum tadi Sensei tersesat lagi dan…" Omongannya terputus.
"Huuuh! Alasannya banyak sekali!" Sorak seluruh murid kelas 4-1. Yuichi-sensei hanya senyam – senyum sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Ah iya. Anak – anak dengarkan! Mulai hari ini, ia akan mengikuti kelas ini. Baiklah, perkenalkan dirimu sekarang!." Perintah Yuichi-sensei.
'Haaah! Di…dia….Kenapa bisa ada di sini? Sekelas denganku pula! Apa benar itu dia?' Batin Sasuke. Ia mulai tak tenang. Pandangannya hanya terfokus pada sesosok gadis cilik yang cantik di depan kelas.
"Ohayo, Minna-san! Watashiwa…". Ia mulai memperkenalkan dirinya. Sasuke memasang wajah stay cool nya. Sebenarnya, inner Sasuke sudah gugup setengah mati menunggu kelanjutan ucapan gadis cilik tersebut.
Sebelum melanjutkan lagi, gadis cilik tersebut melihat sekeliling kelas dan akhirnya ia menemukan orang yang dicarinya. Bocah lelaki berambut biru kehitaman mencuat yang sedang duduk di meja barisan pertama dari kanan nomor 4. Dekat jendela. Senyum mengembang di wajah cantiknya.
"Watashiwa… Haruno Sakura desu. Pindahan dari SES! Mohon bantuannya!" Ia membungkuk hormat.
Sasuke? Still Stay Cool seolah cuek, inner-nya? Menjerit dan shock! Waaaw! Hebat kau Sasuke!
'Dia benar – benar Sakura. Mengapa aku jadi bertemu lagi dengannya?'
"Baiklah. Cukup. Haruno kau duduk dengan…" Yuichi-sensei melihat sekeliling kelas untuk mencari tempat duduk lagi.
"Kau duduk dekat Yamanaka. Yamanaka, angkat tanganmu." Perintah Yuichi-sensei.
Yang diperintah, mengangkat tangannya. Sakura segera melangkah menuju tempat duduk yang dipilihkan oleh Sensei-nya. Ketika ia berjalan, banyak sepasang mata yang memerhatikannya. Termasuk si Uchiha bungsu, siapa lagi kalau bukan Sasuke?
'Oh… Tidak! Yamanaka ada di sebrang tempat dudukku. Manapula ia duduk di situ lagi! Mengapa nasibku begini? Mengapa aku selalu bertemu dengannya? Oh tidak!'
Sakura berjalan dengan santai sementara Sasuke semakin gelisah. Nah! Apakah yang terjadi selanjutnya? Bagaimanakah dengan Sasuke dan Sakura? Tunggulah kelanjutannya di Chapter depan ya! Jaa…Mata! XD
~*~*~*~TBC~*~*~*~
ANaR (Author Note and Room) (?):
Kembali lagi dengan saya Hazu yang labil. Hahaha… Bagaimana Readers? Cerita ini memang terlalu singkat dan alur kecepetan! Sorry! Lagipula author nulis malem – malem sih! Buat refreshing abis ulangan!
Ah ya, makasih ya udah ngereview! Author seneng banget! Padahal chapter pertama tuh Cuma iseng – iseng doang! Pelepas jenuh dan penat! Wkwkwkwk… XP
Kalo judul chapter 2 ini gak nyambung, Gomenne ya... Bingung sih? Punya saran?
Terima kasih semua! Berkat kalian, cerita ini terus berlanjut!
Maaf ya kalo di chapter sebelumnya banyak salah. Seharusnya nulis Otouto malah jadi Outo? Nah lho… Aneh kan?
Semoga di chapter ini, kesalahannya lebih dikit. Ya lebih baik gak ada. Tetap ikuti Fict ini ya! Author akan berusaha ngelanjutin semampu Author!
Owh ya, Author lupa. Saatnya balas Review!
sofi asat : Ni udah lanjut :3. Baca dan ikutin Fict ini terus ya! Makasih! (:3)
SakuraYozora : Hahaha… Padahal tuh Author juga bingung mau bales Itachi gimana, yah begitu saja (XP). Syukurlah kamu suka ya (:D). Lumayan sih. Ni udah lanjut. Terus ikutin ya (:3)! Makasih!
Dhezthy UchihAruno : Salam kenal jugal Dhezthy-chan! Sama kayak aku dong (:)) . Itachi memang jadi bahan buat bikin fict ini jadi lucu…. Hahahahaha…. (:D) . Unyu gimana tuuuh? Wkwkwk…Karena masih kecil jadi gitu. Kalo udah remaja, jadi gimana ya? Maaf ya kalo justru kuarang memuaskan. Soalnya bingung mau gimana lagi (XP). Udah coba manjangin. Udah panjang belom?. Ni udah update. Cuma jarak 2 hari. Dah kilat kan? Terus ikutin ya (:3)! Makasih!
Naaah… Sudah balas review nih! Dadaaah….! Berjumpa lagi nanti di chapter depan!
See you Pai…pai! XD
